NovelToon NovelToon
Until The End

Until The End

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:39.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mirna Samsiyah

Prolog

Gadis itu berjalan dengan tatapan kosong tidak mempedulikan guyuran hujan yang menimpa tubuh mungilnya. Ia berjalan tanpa alas kaki melewati jalanan penuh kendaraan yang berlalu-lalang.

Gadis malang itu berjalan tanpa arah. Bahkan ia tidak bisa merasakan dirinya sendiri, tubuhnya seperti melayang tanpa beban.

"Sayang.. jangan takut, kau tidak akan sendiri, aku akan menyusulmu." Gumamnya dalam hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirna Samsiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Apa! Kamu mau ke Victoria?

Wah parah si Gysta, liburan nggak ngajak kita

Gystaaa, tolong bawain aku oleh-oleh yang banyak

Arkan emang penuh kejutan ya anaknya, gemes pengen tendang mukanya.

Gysta tidak bisa berhenti tertawa membaca chat grub nya yang terdiri dari Nindy dan Noura. Grub yang selalu ramai oleh celotehan dua sahabat Gysta itu. Mereka heboh saat Gysta mengirim pesan bahwa ia akan berangkat ke Australia pagi ini. Tak hanya dua sahabat Gysta yang heboh, orangtua nya juga ikut heboh karena Gysta belum pernah melakukan perjalanan ke luar negeri. Mama Gysta lebih riweuh dari anak nya, menyiapkan berbagai keperluan Gysta disana nanti.

Pesawat yang Arkan dan Gysta tumpangi baru saja take off pukul 6 pagi. Gysta mengetik pesan untuk dua sahabatnya sebelum mematikan ponsel.

Sampai ketemu minggu depan guys :p

"Sarapan." Ujar Arkan ketika seorang pramugari mengantarkan menu sarapan berupa nasi dengan tumis jamur dan brokoli serta irisan daging, salad sayur, dan puding lengkap dengan roti serta teh hangat.

"Iya." Gysta meletakkan ponsel nya. Mengambil sendok bersiap-siap untuk menyantap sarapan yang tampak menggiurkan. "Jangan lupa ntar minum obat abis sarapan." Ujar Gysta pada Arkan yang sudah menikmati nasi dengan tumis jamur.

"Iya." Arkan mendekatkan wajah pada Gysta membuat gadis itu menghentikan aktivitas mengunyah nya. Tiga detik kemudian Arkan mundur dengan senyum lebar karena telah berhasil menjahili Gysta. "Aku nggak perlu obat, ada kamu."

"Kamu nggak akan sembuh kalau nggak minum obat."

Arkan diam. Mengalah dari pada harus berdebat dengan seorang wanita, nanti juga lelaki pasti akan kalah. Arkan setuju saja dengan ucapan Gysta, ia tidak mau membantah gadis itu.

"Nih makan juga." Gysta menyuapkan satu sendok penuh salad sayur pada Arkan.

Arkan menutup mulut nya karena tidak suka dengan rasa sayuran tersebut.

"Eh nggak enak ya?" Gysta tertawa sambil mengadah tangan di bawah dagu Arkan bersiap-siap menampung sayur tersebut dari mulut Arkan.

Arkan buru-buru mengambil tisu dan memuntahkan makanannya disana. Arkan tidak mau mengotori tangan gadis nya dengan makanannya.

"Minum." Gysta menyodorkan air mineral yang langsung diteguk oleh Arkan hingga tandas.

"Buat kamu aja semua." Ujar Arkan, akhir-akhir ini selera makannya buruk.

"Ya udah kamu makan nasi nya aja." Gysta tersenyum, memindahkan potongan daging di piring nya pada piring Arkan.

"Udah sayang." Arkan menghentikan tangan Gysta agar tidak lagi memberikan daging untuk nya.

Mereka menikmati sarapan lezat pagi itu. Nanti pesawat yang mereka tumpangi akan sampai di bandara Melbourne pukul 12 siang yang berarti berarti pukul 4 sore waktu Australia. Mereka sengaja menggunakan pesawat yang bisa terbang langsung ke tempat tujuan tanpa transit agar lebih cepat sampai disana. Liburan hanya 1 minggu, mereka akan menggunakan waktu yang singkat itu untuk menjelajahi salah satu kota kecil di Victoria, Daylesford.

