NovelToon NovelToon
Sacrifice Of Love

Sacrifice Of Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Patahhati / Militer
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hida

"Cinta" satu kata yang penuh makna. Terkadang butuh pengorbanan untuk menunjukkan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

****

Doni duduk di tepi ranjang di dalam persembunyiannya, memandangi dinding kosong di depannya. Tangannya mengepal, otaknya penuh dengan pertanyaan yang terus berputar.

Haruskah ia kembali?

Atau tetap berada di balik bayangan?

Setiap kali ia berpikir untuk kembali ke Fahira, bayangan ancaman yang menghantuinya semakin jelas. Ia tidak ingin Fahira dalam bahaya. Tetapi, jika ia terus menjauh, Fahira akan tetap mencarinya, dan itu justru membuatnya semakin rentan terhadap serangan orang-orang yang mengincarnya.

Ponselnya bergetar.

Sebuah pesan masuk.

"Mereka tahu kau masih hidup. Mereka akan segera bergerak."

Doni menghela napas panjang. Itu berarti waktunya semakin menipis.

Namun, ia masih belum menemukan jawaban.

Siapa sebenarnya dalang di balik semua ini?

Gunawan memang jelas-jelas menentangnya, tapi ada pihak lain yang juga menginginkan ia pergi dari kehidupan Fahira.

Dan ia harus segera mengetahuinya sebelum semuanya terlambat.

Di barak Pulau N, Fahira masih memegang surat ancaman itu dengan tangan gemetar. Gabriel duduk di depannya, menatapnya dengan pandangan tajam.

"Ini sudah semakin berbahaya, Ra. Kau harus berpikir ulang sebelum melangkah lebih jauh," kata Gabriel serius.

Fahira menggeleng. "Aku tidak bisa, Gab. Aku tahu Doni masih hidup. Dan aku tahu dia dalam bahaya. Aku tidak bisa hanya duduk diam."

Gabriel mengusap wajahnya frustasi. "Lalu apa rencanamu? Mencari Doni tanpa tahu siapa yang mengincarnya? Itu bunuh diri!"

Fahira menggigit bibir. Ia tahu Gabriel ada benarnya. Tapi ia juga tahu satu hal, Doni pasti sedang berjuang sendiri.

Dan ia tidak akan membiarkan pria itu sendirian lagi.

"Aku harus menemukan cara untuk menghubungi dia," gumam Fahira.

Gabriel menatapnya lekat. "Dan jika kau berhasil, apa yang akan kau lakukan?"

Fahira terdiam.

Apa yang akan ia lakukan jika benar-benar menemukan Doni?

Apakah ia akan memintanya kembali?

Atau justru ia yang harus pergi dari kehidupannya agar pria itu selamat?

Ia tidak tahu.

Tapi yang pasti, ia harus menemukan jawabannya sendiri.

Doni berdiri di depan cermin, menatap bayangannya sendiri.

Bayangan seorang pria yang dulu hidup dalam kegelapan, yang berusaha keluar, tetapi terus ditarik kembali.

Ia bukan pria yang mudah goyah.

Namun kini, ia dihadapkan pada dua pilihan yang sama sulitnya.

Jika ia pergi menemui Fahira, ia mempertaruhkan keselamatan mereka berdua.

Jika ia tetap bersembunyi, Fahira akan tetap mencarinya, dan itu bisa membahayakannya juga.

Pilihannya sangat tipis.

Lalu, suara pesan masuk kembali terdengar.

"Fahira tidak akan berhenti mencari. Kau tahu apa yang harus kau lakukan."

Doni memejamkan mata.

Ya. Ia tahu.

Tapi apakah ia siap menghadapi konsekuensinya?

Doni menarik napas dalam. Pesan yang baru saja ia baca seperti beban yang semakin menghimpit dadanya.

"Fahira tidak akan berhenti mencari. Kau tahu apa yang harus kau lakukan."

Apa yang harus ia lakukan?

Menghentikan Fahira? Tapi bagaimana caranya? Menghilang lagi? Atau menghadapi semuanya.

**

Doni berdiri di tepi hutan, matanya menatap lurus ke arah barak Pulau N yang masih tampak sunyi dalam kegelapan malam. Hanya ada beberapa lampu redup yang menyala dari kejauhan. Angin laut yang berembus menerpa wajahnya, membawa aroma garam dan kelembapan khas perbatasan.

