Kaisha Melviano adalah gadis cantik dari keluarga terpandang di negara Indonesia, Kaisha menyamar menjadi gadis imut nan menggemaskan,
mata asli Kaisha yang berwarna biru di tutupi dengan softlen hitam, menjadi gadis yang super cantik membuatnya merasa tidak aman hingga memilih menyembunyikan identitasnya menjadi gadis biasa.
Galaxy adalah pemuda tampan disebut sebagai Raja mafia yang pantas di sandingkan dengan sosok Abdi negara yaitu Dylan Mahardika Melviano,, Gala tidak pernah bersinggungan dengan Dylan jadi tidak pernah terlibat dalam masalah apapun.
Gala jatuh cinta pada sosok Kaisha yang menyamar.
"dia sudah mati!! " ujar Kaisha mengerjab polos.
pertama kalinya Gala melihat raut wajah yang begitu polos saat dirinya sedang menghabisi musuh..
bagaimana kisah cinta mereka? lanjut? Cuzzz....!! Like dan Komentar, Favoritkan supaya dapat notifikasi update...!
Novel ini sekuel dari :
1. Cinta pertamaku seorang Bos Mafia
2. Sikembar sang Penguasa 2
.
.
.
Update setiap hari jam 6 pagi,
Happy Reading...!!
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mencari kesempatan
"maafkan kak Key ya paman..! kak Key emang punya mulut bon cabe... ". ucap Kaisha merasa bersalah ke Gala.
Gala tentu mengulum senyum manisnya. "aku mengerti my girl" jawab Gala mengusap kepala Kaisha
Kaisha mengerutkan keningnya. "issh.. cepetan paman.. " Kaisha nyelonong masuk ke mobil Gala
Gala tergelak gemas dengan tingkah Kaisha yang terus saja menganggapnya seperti bermain-main,, Kaisha yang dasarnya manja memang tidak tau apa itu cinta, Kaisha memang suka dimanja belum lagi Gala yang sangat lembut dan baik padanya mengingatkannya pada sosok kakaknya Dylan yang dingin dan jutek tapi begitu ramah dan penyayang ke Kaisha.
walaupun Kaisha punya sisi manja ia juga punya sisi dewasanya, Kaisha juga tidak boleh egois memiliki Dylan yang seorang kakak baginya, Dylan harus mencintai istrinya juga kan? Kaisha tidak mau kakak iparnya yang baik akan merasa terduakan olehnya padahal Shindy tidak pernah merasa cemburu dengan kedekatan Kaisha dan Dylan.
.
.
Gala memarkirkan mobilnya di depan restaurant bukan di depan departemen jurusan Kaisha sebab Kaisha sendiri yang memelas supaya Gala tidak memarkirkan mobilnya di depan kelasnya.
Kaisha menarik tangan Gala menuju ruang aula milik pihak kampus,
"duduk paman". Kaisha mempersilahkan Gala duduk Kaisha celingukan mencari Lastri ditengah keramaian acara di aula.
"Shasha..! " Gala dengan cepat menarik pinggang Kaisha melihat ada yang aneh dengan kursi di sampingnya.
Kaisha tentu terkejut saat dirinya malah duduk di pangkuan Gala.
"apa yang kamu lihat hmm? apa kamu tidak lihat di sini ada yang tidak beres? " Gala mengguncang-guncang kursi disampingnya yang bergoyang.
Kaisha mengerjabkan matanya dan melihat sekitar, Key yang mendengar pekikan Gala tentu mendekat,, mana bisa Key melihat adiknya terluka.
"bagaimana keadaanmu Shasha? " tanya Key menangkup pipi Kaisha dan memutar tubuh Kaisha.
Gala mengulurkan kedua tangannya disela-sela pinggang Kaisha yang memutar, Gala tidak mau Kaisha terjatuh, ia kehilangan kewarasannya tadi hingga berani membentak Kaisha karna kaget.
"kepala aku jadi pusing Key..! " keluh Shasha mengusap pelipisnya.
"sepertinya ada yang mencari masalah dengan Shasha Key.. " ujar Gala dengan dingin menatap sekeliling.
Key mengepalkan tangannya melihat kursi aula, para dosen belum datang tapi suasana Aula sudah hening melihat ke arah Kaisha, Gala dan Key saja.
Key menendang kursi itu hingga hancur seketika,
Kaisha melihat Key dan Gala bergantian, "kenapa sih? kan aku baik-baik aja? ". gumam Kaisha keheranan sendiri.
"dimana CCTV di gedung pertemuan ini? " tanya Gala ke Keyzo
"sialnya tidak ada CCTV di sini... ". jawab Keyzo memejamkan matanya menahan amarahnya saat ini.
Keyzo mungkin sering mengusili Kaisha tapi Keyzo tidak bisa melihat Kaisha terluka, sejak kecil Keyzo di latih oleh Dylan dan Pasha untuk melindungi adiknya (Kaisha) itu sebabnya Keyzo sangat marah saat ini,, kalau Pasha dan Dylan sampai tau bisa saja Keyzo jadi samsak tinju mereka.
