"Kenapa?"
"Kenapa bisa seperti ini?"
"Bukankah itu tak seharusnya di lakukan? Dan bukankah itu salah?"
"Seharusnya aku tak melakukan hal itu, karena aku sudah berjanji untuk melindungi Oliv bahkan dari diriku sendiri."
"Tapi tak bisa di bohongi, aku menginginkan dirinya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 ANAK KECIL
"Dingin?" Tanya Dre saat mereka sudah sampai di rumah.
Oliv mengangguk.
"Yaudah sana mandi air hangat. Nanti kamu sakit."
Oliv lagi-lagi mengangguk. Dirinya menjadi canggung karena kejadian di Taman tadi.
Dalam hati Oliv bertanya, apa Dre juga merasakan demikian? Kenapa sekarang Dre bersikap seolah tidak terjadi apa-apa? Padahal dia sudah membuat Oliv masih berdebar hingga sekarang.
Oliv meninggalkan Dre, masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri. Dre juga berlalu dengan perasaan tak karuan.
*****
Sejak pulang dari Taman Oliv sama sekali tak menampakkan diri. Hanya berdiam diri di kamar. Membuat Dre merasa bersalah, apa karena perbuatannya tadi? Ingin memanggil tapi terhalang oleh rasa malu.
Hingga malam tiba, Oliv tak kunjung keluar kamar.
"Apa dia tidak lapar?" Benak Dre, sudah berkali-kali dia melintas di depan pintu kamar Oliv memastikan Oliv tidak apa-apa di dalam sana. Dan menunggu kalau-kalau Oliv akan membuka pintu.
Hingga Dre memberanikan diri. Dia mengetuk pintu kamar Oliv. Sekali dua kali masih tak ada jawaban. Hingga ketukan ketiga, barulah terdengar lirihan suara Oliv.
"Masuk aja, gak di kunci."
Dre membuka pintu kamar Oliv, sedikit keraguan karena dia takut kejadian di Taman tadi akan terulang. Hingga akhirnya dia memberanikan diri.
Di kasur Oliv berbaring dengan selimut tebal.
"Oliv kamu kenapa?" Dre panik. Dia duduk di tepi kasur Oliv.
"Gak apa-apa, cuma kedinginan aja."
Dre memegang kening Oliv, sedikit panas.
"Kamu demam. Tunggu aku ambilkan obat."
Dre berlalu. Tapi Oliv menarik tangannya.
"Di sini aja. Gak usah kemana-mana." Pinta Oliv.
Dre kembali duduk. "Tapi badan kamu panas."
"Tadi aku udah minum obat, kok" Oliv berbohong.
"Yaudah," Dre menyerah. Dia berusaha tidak menatap Oliv. Tapi gadis itu terus saja memandanginya.
Hening,
"Bang?" Panggil Oliv. Kini dirinya duduk bersandar di bantal.
"Em?"
"Apa Bang Dre masih menganggap ku seperti anak kecil?"
Dre diam. Dia mendengus, mencerna maksud pertanyaan Oliv.
Dalam hati Dre berkata, Oliv hanyalah gadis yang masih bersekolah makanya masih dianggapnya seperti anak-anak. Selebih dari itu Oliv tetaplah seorang gadis yang sudah melewati masa pubertas. Bahkan masalah tubuh, Oliv sama seperti gadis-gadis pada umumnya. Yang membedakan hanya ukuran.
"Kenapa bertanya seperti itu?"
"Gak apa-apa nanya aja."
"Iya, kamu masih kecil. Masih sekolah, makanya sekolah bener-bener biar cepet lulus." Jawab Dre menatap Oliv lekat.
Oliv kembali berbaring. Kembali menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Bahkan wajahnya juga.
"Udah sana pergi! Aku mau tidur!" Teriak Oliv.
Dre mengernyitkan dahi.
"Kamu gak laper, dari tadi belum makan?"
"Gak! Udah sana!"
Dre menggaruk tengkuk, kebingungan.
Lalu beranjak dari kasur, meninggalkan kamar Oliv.
*
Sementara itu, Oliv terlihat sangat kesal. Dia memukul-mukul dan menggigit bantal.
"Selalu saja aku dianggap anak kecil. Padahal aku ini sudah besar."
"Gimana biar aku dianggap sudah besar? Apa semuanya harus berukuran besar? Itu seperti si Nenek Lampir."
Oliv menjadi uring-uringan. Kecewa. Pantas saja Dre tak pernah tergoda untuk menyentuhnya, karena Dre beranggapan Oliv hanyalah anak kecil yang tak memiliki daya tarik sedikitpun. Begitu pendapat Oliv.
*
Dre juga merebahkan diri di kasur. Memejamkan mata, mengingat kejadian di Taman. Tak bisa di bohongi saat itu dirinya berniat mencium Oliv. Dre juga merasakan sentuhan bibir itu walau hanya sedikit.
Sedikit, tapi menciptakan rasa yang tak bisa di lupakan hingga sekarang. Bahkan masih membuat debaran jika di ingat.
Kenapa bisa seperti ini?
Bukankah itu tak seharusnya di lakukan?
Dan, bukankah itu salah?
Seharusnya aku tidak melakukan hal itu, karena aku sudah berjanji untuk melindungi Oliv, bahkan dari diriku sendiri.
Tapi tak bisa aku bohongi, aku menginginkan dirinya.
aq tunggu lanjutanx