Shisil wanita cantik yang dinikahin oleh orang duda tampan beranak satu, shisil disuruh nikah mudah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alexia Alexander, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Ya pak Agus, nanti tolong susul barang baru juga "ucapan Danyal yang masih nyaman dipeluk Shisil.
"Danyal mereka semua akan segera datang"ucapan Alvaro yang mendapat pesan dari Tiara.
Mereka semua keluar untuk menyambut pemilik mansion yang barunya, "Tidak kusangka kau yang beli mansion Stevan Lee"ucapan Danyal yang berbicara santainya.
"Ya karena istri aku sangat suka mansion ini"ucapan Stevan yang ikutan santai.
"Oh ternyata ini tuan muda Lee itu, yang menikahi nona muda keluarga Valencia masih sahabat suami aku sendiri"didalam hatinya Shisil yang celingukan mencari seorang.
"Sayang kamu mencari siapa?"Ucapan Danyal yang masih merangkul istrinya.
"Apa kau mencari Fani?, sahabat masa kecil kamu nyonya Melvin"ucapan Stevan yang bersikap ramah.
Shisil yang mengangguk pelan dan ingin menangis, "Ya sekarang dia ada dimana tuan muda Lee"ucapan Shisil yang menahan tangisannya.
"Aku lupa, dia sahabat masa kecil Tiffani"didalam Hatinya Stevan yang melamun sebentar.
"Sayang apa ada yang memanggil aku ya"ucapan Seorang tidak asing yang keluar dari mobil milik Stevan.
"Dia Fani sahabat aku"didalam hatinya Shisil langsung lari dan meluk sahabat kecilnya dulu.
Grab
"Lama tak bertemu, Shisil sahabat aku yang cantik"ucapan Tiffani yang senyum dan melihat sahabat Shisil lainnya.
"Iya Fani, kamu sekarang tinggal dimana?"ucapan Shisil yang masih menangis.
"Sekarang aku tinggal disini Shisil"ucapan Tiffani yang tersenyum.
Shisil masih bingung dengan ucapan sahabatnya waktu dia masih kecil dan melihat ke suaminya, "Suami sahabat kamu, itu juga rekan kerja sekaligus teman kami bertiga Shisil"ucapan Danyal yang tersenyum melihat istrinya bingung.
"Danyal menghubungi kami dengan cepat, bilang dia sahabat istri aku"ucapan Stevan yang mengira Tania
"Kau kira Tania,Tiffani sahabatnya Shisil waktu dia kecil dan aku melihat foto itu dikotak dalam laci rias istri baruku"ucapan Danyal yang kesal dengan Stevan.
"Kenapa kau tidak tanya kepada aku sayang?"ucapan Tiffani yang ikut kesal dengan suaminya sendiri.
"Kau menduakan istri pertama kamu"ucapan Stevan Yang penasaran.
"Mana ada aku menduakan Tania bisa-bisa aku diusir dari negara ini oleh orang tua aku sendiri"ucapan Danyal yang marah gara ucapan Stevan.
"Tania sudah tiada setelah melahirkan anaknya Danyal 1 tahun yang lalu"ucapan Alvaro yang jelaskan karena tahu Danyal akan marah.
"Maafkan suami aku Danyal, dia tidak tahu tentang istri pertama kamu"ucapan Tiffani yang langsung menghampiri suaminya.
"Ya tidak apa-apa Tiffani"ucapan Danyal yang menunduk sedih.
"Kak Danyal kau baik-baik saja"ucapan Shisil yang menghampiri suaminya.
"Jadi teringat Tania deh"didalam hatinya Danyal yang masih menunduk kepalanya.
"Kau pasti sedih ya kak, karena mengingat mendiang istri pertamanya"didalam hatinya Shisil yang meluk suaminya.
"Maaf ya, aku membuat kamu sedih juga"ucapan Danyal yang balik peluk.
"Tidak apa-apa kak"ucapan Shisil yang bersandar di bahu suaminya dan tersenyum.
"Stevan kamu bertanya-tanyakan, cara Danyal bertemu dengan istri keduanya"ucapan Alvaro yang tahu Danyal sedih.
"Tentu saja"ucapan Stevan yang masih penasaran.
"Kita bicara didalam saja, takut kalau ada mata-mata didekat mansion ini"ucapan Tiara yang sudah dibelakang Stevan dan Tiffani.
"Eh, kalian seharusnya yang persilahkan kami semua masuk"ucapan Shisil yang masih dirangkul suaminya.
