NovelToon NovelToon
Istri Kecil Pak CEO

Istri Kecil Pak CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Tania I M

Fabian Putera, seorang CEO matang berusia 27 tahun. Sulung dari pasangan Pratama Putera dan Sinta Pitaloka ini pertama kali dalam hidupnya merasakan yang namanya jatuh cinta. Ia jatuh cinta dengan seorang gadis SMA berparas ayu yang namanya Ayu juga.

Ayu Putri Darmadi, anak tunggal kesayangan Teguh Darmadi. Gadis piatu berumur 17 tahun, bersekolah di SMA Pelita tahun kedua. Memiliki paras ayu dan bertutur kata lemah lembut. Banyak yang menyukai sifatnya, tapi tak jarang pula yang iri akan kecantikannya.

Pertama kali bertemu di pesta ulang tahun Ayah Ayu, akankah Fabian bisa mendapatkan Ayu, sang cinta pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania I M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

'Eh?'

Melati terkejut tentu saja, dia baru masuk dalam keluarga ini, walaupun beberapa tahun yang lalu ia diadopsi oleh Teguh. Tapi kan tak ada yang tahu tentang hal itu, pikirnya.

"Hmmm, Papa setuju sama pendapat mama. Lebih baik seperti itu kan. Rumah ini tetap ada yang menempati dan Ayu bisa tinggal di rumah baru bersama Fabian. Win win solutions." Pratama mengangguk-angguk, sependapat dengan istrinya.

"Fabian juga setuju pa." Fabian ikut bersuara.

"Nah, gimana Melati? setuju ya?"

"Eh? mmm?" Menunduk, menggigit bibir bawahnya.

"Kak Melati."

Melati mendongak, menatap kedua netra Ayu yang bersinar penuh harap.

"Tinggal disini ya kak, Ayu tungguin dulu deh, seminggu gimana?" Usulnya. Menatap Fabian yang juga sedang menatapnya.

"Ayu seminggu disini dulu ya pa, ma, kak, nemenin kak Melati. Abis itu baru pindah rumah baru. Ya kak? boleh ya?" Pintanya.

Fabian tersenyum, "Apapun buat kamu." Sambil mengelus puncak kepala Ayu.

"Kak Melati." Panggil Ayu, lagi. Ah, iya menyukai fakta yang satu ini. Kepergian Ayahnya membuatnya mengetahui bahwa dirinya memiliki kakak perempuan. Ah, tiba-tiba ia merindukan ayahnya. Kedua matanya mulai panas, mengembun, seakan air matanya tak ada habisnya.

Melihat ekspresi sang adik, adik? ya adiknya, ia akan menjadi seorang kakak sekarang. Tiba-tiba pemikiran tersebut membuatnya mengangguk. Dibarengi dengan senyum lega semua orang yang ada di sana. Termasuk Galang yang sejak tadi hanya diam, mendengarkan.

"Makasih kak." Menetes sudah yang sedari tadi ditahannya. "Makasih banget kak, terus sama-sama Ayu ya, jangan pergi. Cukup Ayah sama Ibu aja, kakak jangan. Huaaaaa." Suasana mendung kembali menghampiri, perih hati menyadari suasana duka yang dirasai.

"Sudah-sudah, kita istirahat aja ya, Fabian kamu bawa Ayu istirahat ya, kamu juga Melati. Galang, kamu mau pulang apa tetap di sini? Besok masih sekolah kan?" Pratama memberi arahan.

"Hmm, iya pa, Galang pulang aja. Besok, mungkin cuma remidial aja buat yang nggak dapet nilai bagus. Ayu masih bisa ijin lah, biar Galang nanti yang sampaikan sama wali kelas Ayu." Galang menanggapi.

"Baiklah hati-hati di jalan ya, semuanya segera istirahat." Perintahnya.

Semua menuruti, Galang bergegas keluar rumah, menaiki motornya, membelah jalanan malam. Pratama dan Sinta tidur di kamar tamu lantai bawah. Melati menempati kamar Teguh, ia sendiri yang meminta. Ayu mengijinkan. Sedangkan Ayu dan Fabian memasuki kamar Ayu.

Membuka pintu kamar, disuguhkan dengan pemandangan kamar Ayu yang sudah disulap menjadi kamar pengantin. Seharusnya mereka berbahagia sekarang ini.

