Kenzo Wijaya si Ketua Osis yang terkenal tampan, dingin dan cowok terpintar di HIGH INTERNATIONAL SCHOOL, Tiba tiba dijodohkan dengan Lisa Margareth si Ratunya terlambat, bad girl, banyak tingkah dan juga cewek terbodoh di sekolah nya.
Bagaimana mereka menyembunyikan status pernikahan mereka dari teman, para guru dan juga pihak sekolah agar tidak dikeluarkan?
Apakah ada benih - benih cinta yang tumbuh di antara mereka berdua dan membuat mereka jatuh cinta?
Nantikankisah mereka selanjutnya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selena_kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Lisa langsung mengambil handuk lalu berlari menuju kamar mandi, namun karena ia masih sedikit pusing, jadi....
Bruuakk...
''Aduhh...''
''Mbak... Mbak Lisa nggak papa?'' tanya Bi Sari
''Iya saya nggak papa kok,'' jawab Lisa sambil memegangi dahinya
Lisa tidak sengaja menabrak pintu kamar mandi, ia masuk sambil memegangi yang semakin pusing.
''Aduhh... itu yang naroh pintu di situ siapa sih? Gila tuh orang! Nggak tau apa kalo bisa membahayakan nyawa!" gerutu Lisa
Lisa menyelesaikan mandi nya dengan cepat karena masih pusing, setelah selesai menganti baju ia melihat ke arah TV.
''Ahhh... Rasanya lebih segar sehabis mandi dan nggak se pusing tadi,'' guman Lisa
Lisa menutup seluruh tirai dan pintu kamar, lalu ia mulai menyalakan TV dan memutarkan Drama Korea kesukaannya yang ia nonton dan menikmatinya, lalu ia ingat sesuatu.
''Bi Sari...'' panggil Lisa
''Iya Mbak, ada apa?'' tanya Bi Sari yang langsung datang
''Tolong ambilin Lisa camilan dong, apa aja deh sama minuman sekalian, kalo ada popcorn sama soda ya bi,'' ujar Lisa
''Baik Mbak! Tunggu bentar ya,'' ujar Bi Sari
Bi Sari pergi ke dapur lalu kembali dengan nampan yang berisi beberapa macam keripik pedas, makaroni, popcorn dan juga minuman soda nya.
''Ini Mbak,''
''Oke makasih bi,'' ujar Lisa
''Bibi pergi dulu ya Mbak,''
Lisa mulai menyantap camilan yang di bawa tadi dengan sembari menonton drama korea yang ia putar, tak terasa, sudah waktunya adzan Dzuhur.
''Lisa...'' panggil Kenzo
''Apaan sih?'' tanya Lisa
''Matiin TV, sholat dulu,'' pinta Kenzo
''Iya bentar lagi, lagi seru nih drama nya,'' ucap Lisa
''Sholat sekarang Lisa! Nanti keburu habis waktunya,'' ucap Kenzo
''10 menit lagi ya,'' pinta Lisa
Click...
Kenzo langsung mencabut kabel TV dan mematikan stop kontak di kamarnya, akhirnya TV pun mati.
''Ih Ken... Kenapa di matiin TV nya? Kan udah gue bilang 10 menit lagi!'' kesal Lisa
''Jangan tunda-tunda sholat! Nonton drama berjam-jam kok kuat, sholat 8 menit aja masa nggak kuat!'' tegas Kenzo
''Hih... iya iya iya!'' kesal Lisa
Lisa beranjak pergi dari kasur untuk mengambil air wudhuk. Saat kembali, ia sudah melihat Kenzo yang siap sholat dengan sarung, peci dan baju koko.
Ganteng juga dia kalo kayak gini... Eh mikir apa gue?-Batin Lisa
''Ayo!'' ajak Kenzo
''Iya bentar, gue mau pake mukena,'' ucap Lisa
Mereka berdua melakukan sholat Dhuhur berjamaah, ada sedikit rasa syukur di hati Lisa. Setidaknya Kenzo memiliki sikap yang hampir sama dengan Daddy nya dan itu mengobati sedikit rasa rindu nya pada Daddy nya.
Setelah selesai sholat, mereka merapikan kembali alat sholatnya lalu duduk bersama menonton drama yang tertunda tadi sambil berbincang sebentar.
''Kok lo nggak ke sekolah sih hari ini? Kan biasanya Sabtu Minggu lo latihan basket di sekolah,'' ujar Lisa
''Lo siapa yang jaga?'' tanya Kenzo
''Kan ada Bi Sari,'' jawab Lisa
''Suami lo itu gue apa Bi Sari?'' tanya Kenzo
''....''
''Udah diem!" ujar Kenzo
"Eh iya... Dulu lo kok kayaknya nggak nolak sama sekali waktu pas di jodohin sama gue? Secara ya, lo kan berprestasi, kaya, pinter dan ganteng juga iya. Masalah cewek, lo bisa milih kan? Kenapa milih gue?'' tanya Lisa
'' Gue nurut ortu,'' jawab Kenzo
''Tapi kan lo bisa nolak yang menjalani hubungan ini, itu kita? jadi kalo lo yang nolak, mereka nggak bisa berbuat apa- apa,'' jawab Lisa
''....''
Kenzo terdiam, ia enggak memberitahu apa alasan ia menyetujui pernikahan ini.
Ini cerita kok mirip banget ma novel sebelah " My Ketos My Husband", cuma beda di nama saja, cerita nya dari awal sampai bab ini pun sama.
Aku baca ini kaya flashback aja, ya mudah2an kedepannya beda ceritanya.