NovelToon NovelToon
SERIBU LANGKAH PAPA

SERIBU LANGKAH PAPA

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Chicklit
Popularitas:53.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hellena24

Ellena adalah sosok gadis yang mandiri, kuat, keras kelapa, sedikit kasar, namun hatinya baik dan murah hati. Ellena sangat sering membantu teman-teman di daerahnya yang kurang mampu.

Ia dibesarkan dari sepasang suami istri yaitu Papa dan Mamanya, yang memulai hidup berumah tangga dari O saat mereka menikah, sampai mereka membuka bisnis dan hidup berkecukupan.

Masa pertumbuhan Ellena, ia mendapat didikkan yang sangat keras oleh Papanya. Karenaa banyaknya pengalaman saat merantau semasa muda, menjadikan Papa Ellena sangat keras dalam mendidik anak-anaknya. Begitu juga dengan Ibunya yang menjadi guru SD dan SMP didaerahnya. Ia adalah wanita mandiri.

Papa Ellena sering melayangkan tangan, kaki, barang atau pun dengan ucapan yang keras dan kasar kepada Ellena dan Mamanya.

Ellena memilih satu Adik laki-laki yang sangat di sayangi oleh Papanya. Dibanding terbalik dengan Ellena.

Karena semua itu, bertahun-tahun lamanya, Ellena memendam kebencian terhadap Papanya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hellena24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Persiapan Bakti Sosial

Tok Tok…

Tok Tok…

”Ellen!”

Suara pintu, suara orang memanggil namanya dan suara handphone yang berbunyi serentak. Membangunkan Ellena dari tidur siang nya.

“Iya…” jawab Ellena yang masih berbaring di tempat tidur nya.

“Jadi belanja gak?” kata Esi segera saat Ellena membuka pintu.

Hari ini adalah hari Kamis, besok Jumat subuh mereka akan pergi ke daerah perkampungan untuk melakukan bakti sosial selama tiga hari dua malam di sana. Banyak keperluan pribadi dan keperluan untuk kelas nya yang akan di beli oleh Ellena dan Esi, untuk kesiapan selama tiga hari di desa yang jauh itu.

Yang Ellena siapkan untuk kelasnya ada pengambilan spanduk kelas yang sudah ia pesan seminggu yang lalu, pembelian kantong kresek hitam jumbo untuk penampungan sampah yang akan mereka kumpulkan dari danau dan daratan perkampungan yang akan mereka tuju itu.

Persediaan roti untuk sarapan di bus kelasnya besok subuh, konsumsi selanjutnya akan di sediakan oleh team logistik yang sudah di bentuk. Team logistik ini gabungan dari seluruh kelas yang ikut. Termasuk di kelas Ellena ada Dora dan Uci yang terpilih menjadi team logistik.

Begitu juga dengan persediaan obat-obatan juga sudah di sediakan oleh panitia. Jadi Ellena tidak banyak tanggungan tugas lagi. Selain itu semua Ellena hanya perlu menyediakan kebutuhan pribadi nya lagi. Sama dengan mahasiswa-mahasiswa lain.

Seperti peralatan dan kebutuhan mandi. Piring dan sendok yang di bawa masing-masing. Juga gelas atau botol wadah air yang di sediakan oleh masing-masing mahasiswa. Dan begitu juga dengan kebutuhan pribadi lainnya. Terutama wanita biasanya jika bepergian akan lebih banyak barang dan keperluan pribadinya yang ia bawa.

Tidak heran jika saat bepergian barang bawaan atau tas milik wanita akan lebih banyak dan lebih besar di bandingkan dengan milik pria. Itu sudah seperti hukum alam.

Bisa di bandingkan juga dengan contoh meja rias milik sepasang suami istri. Milik pria mungkin cuma sebotol parfum, sebotol deodoran, dan satu kaleng minyak rambut. Namun sebaliknya milik wanita sangat banyak sekali. Ada satu paket skin care yang biasa terdapat satu botol serum, day cream, night cream, toner, kapas nya. Itu baru sepaket skin care, belum lagi bagian kulit tangan atau kaki. Masih banyak lagi botol-botol lain yang biasa di letakkan di atas meja rias. Jadi memang seperti itu lah hukumnya.

