NovelToon NovelToon
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur!

Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Anak Yatim Piatu
Popularitas:83k
Nilai: 5
Nama Author: Khardha love

Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.

Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.

Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.

Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.

Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.


Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?

Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?

Atau mungkin akan saling membenci?


Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!

Happy reading guys!

Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.

Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#28 "Rencana Al"

Happy reading guys!

Al langsung menggeser tombol warna hijau yang ada di layar handphonenya ketika melihat nama yang tertera di sana.

"Assalamualaikum Pah." Ucapnya terlebih dahulu sambil melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi dari balik teleponnya." Al gimana kondisi istrimu?" Tanyanya sambil duduk di sofa.

"Alhamdulillah dia udah agak mendingan Pah, cuma dia harus istirahat total dulu untuk sementara waktu, itu yang dianjurkan oleh dokter." Jawab Al sembari menatap layar laptop yang baru dibukanya.

"Ohh." Tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi menganggukkan kepalanya." Al perusahaan kita yang ada di Korea mengalami masalah serius, apa kamu bisa mewakili papah untuk menanganinya secara langsung?" Tanyanya lagi menyampaikan maksud dan tujuannya sebenarnya.

"Kenapa harus aku yang menanganinya Pah? Biasanya kan Papah atau Mamah yang menghandle semuanya?" Al merasa heran dengan keinginan orangtuanya yang tidak biasanya melibatkannya itu.

"Mamahmu terkena stroke ringan Al, separuh badannya mati rasa. Sekarang dia dirawat di rumah sakit keluarga kita secara intensif." Jawab tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi menjelaskan.

"Apaaaa?! Al sangat terkejut mendengarnya.

Dia terlonjak kaget mengetahui kondisi wanita yang telah mengandung dan melahirkannya itu, padahal baru tiga hari yang lalu mereka berdua bertatap muka secara langsung dan bercengkrama bersama. Nyonya besar Mahfuza saat itu masih terlihat segar bugar dan tidak tampak menderita penyakit yang serius.

Kenapa Mamah bisa terkena stroke? Apa yang terjadi sebenarnya?" Aku akan memastikan semuanya terlebih dulu baru bisa memutuskan untuk pergi ke Korea atau gak." Batinnya sambil terus menatap ke arah laptopnya untuk memantau perkembangan bursa saham di perusahaannya.

"Aku mau memastikan kondisi istriku sama Mamah dulu Pah, baru aku bisa memutuskan untuk pergi atau gak ke luar negeri." Ujarnya akhirnya sambil tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.

"Baiklah Al terserah kamu aja, papah gak mau kamu merasa terbebani." Tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi memutuskan panggilan suaranya.

-

Al beranjak dari duduknya setelah menyimpan file-file nya lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar pribadinya untuk menghampiri istrinya yang masih setia memejamkan matanya.

"Sayang." Sebutnya sambil membelai wajah cantik istrinya.

Arti membuka matanya perlahan karena merasa terganggu dalam tidurnya, lalu mengerjabkan indera penglihatannya itu. Pandangannya langsung bertemu dengan manik hitam milik Al yang hanya berjarak beberapa centi darinya.

"Aku mau ke rumah sakit nengokin Mamah, kamu mau ikut?" Tanya Al dengan nada sangat lembut.

"Kenapa harus ke rumah sakit, kalau hanya ingin nengokin Mamah?" Bukannya menjawab pertanyaan suaminya Arti justru balik bertanya.

"Mamah terkena stroke Sayang." Jujur Al sembari menatap sendu kearah istrinya yang selalu meninggikan intonasi suaranya apabila berbicara dengannya semenjak amnesia.

"Ohh." Arti membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O." Aku akan ikut denganmu." Putusnya akhirnya sambil beranjak dari tempat tidurnya.

Al menganggukkan kepalanya lalu mengikuti langkah istrinya menuju kamar mandi.

"Kenapa kamu mengikutiku?" Arti menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya sembari menatap tajam ke arah Al.

"Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik aja Sayang." Jawab Al seraya mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.

