[SUDAH TERBIT]
Ingin beli, chat me atau DM di @diagaa11
Dengan sengaja aku menggantikan kakakku di hari pernikahan kakakku. Namun pada akhirnya aku kehilangan pria yang kucintai, inikah karma?
***
Zora: Aku ini istrimu apa peliharaan yang selalu di kurung?
Gavin: Sekali kau menjadi milikku, jangan berharap orang lain bisa menyentuhmu
Cek lanjutannya...
Note: Part tidak lengkap karena untuk kepentingan penerbitan.
#My Third Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kangen
Rose mengusap air matanya dan berlagak seolah baik-baik saja.
"Aku tidak papa, tadi mataku hanya kemasukan debu saja," elak Rose
"Yakin?" tanya Mike
"Hmm..." jawab Rose
Alex, bagaimana kabarmu sekarang? Apa kau sudah bahagia setelah meninggalkanku? - Batin Rose
"Rose..." panggil Mike
"Ya?" tanya Rose
Mike menaruh gitarnya dan memegang kedua tangan Rose dengan lembut.
"Rose... Dari awal aku bertemu denganmu aku sudah memiliki perasaan padamu. Dan sekarang aku bersyukur takdir memberiku kesempatan untuk lebih dekat denganmu. Tuhan sudah melakukan tugasnya, kini bagian ku untuk berusaha!" jelas Mike
"Hah?" bingung Rose
"Maukah kau lebih mengenalku? Berikan aku kesempatan untuk membahagiakanmu dan membuatmu jatuh cinta padaku!" pinta Mike
"Mike...." ujar Rose yang kebingungan
"Aku mohon, aku tidak minta kau harus mencintaiku. Cukup beri aku kesempatan untuk membuatmu jatuh cinta pada ku, dan untuk hasilnya biar ku serahkan saja pada Tuhan," jelas Mike
Rose terdiam sejenak, pernah di tinggalkan oleh pria yang sangat dicintainya membuat Rose sedikit trauma untuk kembali membuka hati.
Namun selama ini, saat Rose bersama Mike ataupun dekat-dekat dengan Mike ia akan merasa berdebar. Detak jantungnya berpacu tak beraturan, seolah dirinya menghadapi sebuah situasi yang menegangkan. Hal itu juga menjadi alasan kenapa Rose selalu bersikap cuek pada Mike.
Apa kau mencintaiku? Apa kau akan menyakitiku? Apa kau akan meninggalkan ku seperti Alex di masa lalu? Jujur aku ingin menjawab iya, tapi aku takut untuk terluka lagi Mike - Batin Rose
"Tak apa jika kau tidak menjawabnya sekarang, aku bukan pria pemaksa. Namun jika kau memberiku kesempatan, aku akan berusaha membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia di muka bumi ini," ujar Mike
"Tunggu..." sela Rose
"Ya Rose?" tanya Mike
"Apa kau akan meninggalkanku nantinya?" tanya Rose
"Apa? Tentu tidak, apapun yang terjadi aku akan selalu bersama mu bahkan ketika seluruh dunia tidak berpihak padamu," jawab Mike
"Apa kau akan menyakitiku?" tanya Rose
"Tidak akan, aku bahkan rela memukul diriku sendiri jika aku berani menyakitimu," ujar Mike
"Apa kau bisa berjanji satu hal padaku?" tanya Rose
"Apapun untukmu Rose," jawab Mike
"Berjanjilah, jika kau menjadi teman, sahabat, pacar, tunangan, suami ataupun ayah dari anak-anakku jangan pernah berjanji terlalu banyak!" pinta Rose
Permintaan yang sederhana namun cukup sulit untuk seorang pria sepertiku - Batin Mike
"Baiklah, aku tidak akan banyak berjanji. Tapi aku akan membuktikan semuanya," ujar Mike
"Baiklah, aku memberimu kesempatan," jawab Rose
"Benarkah?" tanya Mike tak percaya
"Hmm...." jawab Rose
Mike memeluk erat Rose seketika saat mendengar jawaban yang dia inginkan dari mulut Rose.
"Terima kasih telah memberiku kesempatan," bisik Mike
"Jangan hancurkan hatiku untuk kedua kalinya," bisik Rose
Ucapan Rose membuat Mike tertegun, ia tidak menyangka bahwa Rose pernah merasakan patah hati. Mike menyudahi pelukannya dan memandang Rose dengan penuh cinta.
"Tidak akan pernah," jawab Mike
Mendengar jawaban Mike, Rose menatap Mike sambil tersenyum manis. Hal itu membuat Mike salah tingkah dan....
Cup...
Karena salah tingkah, Mike tidak sengaja mencium pipi Rose.
"Oh maaf... Uhm itu... Anu tadi..." bingung Mike
Cup....
Rose mengecup sekilas bibir Mike, Mike terkejut setengah mati saat Rose lebih dulu mencium bibirnya. Sedangkan Rose wajahnya sudah semerah tomat.