"Kamu mandi dulu aja ya sayang."

"Eh iya kak."

Ayu berjalan memasuki kamar mandi, tatapan mata Fabian terus terarah kepada punggung rapuh itu. Yatim Piatu di usia 18 tahun, kehilangan sang ayah di hari ulang tahun dan pernikahannya. Membayangkan saja Fabian merasa tak kuat, apalagi Ayu.

Rasa bersalah mulai menjalar di hatinya. Mengapa ia tak menyadari kesakitan mertuanya? Wajah pucat itu kembali terngiang.

Rasanya baru kemarin ia meminta restu, siapa sangka pria paruh baya yang baik hati memberikan sang putri untuk dijaganya itu harus berpulang terlebih dahulu?

Tak berbeda jauh dengan keadaan Fabian yang tengah merenung, di dalam kamar mandi Ayu sudah terisak, menangis pilu, lagi. Hati anak mana yang tidak bersedih? Satu-satunya orang tua yang ia punyai ikut berpulang menyusul sang mama ke alam sana.

Membasuh wajahnya di wastafel, kemudian melepas satu persatu kain yang melekat di tubuhnya. Memilih mandi menggunakan shower, agar segala kegundahan dan kesedihan yang dialaminya hari ini segera hilang, mengikuti arus air yang mengalir.

Teringat malam ini adalah malam pertama mereka. Bagaimana ia melaluinya? Apakah Fabian meminta haknya? Baru terpikirkan olehnya pertanyaan-pertanyaan itu.

Keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya, pipi bersemu merah, menunduk, tak ingin menatap sosok yang sedang duduk di atas ranjang yang sedang memindainya dari kaki hingga kepala. Dirinya lupa, saking lelahnya batin dan pikiran, ia lupa membawa baju ganti tadi.

"Kamu nggak mau ganti baju Yu? betah berdiri disitu kamu?" berusaha mencairkan suasana, Fabian berkelakar. Tak mungkin bagi dirinya untuk meminta haknya saat ini. Sedangkan keadaan mereka sedang berkabung.

Tersadar Ayu segera menuju lemari, membawa baju tidur lengan panjang, kembali masuk dalam kamar mandi, setengah berlari. Tergesa-gesa, kemudian keluar kamar mandi masih dengan pipi bersemu merah.

Fabian mendekat, menepuk pelan puncak kepala Ayu.

"Aku mandi dulu ya." Berjalan menuju kamar mandi, kemudian berhenti ditengah pintu, "Aku nggak bakal apa-apain kamu Yu, masih sekolah juga." Lanjutnya, tubuh tegap itu hilang tertelan pintu kamar mandi.

'Syukurlah.' Ayu merasa lega.

Di atas ranjang yang sama, di bawah selimut yang sama, keduanya terlentang, belum tertidur. Dengan pikiran yang berkelana. Dengan hati yang sama tidak baik-baik saja.

Drrtt drrttt.....

Ponsel yang diletakkan di atas nakas bergetar panjang, sepertinya panggilan masuk.

"Kak tolong ambilin ponsel Ayu."

Fabian mengangguk, mengambil ponsel Ayu, kemudian menyerahkan kepada si empunya ponsel.

Tiyas. Ternyata ia yang menelepon malam-malam begini.

"Hallo."

"Yu?"

"Iya yas, ini aku Ayu."

"Yu?"

"Ada apa Yas? kamu kenapa?" beranjak bangun, panik mendengar suara Tiyas yang sepertinya tidak dalam keadaan yang baik. Fabian yang penasaran ikut bangun terduduk.

"Kamu--, kamu nggak papa Yu? Huaaaaa."

"Yas? kok malah nangis sih? kamu kenapa?" Ayu dibuat kebingungan oleh Tiyas, sahabatnya itu.

"Om- Om Teguh."

Satu nama yang sukses membuat Ayu terdiam, Fabian yang sedikit mendengar percakapan Ayu dengan Tiyas segera merangkul istrinya, memberi kekuatan.

"Yas, ak-aku."

"Yu? hiks hiks, Yu."

Ayu tidak menjawab, tangisnya semakin deras, ponsel sudah berpindah tangan. Fabian yang ganti berbicara.

