NovelToon NovelToon
96 Km (S1)

96 Km (S1)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:204.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: noejan

🧭 96 km season 1 ⏰

16+

Mina, si langit timur yang mengawali munculnya cahaya, dipertemukan semesta dengan Nagi, si langit barat yang menenggelamkan cahaya.

Mereka memiliki kisah kehidupan yang serba mudah dan megah di pulau kecil. Ambisi jiwa terhadap logika, harta, dan tahta adalah tujuan mereka. Walaupun berbeda cara meraihnya.

Namun, mereka mendapat masalah mengenai ambisi terhadap rasa!

Sekat sejauh 96 kilometer hadir di antara mereka, membuat cahaya kedua langit mulai meredup.

Suatu hari, mereka berhasil menembus jarak dan menyatu!

Tapi hal tersebut justru membuat mereka semakin jauh. Hingga muncullah rasa penyesalan dan berharap bisa membalikkan waktu.

Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang menyebabkan semesta justru memisahkan mereka, di saat telah menyatu?

Cahaya dari kedua langit itu, adalah cinta. Ayo ikuti kisah romansa bertajuk petualangan ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noejan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Zenosyne

...“Tiba-tiba waktu begitu cepat membawa ku kemari,...

...Dan memaksaku pergi darimu.”...

Setelah wisuda yang diadakan kemarin,

Hari ini Mina masih harus ke sekolah untuk mengurus berkas-berkas sekolah. Sebenarnya mengurus berkas itu bisa dilakukan dengan santai dan batas waktu yang ditentukan adalah sampai dua minggu.

Namun ia memilih mengurus berkas-berkas itu sekarang. Teman-temannya lebih memilih untuk mengurusnya besok atau hari lainnya selain hari ini.

Sembari menunggu mendapat tanda tangan dari pihak sekolah, Mina duduk sendirian di taman sekolah. Benar-benar menenangkan. Tempat duduknya berada di bawah pohon besar yang menjulang tinggi dan rindang.

Nagi masih tidak menyangka, saat ini dirinya telah berpisah dengan Mina. Ia hanya bisa melihat kontak Mina di aplikasi chatting.

Tiba-tiba salah seorang temannya di grup kelas memberitahu bahwa diperbolehkan untuk mengurus berkas-berkas sekolah di mulai hari ini. Supaya di akhir, murid-murid tidak berebutan dan menunggu dalam waktu yang lama.

Nagi segera mengirim pesan pada Harish, Rafli, dan Aro. Mereka semua menjawab tidak, membuatnya menjadi bingung harus bertanya pada siapa.

Tiba-tiba Mina dikejutkan oleh suara pesan yang masuk dari gawainya. Mina membukanya dan ternyata itu pesan dari Nagi.

"Min! Kamu lagi di mana? Sekolah?"

Mina menjawab, "Iya."

"Sama siapa aja, Mi?"

"Sendirian. Yuk, ke sini yuk, Nag. Please...," pinta Mina yang membujuk Nagi untuk ke sekolah.

Nagi mengiyakan dan segera bersiap-siap. Hal itu membuat Mina terkejut.

Semudah itukah aku membujuknya? Ah, mungkin dirinya ingin juga segera selesai mengurus berkas-berkas itu.

...***...

Sudah satu jam, tapi Nagi masih belum muncul juga dihadapannya. Tak apa, biarkan saja. Setelah ini Mina harus kembali untuk mengecek apakah berkas miliknya telah ditandatangani.

Tak lama, Nagi mengirim pesan pada Mina bahwa saat ini dirinya berada di sekolah dan masih di ruangan Tata Usaha (TU).

Nagi membalas kalau dirinya sedang duduk di taman sekolah. Nagi mengiyakan dan segera menuju taman.

Di taman, seorang gadis duduk sendirian sembari melihat layar gawai dan berkaca. Dari layar itu, terlihat Nagi yang berjalan menghampirinya dari belakang.

"Mina!"

"Hei! Sini duduk, Nag."

Kemudian suasana menjadi hening. Mereka masih berpikir ribuan kali untuk memulai obrolan. Tapi segera Mina membuka obrolan dengannya mengenai sekolah, dilanjutkan kuliah. Walaupun percakapan sederhana itu membuat jantung Mina berdetak kencang.

Nagi mulai membuka gawainya. Dan benar saja, dirinya sedang ingin bermain games.

Mina juga membuka gawainya dan melihat apakah ada informasi penting yang masuk. Tidak ada. Kemudian ia membuka GPS.

Nagi melirik sedikit ke Mina yang juga memainkan gawai. Tetapi ia kembali fokus.

Setelah itu, Mina mematikan gawainya. Dia diam-diam melirik ke Nagi yang sedang asyik bermain. Apa yang berada di dalam pikiranmu mengenai diriku? Kau menganggap aku siapa mu? Mengapa kamu menuruti kemauanku? Sebenarnya aku siapa di matamu?

Pertanyaan demi pertanyaan terus hinggap di pikiran Mina hingga dia malah menatap rerumputan dan melamun.

Nagi kembali lagi melirik ke Mina yang sepertinya asyik melamun. Kali ini ia mematikan gawainya.

Sepertinya, ini akhir dari kisah kita, Mi. Nantinya akan ada jarak puluhan kilometer dan impian maupun ambisi yang menghalangi pertemuan kita.

"Min," panggil Nagi.

Mina berhenti melamun dan menoleh ke arah teman spesialnya itu. Ternyata Nagi mengajaknya kembali ke ruangan TU.

Spontan Mina menolak dan memegang lengan Nagi yang telah berdiri. Sikapnya membuat Nagi menjadi bingung.

Setelah ini, kita akan berpisah, Nag. Aku sudah melihatnya di GPS, kalau jarak di antara kita hanya 96 km.