Namun, bukan udara malam yang membuatnya gelisah. Bukan juga suara jangkrik yang sesekali terdengar dari dalam hutan. Yang membuatnya terus menatap ke sana adalah Fahira.

Wanita itu masih terus mencari jawaban. Dan ia tahu, jika Fahira terus mendekati kebenaran, maka ancaman bagi dirinya akan semakin besar.

Doni mengepalkan tangannya. Selama ini, ia sudah berusaha menjaga jarak. Bersembunyi dalam bayangan. Tapi Fahira terlalu keras kepala. Ia tidak akan berhenti sampai tahu alasan sebenarnya kenapa Doni meninggalkannya.

Tapi apa yang bisa Doni lakukan? Jika ia kembali, jika ia menjelaskan semuanya, maka taruhannya bukan hanya nyawanya sendiri. Tetapi juga nyawa Fahira.

Doni membenamkan kepalanya ke kedua telapak tangan.

"Aku tidak bisa diam saja. Tapi aku juga tidak bisa muncul."

Ia memikirkan segala cara. Ia ingin menyelamatkan Fahira, tapi ia juga tidak bisa membiarkan dirinya tertangkap basah.

Lalu, suara langkah kaki yang mendekat membuatnya tersentak. Dengan sigap, Doni langsung bersembunyi di balik semak-semak, menahan napas.

Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat seseorang mendekat ke arah barak. Siluet tubuh tinggi tegap, berjalan dengan gerakan penuh percaya diri.

Gabriel.

Doni mengenali pria itu dengan baik.

Gabriel berhenti sejenak, menatap sekitar seakan mencari sesuatu. Lalu, tanpa ragu, ia melangkah masuk ke dalam barak.

Doni mengernyit.

Gabriel. Apa yang dia lakukan di sini malam-malam begini?

Di dalam barak, Fahira masih duduk di meja kecilnya, menatap peta yang sudah ia coret-coret dengan berbagai tanda dan catatan. Pikirannya masih berkecamuk, mencoba menyusun semua potongan teka-teki yang ia temukan selama ini.

Saat itulah pintu diketuk.

Fahira menoleh. “Masuk.”

Pintu terbuka, memperlihatkan sosok Gabriel yang berdiri dengan ekspresi serius.

“Gue ada sesuatu buat lo,” katanya tanpa basa-basi.

Fahira langsung menegakkan tubuhnya. “Lo dapet sesuatu tentang Doni?”

Gabriel masuk dan menutup pintu di belakangnya. Ia mengeluarkan sebuah amplop cokelat dari dalam jaketnya, lalu meletakkannya di atas meja.

Fahira buru-buru mengambilnya dan membuka amplop itu. Di dalamnya, ada beberapa lembar foto dan sebuah dokumen.

Saat Fahira melihat foto pertama, ia menahan napas.

Itu adalah foto Doni.

Bukan di Pulau N, bukan di tempat yang ia kenali, tetapi di suatu tempat yang tampak seperti wilayah perbatasan yang lebih berbahaya.

Wajahnya sedikit lebih tirus, dengan sorot mata tajam yang penuh kewaspadaan. Ia mengenakan seragam gelap tanpa identitas yang jelas, seolah sedang menjalankan misi rahasia.

Fahira menelusuri lembaran lain dengan tangan gemetar.

“Gue nemuin ini dari sumber yang cukup bisa dipercaya,” kata Gabriel pelan. “Doni masih hidup, Ra.”

Fahira mendongak, tatapannya penuh dengan campuran emosi. “Lo yakin?”

Gabriel mengangguk. “Ini bukan foto lama. Ini baru diambil sekitar sebulan yang lalu.”

Jantung Fahira berdegup kencang.

“Kalau dia masih hidup... kenapa dia nggak balik?” suaranya nyaris berbisik.

Gabriel menatapnya dalam. “Karena dia terjebak dalam sesuatu yang lebih besar dari yang lo kira.”

Fahira mengerutkan kening. “Maksud lo?”

Gabriel menghela napas panjang. Ia melirik ke arah pintu, memastikan tidak ada yang menguping, lalu kembali menatap Fahira.

“Ada seseorang yang nggak mau Doni balik ke lo,” katanya pelan.

Fahira menegang. “Siapa?”

Gabriel menggeleng. “Gue belum bisa pastiin. Tapi dari informasi yang gue dapet, Gunawan bukan satu-satunya orang yang berusaha memisahkan kalian.”

