Anastasya zu Fürstenberg, Sang Pureblood Vampir yang langka. Jatuh ke dalam keputusasaan ketika Kekasihnya, yang merupakan Manusia di bunuh kejam oleh Werewolf.
Merasa setelah balas dendam dia tetap tidak akan pernah melihat Kekasihnya yang sudah meninggal, dia mulai tertidur.
Tidur panjang..
Sangat panjang...
Berhadap kesedihannya menghilang ketika dirinya bangun..
Peti mati itu, terkubur dalam kegelapan selama ratusan tahun, hingga suatu hari, Anastasya terbangun oleh suara dari seorang Werewolf kecil yang terluka parah, yang ternyata sedang di kejar oleh Werewolf lainnya, merasa sangat kesal dan prihatin, Anastasya mulai membantai Para Werewolf itu.
Itu adalah sebuah pertemuan yang akan membawa Anastasya zu Fürstenberg ke takdir yang tidak akan pernah dirinya duga.
Ketika suatu hari sekali lagi, dirinya bertemu dengan Calvin Drake, Sang Alpha Werewolf, Pemimpin dari Klan Drake. Pertemuan yang membawa ke arah cinta yang tidak terduga dan hasrat akan darah yang tidak tertahankan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za L Lucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29: Penyamaran
Setelah keduanya berlatih sampai hari cukup malam, keduanya segera memutuskan untuk kembali ke Apartemen Calvin.
Dan untunglah tidak ada insiden apapun ketika mereka kembali.
Sepanjang perjalanan mereka berdua sedang menyusun rencana untuk menyergap Klan Hawkins.
"Hah, tapi bagaimana caranya aku membuktikan ini? Aku pikir mereka terlalu licik, kan sangat dekat dengan ketua Asosiasi,"
"Hmm, mereka biasanya sangat serakah dengan darah Vampir,"
Calvin yang mendengar itu menjadi pusing sendiri.
"Hah, aku benar-benar ingin menjadi bingung sekarang. Sudahlah aku lelah sebaiknya kita beristirahat saja,"
"Itu benar Aku juga ingin segera pulihkan tenaga aku dengan tidur. Latihan sebelumnya cukup menguras tenaga,"
Calvin lalu menatap ke arah Anastasya, sekarang terlihat sedikit pucat.
"Apakah kamu ingin minum darahku? Kamu mengeluarkan banyak energi untuk tadi,"
Anastasya saat ini sedang masak pemulihan dan memang butuh darah yang cukup dan merasa tidak punya alasan untuk menolak.
"Tentu saja," kata Anastasya segera mendekatkan wajahnya kearah Calvin, sambil membuka kancing kemeja Calvin perlahan.
Hal ini jelas membuat Calvin kaget, rasanya saat ini mereka masih berada di dalam mobil, dan berada di depan Apartemennya.
Sungguh?
Nona Vampir Cantik ini, semakin ke sini semakin tidak malu-malu, benar-benar langsung dan terlalu jujur.
Ini benar-benar membuat hati Calvin merasa tidak tahan.
"Tapi ini di Mobil.... Ah..."
Bahkan sebelum Calvin, menyelesaikan kata-katanya, taring Anastasya sudah menggigit ke arah lehernya.
Ada rasa sedikit nyari dari sana, namun Calvin sudah terbiasa dengan ini, Calvin lalu segera mencari posisi yang nyaman untuk diriya, dengan cara memeluk Anastasya.
Calvin mulai merasakan aroma Anastasya yang ada di depannya, yang sedikit tercampur dengan aromanya sendiri.
Memang, berkat tanda yang dirinya buat, Anastasya sekarang memiliki aroma yang cukup unik, yang membuat Calvin merasa candu.
Calvin mulai berpikir, jika saja Anastasya benar-benar menjadi pasangannya...
Pasti dirinya akan sangat bahagia.