"Aku cuma mau pipis, jadi gak usah terlalu overprotektif." Tegas Arti dengan menekankan kata-katanya.

"Ok, kalau begitu aku tunggu di bawah ya." Al langsung mengecup bibir istrinya sekilas." Jangan suka marah-marah Sayang nanti cepat tua loh." Godanya sambil mengedipkan sebelah matanya.

Dia langsung berlari menuju pintu keluar ketika melihat tangan istrinya yang mengepal kuat dan mendengar suara gemertak giginya.

"Tuan Muda Adriansyah Alrizzi!" Teriak Arti hingga menggema di seluruh ruangan kamar mewah tersebut.

Al terkekeh geli di balik pintu membayangkan kemarahan wanita yang sangat dicintainya itu, karena Arti semakin terlihat cantik dan menggemaskan baginya bila dalam keadaan marah seperti itu. Sebab itulah dia senang sekali menggodanya kapanpun dan di manapun juga.

-

Setelah selesai buang air kecil Arti melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi lalu berjalan menuruni anak tangga satu persatu. Dia segera menghampiri Al yang tengah sibuk menghubungi seseorang untuk menyiapkan keberangkatannya ke luar negeri menggunakan jet pribadinya setelah membereskan semua urusannya di sini.

"Kamu mau pergi kemana?" Tanya Arti sambil menyentuh lengan suaminya.

Al membalikkan badannya lalu menatap wajah cantik istrinya yang berdiri di hadapannya.

"Aku harus ke luar negeri untuk membereskan masalah perusahaan yang ada di sana." Jujurnya sambil menunggu reaksi istrinya.

"Apakah kamu akan pergi dalam waktu yang lama?" Arti kembali bertanya sembari menatap sendu kearah suaminya.

"Aku belum bisa memastikannya Sayang." Al berkata dengan nada sangat lembut.

Arti merasa sangat sedih mendengar jawaban dari suaminya, dia tiba-tiba teringat ketika Al dulu pernah meninggalkannya pergi dalam waktu yang lama. Biduanita itu memegangi kepalanya yang terasa berdenyut-denyut sakit karena bayangan kilasan memori tentang masa lalunya bermunculan di depan matanya silih berganti, tumpang tindih bagaikan kaset rusak yang tidak jelas gambarnya hingga membuatnya terhuyung ke belakang. Al dengan sigap menopang tubuh istrinya lalu menuntunnya duduk di sofa panjang yang ada di ruang tengah itu.

"Kamu kenapa Sayang?" Tanyanya sembari menatap istrinya yang tampak tidak baik-baik saja.

"Hubby." Lirih Arti sebelum kehilangan kesadarannya.

Al sangat terkejut mendengarnya, dia langsung menghubungi dokter spesialis syaraf yang menangani kondisi Arti selama ini.

"Assalamualaikum Dokter, istriku tiba-tiba pingsan setelah menyebut nama panggilan kesayangannya untukku. Apakah ini berarti bahwa dia bisa mengingatku lagi?" Tanya Al sambil mengusap kepala istrinya.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kemungkinan besar iya. Namun alangkah baiknya jika Anda membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, supaya kita bisa memastikan kondisinya secara keseluruhan." Jawab Dokter spesialis syaraf itu menyarankan.

"Baik Dokter, saya akan segera membawanya kesana." Al langsung memutuskan panggilan suaranya.

-

"Pak Tejo kita ke rumah sakit sekarang!" Perintahnya sambil menggendong tubuh mungil wanita yang sangat dicintainya itu.

"Baik Tuan Muda." Pak Tejo menganggukkan kepalanya lalu membukakan pintu mobil untuk majikannya itu.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit keluarganya. Al tersenyum-senyum sendiri sembari terus menatap wajah cantik istrinya yang ada dalam pangkuannya, karena sangat bahagia membayangkan bahwa wanita yang sangat dicintainya itu akhirnya bisa mengingatnya kembali. Sebab sedari tadi dia berencana untuk mengajak kekasih halalnya itu ikut dengannya ke luar negeri mengurus usaha kedua orangtuanya yang bermasalah di sana, sekaligus honeymoon untuk membantunya mengingat kembali semua tentangnya.