"Akuu...." gugup Rose
Cup...
Mike mengangkat dagu Rose agar wajah mereka bertatapan dan Mike menciumnya. Tak dapat penolakan, Mike menarik tengkuk Rose dan memperdalam ciuman mereka. Tak lupa mereka saling memainkan lidah dan menjelajahi setiap inci mulut masing-masing. Mulai kehabisan nafas, mereka melepaskan ciumannya.
Walau sudah tidak berciuman, dahi Rose dan Mike saling menempel hingga mereka bisa merasakan hembusan nafas masing-masing. Mereka mengatur nafasnya yang berantakan. Jika di Asia mungkin hanya beberapa negara yang biasa melakukan itu, tapi ini Eropa jadi untuk berciuman ya wajar. Jangankan berciuman, bahkan bercinta sebelum menikah itu juga hal yang sangat biasa.
*****
Di Hotel
"Kamu untuk sementara di sini dulu ya Ra, soalnya kemungkinan Mike akan menginap di rumah kami," jawab Bryant
"Baiklah," jawab Zora
Bryant secepatnya pergi agar tak ada yang curiga, sementara Zora entah mengapa merasa sudah ingin bertemu dengan Radit lagi. Untungnya tadi mereka sempat bertukar nomor.
Zora
Dit... Apa kau ada waktu?
Radit
Ada Ra, kenapa?
Zora
Entahlah, aku ingin bertemu denganmu
Radit
Ada apa? Apa ada sesuatu yang mendesak?
Zora
Tidak, entah mengapa aku ingin bertemu denganmu
Radit
Oh begitu, mungkin bayimu kangen denganku wkwkwkw.... Kau dimana, aku akan datang
Zora
•Share Loc
Aku di kamar nomor 220. Kalau bisa bawakan aku beberapa makanan dari luar ya
Radit
Baiklah aku ke sana!
Setelah 15 menit menunggu, Radit pun akhirnya datang dan menemui Zora.
"Hai Zora, kau... Tinggal di sini?" tanya Radit heran
"Tidak, tapi sementara di sini karena ada beberapa masalah di tempat tinggalku sebelumnya," jawab Zora
"Oh begitu, lihat aku membawakan mu Fish&Chips dan ada juga Eton Mess oh ya Muffin cokelat juga," ujar Radit
"Oh terima kasih, akhir-akhir ini aku sering merasa gampang lapar," ujar Zora
"Bawaan bayi mungkin," jawab Radit
"Entahlah, tapi.... Radit, apa aku bisa meminta satu lagi bantuan untukmu?" tanya Zora ragu
"Ya Zora, apa lagi?" tanya Radit
"Bisakah kau menelfon Gavin?" tanya Zora
"Apa? Menelfon Gavin? Bukankah kau ingin menghindarinya?" kaget Radit
"Aku memang menghindarinya, tapi aku rindu dengan suaranya. Bisakah? Nanti kau cukup telfon dan basa-basi tanya apa gitu, trus keraskan suaranya!" pinta Zora
"Tapi..." bimbang Radit
"Ya... Kumohon!" pinta Zora dengan puppy eyes
"Haih, baiklah!" jawab Radit terpaksa
Radit menekan nama Gavin di ponselnya dan mulai terdengar suara Gavin dari ponsel Radit.
"Halo... Ada apa?"
"Ha halo... Aku cuma mau ngobrol sama kamu,"
"Itu doang?"
"Ya ampun, kita kan temen. Masa nggak bisa ngobrol-ngobrol santai gitu?"
"Ya ya... Aku juga sedang stress dengan pekerjaanku, sepertinya aku bisa lebih rileks saat berbicara denganmu,"
"Bagaimana kabarmu?"
"Ya seperti itu, baru kemarin sembuh dari demam,"
"Jika kemarin baru sembuh kenapa sudah bekerja?"
"Jika aku diam saja, siapa yang akan mengerjakan pekerjaanku?"
"Ya kan ada asisten dan sekretaris mu!"
"Mereka semua payah, tak ada yang kerjanya se sempurna aku. Lagipula kalau mereka membawa virus atau bakteri yang membahayakan hidupku bagaimana?"
Zora tertawa kecil mendengar perkataan Gavin, dan juga karena mysophobia Gavin yang belum sembuh. Zora mengetik di ponselnya dan menunjukannya pada Radit.
Ajak dia Video call, aku ingin lihat wajahnya!
"Apa kau gila?" tanya Radit yang kesal
"Enak saja, aku masih waras!"
"Bukan kau!"
Zora kembali mengetik dengan tawa kecilnya yang mendengar percakapan Radit dan Gavin.
Pliss... Aku ingin lihat wajahnya! :(
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Happy reading:)
Rasain tuh Vin,saat kamu di tinggal baru kamu tau arti kehilangan dan penyesalan..😡😡