"Pake kaos kakinya gih." Arkan mengambil kaos kaki di kursi nya menyodorkan pada Gysta. Sudut bibir Arkan terangkat melihat gadis nya sudah tertidur lelap. Tangan Arkan bergerak menyibak rambut Gysta yang menutupi wajah cantik nya. Gysta pasti kurang tidur karena semalam sibuk berkemas dan harus bangun lebih pagi agar tidak terlambat ke bandara.

Arkan membenarkan posisi kursi Gysta agar gadis itu tidur lebih nyaman, tidak lupa memasangkan kaos kaki karena suhu cukup dingin. Tubuh Gysta ditutupi dengan selimut hingga batas leher.

Sebelum Arkan ikut tidur, ia terlebih dahulu menikmati pemandangan indah di depannya, melihat Gysta tidur. Walaupun tidak akan pernah puas menyaksikan pemandangan itu, tapi Arkan juga mengantuk, ia harus cukup tidur untuk menjelajahi kota kecil di Victoria itu.

******

Melbourne cukup dingin sore itu dengan cuaca cerah saat Arkan dan Gysta baru saja tiba di ibu kota Victoria tersebut. Bagi Gysta ini pertama kalinya menginjakkan kaki di salah satu kota paling padat di Australia itu namun Arkan sudah tiga kali kesini. Waktu Sekolah Dasar, Arkan dan keluarga nya pernah berlibur ke Victoria namun tujuan nya kali ini adalah kota kecil bernama Daylesford, ini pertama kalinya.

Arkan mendorong troli berisi dua buah koper berukuran sedang dengan Gysta yang duduk di atasnya. Gysta terlihat masih mengantuk dengan satu tangan menyangga pipi nya. Arkan tersenyum di belakang Gysta, masih terpesona dengan 'wajah mengantuk' gadis nya yang entah kenapa terlihat menawan.

Dari bandara, mereka akan pergi ke Daylesford menggunakan taxi online yang sudah Arkan pesan.

"Aku berat ya?" Gysta sedikit menoleh ke balakang melihat Arkan.

"Enggak." Arkan menggeleng. "Kamu ringan."

"Seringan apa?"

"Seringan cotton candy." Arkan tersenyum lebar, Gysta kembali memutar kepala membelakangi Arkan menyembunyikan semburat merah di pipi nya karena kegirangan. Dasar cewek, paling bahagia kalau dibilang ringan.

Gysta melompat dari troli saat melihat boneka beruang besar yang menyambut penumpang di dekat pintu masuk. Beruang tersebut bergerak-gerak karena ada orang di dalam nya.

"Aku mau foto sama itu." Gysta menunjuk boneka tersebut.

"Enggak." Arkan menurunkan koper dari troli. Gysta berjalan terlebih dahulu tidak sabar menghampiri dua boneka beruang itu, rupanya ia tidak mendengar ucapan cowoknya. Arkan sedikit berlari menyusul Gysta, ia menarik tangan gadis itu agar menghentikan langkah nya.

"Gysta, aku bilang enggak." Ujar Arkan dengan nada datar.

"Kenapa?" Gysta mengerutkan kening.

"Di dalam boneka itu pasti cowok, aku nggak mau." Arkan menggeleng, menatap Gysta.

"Hah?" Gysta mendelik tidak percaya pada ucapan Arkan. Mulut Gysta terbuka hendak membalas ucapan Arkan namun segera mengatup bibir melihat ekspresi cowok nya yang menakutkan. Hello! Itu cuma boneka, siapa yang peduli sama jenis kelamin orang di dalam nya. Gysta berteriak dalam hati.

"Ya udah enggak!" Seru Gysta akhirnya. Arkan menahan senyum nya, gemas melihat wajah Gysta saat kesal.

Arkan berjalan mendahului Gysta menyeret dua koper di tangan nya. Gysta menghentak-hentakkan kaki kesal karena sifat super posesif yang dimiliki cowok nya. Arkan memutar kepala melihat Gysta yang tidak segera menyusul nya. Gysta segera menghentikan hentakan kaki nya saat Arkan melihat nya, ia pun berlari menyusul Arkan yang sudah jauh di depan sana.

Gysta mengirim foto di chat grub nya saat melihat pemandangan Daylesford yang begitu menawan dari dalam mobil. Rasanya Gysta tidak sabar turun kesana untuk menghirup udara sebanyak mungkin. Sungguh berbeda dari Indonesia, walaupun matahari bersinar cerah tapi udara nya dingin.

