Yuno hanyalah seorang murid di sekolah SMA 1 Sura yang sering telat masuk sekolah, tiba tiba di suatu malam yuno meminum sebuah minuman bermerek PHI, ternyata minuman itu bukanlah Minuman PHI melainkan sebuah Project dari laboratorium yang di curi.
Setelah meminum cairan project itu Yuno merasa panas, pusing dan mual dan jatuh ke lantai tapi saat hampir kehilangan kesadaran Yuno mendengar suara yang aneh berbunyi "project NOX telah di aktifkan", Setelah itu Yuno pun dapat mengendalikan tubuhnya seperti komputer.
Apa pun yang Yuno lihat seperti membaca buku atau melihat gerakan seseorang, Yuno bisa mengcopy paste semuanya dan menjadikannya sebagai keahliannya.
Tak lama setelah itu Yuno bertemu dengan seorang pemuda dari masa lalu yang tertidur selama ribuan tahun, pemuda itu bernama Salim.
Karena orang pada zaman dulu itu memiliki kesaktian, apakah kesaktian Salim bisa di gunakan di abad ke 21 ini? Kalau benar bisa bagaimana kombinasi antara Project NOX dengan kesaktian kuno?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Showam Arhama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 29. Murid Pindahan
''huuuh... dasar Salim, diam diam minum pesanan ku,'' ujar Yuno.
Setelah Yuno mendapatkan lokasi yang di kirimkan Emillia, mereka langsung berpisah dan Yuno kembali ke kelas.
Ternyata di kelas masih sepi, lalu Yuno pun pergi keluar dan ternyata teman temannya sedang istirahat di pinggir lapangan.
''halo semua, gimana bersih bersihnya?'' Sapa Yuno.
''haah, padahal aku kira gak bakal kayak gini,'' ujar Dhani.
''makanya kerjakan pr mu walaupun sudah lewat UTS,'' ejek Yuno.
...
Karena hukuman membersihkan lapangan sekolah sudah selesai, mereka pun kembali ke kelas.
Setelah sampai di kelas ternyata di sana ada Salim yang tertidur di bangkunya. Yuno yang tadi gak jadi minum gara gara Salim, Yuno pun ingin mengerjainya.
''ada tali gak?'' Tanya Yuno.
''di meja ku ada,'' jawab Dhani.
Yuno menyeringai, dan berencana untuk mengikat sepatunya di kursi, ''tapi, Salim pasti akan tau kalau ada orang yang mendekatinya jadi, Nox! aktifkan Sistem mode senyap!'' ucap Yuno dalam hatinya.
...[''mengaktifkan Sistem mode senyap.'']...
ikat, ikat, ikat.
Sudah selesai, Yuno berhasil mengikat kaki Salim dengan kursinya, tinggal menunggu Salim bangun.
Setelah itu Yuno menonaktifkan sistem senyap dan duduk di bangkunya, Yuno secara tidak sengaja melihat buku yang di bawa Salim dari perpustakaan. Yuno pun mengambil buku itu karena penasaran dengan isinya.
Saat Yuno mengambil buku itu, Salim pun bangun, dan melihat Yuno membaca buku novel yang dia pinjam dari perpustakaan.
''jika kamu ingin membacanya, bacalah dengan mata mu sendiri, bukan dengan mata dari Nox,'' seru Salim.
''loh sudah bangun, memangnya kenapa?'' tanya Yuno.
''kamu akan mengerti apa yang ingin penulis ceritakan, jika kamu membacanya dengan mata kepalamu sendiri,'' jawab Salim.
Yuno pun mengikuti arahan Salim, dan saat Yuno mulai membaca, Yuno mengerti apa yang dimaksud oleh Salim.
jika Yuno memanfaatkan Sistem Nox maka Yuno akan langsung mengerti seluruh ceritanya, dan Yuno hanya akan merasakannya sekali saja.