“Jadi dong, sebentar ya aku siap-siap dulu.” kata Ellena kepada Esi yang sudah duduk di kursi meja belajar Ellena sambil menghadap cermin milik Ellena di atas meja, untuk menata riasan wajahnya.

“Iya, jangan mandi ya? Aku aja belum mandi kok ini dari pulang kuliah tadi.” jelas Esi.

“Tapi kalau gak mandi, sempoyongan aku ini. Ling-lung, kan baru bangun tidur.” jawab Ellena.

“Eh, cuci muka aja!” kata Esi lagi, ngotot tidak ingin sahabatnya itu mandi. Karena dirinya juga belum mandi.

Ellena yang tidak menjawab langsung berjalan ke arah kamar mandi. Ia menutup pintu, awalnya ia setuju dengan pendapat Esi untuk tidak mandi. Sekarang baru pukul 13.26 wib. Namun, setelah Ellena berfikir di kamar mandi.

‘Kalau sudah belanja pasti lama!’ cakap Ellena dalam hati, ada empat tempat yang akan mereka kunjungi. ‘Kalau gak mandi nanti pasti sampai malam dan gerah. Mandi aja lah bentar gak usah keramas.’ kata Ellena lagi.

Lima menit berjalan, pintu kamar mandi sudah terbuka.

“Kamu mandi kan?” tanya Esi menodong Ellena yang masih menggunakan handuk, berdiri di depan pintu kamar mandi.

“Iya, siram-siram aja Es… hehehe…” jawab Ellena menenangkan sahabatnya yang sudah menunggu itu.

“Iyalah, cepat! Cepat!” kata Esi lagi.

Ellena membuka lemari pakaiannya untuk memilih pakaian yang akan ia gunakan. Ia yang masih berdiri dengan dikelilingi handuk di badannya, hanya diam tidak melakukan apa-apa sambil menatap isi lemarinya.

“Jangan bilang kamu bingung mau pakai baju apa ya? Atau bilang kamu gak ada baju!” kata Esi lagi tegas.

“Iya… Pakai baju apa ya? Gak ada baju aaa aku…!” kata Ellena lagi, sambil membuka dua pintu lemarinya yang lain.

“Selalu! Selalu kamu bilang gak ada baju! Itu empat pintu besar lemari mu semua isi pakaian, kamu bilang gak ada baju. Kamu jual aja semua baju mu itu, Len! Nanti uang nya untuk kamu beli baju baru lagi.” kata Esi yang mulai kesal.

Ellena diam tidak menjawab omongan teman nya yang sedang kesal padanya itu. Ellena mengambil beberapa helai pakaian, banyak yang ia keluarkan. Mulai dari dress pendek motif bunga-bunga.

“Ih kenapa ya, kok baju ini makin pendek!” kata Ellena berdiri di depan kaca besar di depan pintu lemarinya, merasa kesal dengan bajunya yang terlihat semakin seksi saat di gunakan.

“Bukan baju nya, astaga!” kata Esi dengan cuek dan tidak menatap ke arah Ellena. Ia membuang muka dengan bersandar di kursi milik Ellena, sambil menatap handphone nya yang ia angkat di hadapan wajahnya. Ellena hanya menatap sahabatnya itu dengan senyuman.

“Panas kah di luar, Es?” tanya Ellena sambil menggapai setelan kedua yang ingin ia coba.

“Panas! Panas banget!” jawab Esi.

Ellena sudah mengenakan kaos putih dengan bawahan rok pendek.

“Bagus itu, cuma kamu balik nantik pasti belang kulit paha mu itu!” kata Esi lagi.

“Em!” Ellena kembali menggapai satu atasan berwarna merah lengan panjang dan mengambil celana jeans panjang miliknya.

“Iya, udah ni dapat!” jawab Ellena tersenyum kepada Esi.

“Aku lapar ni, belum makan aku… Cepat lah!” kata Esi lagi.

“Ohhh… Pantasan kamu marah-marah. Eh emang tadi kamu gak makan sama pacar mu?” kata Ellena menyinggung sahabatnya itu. “Aku sih sudah makan, balik kuliah tadi aku langsung ke pasar dan masak.” jelas Ellena lagi.

