NovelToon NovelToon
Pernikahan Dalam Perjanjian

Pernikahan Dalam Perjanjian

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:704.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Imelda Agustine

Naya dan Brama terjebak dalam perjodohan, mau menikahi Naya hanya karena sebuah perjanjian.

Brama : "Aku tidak mengijinkanmu untuk menyukaiku, karena itulah aku menikahimu."

Naya : "Tapi aku sudah menyukaimu."

Brama : " Hapuslah!"

AKU TIDAK MUNGKIN MENYUKAI BOCAH SMA SEPERTIMU, SUNGGUH BUKAN TIPEKU. - Brama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Telah Dibohongi

Naya berjalan pelan untuk mengagetkan temannya dari belakang.

"Woy!" terikanya dibelakang telinga Rika.

Sontak Rika kaget, memegangi dadanya. "Sialan! Bikin aku jantungan." dengus Rika, menepuk bahu temannya itu.

Naya tertawa. "Ha ha, gitu aja ngambek." ledeknya, kemudian duduk dibangkunya sambil menopang dagu dengan mengulas senyum bahagia.

"Dih, kamu kenapa? Penyakitnya kumat lagi?" ledek Rika senyum sendiri.

Naya tersenyum. "Aku ada kabar bagus nih." ucapnya.

"Apa? Apa?" mendekatkan telinganya untuk Naya dapat berbisik padanya.

"Semalam, mas Bram cium aku." bisiknya.

"What??" Rika menganga sebelum dia meloncat kegirangan. "Serius?"

Naya mengangguk. "Serius." sahutnya, dan lagi-lagi Rika heboh sendiri.

"Gimana bisa? Apa kalian sudah saling menyatakan perasaan?" tanya Rika penasaran.

"Ah, bukan begitu. Semalam itu ya, mas Bram ngajakin aku lihat pemandangan di bukit yang indah banget." sahutnya menjelaskan dengan senang. "Terus tiba-tiba aja dia itu cium aku, ciumnya juga lama. Aaaa." teriaknya, kegirangan sendiri.

Rika juga gak kalah girangnya. "Terus! Terus! Apa sampai rumah kalian berkahir di.." memelankan suara. "Diatas ranjang?"

Naya menggelengkan kepala. "Ya enggaklah, gak sampai sejauh itu. Mas Bram malah langsung keluar dan bahkan aku belum ketemu sama dia setelah pulang dari bukit."

"Yah!" Rika kecewa karena fantasi liarnya pupus begitu saja. "Coba deh kamu beranikan diri buat nyatain perasaan kamu duluan! Apalagi kan sudah lampu ijo berjalan."

Naya berpikir. "Iya deh."

****

Naya kini sudah pulang, ia menunggu suaminya datang.

Ia melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan jam delapan malam. "Kok mas Bram belum pulang juga, ya?" gumamnya. "Biasanya dia selalu ngabarin aku lebih dulu kalo mau pulang malam."

Naya kemudian memilih duduk diruang tengah sambil menonton drama televisi kesukaannya.

Disisi lain Brama tengah berada didepan gedung sebuah Club malam yang terkenal.

Ia memasuki gedung itu bersama asistennya, Ilham.

"Kamu yakin dia berada disini?" tanya Brama pada Ilham yang berdiri disebelahnya.

"Benar Tuan." sahutnya menunduk.

Dan Brama melanjutkan lagi langkahnya memasuki sebuah Club yang membuatnya risih, aroma alkohol yang begitu menyengat membuatnya menyunggingkan bibir karena perasaan jijik.

Ia kemudian mengedarkan pandangannya dan terpaku pada satu arah, yaitu perempuan yang sangat dikenalnya sedang berada disana dengan taman-temannya.

"Selena." sapa Brama seraya memanggil.

Selena pun menoleh dan membelalak kaget. "Bram, ka... kamu ngapain disini?" tanyanya gugup.

"Seharusnya aku yang bertanya padamu, kamu ngapain disini? Bukankah kamu bilang ada jadwal pemotretan hari ini."

Karena sudah ketangkap basah berbohong, segera Selena duduk tersipu memeluk kaki Brama untuk memohon. "Maafkan aku Bram, aku sudah berbohong padamu. Aku hanya takut kamu akan melarangku."

"Argh! Kamu selalu begitu. Apa mungkin selama ini kamu juga sudah membohongiku?"