"Tiyas ya? maaf ya, Ayunya belum bisa diajak berbicara. Besok kamu datang kesini aja sepulang sekolah. Biar kamu sama Ayu bisa ngobrol dengan leluasa."

"Eh?" 'kok suara cowok?'

"Tiyas?"

"Eh iya kak, besok aku kesana sepulang sekolah."

Tuuttttt .....

Fabian mematikan panggilan, meletakkan kembali ponsel Ayu ke atas nakas, memeluk Ayu yang makin terisak. Hatinya ikut teriris. Andai kesedihan Ayu bisa disalurkan kepadanya, maka pujaan hatinya tak akan sesedih ini.

Mengingat percakapannya dengan sang ayah, yang ternyata sudah mengetahui perihal sakit Teguh. Ternyata Teguh sendirilah yang tidak ingin siapapun mengetahui penyakitnya. Hanya papanya yang tahu, tetapi beliau memilih diam, demi janji yang sudah disepakati.

Hari ini begitu berat, sungguh berat bagi kedua keluarga yang hari ini baru saja bersatu itu.

Dalam tidurnya yang tidak nyenyak, Ayu terus saja bergumam, memanggil sang Ayah dengan air mata yang mengalir.

Fabian dengan sabar menghapus lelehan air mata istrinya, memeluknya sepanjang malam. Bahkan matanya tak terpejam sama sekali, sibuk menenangkan Ayu yang gelisah dalam tidurnya.

'Rasanya begitu sesak'

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

1
Qaisaa Nazarudin
Udah jebol aja ternyata...
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Bram MENGALAH demi Galang..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa setiap novel yg ku baca,selalu HAMIL yg jadi permasalahannya,Setiap anak sekolah yg sudah menikah? Kan bisa KB kalo belom mau HAMIL,tapi HAK suami tetap HAK suami...
Qaisaa Nazarudin
Galang,juga Melati sama2 juga Jomblo lho Yas..😂😂
Qaisaa Nazarudin
KECEPLOSAN ya..Padahal SENGAJA..🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Melati seumuran ma Galang kan? Jodohin aja Galang ama Melati thor..
Qaisaa Nazarudin
Oh ternyata mereka udah saling kenal ya..
Qaisaa Nazarudin
Ayu udah ada SUAMI dan KELUARGA baru yg menjaga nya lho Melati,Apa Melati belom tau kalo Ayu sudah menikah? Tapi kenapa Feeling ku gak bagus ya..🤔
Qaisaa Nazarudin
Terus gak jadi dong donor ginjalnya..😭😭
Qaisaa Nazarudin
Anggap mmg Jodoh kamu Lang..Padahal kalo emang Jodoh mu,Kamu menang banyak,Kamu yg lebih dulu mengenalin Ayu karena kalian satu sekolah udah 2 tahun juga,Kemana kamu selama 2 tahun itu??
Qaisaa Nazarudin: #Typo BUKAN JODOH KAMU LANG
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Pratama peka orangnya..
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata Galang adeknya Fabian??
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Teguh gak nikah2 sampai 17 tahun menduda,Ternyata dia sakit..😭
Qaisaa Nazarudin
Makin kepo aku,, Sebenarnya apa yg berlaku?? Aku juga heran dengan keputusan Teguh yg tiba2 merestui Ayu di nikahin Fabian..pasti ada apa2 nya..
Qaisaa Nazarudin
Tapi sayangnya dengan berat hati aku mengatakan kamu harus merasakan patah hati untuk yg kedua kalinya Galang.kasian deh kamu..😓.
Qaisaa Nazarudin
Apa Bram yang akan di pindahkan cabang singapur untuk di pimpin Bram..
Qaisaa Nazarudin
Waahh kayaknya di bikin novel tentang Bram ini juga bagus thor..😁😁
Qaisaa Nazarudin
Aku suka novel yg kayak gini thor,gak suka novel yg terlalu berat,Karena hidup di dunia nyata aja udah berat..😂
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh ad yg mau lamaran nih..😄😄
Qaisaa Nazarudin
Pucuk di cinta ulam pun tiba..ibarat orang ngantuk di sodorin bantal...wkwkwkwk menang banyak Fabi...🤣🤣😜😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!