NovelToon NovelToon
ALAM SEBELAH

ALAM SEBELAH

Status: tamat
Genre:Horor / Supernatural / Roh Supernatural / Dunia Lain / Penyeberangan Dunia Lain / Mata Batin / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: hendra dwi maulana

Namanya Darto.
Anak yang terlahir sungsang, bahkan matanya sudah terbuka saat baru keluar dari rahim ibunya.

Terlahir dari keluarga yang berbeda, membuatnya memiliki takdir yang tidak biasa.


Kisah perjalanan hidup penuh misteri, seorang bocah menuju dewasa hingga dia memenuhi takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hendra dwi maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TEROR BARU

Hari itu setelah membayar hutang yang di miliki orang tua Harti. Kakung, Darto Dan Harti singgah di rumah Bu Sumi hingga malam. Ibu Sumi meminta untuk menunggu Suaminya pulang dari sawah. Tentunya dia ingin mengenalkan Darto kepada ayah kandung Harti. Dan berkata ingin menyiapkan menu buka puasa untuk calon mantunya tersebut.

Setengah hari mereka membuang waktu di rumah itu. tampak Darto melanjutkan menghafal Al-Qur'an ditemani Harti. Mereka duduk di bawah pohon mangga di samping rumahnya. Sedangkan Kakung terus berbincang dengan Ibu Sumi tanpa jeda.

Waktu berlalu begitu saja, sore sudah tiba. Yang di tunggu pun akhirnya datang juga.

"Assalamu'alaikum dek," sapa Pak Subhi Ayah kandung Harti yang menyusul ke bawah pohon mangga, masih dengan cangkul yang dia bawa.

"Wa'alaikumsalam Pak!" Jawab Darto kemudian meraih tangan lelaki itu dan mencium punggung tangannya.

"Mari Dek masuk saja, sudah hampir magrib. Pamali di luar rumah jam-jam segini" ajak Pak Subhi yang langsung Darto dan Harti turuti.

Setelah memasuki rumah. Harti bergegas menuju belakang rumah hendak mandi. Menyisakan Darto dan orang tua Harti di ruang tersebut.

"Kakung kemana ya Buk?" tanya Darto kebingungan.

"Pak Kyai lagi cari rokok katanya Dek, paling sebentar lagi balik!"

"Owalah, Saya kira ditinggal pulang Buk hehe,"

"Enggak mungkin lah Dek, ada-ada saja Adek ini," jawabnya ketika tengah mempersiapkan hidangan buka puasa untukku.

"Maaf ya dek, menunya cuma kaya gini" ucapnya kembali setelah selesai menyuguhkan berbagai macam masakan serba tempe di atas meja.

"Selama saya tinggal sama Kakung, Kita beli makan terus Buk. Darto seneng bisa makan masakan Ibuk" jawab Darto cengengesan.

"Oh iya Pak, Ibu lupa kasih tau. Ini bakal jadi calon mantu kita" ucap Ibu Sumi mengalihkan pembicaraan dan berteriak kepada Suaminya yang baru selesai berganti baju.

"Beneran Buk?terus jura..,"

ucapnya tertahan kemudian melirik ke arahku.

"Juragan Pak? sudah di bayar sama Pak kyai!" seakan tau maksud dari suaminya, Ibu Sumi spontan menjawab pertanyaan tidak lengkap darinya.

"Betul Sum? Kamu enggak bohong kan?"

jawabnya tidak percaya.

"Iya Pak, bukan cuma di bayarin hutang, Pak kyai suruh kita pindah dari rumah kontrakan ini, di pesantren ada rumah yang enggak di pakai punya Pak Kyai"

Mendengar pernyataan sang istri, Pak Subhi hanya terdiam dan tertunduk. Dia merasa tertolong namun juga merasa malu.

"Ini semua berkat Harti ya Buk, Bapak harus minta maaf sama Harti," ucap Pak Subhi lesu.

Suara adzan terdengar, setelah meneguk segelas air putih. Darto ijin melaksanakan shalat Magrib terlebih dahulu sebelum bergabung melakukan makan malam di meja makan rumah mereka.

"Kakung kok belum balik ya Buk?" ucap Darto menunggu di sebelah meja makan.

"Iya ya, Le. Padahal warungnya deket. Kamu mending makan dulu, kamu kan puasa sendirian, nanti Pak Kyai biar makan bareng kami"

Air liur Darto sudah tidak bisa lagi di bendung. Rasa lapar berhasil membuat Darto menuruti permintaan calon mertuanya untuk makan terlebih dahulu. Tidak sampai lima menit, Nasi di atas piring sudah tandas di habisi oleh si Darto.