Namun untuk saat ini nikmati dulu masa-masa ini, lakukan pendekatan secara perlahan-lahan, sehingga dirinya kisah mendapatkan hati gadis di depannya ini, sehingga Anastasya anda akan pernah meninggalkannya.
Meraka berdua barada dalam posisi seperti itu cukup lama, terkadang Calvin akan membuat beberapa suara.
Berikutnya, ketika Anastasya melepaskan taringnya, Anastasya segera membuka ke arah bajunya sendiri.
Jelas, tindakan ini membuat Calvin refleks menutup matanya dan berkata dengan gugup,
"A... Apa yang coba kamu lakukan?"
"Apa? Jelas aku mencoba agar kamu juga bisa meminum darahku, bukankah kamu ingin menjadi lebih kuat?"
"Tapi Aku bukan Vampir, yang suka minum darah. Aku benar-benar tidak menyukai meminum darah,"
Ekspresi Anastasya menjadi buruk, dan berkata,
"Jadi maksudmu? Rasa dari darahku tidak enak?"
"Bukan begitu hanya saja... Aku Werewolf,"
"kalau begitu minumlah walaupun ini tidak enak kamu harus tetap meminumnya agar kekuatanmu meningkat,"
Calvin dengan ragu, mengularkan taring-taringnya juga, dan akhirnya meminum darah Anastasya.
"Akhhh.... Pelan-pelan Calvin... Itu terlalu besar,"
Kata-kata Anastasya barusan membuat wajah Calvin menjadi merah karna rasa malu dengan pikirannya sendiri, karena kata-kata Anastasya terlalu ambigu.
"Ah... Taring Werewolf benar-benar cukup buruk, ini terlalu besar dan benar-benar membuat luka yang buruk,"
Ya, Calvin jelas saja mengerti arti dari kata kata itu, namun tatap saja, Anastasya ini benar-benar tidak bisa membaca suasana!!
Ya, memang taring Werewolf bukan untuk menghisap darah, tapi untuk mencabik-cabik mangsa, jelas sangat menyakitkan untuk digigit oleh Werewolf.
Calvin merasa tidak enak jadi setelah meminum beberapa cegukan, segera melepaskan gigitan itu, dan benar saja ada kulit putih terkoyak disana, yang saat ini mengeluarkan darah dengan cukup buruk.
Namun itu tidak berlangsung lama karena hanya dengan dilihat oleh mata luka itu segera pulih.
"Wow, regenerasi Vampir bener-bener mengerikan,"
"Itu karena aku dengan kondisi yang sangat baik, semua jenis berkat kamu, benar-benar melakukannya dengan baik dan sekarang aku merasa segar,"
Lagi-lagi kata-kata Anastasya membuat Calvin salting.
"Astaga, berhenti berkata hal-hal memalukan semacam itu,"
Calvin sendiri, segera menutup luka di lehernya dengan perban, walaupun itu sudah tidak mengeluarkan darah namun luka akibat gigitan memang ada dimana-mana.
Calvin merasa sedikit kesulitan menyembunyikannya.
"Namun lukamu, benar-benar sembuh cukup lama," kata Anastasya.
"Hah, regenerasi ku memang tidak sebaik kamu namun ini nanti juga sembuh,"
Keduanya, lalu segera memarkirkan mobil dan turun dari mobil dan naik ke apartemen di mana Calvin tinggal, ini hanya di lantai dua.
Namun mana tahu begitu mereka masuk, ternyata ada sebuah kejutan yang menanti mereka.
Ada beberapa Werewolf muda disana, yang mengejutkan mereka berdua, terutama dengan begitu banyak kertas game dilempar ke arah mereka berdua seolah merayakan sesuatu.
Calvin kurang lebih bisa menebak apa yang terjadi.
Lucas itu, memiliki mulut besar dia pasti tidak sengaja salah berbicara dengan teman-teman yang lain dan akhirnya seperti ini.
"Selamat Ketua!! Anda akhirnya memiliki Pasangan!?"
"Hal ini jelas harus direncanakan kenapa anda malam menyembunyikannya?"
