"Mulai besok kamu akan di pindahkan ke apartemen CEO, kamu bisa melakukan tugas mu disana. Gajimu akan dinaikan dua kali lipat. Dan ingat, jangan sampai membuat kesalahan. Ada yang ingin di tanyakan?" ucap Diki pada Kirana
"Maaf, Pak. Jika saya menolak apa konsekuensi nya?" tanya Kirana
"Tidak ada penolakan, karena kamu sudah menandatangani kontrak kerja selama satu tahun. Yang diperbolehkan, kamu hanya menyetujui dan menjalankan tugas mu dengan benar. Dan ingat, jangan ceritakan ke staff yang lain" ucap Diki
"Peraturan macam apa ini" ucap Kirana seraya membaca lembar demi lembar peraturan yang tertulis pada kertas di hadapan nya
Dari kantor CEO Steven menatap layar monitor cctv dari ruangan nya, menatap ekspresi Kirana seraya berkata
"Ide cemerlang ku bagus juga, aku jadi lebih leluasa menatap mu setiap hari. Kirana"
Senyum nakal menyeringai dari bibir seksi nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemukan Kirana
Setelah menceritakan pertemuan Kirana dengan Hendra, Lucas dan Silvia pamit pulang
"Kamu tidak ingin ikut kami, nak" tanya Silvia
"Tidak tante, saya sudah nyaman di sini. Pak Hendra baik sekali" ucap Kirana seraya mengantarkan Lucas dan Silvia ke luar menuju pintu utama rumah dan menghampiri mobil milik nya
"Pak Hendra, terimakasih sekali lagi untuk undangan nya dan menerima Kirana dengan baik. Kami undur diri" ucap Lucas. Lalu melambaikan tangan Hendra dan Kirana dan perlahan mobil berlau menghilang dari pandangan
"Kirana, bisa kita bicara sebentar" ucap Hendra seraya melangkah menuju ruang kerja nya dan Kirana mengikuti nya dari belakang
"Duduklah" ucap Hendra dan Kirana duduk di kursi depan meja Hendra
"Apa hubungan mu dengan keluarga Lucas" tanya Hendra. Lalu Kirana bercerita dari awal sampai akhir
"Hem... sebenarnya saya ingin mengangkat mu menjadi anak, karena rumah ini sepi. Sejak kepergian istri dan anak tunggal saya karena kecelakaan sepuluh tahun yang lalu. Sejak kamu di sini saya jadi punya teman" ucap Hendra
"Terimakasih Pak Hendra baik sekali, tapi saya ingin pulang kampung setelah saya menerima gaji pertama saya Pak" ucap Kirana
"Hem...." ucap Hendra seraya berfikir
"Baiklah jika itu keputusanmu, tetapi jika kamu perlu bantuan jangan sungkan untuk datang kemari, pintu rumah ini terbuka untuk mu" ucap Hendra
"Baik Pak, terimakasih banyak" jawab Kirana
Mobil yang di kendarai Lucas dan Silvia melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman nya, dalam perjalanan
"Apa tidak sebaiknya kita memberitahu Steven sekarang, Pa" tanya Silvia
"Besok saja, ini sudah malam" ucap Lucas, tak lama kemudian sampai lah mereka di kediaman Lucas
"Nyonya, Tuan Muda di kamar nya" ucap ijah
"Kapan dia datang" tanya Silvia
"Tadi jam sembilan malam, Nyonya" jawab Ijah, segera Silvia melangkahkan kaki menuju kamar Steven setelah Ijah memberitahukannya
Tok... Tok...
"Nak, ini Mama. Boleh mama masuk" kata Silvia
"Masuk saja, Ma" jawab Steven
"Sudah sembuh, nak" tanya Silvia seraya memberikannya senyuman
"Sudah lumayan, Ma" jawab Steven
"Nak, boleh mama tanya sesuatu" ucap Silvia seraya duduk mendekati Steven yang duduk di atas tempat tidur, kemudian Lucas melangkahkan kaki menuju kamar Steven menyusul Silvia dan berdiri di depan pintu kamar Steven
"Kalau kamu menemukan Kirana, apa kamu akan menikahi nya cepat" tanya Silvia
"Pasti aku akan menikahi nya. Bahkan kalau bisa setelah ketemu langsung saya nikahi" ucap Steven
Seketika Silvia menatap ke arah Lucas dan tersenyum pada nya
"Hem.. baiklah, sekarang istirahatlah. Selamat malam " ucap Silvia lalu Lucas dan Silvia melangkah pergi meninggalkan kamar Steven menuju kamar pribadinya
"Pa, sebaiknya kita mempersiapkan nya dengan cepat. Mama ingin sekali cepat menimang cucu" ucap Silvia ke Lucas
"Haha.. ada ada saja kamu, Ma" jawab Lucas
"Bagaimana kalau kita bikin adek kecil yang lucu untuk Steven" ajak Lucas
"Ah .. Papa ni, mama sudah tua. Biar Steven yang buat banyak cucu untuk kita. Biar ramai rumah ini " ucap Silvia
Seraya tersenyum Lucas memberi kecup an di kening Silvia dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu meraih ponsel di samping nya
"Malam Pak Hendra, boleh kah saya minta bantuan" tulis pesan singkat Lucas ke Hendra
"Boleh saja Pak Lucas, ada yang bisa saya bantu" bala Hendra
"Tolong bantu saya mempertemukan anak saya dengan Kirana, di restoran A pada jam makan siang. Besok" jawab Lucas
"Siap, Pak Lucas" jawab Hendra
"Terimakasih, Pak" jawab Lucas
Kemudian meletakkan kembali ponsel di tempat semula dan membawa kedua matanya terlelap
sampe traveling kmna mana hahaaa