"Tidak apa-apa, mansion ini memang milik kami tapi kalian juga tamu kami"ucapan Tiffani yang tersenyum ke semua sahabat Shisil.
"Oh ya, Nyonya Lee apa kami berdua boleh jadi sahabat kalian"ucapan Keyra yang takut tidak bisa berteman dengan Shisil lagi.
"Tentu saya boleh dong, kalian berdua itu teman Shisil dari SMP sampai sekarang"ucapan Tiffani yang tersenyum ramah.
Mereka semua pun masuk ke dalam Mansion dan mereka menuju ruang keluarga, "Stevan bukankan kau bertanya bagaimana aku bertemu dengan istri keduaku ya"ucapan Danyal yang masih merangkul istrinya.
"Kami berdua dijodohkan oleh orang tua kami"ucapan Shisil yang menatap Danyal.
"Apakah nona Shisil mencintai Danyal"ucapan Stevan yang menatap Shisil dengan serius.
"Awalnya aku tidak mencintainya dan Seiringnya waktu berjalan aku menerima kak Danyal apa adanya dia"ucapan Shisil yang meluk pinggang Danyal.
"Danyal aku ingin tanya pada kamu"ucapan Stevan menatap Danyal.
"Tanya saja"ucapan Danyal yang mencium kepala istrinya
"Kapan kamu bertemu dengan Nona Shisil?"ucapan Stevan yang melihat Danyal meluk Shisil dan menciumnya.
"Saat aku di mansion orang tua aku dan aku juga tidak tahu wanita yang akan dijodohkan dengan aku Stevan"ucapan Danyal dengan terang-terang.
"Wah kok persis dengan aku, tapi aku dulu masih bujang"didalam hatinya Stevan yang melihat istrinya sendiri.
"Kamu lihat apa sayang"ucapan Tiffani yang risih dengan suaminya.
"Tidak apa-apa kok sayang, kau sangat cantik sayang"ucapan Stevan yang takut istrinya marah.
"Stevan dia itu CEO terkenal galak, masa kau suami takut istri"didalam hatinya Devano yang ingin ketawa.
"Jangan bicara dengan arwah"ucapan Stevan yang menatap Devano dengan tajam.
"Aku tidak bicara sama arwah Stevan"ucapan Devano yang tersenyum kaku.
"Stevan ada pertanyaan lainnya lagi"ucapan Danyal pun mengajak Shisil duduk.
"Sudah cukup, karena kau dijodohkan juga sih wajar saja"ucapan Stevan yang tersenyum dan duduk.
"Kak Danyal hari ini katanya mau kekantor"ucapan Shisil yang melihat Lexia berjalan ke arah Daddy nya.
"Loh Lexia tadi dia sudah mau tidur sama bunda"ucapan Shisil yang bingung melihat tidak tidur.
"Lexia tidur lebih awal kan"ucapan Danyal yang langsung mengendong anaknya.
"Anak kamu bangun jam 12 malam, minta di temani main selesai minum susunya"ucapan Shisil yang menjelaskan dengan detail kepada Danyal.
"Hah!,kamu minta di temani main sama mommy semalam"ucapan Danyal yang minta penjelasan kepada putri kecilnya.
"Lexia mimpi buruk daddy makanya minta ditemani main dulu, sebelum Lexia tidur lagi"ucapan Lexia yang polos dan senyum.
"Ya sudah kamu tidur dulu saja Lexia sayang"ucapan Danyal yang meluk putrinya.
"Tapi peluk dulu daddy, sebelum daddy berangkat kekantor"ucapan Lexia yang langsung peluk daddy.
"Tidurlah putri daddy yang cantik"ucapan Danyal yang balik peluk Lexia.
"Sayang kamu akan berangkat kekantor, biarkan Lexia bersama aku"ucapan Shisil yang tahu suaminya sangat sayang dengan anaknya.
"Tunggu sebentar, biarkan Lexia tidur dulu"ucapan Danyal yang melihat anaknya tertidur.
"Danyal sepertinya Xia sudah mulai tertidur"ucapan Alvaro yang melihat Lexia mulai mengantuk
"Kau benar Al, aku menidurkannya dipangkuan Mommy Nya"ucapan Danyal bangkit duduknya dan menidurkan anaknya dipangkuan istrinya.
"Berangkatlah sayang, Lexia aman bersamaku dan yang lain kok"ucapan Shisil yang tersenyum kepada suami tercinta.
"Aku berangkat dulu sayang"ucapan Danyal yang mencium istri dan anaknya.