Darah Fahira berdesir.

“Ada dalang lain?” bisiknya.

Gabriel mengangguk.

Fahira mengatupkan rahangnya. Ini semakin rumit dari yang ia duga.

Gunawan, ayahnya, selama ini sudah cukup menjadi ancaman bagi hubungannya dengan Doni. Tapi jika ada seseorang di balik semua ini yang lebih berbahaya dari Gunawan...

Maka Doni dalam bahaya yang lebih besar dari yang ia kira.

Sementara itu, di tempat lain, Doni masih berdiri di balik bayangan, memperhatikan dari kejauhan.

Ia tidak bisa mendengar percakapan mereka. Tapi dari ekspresi Fahira yang berubah menjadi tegang, ia tahu sesuatu sedang terjadi.

Doni mengepalkan tangannya.

Gabriel jelas menemukan sesuatu. Dan itu membuat Fahira semakin dekat dengan kebenaran.

Doni menghela napas panjang.

Apakah sudah waktunya ia bergerak?

Apakah ia harus menghentikan Fahira sebelum semuanya menjadi semakin kacau?

Atau sebaliknya, apakah ia harus membiarkan Fahira tahu kebenaran?

Doni merasakan kebimbangan yang semakin menyesakkan dadanya.

Ia tidak bisa mengambil keputusan gegabah.

Tapi satu hal yang pasti.

Waktu mereka semakin menipis.

Dan semakin banyak pihak yang mulai bermain dalam bayangan.

Fahira menggenggam liontin yang tergantung di lehernya.

Ia menatap ke arah laut yang membentang luas di depan barak.

Pikirannya masih penuh dengan pertanyaan.

Siapa sebenarnya yang menghalangi Doni kembali?

Kenapa ia tidak pernah tahu tentang semua ini sebelumnya?

Apakah Doni juga menyadari bahwa ada dalang lain yang berusaha menjauhkan mereka?

Fahira mengepalkan tangannya.

Ia harus menemukan jawabannya.

Dan ia tidak akan berhenti sampai ia tahu segalanya.

Bahkan jika itu berarti harus menantang semua orang yang mencoba menghentikannya.

Bahkan jika itu berarti menghadapi ayahnya sendiri.

Bahkan jika itu berarti mempertaruhkan nyawanya.

Fahira menatap liontin di tangannya, lalu berbisik pelan.

“Tunggu aku, Doni.”

####

1
Ratu Felicia
baru mulai baca
Sesye Pattiasina
thor,,, kenapa si fahira bisa hilng?? kn sudah ditemukan doni sama gabriel.kok hilng lagi..ceritanya hanya d satu titik.bosan
Naufal hanifah
cerita nya bagus,
Hieda_H: terimakasih kak
total 1 replies
Raf__20
“A Memories”

Di sebuah kedai kopi kecil, Shun dan Nagisa bertemu secara tak terduga. Percakapan ringan, secangkir kopi, dan keheningan yang nyaman perlahan menumbuhkan sesuatu di antara mereka. Namun, tak semua kenangan diciptakan untuk bertahan selamanya…

Ketika masa lalu, rahasia, dan takdir mulai menguji mereka, mampukah kenangan itu tetap hidup?

Sebuah kisah tentang pertemuan, kehilangan, dan arti merelakan.
Umi Jasmine
ayo m. hilda di lanjut
Tami Satra
semangat nulis cerita nya thor
Tami Satra
cukup menarik cerita baru nya
Sulfia
lanjuuut
riska
kok gk dilanjutin?
cita puhaci
kemana terusannya ...
🔵🐲⃞⃟🅔ˣᵒzc❖𝕸𝖔𝖒𝖘Ꭿ ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
kayaknya seru nih ceritanya,,,dah aku favorit tapi belum sempat baca,,,,
Misnawati Pulungan
lanjut ya kak
cita puhaci
apa tdk dilanjutkan ? sayang Thor , teruskan ..
Indah Sasanti
kpn d lnjut lg thor
Nunuk Pati
Ayo thor ditunggu up lanjutannya...
cita puhaci
makasih mbak cerita barunya , ditunggu terusannya ...
cita puhaci
ditunggu ceritanya mbak Hida..3 jempol buat mbak
Liana Murni
lanjut Thor,,
Lili Suryani Yahya
double Up thorrr
zairakeni canel
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!