-

Sesampainya di rumah sakit keluarga Alrizzi. Arti langsung di periksa secara intensif oleh dokter spesialis syaraf dan tim medis lainnya, setelah selesai melakukan pemeriksaan secara keseluruhan biduanita itu di pindahkan ke ruang rawat VVIP yang di khususkan untuk keluarga Alrizzi. Kebetulan ruangan itu bersebelahan dengan ruang rawat mamahnya, jadi Al bisa bebas menjaga dan menemui kedua wanita yang sangat dicintainya itu. Setelah menitipkan Arti yang masih setia menutup matanya kepada para perawat dan anak buahnya yang berjaga di depan pintu, Al masuk ke dalam ruangan mamahnya.

"Assalamualaikum Pah, Mah." Ucapnya lalu mencium punggung tangan kedua orangtuanya itu.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi mewakili istrinya.

"Arti gak ikut serta sama kamu?" Tanya nyonya besar Mahfuza sembari menatap wajah tampan anak laki-lakinya itu.

"Dia lagi istirahat di kamar sebelah Mah." Jawab Al seraya mengulas senyumnya.

"Apa dia sakit lagi? Tapi kenapa wajahmu tampak berseri-seri?" Tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi mengangkat satu alisnya menatap ke arah anak semata wayangnya itu.

"Kemungkinan besar dia bisa mengingat semua tentang aku Pah, itulah yang membuatku sangat bahagia. Aku juga akan mengajaknya menemaniku tinggal di Korea untuk mengurus perusahaan kita yang ada di sana, karena aku gak mau meninggalkannya pergi dalam waktu yang lama." Ujar Al dengan menekankan kata-katanya.

"Baguslah kalau begitu, kalian berdua bisa sekalian honeymoon kembali di sana." Tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi merangkul bahu anak laki-lakinya itu.

"Gimana keadaan Mamah udah mendingan kan?" Al mengusap punggung tangan wanita yang telah mengandung dan melahirkannya itu.

"Iya." Nyonya besar Mahfuza menganggukkan kepalanya lalu berkata." Apalagi kalau kamu dan Arti bisa secepatnya memberikan kabar gembira tentang kehamilannya, mamah pasti akan segera sembuh." Ujarnya seraya tersenyum penuh makna.

"Doain aja ya Mah, Pah. Sepulang dari luar negeri kami bisa memberikan kabar baik itu secepatnya." Al berkata sembari menatap ke arah kedua orangtuanya secara bergantian.

"Tentu, kami pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kehidupan rumah tangga kalian berdua." Ujar Tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi mewakili istrinya.

-

Sementara itu di dalam ruangan VVIP yang di tempati oleh Arti. Biduanita itu mulai membuka matanya perlahan lalu mengerjabkan indera penglihatannya itu.

"Hubby." Lirihnya sambil mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.

Perawat yang ada di sana langsung bergegas menghampirinya lalu bertanya.

"Syukurlah Nyonya Muda sudah bangun, apa ada yang bisa saya bantu? Atau ada keluhan yang Anda rasakan?" Tanyanya dengan sangat ramah.

"Mana Tuan Muda Adriansyah Alrizzi?" Bukannya menjawab pertanyaan Arti justru balik bertanya kepada perawat wanita paruh baya itu.

"Sebentar saya panggilkan." Pamitnya sembari beranjak dari tempatnya.

Perawat itu melangkahkan kakinya menuju ke ruang rawat nyonya besar Mahfuza lalu mengetuk pintunya.

"Assalamualaikum, permisi Tuan Muda, istri Anda sudah bangun." Ujarnya menyampaikan.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Al mewakili kedua orangtuanya." Ok, terima kasih ya." Ucap Al seraya mengulas senyumnya.

Dia langsung berpamitan dengan kedua orang tuanya untuk menemui kekasih halalnya itu.

