Eryna, gadis cantik yang tiba tiba saja di culik dan di paksa menikah dengan seorang pria yang ia tidak kenal sama sekali.
Menjalani pernikahan dengan pria yang kejam, membuat hari hari Eryna menjadi hancur..
Mampukah Eryna bertahan dengan pernikahan ini..?
Atau mampukah Eryna mengubah sosok pria yang kejam ini menjadi pria yang baik,?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Setelah Eryna melangkah menjauh tiba tiba saja, seseorang duduk tepat di samping Ella.. Ella yang merasa ada seseorang yang duduk di samping nya, langsung membuat Ella menoleh.
"Mak lampir." Sahut Ella.
"Hay adik ipar.." Sapa Vi,.
"Mak lampir, apa yang kau lakukan di sini...?" Tanya Ella
"Ayolah adik ipar, aku di sini hanya ingin menemanimu saja.." Jawab nya
"Tidak usah sok perhatian.. Aku tidak butuh,. Aku sudah memiliki kak Eryna yang akan selalu menemaniku.. Dan satu lagi, jangan coba coba mendekati kak Will, karna kak Will sudah memiliki istri."
"Hahahah istri, tidak mungkin. Karna hanya aku satu satu nya wanita yang akan menjadi istrinya Will."
"Sebelum ngomong ngaca dulu dong." Ucap Ella, lalu berdiri dari duduk nya..
"Hey mau kemana...??" Tanya Vi sambil menarik lengan Ella..
"Auuuhhhh." Rigis Ella, karna kuku jari Vi, mencakar lengan Ella sampai mengeluarkan darah..
"Upsss, maaf adik ipar, aku tidak sengaja."
Plakkkkkkkk.. Ella menampar pipi Vi dengan sangat kencang nya.. "Dasar mak lampir gila." Sahut Ella..
"Kau...." Plakkkkkkk.. Vi juga tidak mau kala, ia menampar pipi Ella, namun tangan nya tidak berhasil menyentuh pipi Ella karna tertahan oleh tangan Eryna..
"Apa yang kau lakukan...?" Tanya Vi..
"Kak Eryna." Sahut Ella.
"Jangan coba coba melukai adik ku.. Jika kau berani menyentuhnya lagi. Maka kau akan berhadapan denganku." Ucap Eryna lalu mendorong dengan kasar tubuh Vi sehingga Vi terjatuh dan membuat lututnya berdarah..
"Awas saja kalian berdua, akan kulaporkan kejadian ini ke Will." Ancam Vi.
"Silahkan, aku tidak takut. Lagian Will pasti akan membela ku, secara aku adik nya, dan kau hanya mak lampir yang tiada guna., Weeeeeee."
"Sudah lah El, lebih baik kita pulang."
"Baiklah kak.."
••••••••••••••••
Setelah kejadian tadi, Vi menelpon Will agar segerah ke taman untuk menjemputnya, saat Will telah tiba.. Vi langsung memulai akting nya dengan sangat baik..
"Hiksss,hikkkkssss,." Tangis Vi.
"Vi, ada apa..? Kenapa kau menangis,..?"
"Will, sudah ku bilang kan adik mu tidak menyukai ku.. Dan dia kompang dengan pembantu mu itu agar melukai ku., Hikssss,hikkkkksssss."
"Maksud mu Ella dan Eryna..?"
"Ia siapa lagi. Lihat lah luka ku ini.. Pembantumu itu mendorong ku, dan adik mu menampar pipi ku ini sayang.. Hikssss, hikkkkks, aku tidak terima di perlakukan seperti ini."
"Sudah, diam lah.. Nanti mereka berdua akan mendapat hukuman dariku.." Ucap Will sambil memeluk tubuh Vi..
"Benarkah itu..?"
"Ia, aku akan menghukum mereka berdua.."
"Makasih sayang.." Ucap Vi sambil tersenyum devil.
"Hhhmm.."
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Saat ini Ella, Eryna dan Irfan sedang berada di taman belakang, sedang berbincang bincang tentang masa kecil mereka masing masing.. Ketiga sibuk bercerita, sampai mereka tertawa terbahak bahak, karna mendengar cerita masing masing, tentang masa kecil mereka.. Tapi tiba tiba tawa mereka terhenti kala suara bariton teriak memanggil mereka
"Ella, Eryna, Irfan. Apa yang kalian lakukan.." Teriak nya dengan keras..
"Tuan." Sapa Irfan, dan Eryna..
"Kak Will."
Wilk berjalan menuju mereka, dengan raut wajah yang sangat sulit di tebak..
"Kaka Eryna, kak Irfan, sepertinya kita akan mendapat hukuman." Bisik Ella.
"Aku harap kalian bisa melewati hukuman ini." Bisiknya kembali..
"Irfan," Panggil Will.
"Iya tuan."
"Kembali ke tempatmu. Aku tidak suka melihat mu berada di taman ini."
"Baik tuan." Ucap Irfan, lalu berjalan menjauh dari taman..
"Dan kau...., Plakkkkkkk." Will menampar pipi Eryna.. "Jangan berani berani menyentuh sesentih pun kulit Vi."
"Kaka.... Apa yang kau lakukan..." Teriak Ella.
"Dan kau El, sekarang masuk ke kamar mu.."
"Tapi kak.."
"El, kaka bilang sekarang masuk ke kamar mu." Bentak Will kembali..
"Masuklah." Lirih Eryna, melihat ke arah Ella..
Ella yang mendengar ucapan Eryna, langsung menurut dan meninggalkan Eryna dan Will, namum sebelum pergi Ella mendekati Will.. "Kak, jangan sakiti Eryna, ku mohon."