seorang pemuda bernama Aryan, Aryan Pratama Radja bermimpi menjadi super Mega star sepak bola Dunia.
Dari menjadi tulang punggung keluarga hingga mengharumkan tanah air.
"Aku lahh Sang Super Starr... Arrghh"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mpi Apriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29
Aryan melakukan dribbling bola ke kiri dan melakukan fake shoot Aryan berhasil mengelabui Johnson, dengan cepat memindahkan bola ke kanan di sela kedua kaki Johnson mendapatkan ruang terbuka Aryan melepaskan canon ball shoot di luar kotak penalti.
Watson kiper tim merah tidak mampu menepis bola, dengan deras bola menukik ke atas sudut kanan gawang.
Semua pemain Tim kuning berkumpul adu tos merayakan gol Aryan.
"Tendangan yang bagus, bro!. " Ucap Billy merangkul pundak Aryan
"Crossing mu juga bagus Bil. " Ucap Aryan
Saat semua pemain kembali ke posisi masing-masing Steven mencegat Aryan"Jangan senang dulu baru unggul satu angka. "
"Oh benarkah?. " Ucap Aryan santai
"Tentu saja aku belum mengeluarkan semua kemampuan ku." Tukas Steven
Aryan hanya tersenyum.
"Kau meremehkan ku?., ingin bertaruh?. " Tukas Steven kembali berulah Yang berakhir di tangan sang kakak
"Taruhan apa?. "
"Traktir makan satu tim yang menang, bagaimana?. " Tawar Steven
"Jangan berulah, bodoh." Ucap Jonathan
"Bukan urusan mu huu... Bagaimana Ar?. "
"Kau yang bilang, Stev..."
"Edankeun..?." Tanya Aryan pada rekan tim kuning
"Edankeun!!. " Balas tim kuning walau tidak mengerti ucapan Aryan yang mereka tahu mereka akan di traktir makan, Tama hanya terkekeh ke absurd an tim
"Seterah aku tidak akan ikut campur. " Jonathan kembali ke posisi nya bersiap memulai permainan
"Tumben kau tidak memukul ku. " Ucap Steven bingung
"Ohh iyaa aku lupa..." Jonatan menghampiri Steven
*plakk
"Argh... Kakak sialan. " Gerutu Steven
"Hahaa... "
Permainan kembali di mulai, kick-off dari Tim merah.
*Pritt
Tim merah memulai serangan dari lini tengah Steven passing bola ke sisi sayap kanan Jabsy memanfaatkan lebar lapangan di bayangi Billy dari belakang, Jabsy mencoba crossing bola namun di blok Billy.
Menit 20, Tim merah mengurung Tim kuning setelah tertinggal 1:0 hingga bermain setengah lapangan. Pemain Tim kuning bermain bertahan sangat dalam menahan gempuran serangan Tim merah yang membabi buta menembus tembok pertahanan Tim kuning.
Aryan turun membantu pertahanan Tim menjemput bola melakukan counter attack. Steven memulai serangan dari lini tengah crossing bola ke sisi sayap kiri Swenson dribbling bola hingga pinggir kotak penalti di tempel ketat fullback Tim kuning Manu, Swenson melihat Joaquin menunggu di dalam kotak penalti dan melakukan crossing namun bola dengan mudah ditangkap oleh kiper tim kuning David.
David melihat kedepan Aryan melambaikan tangan meminta bola, David segera melepaskan goalkeeper.
Aryan menyambut bola dengan kontrol kepala melihat para pemain belakang Tim merah belum sempat kembali ke posisi segera melakukan sprint setengah lapangan, yang di kejar dua back Johnson dan Jony dari belakang, namun kedua back tertinggal dua langkah di belakang, Aryan berhadapan langsung dengan kiper.
Melihat Aryan terlepas dari kejaran dari Johnson dan Jony, Watson kiper tim merah keluar menyerang menyergap bola. Aryan yang melihat kiper maju menyerang dengan mudah mencungkil bola melintas di atas kepala Watson, bola dengan mudah masuk ke gawang yang kosong tanpa penjagaan.
Tim kuning menambah skor 2:0 atas Tim merah.
Menit 30, permainan kembali di mulai serangan Tim merah serapih sebelumnya, cenderung tergesa-gesa mengalirkan bola ke lini frontcourt untuk mengejar ketertinggalan. Bola dengan mudah di rebut Tim kuning hingga menggandakan skor 3:0 di cetak oleh Aryan lewat umpan cutback dari Timo dengan teknik tap-in. Steven hanya menggelengkan kepala melihat lagi lagi Aryan Mencetak gol hat-trick nya jika di pertandingan resmi ia berhak membawa pulang bola.