Tetapi, itu sangatlah jauh! Sangat jauh! Aku tidak akan bisa lagi melihat senyummu, wajahmu, dan dirimu, Nag.

Mina meneteskan air mata, tapi ia segera menghapusnya sebelum Nagi melihatnya. Lalu wanita berbando merah itu melepas pegangannya dari Nagi. Dia langsung berdiri dan mengajak Nagi kembali ke ruangan TU.

...***...

Setelah dari ruangan TU,

Mina meminta Nagi untuk kembali duduk di taman dan mengecek apakah berkas-berkasnya telah benar-benar lengkap.

Walaupun ini tidak boleh, tapi Mina berharap ada berkas yang tertinggal supaya Jafar tetap tinggal.

Nyatanya, semua berkas telah lengkap. pria berjaket kelabu itu segera membereskan berkas-berkasnya. Tetapi Mina melambatkan gerakannya dalam membereskan berkas.

“Mi! aku ke kosan ya! Mau beres-beres,” ujar Nagi.

“Eh? Ngga langsung pulang, Nag?”

“Ngga, Mi. Nanti sore aja aku pulang.”

Mina tahu dimana letak kosan Nagi karena ia sering melewati kosan Nagi. “Memangnya, kuat kalau beres-beres sendiri, Nag?”

“Nanti masih beres-beres aja sih. Mungkin besok aku bakal diantar sama orang tuaku buat angkut barang-barang di kosan, Mi.”

Kali ini, Mina diam dan hanya mengangguk saja. Justru hatinya berbicara, Yah, gagal.

Setelah itu, Nagi segera berpamitan dan pulang dengan motornya. Ia meninggalkan temannya itu yang masih duduk sendirian di taman.

Mina menghela nafas, berusaha menenangkan pikirannya yang riuh. Dari kejauhan, dia menatap halaman sekolah hingga kelasnya yang kini ia tinggalkan karena telah lulus.

Selama perjalanan, Nagi tak henti mengingat sosok rambut hitam berbando merah dengan tatapan sendu ke arahnya. Dia mengerti bahwa Mina sedang sedih.

Terima kasih atas kenangannya. Kini aku harus pergi dan hilang, karena ambisi mu sangat luar biasa, Mi! Dan aku sadar diri kok.

Semoga kita bisa ketemu lagi!

...***...

Malam hari, di rumah masing-masing.

Nagi meminjam tablet Ayah dan menyambungkan ke laptop. Dirinya sedang memindahkan foto-foto wisuda bersama teman-temannya.

Mogi duduk di samping Nagi dan melihat adiknya yang memindahkan foto-foto itu. Dia melihat satu-persatu foto hasil jepretan ayah.

“Itu temanmu?”

“Itu cakep ya!”

Mogi terus berkomentar. Dan dihentikan oleh Nagi. “Sudah lah Mas."

nagiy tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Kini raga ? menjauh dari dirinya. Dia tidak leluasa lagi melihat Mina seperti dahulu dari pagi di sekolah hingga malam di les.

Persis seperti Nagi,

Mina terus memikirkan Nagi sambil melihat foto mereka berdua saat wisuda. Dia telah meminta foto itu dari Nagi.

Gadis itu baru sadar, ternyata Nagi memakai kemeja oranye. Dia meyakinkan diri kalau itu salah dan mengeceknya ulang. Alhasil, memang kemeja oranye.

Namun, mengapa bisa sama? Nagi memakai kemeja oranye dan dirinya memakai gaun oranye. Serasi bak pengantin.

Setelah itu, Mina dan Nagi mendapat jatah libur selama kurang lebih tiga bulan. Oh iya, Gita telah diterima di jurusan Kimia dan satu universitas dengan Leila di kota Hijau.

...***...

1
Yenny_Rha
Hadir ka. Semangat ya
Mei Shin Manalu
Like lagii
Darah Biru (Bangsawan)
besok-besok lagi 😅
maaf merusuh😂
salam sayang selalu ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
💌💌💌💌
Darah Biru (Bangsawan)
next❤️❤️❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Next❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Udah dubbing jadi adik mulai spam kembali dari sini. Berhubung orangnya lagi Hiatus atau lagi ke Saturnus bersembunyi di balik bintang-bintang 😅
💌To: kak noejan kembaran nama Arsy
kakak dari planet Saturnus yang ketemu di bumi imajinasi
💌
Kangen selalu kak💌
Instagram diriku peluh babalope kakak 😂
Btw, jangan lupa gantian spam novel remahan biskuit Roma kelapa adik❤️
pulau kecil kisah nano-nano ~~~~~

next ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Mengobrak abrik hati kang nyindir 😂
otw spam biar kak noejan nyamuk😅
Darah Biru (Bangsawan)
Memutarkan balada Ja'far 😂 nggak bosen minyak Literasi 💕cubit Kaka noejan😳
lama banget hibernasi nya kak.. uhuk.. nunggu new yang tadi di chat❤️❤️❤️
Mei
Semangat kak
Dhina ♑
lagi
lagi
lagi
saling dukung dan saling mengisi
Dhina ♑
190

ayo jangan malas komen
agar semua karya bisa jadi terdepan
Dhina ♑
184
seharusnya 841
Dhina ♑
189

jejak selalu ada
Dhina ♑
202

semoga rating makin meningkat
Dhina ♑
212 bukan pendekar kaoak
tapi menuju 21200 like
Dhina ♑
201

semoga menjadi 2100 bahkan lebih
Dhina ♑
saat senggang dan tidak terganggu, pasti kembali buat sang Author
Dhina ♑
bukan komen yang tidak nyambung, tapi jejak harus di cetak
Dhina ♑
dukungan hadir buat sang penulis 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!