NovelToon NovelToon
Please Love Me

Please Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:472k
Nilai: 4.8
Nama Author: 1PM

"Apa kau tidak bisa sedikitpun memberikan rasa cintamu padaku?"

Lily Anastasya.

"Tidak karena aku sudah berikan seluruhnya pada gadis masa kecilku, aku sudah menyukainya sejak dulu dan aku tidak akan pernah bisa menyukaimu"

Jason Louvis

Lily Anastasya dikenal sebagai gadis yang ceria, dan dia bertemu seorang pria yang awalnya dia anggap khayalan hingga dia pun bertindak di luar kebiasaannya. Tapi siapa sangka jika awal pertemuan itu membuatnya benar-benar jatuh cinta pada pria itu.

Tapi bagaimana jika pria itu sudah mencintai orang lain yang tak lain adalah gadis masa kecilnya. Akankah Lily bisa memperuangkan cintanya, atau dia akan menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29

"Apa yang kau lakukan Dahlia? Apa kau berniat menutupi hal tadi dari Ibu? Sampai kapan kamu akan membelanya? Kau tahu kehadirannya membuat hidup kita menderita, keberadaannya membuat hidup kita semakin hancur, aku yakin kau tahu itu, kau pasti sudah mengerti apa yang terjadi saat itu," teriak Vega, sang Ibu yang kini menangis.

"Bu, tapi ini semua bukan sepenuhnya salahnya, Itu semua kecelakaan Bu, jika Lily bisa memilih saat itu, Lily juga tidak mau kecelakaan itu terjadi, yang membuat Ibunya harus pergi meninggalkannya selamanya, kita harusnya minta maaf padanya Bu, karena Ayah yang membawa mobil saat itu, hingga kecelakaan itu terjadi," jawab Dahlia dengan nada suara yang tinggi, dia merasa kasihan pada Lily yang terus disalahkan Ibunya.

"Hahaha benar kamu ternyata tidak tahu apa-apa, kau hanya anak kecil saat itu, jadi ini yang kamu pikirkan kenapa kamu masih menganggapnya seorang adik, itu karena kamu hanya berpikir jika Ibunya pergi bersama Ayah dan Ayah yang mengendarai mobil itu? Aku lupa jika kamu masih anak polos saat itu. Ibu kasih tahu padamu Dahlia, bisa saja dia juga adalah anak Ayahmu dan wanita penggoda itu. Kau tahu selama Ibu sakit dan dirawat di rumah sakit waktu itu, Ayahmu sangat jarang menemui Ibu, Ibu tidak tahu kemana ayahmu pergi saat itu, dan mungkin dari situlah hubungan mereka dimulai, hingga akhirnya menghasilkan anak pembawa sial itu," isak Vega dengan tubuh yang sudah meluruh di lantai. 

Tubuh Dahlia seperti patung, sulit untuk digerakkan mendengar sesuatu yang tadi keluar secara tiba-tiba dari mulut Ibunya. Yang Dahlia tahu hanya saat itu, Ayahnya dan Ibu Lily pergi bersama, dan dia sama sekali tidak tahu jika Ayahnya mempunyai anak lagi yaitu Lily, adik yang disayanginya. Dia kira Ibunya saat itu yang menggendong Lily sewaktu bayi karena memang Ibu Lily menitipkan bayi itu pada Ibunya, hanya sekedar itu saja yang dahlia tahu. Dahlia tidak pernah tahu alasan dibalik semua itu, dirinya masih kecil saat peristiwa itu terjadi.

"Dimana dia? Cepat katakan Dahlia! Di ada dikamarnya bukan? Kenapa bisa dia jam seperti ini berada di kamarnya? Bukankah seharusnya dia bekerja," Vega hendak melangkah menuju kamar Lily berada, tapi tangannya ditahan oleh putrinya.

"Ini sudah malam Bu, dan Lily sedang istirahat Bu, biarkan dia istirahat dia pasti lelah, Dahlia mohon untuk kali saja" kata Dahlia memohon.

Vega menepis tangan putrinya, dan berlalu begitu saja masuk ke dalam kamarnya. Dan menutup pintunya dengan kasar.