Omg! Enak banget kayak nya disana

Pengen ikut sumpah

Mana kasih kita foto bule ganteng dong.

Gysta tertawa membaca balasan Nindy dan Noura yang seketika membuat ponsel nya tidak berhenti bergetar. Gysta mengirimkan foto Arkan pada grub chat nya.

Dih kok Arkan -_-

Pen gua tabok mukanya!

Gysta kembali tertawa membaca pesan tersebut. Di antara semua wanita yang memuja Arkan, hanya Nindy dan Noura yang berbeda haluan. Gysta memasukkan ponsel ke dalam tas kecil miliknya, membiarkan dua sahabatnya ribut sendiri disana.

"Wah!" Gysta terperangah saat mereka melewati deretan pohon eucalyptus yang memenuhi pinggiran jalan. "Ini pohon eucalyptus?" Gysta melihat ke arah Arkan.

"Iya." Arkan mengangguk.

"Aku pernah denger soal eucalyptus wedding."

"Kamu mau nikah disini?" Arkan menatap gadis di samping nya mencoba menebak apa yang Gysta pikirkan.

"Emang eucalyptus ada nya cuma disini?"

"Iya." Arkan mengangkat kedua alisnya. Gysta terperangah lagi mendengar ucapan Arkan. Melihat ekspresi Gysta, membuat Arkan sangat gemas.

"Aku mau."

"Mau apa?"

"Mau nikah disini lah." Gysta mengalihkan pandangan ke arah lain yang penting Arkan tidak bisa melihat pipi nya yang berubah kemerahan karena malu sudah mengucapkan hal itu. Arkan tersenyum lebar melihat Gysta.

Arkan menarik Gysta ke dalam pelukannya karena gemas. Memeluk kekasihnya dengan erat, tidak mau siapapun mengambil harta berharganya itu.

Jika ditanya apa harapan terbesar Arkan saat ini maka jawabannya adalah hidup bersama Gysta hingga habis batas waktunya tinggal di bumi. Hanya itu. Hidup Arkan hanya untuk Gysta.

1
Reena Azza
aku sllu setia bca kok thor...
tiap bca psti nyesek
di episode trkhr ini lbh nyesek lg coz sad ending 😭😭😥😥
Mirna: Gak semua cerita berakhir indah bukan? 😌
total 1 replies
Tusini Anwdmk
rajin up y thor..kumenunggumu...👍👍👍💪💪💪
Reena Azza
sad ending 😭😭🥺🥺
aku pkr arkan msh hidup smpe sneng aku thor...😥😔
Mirna: Berat banget pisah sama Arkan 😭
total 1 replies
Tusini Anwdmk
Dikit banget sih Thor...CPT up LG y Thor..💪💪💪💪
Mirna: Ini kan update nya satu abad sekali 😂
total 1 replies
Tusini Anwdmk
Mewek aku thooor 😭😭😭😭😭😭
Tusini Anwdmk
Aaaaaaaaaa baper aku Thor😭😭😭😭😭 so sweeet banget...
Tusini Anwdmk
Ada y Thor cowok Ky Arkan ...😀😀😀😀
Tusini Anwdmk
cocok Thor visualny ....aku suka👍👍👍
Mirna: Eh masih ada yang baca novel ini ya. makasih akak 😘
total 1 replies
Reena Azza
jgn lama2 lah thor up nya...
Mirna: Masih ada yang baca novel ini yak
total 1 replies
untari mustofa
aq harus senyum apa nangis.....
Reena Azza
smoga gysta gpp...
untari mustofa
kemarin masih berharap mereka dapat melukis cerita yg manis tenyata 😭😭😭 masih berharap ini hanya mimpi
OFF
knpa sad ending yaallah😭😭😭😭
Reena Azza
bau2 sad ending ini...😭😭😭
untari mustofa
masih berharap arkan baik2 saja😭😭
untari mustofa
lup yu kak
untari mustofa
aq masih setia kak jan lama2 upnya 😘😘
Reena Azza
jgn lma2 lah thor up nya...
roman2nya ni nnti sad ending deh...🥺🥺🥺
untari mustofa
biarkan arkan sembuh ya neng otor 😘😘 jan kejem2 deh ya 😂😂 upnya diseringin dong aq masih setia loh
Mirna: Makasih udah setia sama otor yang up nya seabad sekali 😍
total 1 replies
untari mustofa
setelah sekian purnama menanti....💖💖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!