"Makanannya enak banget Buk!" ucap darto menahan suara sendawa.

"Siapa dulu yang masak, hehehe" jawab Bu sumi dengan senyum terbesit di bibirnya.

"Saya juga mau cari rokok dulu ya buk" ucap Darto, kemudian hendak pergi membeli rokok, namun langkahnya ditahan oleh Pak Subhi.

"Ini ada rokok Dek," ucapnya seraya menyodorkan sebungkus rokok Djarum 76.

"Makasih Pak!" jawab Darto kemudian menyalakan rokok di sela jarinya itu.

"Rumahmu dimana Dek?" Tanya Pak Subhi membuka perbincangan.

"Sebelum ikut Kakung, saya lahir dan tinggal sama Simbah saya di dusun kemoceng Pak,"

"Desanya Adikku?"

"Almarhumah Bu Lastri ya Pak?" tanya Darto polos.

"Apa maksudmu dek?" timpal Ibu Sumi di barengi Pak Subhi yang mengernyitkan dahi.

"Ibu Lastri sudah meninggal Pak,"

"Inalillahi..," jawab mereka serentak.

"Meninggalnya kenapa Dek?" tanya Ibu Sumi.

Lantas Darto menceritakan sekedarnya saja, takut membuat mereka murka. Setelah bercerita, terdengar suara Kakung mengucap salam dari depan pintu rumah. Pak Subhi pun bergegas pergi membuka pintu.

"Kalian ikut pindah hari ini ya! barang kalian tinggal saja dulu, biar besok kita ambil lagi!" ucap Kakung dengan muka gelisah setelah masuk ke dalam rumah.

"Harti dimana?!" Ucap kakung dengan mata menyapu seluruh ruangan.

"Dia lagi mandi Kung," Jawab Darto sekenanya.

"Biar Ibuk yang panggil. Masak mandi hampir satu jam!" timpal Bu Sumi, dan bergegas menuju wc yang terletak di belakang rumah

"Mari Pak Kyai, Ini makanannya hampir dingin" Ajak Pak Subhi.

"Kamu sudah makan Dar?" Tanya kakung yang sudah memegang sepiring nasi.

"Sudah Kung, Ku makan sendiri tadi, hehehe,"

"Mari Pak kita cepat-cepat habiskan langsung berangkat ke pesantren sehabis makan" ucap Kakung masih dengan wajah tergesa.

"Emang ada apa Pak Kyai?" tanya pak Subhi

"Sudah nanti kita bicarakan di pesantren!" Kakung menutupi sesuatu.

Apa yang kakung sembunyikan? Darto berfikir keras tentang apa yang hendak Kakung jelaskan. namun saat ini Darto hanya bisa bersabar.

"Pak! tolong!" teriak Ibu Sumi dari arah WC di belakang rumah. Teriakannya membuat kami bertiga serentak bergegas menuju belakang rumah. Sesampainya di sana, tampak Ibu Sumi yang tengah menggendong Harti.

"Kenapa ini Buk?!" tanya Pak Subhi kemudian meraih tubuh Harti yang tengah pingsan itu.

"Enggak tau Pak, Harti sudah baring di tanah pas ibu buka pintu WC" ucapnya panik.

"Sudah bawa saja ke mobil! kita tinggalkan rumah ini segera!" desak Kakung tergesa.

Lantas di gotong tubuh Harti yang terkulai lemas itu masuk kedalam mobil Kakung. Tanpa membawa apapun kedua orang tua Harti pun ikut masuk ke dalam. Merasa kebingungan, kedua orang tua Harti hanya terus bertukar pandang menyaksikan kesigapan Kakung dan Darto, yang berlari-lari kecil menuju mobil setelah berhasil mengunci pintu rumahnya Harti.

Tanpa pandang bulu, Kakung menginjak pedal gas dalam-dalam, jalanan berbatu di depannya seakan tidak jadi hambatan kala itu. Hingga hujan deras yang tiba-tiba turun, barulah Kakung menurunkan kecepatan laju mobilnya karena jarak pandangnya terbatas.

"Alhamdulillah dia sudah pergi," Ucap Darto yang tengah melihat ke arah belakang mobil dengan wajah yang berangsur lega.

