Akibat pernikahan paksa dan kesalahan satu malamnya dengan wanita lain membuat rumah tangga Sandi Prayoga dan Aulia Permata menjadi semakin tak terarah.
Keteguhan iman dan kesabaran hati Aulia harus diuji ketika mendapati perselingkuhan sang suami dengan kekasihnya yaitu Renata Putri hingga membuatnya hamil.
Disaat rasa cinta Sandi untuk sang istri mulai tumbuh, dia harus bertanggung jawab terhadap anak yang di kandung oleh Renata.
Bagaimana kisah rumah tangga Sandi dan Aulia setelah kehadiran Renata? Dan siapakah yang akan di pilih oleh Sandi?
Pilih Aku, Suamiku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 (Jatuh cinta pada pandangan pertama)
Happy Reading 😊
"Sandi!!" Renata berteriak ketika melihat Sandi yang sudah sadar. Wanita itu berlari masuk ke dalam.
"Renata."
Aulia terkejut saat Sandi mengenali Renata. "Ternyata yang kamu ingat hanya mbak Renata, mas." Batin Aulia.
Aulia menarik tangannya dari tangan Sandi, merasa tidak enak dengan Renata yang mungkin Sandi ingat sebagai Kekasih, tetapi pada saat Aulia berusaha melepaskan tangannya, Sandi semakin erat menggenggam nya.
"Mas," Aulia merasa bingung karena Sandi tidak mau melepaskan tangannya.
"Aku suka di pegang oleh mu, eehhmm,, Aulia." Sandi berusaha mengingat nama itu dan tersenyum setelah berhasil mengingatnya.
"Sandi, apa kamu ingat aku?" Tanya Renata merasa sedikit takut saat melihat Sandi menggenggam erat tangan Aulia.
Apa dia tidak Amnesia? apa Sandi masih mengingat kami? bisa gawat kalau Sandi ternyata ingat semuanya. Batin Renata.
"Kamu Renata," jawab Sandi.
"Lalu siapa dia?" Renata menunjuk Aulia.
Sandi menatap Aulia, wajah cantik yang begitu teduh dan enak di pandang. Ada sebuah desiran aneh saat pria itu menatap Aulia.
Seperti saat pertama kali melihat wanita dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Dia, Aulia." Jawab Sandi terus memandang wajah istrinya itu.
Dia memang melupakan Aulia, tetapi ketulusan dan kasih sayang Aulia dalam merawatnya membuat Sandi selalu merasakan bahagia di bawah alam sadarnya.
Ya, setiap hari Sandi bisa merasakan sentuhan lembut tangan Aulia, di mana tangan itu bisa dia genggam saat ini. Suara merdu Aulia setiap melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an juga membuatnya langsung jatuh cinta.
"Apa kamu tidak Amnesia? apa kamu mengingat semuanya?" Tanya Renata memastikan.
Kalau Sandi ingat semuanya, kenapa dia tidak langsung mengusirku saat tahu aku ada di sini? lalau kalau yang hanya dia ingat Aulia, tidak mungkinkan Sandi mengenali nya??
Sandi merasa ada sesuatu dengan Renata (Dalam pikiran Sandi sekarang Renata adalah kekasihnya) seakan Renata sedang menyembunyikan sesuatu.
"Aku ingat," hanya itu jawaban Sandi.
Aulia melotot tidak percaya mendengar jawaban Sandi.
Bukankah tadi mas Sandi bilang kalau dia tidak ingat aku, tapi kenapa sekarang malah jawabannya kebalik, sebenarnya mana yang benar.
"Jadi kamu ingat kalau Aulia ini adalah ... " Renata menghentikan ucapannya ketika seorang dokter dan satu perawat masuk ke dalam ruangan itu.
Aulai memang telah memencet tombol untuk memanggil dokter tadi.
"Maaf Nona Aulia dan Nona Renata, silakan tunggu di luar, kami akan memeriksa keadaan Tuan Sandi." Ucap Dokter tersebut.
Aulia dan Renata menurut dan langsung keluar dari dalam ruang rawat itu.
"Apa kamu sekarang merasa senang, kalau ternyata Sandi masih mengingat mu?" Tanya Renata sinis.
Aulia mengela napas, dia sudah merasa jengah dengan sikap Renata yang seenaknya saja. Sepertinya mulai saat ini Aulia harus melawan wanita tidak tahu malu ini.
"Tentu saja aku sangat senang, jadi mulai sekarang sebaiknya kamu pergi saja mbak, kembali ke Jakarta dan menjadi model lagi, kamu itu sudah di talak 3 oleh mas Sandi, itu artinya kamu sudah tidak berhak atas mas Sandi lagi, karena aku adalah istri sah dan satu-satunya."
Renata sedikit terkejut dengan sikap Aulia yang terlihat semakin berani itu.
"Kamu,,,!"
"Apa? sadarlah mbak, kamu itu cantik dan bodymu juga bagus, banyak pria yang menyukaimu, tapi kenapa kamu malah mengejar pria yang sudah bersuami, apa kamu tidak punya harga diri!" Baru kali ini Aulia mengeluarkan suara agak kasar kepada Renata.
Cukup sudah dia selalu di injak-injak oleh wanita itu, selalu di salahkan atas perasaan Sandi yang sudah berubah dan tidak mencintainya. Padahal Aulia sendiri tidak pernah mengemis cinta pada Sandi, suaminya sendiri yang mulai menyadari perasaannya terhadap Aulia sejak awal pernikahan.
Sandi selalu mengatakan pada Aulia bahwa kesalahan dan penyesalan terbesar nya adalah melakukan malam dusta itu bersama Renata. Tetapi seakan mendapatkan tamparan keras dari sang Khaliq setelah itu rasa cinta Sandi untuk Renata hilang bak di telan bumi, bahkan yang tadinya Sandi sangat membeci Aulia, malah menjadi sangat mencintai istrinya itu.
"Kamu, berani sekali mengatakan hal seperti itu padaku!!" Renata akan menyerang Aulia tetapi langsung di tahan oleh Adam yang melihat pertengkaran mereka.
"Sudah cukup, Renata!" Seru Adam.
Aulia memegang kepalanya yang tiba-tiba merasa sangat pusing.
"Aulia, kami kenapa?" Adam langsung memegang bahu Aulia tapi langsung di tepis pelan.
"Maaf Adam, aku hanya merasa pusing." Tiba-tiba pandangan Aulia semakin menggelap.
"BRUUKK!"
"Aulia!"
Bersambung.
Intinya tuh, meskipun Sandi hilang ingatan tapi saat dia pertama kali melihat Aulia, pria itu langsung jatuh cinta nih..
Jadi semuanya seakan kembali dari awal, yah intinya gitu deh.... Aaakkk jangan hujat othor donk 🤧🤧🤧