NovelToon NovelToon
Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Ketos / Percintaan Konglomerat / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Susanti 31

Jangan lupa follow akun dedek, kalian bakal nemuin visual di sana🤗🤗
- Instagram @Tantye005

Dia adalah Avegas. Geng motor yang terdiri 200 anggota dipimpin 6 pria tampan penuh tanggung jawab. Menjadi raja jalanan membuatnya mempunyai banyak musuh.

Persahabatan indah mereka harus di uji karena kehadiran satu perempuan yang tidak sengaja masuk ke kehidupan mereka.

Konflik antara ketua dan wakil, mulai terjadi sebab mencintai orang yang sama, membuat musuh mempunyai peluang untuk menyerang dan mengalahkan mereka.

Apakah Avegas akan hancur karena cinta? Ataukah salah satu dari mereka akan mengalah demi keutuhan persahabatan?

Simak kisahnya hanya di sini👇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28

Jam olahraga berlangsung 10 menit yang lalu. Kerena Pak Imbron ada urusan mendadak elas XI Ipa 1, Ipa 2 dan 3 di gabung.

Karena Alana menerima tawaran Bela bermain Volly, mau tidak mau Salsa harus ikut padahal dirinya mulai oleng karena berdiri terlalu lama di bawah sinar matahari. Ia mengikat rambutnya asal hingga memperlihatkan lejer jengannya. Gadis itu terlihat sangat cantik dengan anak rambut menjuntai indah.

"Njir, cantik banget si Salsa," puji Ricky saat tak sengaja menoleh dan mendapati Salsa bermain Volly. "Nyesel gue nolak tawaran waktu itu buat deketin dia." lanjutnya, melempar bola kearah Rayhan dan lebih memilih memerhatikan para kaum hawa bermain Volly.

"Mau kemana Lo?"

"Cuci mata," sahut Ricky duduk di pinggir lapangan.

Dito ikut bergabung dengan Ricky kala melihat Alana juga bermain Volly, ia terus menyungginkan senyumnya pada gadis pujaan hatinya.

Sama halnya dengan yang lain, Azka ikut memerhatikan Salsa, harus di akui gadis itu memang sangat cantik, ada rasa tak rela semua orang melihat leher jengan itu.

"Woi Ka," panggi Keenan.

Azka tersadar, kembali mengiring bola lalu melompat melakukan passing atas.

Syut

Bola berhasil menerobos ring basket. Semua orang di pinggir lapangan bersorak, akhirnya untuk ke dua kalinya Leo kalah padahal 6 lawan 3 di mana anggota Leo lebih banyak.

"Azka ... Azka ... Azka ...." Sorak para pengemar Azka.

Penasaran dengan kehebohan di lapangan basket, Salsa menoleh memperhatikan Leo dan Azka saling melempar tatapan, hingga tak menyadari bola mengarah padanya.

"Salsa!"

Brugh

Salsa terjatuh berbarengan dengan bola mendarat di kepalanya, darah segar mengalir di kedua lubang hidung gadis itu. Azka Melempar bola asal lalu berlari ke kerumunan, mengendong tubuh tak berdaya itu ke UKS tanpa memperdulikan tatapan heran semua siswa. Ketua Avegas yang terkenal dingin dengan segala kecuekannya terhadap sekitar, menolong seorang siswa tanpa di mintai bantuan adalah hal yang patut diabadikan.

"Bubar, apa yang kalian lihat!" teriak Alana tetapi tatapannya tertuju pada Bela dan antek-anteknya.

Gadis berambut indah itu menghampiri Bela dan antek-anteknya, lalu melayangkan tamparan sangat keras. "Puas lo buat teman gue pingsan!" bentak Alana penuh amarah. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Bela sengaja melempar bola kearah Salsa yang hilang fokus.

Bela memegangi pipinya yang memerah, menatap tajam pada Alana yang berani menamparnya di tengah lapangan seperti ini. "Lo gila?"

"Ya gue gila!" jawab Alana. "Dan lo lebih gila karena berurusan sama gue, dasar ondel-ondel sekolah!" maki Alana.

Hilang kesabaran, Bela menjambak rambut Alana, hingga terjadi jambak-jambakan diantara mereka, tak ada yang berani melerai dan mencari masalah dengan keduanya. Kedua gadis yang di takuti di sekolah. Bela gadis yang di takuti karena sering membuli anak-anak yang tidak ia suka. Sedangkan Alana di takuti karena gadis kesayangan Avegas.

Di belahan bumi lainnya tepatnya di UKS, Azka masih setia menemani Salsa yang belum sadarkan diri. Membantu suster untuk membersihkan bekas darah di hidung Salsa.