"Kenapa kau jadi wanita kejam seperti ini Vega? Ini bukan dirimu, kamu bukan kamu yang dulu, kemana sosok seorang Ibu yang penuh kelembutan dan kasih sayang? Vega menutup telinganya ketika dia mendengar seperti ada bisikan di telinganya.

"Diam! Hentikan apa yang kau katakan! Apa kau pikir aku bisa lembut pada anak yang setiap aku melihat saja hatiku sangat sakit, saat tahu ternyata bahwa Suamiku mengkhianatiku, kamu pikir setelah itu aku bisa bersikap baik-baik saja? Cepat jawab!" Teriak Vega seakan menjawab pertanyaan yang hati kecilnya katakan. Tubuh Vega merosot ke lantai dan dia menangis lagi, menangis meratapi betapa sakit hatinya saat ini. Dia terus saja berteriak seperti itu, hingga mengisi kekosongan di seluruh ruangan di rumahnya.

Sementara di tempat lain, tepatnya di balik tembok tempat Ibu dan Kakaknya tadi bertengkar terlihat seorang gadis duduk dengan memeluk kedua lutut yang ditekuk.

Lily hanya bisa terisak saat mendengar apa yang tadi Ibunya katakan. Apalagi kini Ibunya berteriak kencang dari balik pintu kamarnya. 

"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku bisa terus bertahan disini, sementara jelas sekali Ibu masih saja membenciku, aku sudah berusaha yang terbaik, tetapi tetap saja Ibu masih tidak menganggapku?" Kata Lily pelan sambil terisak.

Lily bangun dan berlari ke kamarnya, menutup pintu pelan-pelan, kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang yang keras dengan posisi tengkurap. Menangis meratapi nasibnya hingga tak lama dia terlelap karena terlalu lelah, lelah fisik dan lelah hatinya.

****

Hari ini adalah hari operasi Tiffa, Ibu dari gadis bernama Eliora Anderson. Liora bersama seluruh keluarganya, sekarang berada di rumah sakit, untuk menemani Ibunya berjuang antara hidup dan mati. Para perawat membawa brankar Tiffa, dan kini berhenti di depan para anggota keluarga, dan tampak William, Papinya berjalan mendekat dan berbicara dengan istrinya yang berbaring tak sadarkan diri dengan suara yang teramat pelan.

Hingga kemudian kini giliran Liora yang maju dan menggenggam tangan Ibunya yang sangat dia rindukan, lalu menciumnya lembut. "Mami, Liora kembali. Jadi Liora mohon Mami berjuang untuk kami semua! Mami adalah seorang Ibu yang kuat, Mami pasti bisa melewati ini semua!" Isak Liora lirih.

Jason kini juga berada disitu, dan dia kemudian melihat Max, adik dari Tuan Muda Stevano mendekat ke arah Liora dan memeluk adik bungsunya yang menangis terlihat dari bahunya yang bergetar.

Max mengajak Liora untuk mundur memberikan kesempatan pada Kakak dan Kakak iparnya untuk menyampaikan sesuatu kepada Maminya. 

.

.

"Kenapa kau bisa ada di rumah semalam ha? Bukankah kau seharusnya berangkat bekerja, seperti yang kau katakan saat berpamitan kepadaku," kata Vega yang ada di belakangnya tiba-tiba membuat Lily terkejut dan sampai menyemburkan air yang kini sedang dia minum.

Lily membersihkan mulutnya dengan lengan baju yang dia pakai kemudian berbalik menatap sang Ibu "Maaf Ibu, semalam aku kurang enak badan jadi aku ijin pulang," Lily menunduk saat menjelaskan dan berharap alasan yang diberikan bisa membuat Ibunya percaya.

"Jangan lupa biaya kuliah Dahlia minggu depan!" Vega yang sudah rapi kemudian berlalu pergi meninggalkan Lily setelah mengatakan itu, membuat Lily bernafas lega.

Lily kemudian kembali masuk ke kamarnya, sepertinya hari ini dia bisa sedikit lebih bebas karena Ibunya pergi selama dua hari bersama Kakaknya.

