NovelToon NovelToon
Kebahagiaan Untuk Papa

Kebahagiaan Untuk Papa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:570.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hasriani

Part 2, lanjutan dari Ta'aruf Pembawa Cinta. Disarankan untuk membaca part pertama terlebih dahulu.

Daffa pergi meninggalkan rumah dan melepaskan semua yang akan menjadi miliknya dan mulai membuka usahanya sendiri.

Lelaki bernama Daffa itu adalah seorang duda yang memiliki seorang putri kecil yang begitu cantik, Ia sangat menyayangi putrinya itu bahkan memberinya nama seperti nama mendiang istrinya, Zeline.

Daffa dibuat frustasi saat semua orang mendesaknya agar menikah lagi, hal yang sangat sulit lelaki itu pikirkan, bahkan dengan membayangkannya saja ia sama sekali tidak sanggup jika harus mencari pengganti dari istrinya, wanita yang sangat ia cintai itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Terlalu Memaksakan Diri

Siang harinya Zeline menelpon Daffa untuk di jemput di toko roti milik Zafina, walau sudah bertemu dengan Zafina pagi tadi tapi Zeline masih ingin menemuinya lagi, ia ingin menunjukkan foto Mamanya pada Zafina.

"Sudah kau telpon Papamu?" tanya Zafina yang menghampiri Zeline di meja pengunjung dengan membawa segelas susu cokelat dingin untuk gadis kecil yang sedang duduk di meja pengunjung sembari terus memperhatikan ponselnya yang menjadi candu barunya.

"Sudah Bibi" jawab Zeline menatap Zafina dan tersenyum begitu riang

"Tumben kau mau dijemput disini Zeline" kata Zafina duduk di kursi yang berhadapan dengan Zeline, setelah meletakkan susu cokelat untuk Zeline di meja depan mereka

"Iya Bibi, Zeline ingin menunjukkan foto Mama Zeline pada Bibi Zafina" Kata Zeline begitu bersemangat namun raut wajah Zafina seketika berubah

"Benarkah? Papa mu sudah memberitahumu?" tanya Zafina sedikit gugup

"Iya Bi, sebentar" jawab Zeline sembari membuka galeri ponselnya dan memilih foto Mamanya yang ia ambil pagi tadi, "Ini dia Bibi" kata Zeline menyodorkan ponselnya agar Zafina bisa melihatnya.

Dengan tangan yang gemetar Zafina mengambil ponsel itu dari tangan Zeline, ia tersenyum tipis pada Zeline sebelum melihat foto Mamanya Zeline. Mata Zafina langsung berkaca-kaca setelah melihat gambar wanita cantik nan menawan yang sedang tersenyum lepas

"Pada akhirnya anakmu bisa melihat wajahmu dan mengenal bagaimana Mamanya, jangan khawatirkan masalah disini, tenanglah disana...Adikku" batin Zafina segera menepiskan rasa sesak didadanya.

Selama ini ia menyimpan lukanya sendirian dan mencoba untuk menghibur dirinya dengan melihat Zeline, rahasia terbesarnya selama ini ia simpan dengan baik agar Daffa tidak curiga padanya, satu-satunya hal yang ia inginkan adalah dekat dengan anak dari adiknya dan menjaganya

"Bagaimana Bibi? Mamaku cantikkan?" tanya Zeline membuyarkan lamunan Zafina, dengan segera Zafina tersenyum lembut ke arah Zeline dan mengelus rambutnya

"Sangat cantik sayang, sangat mirip sepertimu" jawab Zafina dengan mata yang berkaca-kaca tidak tega melihat anak dari adiknya yang hanya bisa melihat Mamanya dari layar ponselnya tanpa bisa merasakan pelukan Mamanya bahkan sekali saja.

"Papa juga bilang seperti itu Bi" kata Zeline tersenyum ke arah ponselnya yang menampilkan wajah Mamanya, Zafina benar-benar tidak tahan melihat pemandangan itu.

"Zeline tunggu sebentar yah, Bibi lupa sedang memanggang roti didalam" Ucap Zafina dengan bibir yang bergetar menahan tangisnya, sebisa mungkin ia tidak menunjukkan perasaannya saat ini di depan Zeline

"Baiklah Bi" jawab Zeline menganggukkan kepalanya

"Arin, tolong temani Zeline" pinta Zafina lalu pergi dari sana, Arin yang melihat ekspresi wajah Zafina merasa khawatir dengan wanita itu

Arin berjalan menghampiri Zeline di meja pengunjung dan duduk disana, tapi perasaannya tidak tenang melihat Zafina yang sedang berada di dapur

"Kak Arin, aku senang sekali akhirnya aku bisa melihat wajah Mamaku" kata Zeline menunjukkan foto Mamanya, Arin tersenyum tipis melihat gambar tersebut

"Kakak turut senang mendengarnya Zeline, ohiya apa Papamu masih lama?" tanya Arin semakin gelisah

"Mungkin sebentar lagi kak" jawab Zeline setelah menlihat jam tangan yang melingkar di tangannya