"Pak ketu, bolos kuy!" Ajak Ricky di depan pintu.

"Duluan aja, gue nyusul," sahut Azka masih fokus memerhatikan wajah pucat Salsa. Dari data-data yang Azka pelajari, Salsa mempunyai penyakit lumayan berbahaya, yang tak menganjurkan gadis itu kelelahan, tetapi tidak di sebutkan apa penyakitnya.

Dengan nakal, tangan Azka melepaskan ikatan rambut Salsa agar rambut itu menutupi leher jenjangnya. Mengurai sedikit demi sedikit anak rambut gadis yang masih tak sedarkan diri di hadapannya. Tangannya sontak berhenti kala pemilik rambut mengeliat.

Azka berdiri memberi jarak, setelah memastikan Salsa sadar.

"Azka!" gumam Salsa memegang kepalanya yang teras pusing.

"Lo tadi pingsan di lapangan, makanya gue bawa ke UKS," jawab Azka tanpa di tanya.

"Makasih Ka, udah mau nolongin gue."

"Hm."

Merasa lebih baik, Salsa turun dari ranjang, hendak berdiri tetapi Azka lebih dulu mencegahnya.

"Lo mau kemana?"

"Cuma mau nagbil minum," jawab Salsa menunjuk air minum di meja tak jauh darinya.

Tanpa mengatakan apapun, Azka mengambil air minum itu lalu memberikannya pada Salsa, tak lupa juga memberikan obat yang di berikan suster sebelum meninggalkan UKS atas perintahnya.

Azka mengantar Salsa pulang terlebih dahulu, sebelum menemui teman-temannya di markas, karena mereka ada rapat untuk membahas misi baru yang akan di kerjakan malam minggu nanti.

"Gue udah pernah bilang sama lo, nggak usah ikut olahraga, izin sama pak Imbron kan bisa," omel Azka.

"Jangan ngatur gue!"

"Sal-"

"Azka plis, jangan bersikap seperti ini, gua bukannya nggak mau temenan sama lo, tapi gua nggak suka di paksa apa lagi di atur ini itu. Hidup-hidup gue, yang jalanin gue, jadi stop ganggu gue. Makasih udah repot-repot nolongin gue tadi."

"Gue bisa pulang sendiri," ujar Salsa menahan taksi.

Bukannya egois, tapi ia lebih memilih menjauh dari Azka. Sejak ia dekat dengan Akza , ada saja orang yang mencari masalah dengannya, terutama Bela. Ia sekolah untuk mencari ilmu bukan musuh, dan menjauhi Azka adalah pilihan yang tepat.

...****************...

Jangan lupa like, komen dan Vote. "Mampir juga di cerita baru dedek "Kukira cupu, ternyata suhu"

1
Ais NSP
kisah AzkaSalsa penuh liku tarik ulur cerita unsur kekerasan tapi dekat dengan kehidupan nyata di sekitar kita dan berakhir so sad.
makasih kak othor semoga makin sukses dengan semua karyamu/Good//Heart//Rose/
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😍😍😍😍
Siti Nina
Nah lhooo
Siti Nina
Ada" aja si salsa pake ngomong unboxing sgala maka nya si azka salah paham 😄😄😄
Siti Nina
Biar mampus sekalian tuh ans 😡
Siti Nina
Cinta rio sangat tulus jadi trhura 😭😭😭
Siti Nina
Paling ulah si ans berengsek nyuruh si salsa ninggalin si azka dgn ancaman
Siti Nina
Bisa banget thor bikin pembaca nangis kejer 😭😭😭😭😭
Siti Nina
Mewek deh gue 😭😭😭
Siti Nina
Sudah gila tuh si ans cemburu sama anak sendiri dasar sinting
Siti Nina
Biadab orang tua kaya gitu hewan saja slalu sayang sama anak nya
Siti Nina
Sayang cuma di dunia novel ada cowok kaya gitu nyerahin dompet nya sama pacar
Siti Nina
Ya ampun ngeri banget punya pacar kya azka salah dikit bisa spot jantung
Siti Nina
oke ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
Apaan tuh yg kesenggol 🙈
Siti Nina
Good salsa jgn kembali lagi sama si pengecut dah terima aja rio cinta tulus sama lo
Siti Nina
Makin ilfil gue sama si azka oon nya dah ga ketulungan 😏😏
Siti Nina
Si azka makin goblok aja sih amit" seharusnya si salsa jgn peduliin dia lagi bodo amat mau mampus ke
Sri Ariyanti
tq othor karyamu ok. ini bacaan 1 karyamu.
Audiyah
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!