Lily membuka ponsel yang Jason berikan, dia kemudian memasang sim cardnya ke dalam ponsel itu, banyak sekali pesan dari Al dan sahabatnya masuk, Lily membuka pesan itu satu persatu, terutama dari Jasmine dulu yang menanyakan apakah dirinya sudah sampai, kenapa tidak memberi kabar, sampai membuatnya khawatir dan dia sampai menghubungi sopir yang kemarin menjemputnya. Membuat Lily bersyukur memiliki sahabat seperti Jasmine, selain sering mentraktirnya makan sewaktu sekolah, Jasmine selalu ada di saat dirinya membutuhkannya. Lily kemudian membalas pesan-pesan dari sahabatnya itu.

Kemudian Lily bergantian membuka pesan dari Al, melihat itu Lily merasa bersalah, Lily memberi Al kesempatan tapi dia semalam justru pergi bersama Jason, ya walaupun itu semua karena Jason yang tiba-tiba datang dan menarik tangannya untuk ikut bersamanya. Pria itu menanyakan kenapa dirinya sulit dihubungi dari saat mereka berpisah kemarin. Dan hari ini, Al mengajaknya bertemu setelah pria itu pulang dari kampus, dan Lily pun menyetujui.

Lily kini melihat pesan terakhir dari nomor yang tidak dikenal, Lily membuka pesan yang terakhir lebih dulu, "Bagaimana keadaanmu sekarang? Apa sudah lebih baik?" Seperti itulah tulisan yang ada di pesan itu.

"Apa ini pria dingin itu?" Lily hanya bisa menebak siapa orang yang kira-kira mengirim pesan itu.

Dan sebelumnya nomor itu juga mengirim pesan, dibukanya pesan yang lebih awal, di dalam pesan itu dia mengatakan minta maaf karena membuat dirinya kehilangan pekerjaan membuat mata Lily langsung melotot, kini Lily yakin jika yang mengirim pesan ini memang pria dingin itu, tapi masalahnya dari mana pria itu tahu jika dirinya kehilangan pekerjaan karenanya, itulah yang membuat Lily bertanya-tanya. Lily mengetik pesan balasan untuknya sekaligus menanyakan hal itu, tapi kemudian Lily kembali menghapus apa yang tadi diketiknya, menulis lagi, kemudian menghapus lagi, begitu seterusnya sampai akhirnya dia memutuskan untuk tidak membalas pesan itu, dan kemudian meletakkan ponselnya di tempat tidur dan dirinya memutuskan untuk mandi dan bersiap untuk menemui Al.

1
Yuyun Yuliana
Kecewa
Yuyun Yuliana
Buruk
Any Riana
loh yg cerita liora yg di tinggal itu gmn y?yg di endingnya terpaksa menikahi tuan muda. apa liora n ronald berpisah?
khashafah
ke mansion Stevano yg dulu waktu di asingkan...
Syarifah
apalg thorrr
Wisna Wanti
lanjut donk seruu bangett penasaran dengan kisah lanjutnya
Lusi Hariyani
waduh...konflik lg
visi Sembiring
dibongkar aja kebusukan devan biar dahlia menyesal telah membela org yg salah
Syarifah
lanjuttttt
ai
lucu ya kalo AL lagi cemburu
arika
👍
Syarifah
kpn kelarnya masalh al dan lia thorrr
Syarifah: 👍👍👍👍👍
total 2 replies
ai
makasi jason sudah mewakiliku dengan kata-kata ini, soalnya gw lagi ada di posisinya sih kak AL😔
Syarifah
lanjutttt
Syarifah
sweetttttt☺☺😍😍😍😍😍😍
Yuli Puji Lestari
mesra terus ya
Nha Erna
kenapa gk bikin cerita liora dan ronal aja thor di buku baru pasti seru, ini novel kn cerita nya lili, mf ya thooor semangat nulis nya
1PM: Iya kak, nanti di teruskan di novel sendiri, cerita Liora. Ini tinggal beberapa saja kok. terima kasih dukungan dan semangatnya🙏🙂😊
total 1 replies
Syarifah
bahagia terus ya kalian
Syarifah
mau ngapain
Syarifah
akhirnya sudah unboxing liora
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!