Novel ini bercerita tentang Direktur tampan yang ditinggal mati oleh sang istri, Sang istri pergi untuk selamanya, Meninggalkan satu anak yang masih berusia 1 tahun lebih.
Sebelum meninggal sang istri memberikan amanah pada suaminya, Untuk menikahi Baby sister anaknya.
Sebenarnya sang Baby sister juga sudah mempunyai kekasih, Namun karena sebuah amanah akhirnya sang baby sitter terpaksa menikahi suami majikannya.
Ntah akan seperti apa kehidupan mereka kedepannya, Penasaran ikutin yuk ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28.Kenapa harus pindah?
Bukannya berganti pakaian Wisnu malah ikut memejamkan matanya, Ntah apa yang akan dilakukan oleh Diana saat Diana pada Wisnu saat dirinya bangun nanti?
Diana merasakan tubuhnya terkunci dan sulit bergerak, Pelan-pelan Diana membuka matanya dan ternyata tangan kekar Wisnu mengunci tubuhnya membuat Diana terkejut.
"Mas bangunlah!!" Rengkek Diana.
Tiba-tiba Wisnu terbangun membuat Diana terkejut dan langsung memelototkan matanya
pada Wisnu.
Visual Wisnu dan Diana.
"Apa yang kamu lakukan mas?" Cetus Diana dengan kesal.
"Kenapa kamu tidak memakai baju mas?" Tanya Diana dengan tatapan bingung.
"Diana, Aku ini suamimu terus apa salahnya aku tidur disampingmu?" Tanya Wisnu sambil mengedipkan satu matanya.
Diana tidak habis pikir Wisnu yang biasanya jutek, Ketus dan begitu dingin, Sekarang dirinya berubah haluan lagi.
Diana memeriksa jidat Wisnu dengan tangannya dan menempelkan tangannya sendiri ke jidatnya sendiri.
"Apa Mas Wisnu ini benar-benar tidak waras." Batin Diana bingung.
"Aku masih waras Diana jelek." Omel Wisnu yang diiringi dengan ledekan.
Tadinya juga awal-awal Diana canggung bahkan takut dengan Wisnu karena selalu ketus dan terus bicara dengan nada membentak membuat Diana takut, Tapi makin kesini sedikit-sedikit Wisnu berubah dan kadang Diana suka mengombalinya dan meledeknya, Ntah Diana dapat keberanian darimana yang dipikirkan Diana, Dia adalah istrinya jadi berusaha mendapatkan cinta dan perhatian dan suami sendiri ya tidak apa-apa.
"Aku tanya kenapa kamu tidak memakai baju, Apa jangan-jangan kamu sudah menodaiku?" Tanya Diana penuh selidik, Membuat Wisnu langsung menjitaknya.
"Diana Putri, Aku ini suami sah mu mana bisa kamu bilang aku ini menodaimu?" Omel Wisnu sambil mencubit hidung Diana, Membuat Diana memayunkan bibirnya.
Diana membuka sprei yang menutupi tubuhnya dan ternyata handuk Wisnu terlepas sehingga adik kecil terlihat, Membuat Diana terkejut.
"Itu apaan? Apa itu milik mas Wisnu?" Batin Diana sambil geleng-geleng kepala karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya baru saja.
Melihat spreinya terbuka dan ternyata miliknya juga kelihatan membuat Wisnu kembali menarik sprei untuk menutupi kembali miliknya.
"Aduh dasar payah, Bukannya aku pakai celana dalam dulu ini malah ahh sudahlah." Sesal hati Wisnu.
"Kenapa? Milikku besarkan?" Goda Wisnu untuk menutupi rasa canggungnya.
"Aku tidak melihatnya!" Jawab Diana berbohong.
Melihat milik Wisnu membuat Diana sangat malu sekali, Apalagi ini pertama kalinya Diana melihatnya selama mereka menikah.
"Sudahlah mas, Sana kamu pakai baju, Aku mau mandi dulu." Diana menyuruh Wisnu memakai baju, Dan langsung berlalu dari hadapan Wisnu ke kamar mandi.
Didalam kamar mandi, Diana terus memegangi dadanya yang karena jantungnya benar-benar berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Aku sudah melihatnya, Maafkan aku mataku sudah berdosa." Diana terus tersenyum malu dalam hatinya.
"Sudahlah, Aku tidak boleh ikut-ikutan Mas Wisnu ntar aku jadi labil kaya dia lagi." Ucap Diana yang diiringi dengan tawanya.
Diana menanggalkan bajunya satu persatu, Dan berendam di bathtub dikamar mandi milik Wisnu.
"Mas dulu waktu aku masih baby sitter boro-boro aku mandi ditempat seperti ini, Rasanya enak sekali." Gumam Diana sambil menikmati mandinya.