"Aku mau menemui istriku dulu ya Mah, Pah." Pamitnya sembari menatap ke arah kedua orangtuanya secara bergantian.

"Iya." Singkat nyonya besar Mahfuza dan tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi.

Keduanya menatap punggung anak semata wayangnya itu hingga menghilang dari balik pintu.

-

Al bergegas menuju kamar VVIP tempat istrinya dirawat, dia langsung menghampiri ranjang pasien wanita yang sangat dicintainya itu lalu memeluk tubuh kekasih halalnya itu dengan eratnya.

"Sayang." Sebutnya sambil menciumi puncak kepala istrinya."Makasih ya karena kamu sudah mengingatku lagi." Ucapnya lalu menangkup wajah cantik wanita yang sangat dicintainya itu.

"Kenapa kamu bicara seperti itu Hubby? Emangnya apa yang sudah terjadi? Hingga membuat aku melupakanmu?" Cecar Arti tanpa jeda sembari menatap wajah tampan suaminya dengan mengerutkan keningnya.

Deg...Jantung Al seakan berhenti berdetak, dia lupa bahwa istrinya mengalami amnesia dan tidak boleh mengingat kembali kejadian yang membuatnya trauma.

...☘️☘️☘️☘️☘️...

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

Apa jawaban Al untuk mengalihkan perhatian istrinya?

Tunggu kelanjutannya di episode berikutnya ya.

Bersambung...

Hai teman-teman semuanya maaf ya aku menghilang dalam beberapa minggu ini, karena dunia nyata ku yang tidak bisa ku abaikan begitu saja.

Semoga kalian selalu setia dan sabar menanti update terbaru dari novel ku ini.

Jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.

Salam sayang selalu dariku Khardha Love.

See you next time!

1
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 😍
Aerik_chan
Kapan up lagi??
KHARDHA LOVE: Kirain gak ada lagi yang komen dan like novel ku😁, makanya aku malas update.
total 1 replies
Susi Ana
ayo live lanjut,toh masih gentayangan gkgkgk
Elisabeth Ratna Susanti
tuntaskan like yang tertinggal 😍
Susi Ana
kenapa nggak lanjut
Susi Ana
semangat love, jangan nyerah
Susi Ana
semangat love
Neti Jalia
semangat🤗🙏
Nofi Kahza
hayoo..mau ngapain itu si Al..
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
Nofi Kahza
Hai kak Kharda..aku mulai nyicil nyimak lagi nih..🥰
maaf ya baru mampir..🙏
Susi Ana
semangat love,biar naik level jadi gold
Susi Ana: kadang mikir level,jadi buang2 waktu ya love.nggak dapet apa2 meski dikontrak.
total 2 replies
Ana Yulia
semangat thor 💪❤️
Ananda Andin Angraini
Bener2 sadis tuh penculik, setidaknya lakbannya buka kek kasihan kan Arti... 😤 Curiga si Lee Oppa baik beneran sama Arti atau karena ada maunya... 🤔 Jangan sampai deh ada sesuatu... ☺️

Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤

Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Ananda Andin Angraini
Untungnya Al ngasih password-nya yang sering d ucapkan Arti... 🤗 Pintar kamu Arti alasan ingin k kamar mandi, semoga ada celah buat kabur... 😉

Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Ananda Andin Angraini
Ya ampun, siapa lagi itu yang menculik Arti... 😨 kasihan Tuan Al... 😢 Bener tuh apa kata Rano.

Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...

Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢
Ana Yulia
kenapa gak di paksa aja Al, udah istri sah kan?
Wong Ngapak
lanjot
KHARDHA LOVE
Aku nulis tergantung mood sekarang, jadi gak tentu kapan bisa updatenya 😁😉
Susi Ana: masih exis disini ya love
total 1 replies
Ana Yulia
Hadir lagi thor, semangat 🔥 lanjut terus 💪
Ana Yulia
Mantap, suami idaman banget. sabar dan setia hingga setahun menunggu arti ❤️😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!