follow IG aku ya zayang di : harumini_12
Kecewa, sedih, patah hati, itulah yang dirasakan oleh seorang istri jika di khianati oleh suami yang sangat dicintainya.
Begitupun dengan Sela Maharani, yang di khianati sang suami tapi di kagumi pria lain.
Bagaimana kisah ini akan berlanjut?
Apakah Sela akan memaafkan sang suami dan kembali padanya?
Atau lebih memilih pergi bersama pria yang mengaguminya selama ini dan melupakan sang suami?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29 Ada Di Dalam Permainanku
"Siapa Mbok?" tanya Harza pada mbok Ijah yang baru kembali dari membuka pintu.
"Tuan Hendri,"
Mendengar jawaban mbok Ijah, Harza meletakan sendok dengan kasar hingga terdengar nyaring di telinga Sela. Lalu beranjak dari duduknya dan meninggalkan meja makan.
Raut wajah tak suka di perlihatkan Harza, saat mengetahui Hendri sudah berada di ruang tamu.
"Siapa yang menyuruhmu untuk masuk?"
"Apa aku harus minta izin padamu untuk masuk ke rumah kamu ini, upss maksudku, rumah dari papa yang di berikan kepadamu sebagai hadiah pernikahan kamu dan Sela, yang tidak akan lama lagi menjadi rumahku dan Sela,"
Harza mengangkat sebelah alisnya mendengar perkataan Hendri.
"Apa maksudmu?"
"Apa kamu lupa, pada apa yang kamu katakan padaku tempo hari, jika kamu–
Belum juga Hendri meneruskan perkataannya, Harza menarik tangannya untuk kekuatan dari rumah. Lalu melepaskan tangan kakak kandungnya setelah berada di luar rumah dengan kasar.
"Jangan pernah berani mendekati Sela lagi, ingat itu!"
Suara tawa keluar dari bibi Hendri mendengar perkataan sang adik, lalu bertolak pinggang sambil menatap Harza.
"Apa kamu takut, Sela akan berpaling padaku, dan kamu tidak akan mendapat secuil pun harta milik papa? Sudahlah Harza, sampai kapan pun kamu tidak akan mendapatkan apa yang kamu inginkan, jika papa tahu jika kamu memiliki wanita lain,"
"Apa yang kamu katakan?"
"Jangan pura-pura tidak tahu, aku sudah tahu semuanya, dan aku punya banyak bukti untuk menjatuhkan kamu ke lubang terdalam,".
Harza menatap Hendri dengan tatapan tajam.
"Apa mau kamu?" akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Harza.
"Nah begitu dong dari tadi, jadi kita tidak usah adu otot,"
"Jangan basa basi, katakan saja apa mau kamu,"
"Lepaskan Sela untukku, dan untuk gantinya aku akan memberikan separuh harta papa yang pasti aku dapatkan setelah aku menikah dengan Sela, dan kamu tidak perlu kuatir, kamu akan bahagia dengan wanita pilihan kamu,"
"Hendri, apa aku akan dengan mudah percaya pada ucapanmu? Tentu saja tidak," gumam Harza lalu tatapan matanya tertuju pada sang istri yang tiba-tiba keluar dari rumah.
"Eh ada Mas Hendri, sejak kapan Mas Hendri datang? Kenapa tidak masuk?"
Mendengar pertanyaan Sela yang begitu ramah membuat Hendri melangkahkan kakinya mendekat ke arah Sela.
"Sebenarnya sudah dari tadi, aku kesini ingin minta maaf padamu, soal kejadian tempo hari,"
"Aku sudah memaafkan Mas Hendri, jadi tenang saja,"
"Benarkah?" tanya Hendri dengan raut wajah penuh kegembiraan.
"Tentu saja tidak, sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan itu Hendri!" batin Sela, dengan senyum yang terus menghiasi kedua sudut bibirnya. "Untuk apa Mas Hendri bertanya lagi, sudah tidak perlu di bahas lagi, sekarang masuklah ikut sarapan bersama kami, pasti Mas Hendri belum sarapan bukan," ajak Sela dan mempersilakan Hendri untuk masuk kedalam rumah. Dan dengan antusias berjalan mengikuti Sela masuk kedalam rumah, lalu menghentikan langkahnya tepat di hadapan Harza.
"Adik, pikirkan apa yang tadi aku katakan padamu," bisik Hendri di telinga sang adik, lalu melangkahkan kakinya kembali.
Harza menatap tidak suka pada sang istri yang sedang menaruh nasi goreng dan juga telor mata sapi di piring yang ada di hadapan Hendri, pasalnya Sela saja tadi tidak melayaninya.
"Sela,"
Panggil Harza, pada Sela yang sedang menuang jus jeruk di gelas yang berada di samping kanan tangan Hendri.
"Iya Mas Harza sayang, Apa Mas Harza mau tambah lagi jus jeruknya?"
"Biarkan saja dia mengambil sendiri, dia sudah besar, kamu tidak perlu melayaninya,"
Sela tersenyum tipis mendengar perkataan sang suami.
"Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, ikuti permainan ku mas, kalian pikir aku tidak mendengar apa yang kalian katakan tadi," gumam Sela dan berjalan mendekat ke tempat suaminya berada.
"Mas Hendri tamu di rumah kita, tentu saja aku harus melayaninya, aku tahu istri Mas Hendri pemalas, pasti tidak pernah menyiapkan sarapan, iya kan Mas Hendri?"
"Betul apa yang kamu katakan Sela,"
"Dan ini saatnya, kamu juga ada di dalam permainanku Hendri," Batin Sela sambil tersenyum manis ke arah Hendri.
Bersambung.................
Ceritanya tak terduga dgn konflik yg menguras emosi drama rmh tangga 😆 tp saya suka karna memotivasi IRT utk kluar dr hubungan toxic & move on dgn membangun mental yg kuat.
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Semangat utk karya2 barunya 💪🏻🥰
mendingan cari suami baru