Tisha adalah seorang gadis yang tinggal bersama bininya. Iya dibohongi oleh bibinya sendiri. Dan hampir terjadi pernikahan sedarah. Selain itu bibi Tisha seorang yang mata duitan. Iya tega menghancurkan hidup keponakannya sendiri. Bahkan iya rela mengorbankan Tisha hanya demi uang. Dan seseorang yang tega merenggut kehormatannya. Bahkan Pria itu dan Ibunya tega membunuh Tisha. Hingga pada akhirnya Tisha bisa membuka semua kejahatan pria dan wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menarik perhatian rendi
Maura ngakak melihat adegan barusan.. Dimana Ibunya Rendi malu di depan orang banyak. " dasar perempuan ga ada etika" gumamnya sendiri.
" Oh iya Maura.. minggu depan ada acara pertemuan di perusahaan Y kamu ingat ga? " tanya Beni. " Perusahaan Y? " tanya Maura balik. " Jadi acara itu di perusahaan Y? " tanya Maura lagi. " Iya Maura, kenapa? apa ada yang aneh? " tanya Beni balik. Maura hanya terdiam. " perusahaan itu kan perusahaannya Rafi" gumamnya Maura. "Maura!! ( sambil melambaikan tangannya di depan wajah Maura) " Sapa Beni. " Emmm " jawab Maura. " Kamu ga apa apa kan? " tanya Beni. " Oh enggak.. enggak kok ga apa apa. " jawab Maura..
Apa iya Aku harus bertemu Rafi? pasti di sana juga ada kak Riyan dan Rika. Sebenarnya Aku juga kangen sama mereka.. Tapi belum saatnya Aku untuk mengakui siapa sebenarnya Aku. Nanti kalau sudah saatnya Aku pasti akan membuka jati diriku.
*Seminggu kemudian.*
" Maura.. kamu ingat kan dengan acara nanti malam? " tanya Beni . " Iya saya ingat.. kenapa? " tanya Maura. " Tentu kamu tidak lupa dengan misi kita kali ini. " kata Beni mengingatkan. " Ya tentu lah Aku tidak lupa. mendekati Rendi kan? " Kata Maura. " Yup betul sekali. " kata Beni. * Oh Iya Ben, kita makan yuk.. Aku sudah siapin nih" kata Maura. " Oh yaa.. Ya udah ayok". kata Beni. Ketika Maura hendak melangkah ke meja makan tiba tiba saja Maura terpeleset. Beruntung saja Beni segera menangkap Maura. Seketika mereka saling bertatapan yang begitu lama. Hingga akhirnya mereka menyadarinya dan Maura melepaskan tangan Beni dari pinggangnya. " emmm ayok kita makan* kata Maura dengan gugup. Lalu mereka pun makan bersama.
* Tempat acara*
sesekali Beni sambil melihat jam tangan. " duuuhh Maura kok lama banget ya di dalam lagi ngapain aja si? " tanya Beni sendiri. " dasar kalau cewek memang lama berhiasnya." Katanya lagi. Tak lama kemudian Maura keluar dari kamarnya.. dan menuruni tangga. dengan gaun berwarna merah setinggi lutut dan rambut yang dibiarkan terurai.. dan dengan high hill. Mata Beni terbelalak melihat Maura dan mulutnya menganga.. Iya takjub melihat pemandangan yang indah berada di depan matanya. " Woii bengong aja" kata Maura menyadarkan lamunan Beni.. " Oh.. eh.. emm kamu udah selesai" kata Beni salting. " Yaudah kita berangkat yukk. " kata Beni lagi. Tapi Beni salah membukakan pintu mobil. " Aku yang di suruh nyetir? " tanya Maura.. sambil mengangkat sebelah alis kirinya. " Oh iya maaf lupa.. " lalu dengan segera membuka pintu mobil yang sebelah kiri untuk Maura. Kali ini Beni benar benar dibuat salah tingkah oleh Maura. Di perjalanan sesekali Beni melihat wajah Maura. Tapi Maura tidak menyadari hal itu. " Baru sadar Aku ternyata Maura cantik juga.. selain cantik dia juga lembut.. lengkap 1 paket. Hati dan wajahnya sama sama cantik." kata Beni dalam hati. Karena di pandangi terus.. Akhirnya Maura menyadarinya. Maura, senyum senyum sendiri karena dirinya ada yang memperhatikan. " Ehmmm... ngapain liatin aku terus? " katanya. " Aku cantik ya.. " katanya lagi sambil menggoda. " enggak kok.. siapa yang ngeliatin kamu.. dari tadi Aku menghadapnya ke depan.. " jawab Beni mengelak. " Ooohhh gitu.. " kata Maura sambil memantulkan bibir nya yang bawah. Tidak terasa perjalanan mereka sudah sampai.
Sontak semua tamu yang datang ke kantor Y terbelalak matanya.. melihat kedatangan Maura.. Tak terkecuali Rafi, Riyan dan Rika karena mirip sekali dengan almarhumah Tisya. " Tisya.. " kata Rafi, Riyan dan Rika. " Tisya...? " kata Maura pura pura tidak tahu dengan logat bahasa asing. " Oh my god.. sorry.. Saya bukan Tisya" jawab Maura. * kenalin.. My Name is Maura. * katanya lagi.. " Guyss ini itu Maura.. Dia datang dari luar negeri) kata Beni menimpali. Maura melihat Rendi sedang berbincang bincang dengan pebisnis lainnya. " Beni.. Aku tinggal ke toilet dulu ya.. " kata Maura. Beni pun mengangguk. Tapi Maura tidak ke toilet melainkan menghampiri Rendi.. Iya berjalan mendekati Rendi. Sambil membawa gelas yang berisi air di dalam nya.. Maura dengan sengaja menabrakkan dirinya ke Rendi. " Uppss sorry sorry Aku tidak sengaja. " kata Maura pada Rendi. " Oh iya tidak apa apa kok" Kata Rendi. Lalu Maura mengelap baju ya Rendi yang basah. Rendi pun mulai terpesona dengan Maura. " Sepertinya berhasil" kata Maura sambil senyum senyum sendiri.
Suara seorang wanita yang tiba-tiba memanggilku. "Ada apa, Bi?" jawabku.
Ya wanita yang ku panggil Bibi itu adalah Bibi ku.
bla bla bla bla