“Gak! Dia ada kegiatan, mau main futsal sama teman-temannya.” jawab Esi cuek.

“Pantas! Kalau dia sempat, gak bakalan pergi sama aku kan kamu nya?” tanya Ellena kembali. “Jadi pengen makan apa kamu? Itu aku masih ada sayur sawi keriting campur toge tumis, lauknya ada udang rica pedas. Makan lah dulu…”

“Gak apa lah, itu untuk kamu makan nanti malam kan. Pagi pengen makan KFC aku. Yok cepat! Kita ke mall duluan ya. Cari barang di haipermart duluan, baru ke tempat lain.” kata Esi.

“Oke!” jawab Ellena.

\=\=\=\=

Dua orang gadis berbadan mungil, berjalan beriringan menuju ke lantai dua gedung mall. Terlihat mereka berjalan ke arah stand kfc. Sesuai permintaan Esi tadi, saat masih di kosan.

“Aku juga pengen yang hangat-hangat, pesan cream soup nya aja.” kata Ellen yang sedang berdiri mengantri bersama Esi sahabatnya itu.

“Pakai nasi gak?” tanya Esi.

“Gak lah… aku sudah makan nasi tadi, mau chicken wings dan cream soup nya aja. Pesan dan bayar masing-masing aja ya? Biar gak ribet tar, balik-balikin uang lagi.” tanya Ellena.

“Oke Len! Setuju!” jawab Esi.

1
Di babb ini kita dapat menyimpulkan .. jangan menunda-nunda pekerjaan yang bisa kita kerjakan sekarang... 🤭🤭🤭
Malaikat berhati batu 😂😂 bukan nya yang namanya malaikat gak punya hati ya 🤭🤭🤭maaf klo salah 🤭🤭🤭🤭🤭🏃🏃🏃🏃🏃
Ela Jutek
seng sabar non tu pasti chat lupa waktu jadi ribet sendiri😂😂
玫瑰
next please
𝒯ℳ
Keren
𝒯ℳ
Numero ☝️ buat komen dan like oyeeeeee
𝒯ℳ
Orange seharusnya
𝒯ℳ: Kalah taruhan ?
total 4 replies
𝒯ℳ
Sunblock dan eyeliner..... maap kepo ratu
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha.. bisa2nya tau alat make up🤣🤣😅😅🤭
total 1 replies
𝒯ℳ
Hairdryer seharusnya ratu
𝒯ℳ
Harusnya alarm ratu... bkn alaram 🙏🙏🙏
玫瑰
Kehidupan kampus yang sungguh dirindui..
🦋⃟ℛ⚜️ʜᴇʟʟᴇɴ⭐️🌸💜ᴬ∙ᴴ࿐: yuk kak kita ikut bus ellena dkk aja 😂
total 1 replies
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Esi pemborosan 🤣, belanja sesuai kebutuhan bukan ke inginkan. Tapi kalau uang sudah banyak sih gak masalah haha
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Iyaa sama suka pink juga wkwk
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Compalek wkwk, itu seperti di tawarin makan harus di colet
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Terus aja es, terusss sampai sana. Masih terus lagi 🤣🤣
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Kebayang dua cewek ini duduk di atas motor wkwk
玫瑰
Next
🦋⃟ℛ⚜️ʜᴇʟʟᴇɴ⭐️🌸💜ᴬ∙ᴴ࿐: Done kk hihi
total 1 replies
Ela Jutek
nah kan ada yg lupa lagi tu si Esi, untung belom malem coba bawa koper aja ntar kalo udah tutup toko nya ya hee
Ela Jutek: hooh bener tu kak😂
total 6 replies
Alhamdulillah akhirnya up juga meski hanya satu babb 🥰🥰🥰.... semangat kk ..
next next
🦋⃟ℛ⚜️ʜᴇʟʟᴇɴ⭐️🌸💜ᴬ∙ᴴ࿐: Makasih dek udah doain jadi kk up hari ini wkwk
total 3 replies
🥀⃟ʙʀ 🎀 🅐🅨🅐 🎀
kehidupan yg sangat keras dihadapi oleh Ellena dan keluarganya..ikut kesel bacanya ngelihat kelakuan papanya yg gk punya hati bgt..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!