"Belum Dar!" ketus Kakung yang tengah fokus mengemudi dan sesekali memperhatikan spion mobilnya.

"Duak!, Duak! Duak!" suara benturan benda berat dari atas mobil seketika berhasil menciptakan suasana mencekam malam itu.

Bergoyang hebat mobil itu di buatnya, Kakung dan Darto yang duduk di depan hanya bisa mengucap Dzikir dari mulut mereka. Lain dengan Pak Subhi dan Bu Lastri, mereka terus berteriak histeris setiap terdengar suara benturan dari atas mobil yang mereka tumpangi.

"Sebenarnya, Apa ini Pak Kyai?" tanya Pak Subhi yang sudah mandi keringat gara-gara ketakutan.

Tanpa menjawab, Kakung dan Darto terus berdzikir, terus melesat menyibak jalanan bebatuan gelap, tanpa satupun penerangan.

Bersambung,-

jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya guys 😁

1
Yunita chann
aku sampe sesek nangis.. bayangin jadi Darto... sedih banget sih ceritanya... sahabatnya diambil satu satu
Fitriputri
hadirr ,di perujung tahun 2025
kyknya seru nihh alur ceritanya 👍☺️
TN ZAKI
👍👍🙏🙏🙏🥰
TN ZAKI
🙏🙏🙏🥰🥰👍👍👍👍
Sweett SumMina
Lumayan
Puput Sundari
Luar biasa
mary dice
nunggu orang bermahkota sampai habis ternyata hanya mimpi hik
mary dice
thor ketika dapat melihat'mereka' tapi tak sebaliknya hantu terhipnotis gitu....merinding
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
𝙸𝚗𝚗𝚊𝚕𝚒𝚕𝚕𝚊𝚑𝚒 𝚠𝚊'𝚒𝚗𝚗𝚊 𝚒𝚕𝚊𝚒𝚑𝚒 𝚛𝚊𝚊𝚓𝚒𝚞𝚞𝚗 ....
𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗: 𝙃𝙀𝙉𝘿𝙍𝘼 𝘿𝙒𝙄 𝙈𝘼𝙐𝙇𝘼𝙉𝘼. 𝙿𝚎𝚗𝚞𝚕𝚒𝚜 𝚑𝚘𝚛𝚘𝚛 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚝𝚒: 𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝘼𝙃.
𝚃𝚐𝚕 17 𝘖𝘬𝘵𝘰𝘣𝘦𝘳 2024, 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 19.00.

𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘢𝘮𝘢𝘭 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢, 𝘥𝘪𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘥𝘰𝘴𝘢, 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬, 𝘬𝘩𝘶𝘴𝘯𝘶𝘭 𝘬𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘢𝘩. 𝙰𝚕𝚕𝚊𝚑𝚞𝚖𝚖𝚊 𝚊𝚖𝚒𝚗.

𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣, 𝙧𝙚𝙠𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙝𝙖𝙗𝙖𝙩, 𝙖𝙙𝙞𝙠, 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣.

𝘼𝙡𝙛𝙖𝙩𝙞𝙝𝙖𝙝 ....
Luis Refualu: adakah yang bisa cari tahu keluarga nya dan coba di bukukan karyanya ini, mau sekali koleksi karya beliau ini🙏🙏🙏
RIP Bang Hendra🙏
total 7 replies
Ricka Monika
kalo di Medan namanya beguganjang,kalo di Jawa gendoruwo
Karina
sutradara raden kian santang apa baca cerita ini ya,terlalu mirip untuk d katakan suatu kebetulan...
Karina
adikku lahir sungsang,jg udah d sunat dr dlm rahim,memang punya kelebihan,ba ngobati orang sakit,bs mengusir jin,ingat waktu SMP ada orng mau bersihkan mas batangan yg d isi jin,karna setiap mau d jual berubah jd batu kali,jd adek yg bersihkan,cm dia pesan,klw masnya d jual klw bs bawa polisi,orgnya ngeyel,plg jual mas langsung d rampok,dia meninggal...
Karina
ilmu baru,soalnya klw lagi ketindih seketika bernafas aja susah...
Sri Ningsih
aku baca min..aku jg ikut mendoakan plus ksih segelas kopi🙏🙏🫢
Sri Ningsih
asik alurnya..keren
Kusnaini Aini
hehehe bisa aja author nih...
Ira_87
menegangkan 😱
Kusnaini Aini
makin penasaran cerita nya thor
Andriani
🤣🤣🤣🤣🤣
Putra
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!