"Apa tidak apa-apa jika ku tinggal sebentar? aku harus membantu Zafina memindahkan roti-roti yang sudah di panggang" kata Arin berbohong pada Zeline, ia benar-benar merasa tidak tenang sebelum melihat keadaan Zafina

"Tidak masalah kak Arin, jangan khawatirkan aku" kata Zeline menganggukkan kepalanya

"Kalau begitu aku masuk dulu" pamit Arin pada Zeline

Arin masuk ke dalam dapur dan mendapati Zafina sedang berdiri didekat jendela dengan wajah memerah menahan tangisnya

"Zafina, kau tidak apa-apa?" tanya Arin pada bos nya itu, Zafina terkejut dengan kehadiran Arin yang begitu tiba-tiba

"Kenapa meninggalkan Zeline sendiri" kata Zafina terkejut, Arin berjalan menghampiri Zafina

"Kau yang lebih butuh seseorang sekarang, apa kau tidak apa-apa?" tanya Arin yang tau pasti apa yang sedang di rasakan oleh Zafina

"Entahlah, dadaku begitu sakit karena sesak" jawab Zafina tersenyum tipis menatap Arin lalu memalingkan tatapannya, matanya terlihat berkaca-kaca

"Menangislah, jangan menahannya" kata Arin memegang pundak Zafina, seketika air mata Zafina keluar membasahi pipinya dengan cepat, tak mampu ia bendung lagi

"Aku sangat merindukan adikku Arin, aku benar-benar merasa bersalah padanya" kata Zafina dengan terisak, Arin segera memeluk Zafina dan menenangkannya dengan menepuk pelan punggungnya

"Semua sudah takdir Zafina" kata Arin mencoba menenangkan Zafina

"Kasihan sekali adik dan keponakanku, bahkan mereka tidak bisa bertemu satu sama lain" Zafina semakin terisak ketika mengingat bagaimana Zeline menatap foto Mamanya, matanya terlihat sedih, ia tau bagaimana anak itu merindukan Mamanya

"Tenangkan dirimu, sebentar lagi Daffa datang" kata Arin melepaskan pelukannya dari Zafina, wajah putih Zafina seketika menjadi merah karena menangis

"Biarkan aku sendiri dulu" pinta Zafina meminta waktu untuk sendiri

"Baiklah, jangan terlalu memaksakan diri" jawab Arin menepuk pelan pundak Zafina dan berlalu dari sana.

1
Patrish
tambah bingung.....
Patrish
saampai di sini masih tanda tanya besar antara.. perkawinan Daffa n Zellin yang di foto hanya berdua... kematian Zellin... sesuatu yang dibantu Zellin untuk hidup mamanya Adam
Patrish
aku juga bingun.. sampai baca ulang berkali kali... tapi ga mudeng juga
Nur fadillah
Makasih untuk karyanya Thor...sukses selalu ...🙏🙏
Nur fadillah
Sedih banget. .😥😥
Nur fadillah
Sedihnya...😥😥
Nur fadillah
Bahagianya....😃😍😍
Nur fadillah
Saudara yang baik...😃😍😍
Nur fadillah
Papa yang sayang banget sama Putrinya.. 😍😍
Nur fadillah
Sabar Maaas...😀😀
itanungcik
semangat 💪💪💪💪 daffa
itanungcik
semangat Daffa
Aini Siregar
bagus cerita nya👍
Indrijati Saptarita
cerita bagus.... terima kasih yaa....
lanjut dg karya yg bagus lagiii....
semangaaaattt....
Indrijati Saptarita
zeline blm bisa berfikir itu takdir... dlm alur cerita ini tak pernah disinggung religi... keagamaan...
sandygunawan
Novel Tamat.
MENGEJAR CINTA KAKAK KELAS dari Endergamer 1256
"Malam ini kamu pulang ke rumah.
Rumah kita.
Udah terlalu lama kamu berkeliaran di luar.
Aku harus jaga calon istriku biar gak ditidurin orang lain.
Besok..kita pulang ke Indonesia.
Langsung kawin.
Sedikit aja kamu mau kabur...aku gak akan segan-segan ngeluarin video kita." kembali Michael mengancam.

Numpang iklan dan terima kasih kakak author 😘
Ati Tusmiati
makasih Thor ceritanya sangat menarik
Titin Maysaroh
bikin baper, auto mewek 😢😢
Nafisatun Najah
kok aku jadi sedih yahh sama daffa, pas di cerita yang taaruf pembawa cinta juga ikutan sedih.
Nafisatun Najah
aku jadi terharu sama kata2nya daffa mau jadi orang tua yang bertanggung jawab itu juga bagus biar ngga bergantung terus sama orang tuanya, yang ayahnya mendukung daffa tapi ibunya ngga mau, suka memaksa anak itu juga jadi korbanya anak ngga mungkin anak lain, tapi jadi sedih, karena aku mengalami kehidupan seperti daffa😭😭😭😭😭😭😭😭😭 nyesek banget rasanya😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!