Selena menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak Bram, hanya kali ini. Aku bisa membuktikan kata-kataku."

"Aku tidak percaya padamu. Lepas!" memundurkan langkahnya dengan kesal, agar Selena melepas pelukannya.

Tentu hal itu tak luput dari perhatian orang-orang yang berada didalam sana, tapi mereka juga hanya bisa menontonnya saja karena merekapun tahu Brama itu siapa.

"Kita berpisah saja mulai hari ini." ucap Brama membuat Selena tak percaya.

"Tidak Bram, jangan! Aku mencintaimu, aku tidak ingin berpisah denganmu." mencoba ingin memeluk Brama dengan segala tangisannya, tapi pemuda itu menepisnya.

"Cih!" Brama hanya menyahut dengan sunggingan, lalu kemudian berbalik untuk pergi meninggalkannya.

Brama dan Ilham berjalan keluar untuk kembali pulang, tanpa memperdulikan Selena yang mengejar dan memanggil namanya berulang.

"Argh, Sialan!" umpat Selena kesal. "Aku tidak akan membuatmu lepas Bram! Tidak akan." teriaknya frustasi.

****

Brama sangat kesal dan kecewa sekali, bahkan rasanya ingin meledak-ledak. "Sialan! Beraninya dia membohongiku selama ini." geramnya.

Ilham jadi tersenyum senang. "Apa semua iklan dan fasilitas yang kita berikan kepada Nona Selana sebaiknya ditarik kembali saja, Tuan?" tanyanya.

"Ya. Lakukan saja semaumu! Aku sudah tidak peduli lagi padanya." sahut Brama masih mengeram.

Karena ini sudah malam, tentu ketika Brama sampai dirumahnya dan memasuki rumah.

Semua tampak sepi, tetapi ia disuguhkan pamandangan Naya yang tertidur lelap disofa sambil menonton televisi.

"Ck. Bocah ini." berdecak kemudian mematikan saluran televisi.

Brama menghela nafasnya, sebelum kemudian ia menunduk untuk mengangkat dan menggendong istrinya itu untuk tidur dikamar.

Belum ia mengangkat istrinya, ia malah lebih tertarik memandangi raut wajah istrinya yang sedang tertidur dan tampak begitu polosnya.

Saat ia memandangi bulu mata lentik gadis itu, ia membelalak kaget ketika secara tiba-tiba Naya membuka matanya dan langsung bersirobok dengan matanya sendiri.

"Astaga!" memegangi dadanya yang jantungan. "Kenapa kamu gak bilang-bilang sih kalo mau bangun?" dengus Brama kesal.

Naya beranjak duduk. "Bagaimana bisa orang tidur disuruh pamit dulu kalo dia mau bangun?"

Brama jadi malu dengan perkataannya sendiri. "Ah, pokonya jangan membuat orang kaget! Tidurlah dikamarmu!" ucapnya dingin.

Kemudian berbalik untuk pergi menuju kamarnya.

****

Kamsamida :*

1
Anisa Febriyanti
ko cuman sampe efisode 37 sih padahal ceritanya rame, :(
Siti Halimah
semangat
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel. upthor
Arikaa Ubaidiah
Lumayan
Khusnul Khotimah
Thor knp ceritanya ngambang gini , lnjut dong Thor gimana hubungan Naya dan Brama selanjutnya...moga mereka bisa hidup bersama bahagia selamanya... semangat terus ya thor
Purnita
seru thor aku makin meleleh neh lanjut kan thor 👍🏻😘
Siti Jubaedah
semangat....author.....
Wiwin Wiwin
👍👍👍
Rosari Nan
ini mn sih klnjtanya
Nur Halimah
tterusin cerita nya
Nur Halimah
lanjutkan lagi cerita nyA biar jelas
Selviah Selviah
mungkin aku suka nanti
zia kinara
ko ga da klanjutannya ya,,
arfan
up
Mishbah Ando Ibang
endingnya?.... tdk jelas
FUZEIN
Nah....tak jadi baca.....sakit jiwa raga..kalau syok baca...tapi menghilang...
Diana Mansiu
lanjutkn ya ceritanya
Sriamul Sbc
Lo kok....... lanjutannya mana?
Gilang Ayyash
2 tahun tk berlanjut.....sesaaaaattttt
Virginia Maniku
ngak azyik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!