Sementara pelatih Fabio mengamati permainan anak didiknya di pinggir lapangan di temani James selain mengurus asrama ia juga merangkap sebagai asisten pelatih.
"Bagaimana menurut mu pertandingan internal ini?." Tanya Fabio pada James
"Tim merah memiliki taktik penyerangan yang tajam hingga menekan Tim kuning namun tumpul dalam final pass, membuang beberapa peluang hingga di ungguli tim kuning yang minim peluang namun memiliki tim solid memanfaatkan peluang menjadi sebuah gol, terutama penyerang tengah yang memiliki finishing yang dingin." Tukas James
"Kau benar James, sepak bola adalah permainan tim percuma jika memiliki taktikal yang bagus namun buruk dalam final pass begitu juga sebaliknya. Apakah kau tahu kenapa tim kuning memiliki permainan yang solid?. " Tanya Fabio terus menatap lapangan permainan
"Karena komunikasi yang baik?." Jawab James bingung
"Kenapa tim merah tidak sesolid tim kuning?Bukan kah mereka baru pertama kali berlatih bersama, sama seperti tim kuning?. " Tukas Fabio
James baru menyadari maksud Fabio, tim kuning memainkan permainan sebuah kelompok tim, sedangkan tim merah walaupun memiliki taktikal tim yang bagus namun mereka bermain individual.
"Tapi bagaimana bisa? Ada perbedaan permainan seperti itu?. " Tanya James
"Itu mudah, ada pemimpin di kawanan serigala yang berhadapan dengan gerombolan banteng." Tukas Fabio
James mengernyit menoleh pada Fabio "siapa yang kau maksud?. "
"Apa anak yang mencetak hat-trick yang baru bergabung dengan tim? Aryan? ." Tanya James
"Iyaa." Jawab Fabio singkat
"Astaga pak tua!!, apa kau bisa langsung pada intinya saja tanpa harus berputar putar!?." Ucap James jengkel
"Jika begitu tidak ada seninya, kau tidak akan mengerti James." Fabio menggelengkan kepala melihat sekilas James
"Ohh astaga... " Gumam James mengusap wajahnya kasar, walaupun begitu James tetap bertanya "kenapa?."
"Apa kau melihat sebelum pertandingan di mulai Aryan melakukan pengenalan singkat dengan tim, bukan hanya tim yang solid tapi dia juga dia mendapatkan respect dari teman timnya." Tukas Fabio
"Benarkah? Semudah itu?. " Ucap James heran
"Yaa semudah itu. Tergantung apakah kau bisa menurunkan ego untuk memulai terlebih dulu?. Dimana pun jika kau ingin di hormati maka kau harus bisa menghormati orang lain.Kau akan mengerti apa yang aku katakan nanti." Tukas Fabio
James terdiam mendengar ucapan Fabio
. . . . . . . .
Menit 40 akhir pertandingan, terdengar sorakan pemain tim kuning merayakan gol kembali menggandakan skor lewat trough pass Figo di kejar Aryan yang berhadapan langsung dengan kiper Watson yang tetap diam di posisi tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama menunggu Aryan melepaskan tembakan Watson mengira Aryan akan melakukan tendangan pleasing namun Aryan membagi bola pada Timo yang berlari dari kiri tanpa penjagaan dengan mudah mendorong bola kedalam gawang.
Internal match telah usai dengan skor 4:0 di menangkan tim kuning.
Di sesi pendingan .
"Jadi kapan kau akan mentraktir kami?. " Ucap Pyjong berkulit hitam bertubuh tinggi besar 1,78 cm merangkul leher Steven yang tingginya 1,70 cm
"Nantilah boss... Ga ada duit. Jo!." Steven memanggil Jonathan meminta pertolongan
"Maaf anda siapa?. " Ucap Jonathan polos
"Kakak bodoh sialan... " Gerutu Steven tak berdaya " Ar.. " Steven memelas pada Aryan
"Haha.. Sudah lepas, biar ku urus. " Ucap Aryan menengahi
"Baiklah seterah kau Ar... " Pyjong melepaskan Steven
"Gila... Berat sekali tangannya. " Ucap Steven mengusap lehernya
"Hahaa... Ada ada saja kau stev." Ucap Tama berjalan bersama kembali masuk ke asrama
"Kau lihat?." Ucap Fabio melihat Aryan begitu mudah berbaur dengan teman setimnya
James hanya tersenyum melihat Pyjong yang keras kepala yang di takuti teman temannya, dengan mudah mengikuti perkataan Aryan
"Apa yang di katakan pak tua itu benar, walaupun sedikit menjengkelkan. " Batin James
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sorry guys baru mulai up, mohon maklum nasib budak corporate yaa begini ytta.
minimal up 3x3 seminggu