"sialan...!! bawa Shasha keluar Key.. biar aku yang mencari tau" perintah Gala.
"tidak bisa..! aku juga harus memberantas orang yang berani melukai Shasha". bantah Keyzo
Kaisha menepuk jidatnya sendiri dan tak berapa lama Lastri datang ke Kaisha,, Kaisha menjadi pusat perhatian di lindungi oleh 2 pria tampan dan mempesona, bahkan para ibu-ibu pun jatuh hati melihat Gala dan Key,,
"hanya masalah kursi.. sepertinya ada yang jahil melepas 1 bautnya ". jawab Kaisha melihat ke arah kursi yang hendak ia duduki tadi.
"bawa dia ke tempat mu Lastri.. " perintah Key
"iya Key ". jawab Lastri mengerti.
Lastri merangkul Kaisha ke tempat duduknya yang lumayan jauh darinya,,
sedangkan Kinan dan Bagus ada di gedung pertemuan lainnya sebenarnya mahasiswa/i kampus ini muat jika di kumpulkan di satu gedung pertemuan ini tapi kali ini tidak muat, karna banyak wali mahasiswa/i yang datang ke acara ini berkat undangan para dosen kampus.
Gala dan Keyzo berpencar mencari pelaku yang berani mencoba menyakiti Kaisha.
tanpa Keyzo dan Gala sadari ditengah keramaian itu ada Vikro yang merekam kekhawatiran Key pada Shasha sigadis biasa.
"bagus...! apa menurutmu kamu bisa mengelak Sha? aku yakin kamu akan langsung mencampakkan Key jika melihat rekaman ini". batin Vikro tersenyum penuh kemenangan.
"aku sudah tebak ada sesuatu diantara mereka..! tinggal satu atap tidak mungkin tidak terjadi sesuatu diantara mereka". batin Vikro mengetahui Key dan Shasha tinggal 1 atap.
(bahasa asing ya!!) "minggir...! " Usir Gala dengan tajam melihat ibu-ibu berkelas di negara J begitu terpesona dengan ketampanan Gala.
Gala yang tak diindahkan segera mengambil jalan lain, sebenarnya Gala bisa saja menerobos ibu-ibu tadi tapi Gala tidak mau membuat gadis kecilnya dalam masalah, ia tau Kaisha sangat sederhana dan pasti menginginkan hidup yang tenang.
"siapa om-om itu Shasha? apa Daddy sugarmu? " bisik Lastri
Pletak...!
"aduuh... sakit... " pekik Lastri.
"enak aja nyebut aku begituan.. aku gadia baik-baik tau". gerutu Kaisha, Lastri mendengus sebal.
"jangan di sentil juga kali.. penyakitmu aneh deh.. kalau aku salah dikasih tau dong.. kenapa malah di sentil... emang aku kelereng apa? " omel-omel Lastri.
"maka nya ngomong itu di pikirin dulu terlebih dahulu.. jangan asal sebut aja". ejek Kaisha menjulurkan lidahnya.
"ck... cepat katakan siapa om itu? kamu tau kan dia? dia sangat terkenal di Indonesia..." Lastri yang masih kepo pun terus saja bertanya padahal disentil Kaisha sangat sakit tapi rasa penasaran itu sangat menyiksanya.
"dia paman tampanku!! mata elangku" jawab Kaisha
Lastri hendak berteriak tapi Kaisha segera membekap mulut Lastri supaya tidak mengeluarkan suara cemprengnya.
mata Lastri membulat tak percaya kalau Shasha si gadis biasa bisa mendapatkan pria sehebat Gala yang cukup populer di kalangan mereka karna masih jomblo sama seperti Key tapi baru-baru ini Lastri tau kalau Key sudah punya kekasih jadi yang masih jomblo adalah Gala pikir Lastri.
"jangan berteriak...! " seru Kaisha berbisik gemas.
Lastri mengangguk-ngangguk, Kaisha melepaskan tangannya dari mulut Lastri,, Kaisha merampas tisu di tas Lastri yang mana tangannya terkena lipstik merah Lastri.
sedangkan Lastri menganga lebar saja saat ini, Kaisha melihat itu mengatupkan rahang Lastri dan Kaisha memutar bola matanya dengan malas melihat Lastri kembali menganga lebar bahkan makin lebar,,
"aku tidak tau nama paman itu... aku hanya sering memanggilnya paman tampan". jawab Kaisha yang mengerti rasa penasaran Lastri.
"Galaxy...! si raja serigala yang di kenal dingin dan jahat pada perempuan serta diakui kejam oleh musuhnya,, banyak yang membandingkan Tuan Gala akan berduel dengan dewa perang tuan muda Melviano.. tapi sepertinya mereka tidak peduli dengan permintaan netizen" .
"ya iyalah.. mereka kan bukan artis". kekeh Kaisha yang sejak tadi mendengarkan Lastri curhat.
"iya juga ya..! kenapa aku tidak terfikirkan akan hal itu ya..? ". gumam Lastri mengangguk-ngangguk mengerti jadinya.
.
.
.
daripada ribet mending nulisnya fakultasnya hukum, fakultas kedokteran
balas