"Ini benar Ketua, Aku tahu saat ini sedang masa-masa indah untuk kalian berdua saling memadukan kasih, namun tetap saja itu keterlaluan dengan tidak memberitahu kami,"
Lucas yang ada disana, segera menatap Calvin dengan tidak enak, seolah menunjukkan rasa bersalah nya, terutama setelah ditatap oleh Calvin.
"Aku hanya tidak ingin membuat keributan, maaf karena tidak memberitahu kalian, Yah... Pasanganku sebenarnya sedikit pemalu," kata Calvin mencoba menenangkan teman-temannya itu, ya itu adalah beberapa anggota muda Klan Drake, yang kurang lebih seumuran atau sedikit lebih tua dari Calvin.
Salah satu orang disana lalu segera berkata,
"Malu-malu apa? Semua jelas bisa mendengarkan apa yang kalian lakukan di bawah tadi,"
Werewolf memiliki pendengaran yang cukup baik, kok masuk akal jika mungkin saja mereka semua mendengar berapa hal sebelumnya yang Calvin dan Anastasya lakukan di mobil.
Sial!!
Apalagi kata-kata Anastasya terlihat sangat ambigu seperti itu.
Anastasya ada menyadari apa yang mereka katakan, wajahnya spontan berubah menjadi merah.
"Su... Sudahlah! Berhenti kalian menggodaku dan pasanganku! Kami baru pasangan baru, sedang menikmati bulan madu jadi jangan ganggu,"
"Astaga, Ketua dengan pelit begitu mari perkenalkan dia pada kami,"
Calvin akhirnya menyerah dan mulai memperkenalkan Anastasya pada teman-temannya..
Setelahnya, maka mengadakan pesta untuk pasangan baru itu dengan meriah, sampai larut malam.
Sampai tiba-tiba Lucas, menatap kearah leher Calvin yang sepertinya ada perban.
"Huh? Calvin, ada apa dengan lehermu? sebelumnya sepertinya hanya plester kenapa sekarang sudah ada tambahan perban?"
Mendengar itu, Calvin segera menjauh dari Lucas, takut Lucas akan membuka luka itu, akan gawat jika ada seseorang yang menatap luka yang dimilikinya.
Itu adalah luka gigitan dari Vampir yang terlihat jelas.
"Yahh... Ini bukan apa-apa...."
Lucas segera bertanya dengan penasaran,
"Apakah benar itu bukan apa-apa? Atau jangan-jangan...."
"Jangan-jangan apa?"
Lucas segera berbisik Calvin, hingga itu hanya bisa Calvin dengar.
"Apakah ini tanda cinta dari Kekasihmu? Kamu sengaja menyembuyikahnya karena malu? Namun astaga, Pasanganmu ini sepertinya lebih berani daripada yang aku kira,"
Mendengar itu, Calvin jelas merasa malu dan sepintas menatap ke arah Anastasya, yang sepertinya juga merasa malu dengan kata-kata Lucas, yang juga Anastasya dengar.
"Sudahlah berhenti bicara omong kosong!!"
Pada akhirnya butuh waktu lama sampai pesta itu berakhir, dan semua orang berhasil diusir pergi.
Calvin dan Anastasya akhirnya merasa cukup lega.
"Astaga, kita benar-benar bisa kecolongan," kata Calvin dengan cemas.
"Tapi... apakah sekarang aku benar-benar tidak apa-apa tinggal di sini? Semua teman-temanmu tahu jika aku tinggal di sini,"
"Kurasa ini tidak apa-apa? Yang mereka tahu kamu adalah pasanganku, mereka tidak akan berani untuk mendekatimu atau menyentuh mu,"
"Namun bagaimana jika aku sampai ketahuan jika Aku Vampir? Mereka jelas tidak bodoh, mereka pasti akan sadar nanti cepat atau lambat,"
Calvin segera terdiam, jadi bingung juga harus bagaimana.
Apa yang sebaiknya dirinya lakukan sekarang?