Tapi kalau Yuno membacanya sendiri dari awal, Yuno merasa setiap cerita yang belum Yuno baca, membuat Yuno semakin tertarik pada kelanjutannya, dan itu berlangsung sampai akhir cerita.
''jadi begitu ya, yang membuat kita semakin tertarik membaca karena kita penasaran dengan kelanjutannya,'' ujar Yuno.
''itu benar, Hoaaah,'' luap Salim.
Salim ingin berdiri tapi rasanya ada yang aneh, seperti ada yang mengikat kakinya, Salim pun melihat ke bawah dan...
''lah! kenapa kakiku diikat?'' Heran Salim.
''itu hukuman mu, karena meminum pesanan ku,'' jawab Yuno.
''lah! salah kalian sendiri yang sibuk maen sosmed, ya aku minum saja lah-'' kata kata Salim terpotong karena pak Ali datang ke kelas, katanya ada 1 murid pindahan lagi dari kota Baly.
''apa?'' teriak sekelas.
''sebenarnya tadi, murid ini masih berada di ruang kepala sekolah, jadi pak guru tidak tau kalau ada murid pindahan lagi,'' ujar pak Ali.
Semua siswa mulai tenang dan duduk di bangku mereka, pak Ali pun menyuruh murid pindahan itu masuk, dan ternyata dia adalah perempuan.
''baiklah, perkenalkan dirimu,'' seru pak Ali.
''namaku Sheraz, aku murid pindahan dari Kota Baly, terimakasih,'' Sheraz mengatakan itu dengan wajah yang datar.
semua orang terdiam kecuali Yuno dan Salim yang sedang sibuk membuka ikatan tali di kaki Salim.
Sheraz yang memperkenalkan diri di depan pun di abaikan oleh mereka berdua, biarpun begitu, Sheraz tetap berwajah datar dan mencari tempat duduk.
Setelah mencari, Sheraz menemukan tempat duduk bersampingan dengan banku Yuno dan Salim. sebenarnya tempat duduk itu tadi, untuk Doni yang tidak berangkat, tapi karena ada murid pindahan lagi ya... begitulah.
Yuno baru sadar kalau murid pindahan itu adalah perempuan, Yuno pun mengajak berkenalan dan salaman.
''sok asik''
Yuno tertusuk dengan ucapan Sheraz, setelah itu Yuno pun langsung kembali duduk karena malu.
''Nox, bagaimana caranya agar aku bisa berbicara dengan murid pindahan itu?'' Tanya Yuno dalam hatinya.
...[''menunggu momen yang tepat'']...
''sepertinya dia susah diajak bicara,'' ujar Salim dalam telepati.
''kau benar, seperti kata Nox, harus menunggu momen yang tepat untuk dapat berbicara dengannya,'' saut Yuno dalam telepati.
setelah itu, Pak Ali pun mulai mengajar apa adanya karena buku pelajaran semester 2 belum datang.
''kita mengulang saja pelajaran yang dulu kita pelajari.''
...
14:10 WIB SMA 1 Sura.
*** sudah selesai dan waktunya pulang. Yuno dan Salim pulang bersama, dan saat sudah sampai di gerbang Yuno mendengar seperti suara tamparan dari arah kiri.
Yuno pun langsung berlari meninggalkan Salim dan memberi pesan lewat telepati, ''Salim, kamu duluan aja, aku ada urusan sebentar.''
''terserah.''
Yuno berlari ke sumber suara tadi, dan ternyata itu adalah Sheraz yang menampar murid dari sekolah lain. lalu murid itu mau membalasnya dengan tamparan tapi, Yuno dengan gesitnya langsung menangkap tangan murid dari sekolah lain itu.
...
10 menit yang lalu.
''benar benar membosankan,'' ujar Sheraz.
Sheraz yang baru saja selesai pelajaran sekolah pulang sendirian, sebelum keluar dari sekolah, Sheraz membeli minuman kotak untuk di minum di tengah jalan.
Saat Sheraz keluar dari gerbang, Sheraz melewati Jalan Wijaya dan saat di tengah tengah perjalanan tiba-tiba ada beberapa orang yang menghadang Sheraz.