"Sabun yang digunakan Mas Wisnu ini wangi sekali, Dan pasti ini sangat mahal." Ucap Diana yang terus ngoceh sendirian sambil mandi.
Wajar selama menjadi istrinya Wisnu Wijaya ini pertama kalinya Diana mandi dikamar mandi Wisnu, Jadi Diana agak gimana gitu wajar saja Diana yang hanya gadis miskin dan hidupnya dikampung yang biasa mandinya biasanya disungai dan dikampung tidak ada yang namanya bathtub di dalam kamar mandi cuma adanya bak mandi saja.
Wisnu sudah selesai berganti pakaian dan kini sedang menunggu Diana yang sedang mandi.
"Lama sekali dia mandinya, Aku yakin pasti dia sangat senang bisa mandi didalam kamar mandiku." Gumam Wisnu.
Wisnu pergi menuju lemari pakaiannya dan ternyata baju Anita masih tertata rapi di dalam sana, Wisnu menutup kembali pintu lemarinya, Lalu berjalan menuju ke nakas dekat tempat tidurnya dan mengambil bingkai foto Anita dan dirinya.
"Bahkan foto-foto Anita masih tertatah rapi dikamar ini." Batin Wisnu.
"Aku tahu ini tidak adil untuk Diana, Dan aku harus pindah dari kamar ini, Aku tidak mau hidup dengan Diana tapi terus dihantui dengan masalaluku dengan mendiang istriku." Ucap Wisnu yang kembali menaruh bingkai foto tersebut kembali ke atas nakas.
Setelah beberapa lama Diana keluar dari kamar mandi, Dan melihat Wisnu berdiri, Diana memanggil Wisnu.
"Mas Wisnu." Panggil Diana.
"Iya, Kamu sudah selesai?" Sahut Wisnu sambil bertanya.
"Sudah mas, Aku ke kamarku dulu aku mau ganti baju." Pamit Diana yang langsung pergi meninggalkan Wisnu yang masih berdiri.
Diana menuju ke kamarnya untuk berganti baju, Setelah 15 menit kemudian tiba-tiba Wisnu mengetuk pintu kamarnya.
"Tok..tok.. Boleh aku masuk?" Wisnu mengetuk pintu sambil meminta izin masuk pada Diana.
"Masuk saja mas, Pintunya tidak dikunci." Sahut Diana dari dalam kamar.
"Ceklek," Wisnu membuka pintu kamar Diana dan melihat Diana sedang mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
Wisnu berjalan menuju ke ranjang tempat Diana duduk. Lalu duduk disampingnya Diana.
"Sini biar aku bantu!" Pinta Wisnu sambil mengambil alih hairdryer dari tangan Diana.
"Aku bisa sendiri mas," Tolak Diana dengan halus, Tapi Wisnu tetap mengambil hairdryer tersebut dari tangan Wisnu.
"Diamlah, Aku akan mengeringkan rambutmu jika kamu menolaknya maka aku akan membakar rambutmu." Wisnu menyuruh Diana diam dan memberikan ancaman untuk Diana, Membuat Diana langsung diam dengan pasrah.
Wisnu dengan telaten mengeringkan rambut istrinya, Diana juga hanya diam dan membiarkan sang suami melakukannya.
"Kamu bisa mas melakukannya? Aku kira kamu bisanya marah-marah doang mas." Ucap Diana dengan nada bercanda.
"Diam kamu, Aku bisa karena aku kesal melihat rambutmu yang begitu kusut seperti pakaian yang tidak pernah disertika." Omel Wisnu yang kembali membuat Diana kesal.
"Jangan sembarangan bicara kamu mas, Aku ini tadi pakai shampo punya kamu, Aku yakin shampoo milikmu pasti harganya mahal." Jawab Diana dengan jujur, Dalam hati Wisnu hanya bisa menahan tawanya.
"Dulu Anita tidak seperti kamu Diana, Dia jauh berbeda darimu." Hati Wisnu kembali membandingkan Anita dan Diana lagi.
"Kamu mau? Nanti aku belikan untukmu juga." Jawab Wisnu agar Diana tidak bawel lagi.
"Jangan mas, Sayang uangnya!" Larang Diana, Membuat Wisnu tertawa lepas.
Mendengar Wisnu tertawa, Diana merasa kesal.
"Apanya yang lucu?" Gumam Diana.
"Pakai uangku, Mulai sekarang kebutuhanmu aku yang akan menanggungnya." Jawab Wisnu yang membuat Diana langsung tersenyum bahagia.
"Ohh iya Diana, Aku mau kita pindah dari rumah ini." Ajak Wisnu yang membuat Diana terkejut.
"Pindah? Inikan rumah Mas Wisnu dan Nyonya Anita, Rumah ini juga banyak sekali kenangannya." Pikir Diana dalam hatinya.
"Tapi mas kenapa harus pindah?" Tanya Diana dengan tatapan bingung.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