Jika di lihat dari seragam mereka, mereka adalah murid dari SMA 5 Sura. Salah satu murid itu mengajak Sheraz untuk bermain, tapi Sheraz menolak untuk di ajak.
Murid itu pun menarik tangan Sheraz dan seketika Sheraz langsung menampar murid itu, murid dari SMA 5 itu tidak terima dan ingin membalas tamparannya, tapi tangan murid itu di tahan oleh Yuno.
''siapa kau?'' Tanya murid itu.
''aku... Yuno.''
''baiklah Yuno, lebih baik kau pergi sebelum aku berubah pikiran.''
''bukannya itu ucapan ku?, kalian sendiri kenapa mengganggu teman sekelas ku?'' ujar Yuno.
Murid SMA 5 itu pun marah dan memukul Yuno tapi, Yuno berhasil menghindarinya. setelah menghindar, Yuno langsung memukul ulu hati murid itu.
Sambil melakukan kuda kuda, tangan kiri siaga di pinggang, dan tangan kanan memukul.
burk
murid itu terpental 10 meter, Yuno pun terheran heran, kok bisa sejauh itu. dan ternyata yang Yuno lakukan ini adalah teknik dasar tinju yang Yuno pelajari sebelum pergi karya wisata.
''bos! kita mundur saja, dia terlalu kuat,'' ucap temannya.
''akhirnya pergi juga... Sheraz, kau baik baik saja?'' Tanya Yuno.
''i-iya, aku tidak apa apa,'' jawab Sheraz.
''syukurlah... oh iya ini, buku catatan ku saat semester kemarin, mungkin kamu akan membutuhkannya.''
Sheraz pun menerima buku catatannya dan ternyata, isinya sangat rapi, mudah di mengerti dan simple.
''terimakasih,'' ujar Sheraz.
''sama sama, aku pergi dulu ya, hati hati di jalan.''
Sheraz hanya melambaikan tangan dan berguman, ''dia dapat memukul sejauh itu dengan sekali pukulan?, mencurigakan.''
...
19:40 WIB rumah Yuno.
''ah iya aku hampir lupa, Salim, ayo kita pergi ke tempat kakaknya Emilia,'' ajak Yuno.
''benar juga, ayo!'' jawab Salim.
Yuno dan Salim pun datang ke studio kakaknya Emilia naik taksi.
Setelah sampai di Studio, mereka pun masuk ke dalam dan ternyata studio kakaknya Emilia cukup besar dan terdapat banyak penghargaan di lemari kaca.
Resepsionis pun menawarkan bantuan kepada Yuno dan Salim.
''kami mencari Studio kakaknya Emilia Lawrence apakah ada waktu?'' Tanya Yuno.
''kakaknya Emillia Lawrence?, ooh Rafi Lawrence, sebentar saya panggil dulu ya, silakan tunggu di sana,'' jawab Resepsionis.
Yuno dan Salim pun menunggu di lobi dan selang beberapa saat Emillia pun keluar dan memanggil mereka.
''wow Emillia, kau terlihat cantik,'' ujar Salim.
''ah, tidak tidak jangan berlebihan begitu, lagipula aku hanya memakai skin care biasa.''
''mau itu skin care, make up, filter, kau tetap cantik walau hanya segini,'' saut Salim.
''haah dasar buaya,'' ucap Yuno dalam hatinya.
Emillia pun tersipu dan langsung mengajak Yuno dan Salim ke ruangan kakaknya. untungnya Emillia berhasil menahan diri agar tidak salting.
''kakak, mereka sudah datang.''
''ah iya, silakan masuk, eh...'' terkejutnya kakak Emillia.
''kamu kan...'' Yuno dan kakak Emillia mengatakannya secara bersamaan.
bersambung...
...I I I I I I I I I I I I I I I...
...< NOX Eps 29. Murid Pindahan selesai >...
atau "berada di dalam kelas" ?
🔥🔥🔥