Cerita Ini bersifat fiktif belaka!
Kais Arfan Syailendra melakukan kesalahan satu malam dengan Anisa Syafa sekertaris nya sekaligus sahabat dari istrinya.
Kais menjerat Anisa dalam hubungan rumit dengan tujuan membongkar pengkhianatan yang di lakukan Marsya istri Kais bersama Bagas tunangan Anisa.
Bagaimana Kais membuat Anisa tetap disisinya dan membongkar rahasia masalalu mereka? ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekar Dengan Rahasia nya.
Marsya meremas ujung bajunya. Rasanya begitu menusuk hati kata-kata yang terlontar dari mulut ibu mertuanya.
"Marsya tahu kalau mama nggak pernah suka sama Marsya. Apa jangan-jangan mama sudah punya menantu idaman yang sebenarnya sudah mama siapkan untuk Kai?"
Sekar yang membelakangi Marsya pun membalikkan tubuhnya dan menatap intens ke arah menantunya itu. "Kamu ingin tahu apa alasannya?" Sekar duduk di kursi dan menyesap teh hangat nya. Lalu dia kembali bersuara. "Alasannya karena kamu tidak benar-benar mencintai anak saya." tatapan tajam kini Sekar layangkan pada menantunya. "Bahkan saya tahu jika anak saya sudah lama kamu bohongi. Anak saya yang bod*h itu bahkan tetap meneruskan pernikahan yang sudah hancur dari awal demi menjaga nama baik keluarga ini. Perempuan yang dia anggap suci ternyata, dia hanya ibarat barang rongsokan. Bahkan saya tahu siapa orang sudah bersama mu sebelum kamu bersama anak saya." Mata Marsya terbelalak mendengar pengakuan dari ibu mertua nya itu.
Mendadak Marsya merasa ibu mertua nya sudah tahu rahasia besar yang selama ini dia tutupi. "Bagas, dia kan orang yang sudah bersama kamu?" tubuh Marsya bergetar dan Isak tangis pun terdengar dari Marsya.
"Tapi aku benar-benar berusaha untuk menjadi istri yang baik buat Kai ma, aku berusaha untuk setia setelah menikah dengan Kai.."
Sekar tersenyum kecut mendengar penuturan Marsya. "Oh ya, tapi usaha mu itu gagal Marsya. Kamu tak cukup iman untuk tetap bersama Kais. Mama selalu tahu apa yang kamu lakukan. Jadi, jangan pernah bohong." tangisan Marsya kian menjadi.
Sekar menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Dia memejamkan matanya dan kembali bersuara. "Kalau mama bandingkan kamu dengan sahabat kamu, mama lebih suka Anisa untuk jadi istri Kais dari pada kamu."
Ucapan Sekar sontak membuat Marsya syok luar biasa. Sekar benar-benar membuat Marsya terasa di hantam batu besar yang membuat harga dirinya langsung jatuh. Kenapa mesti Anisa sahabatnya yang menjadi pembanding ibu mertuanya.
Marsya yang memang kenyataannya tak ingin melihat Anisa lebih baik darinya, dia sengaja menceritakan apapun tentang dirinya dan Kais. Tapi, semua yang di ceritakan pada Anisa kebanyakan yang menceritakan kebahagiaan nya bersama Kais, dan juga soal keintiman nya bersama Kais.
Marsya akan selalu senang jika Anisa berada di bawah nya. Dia tidak suka Anisa merasakan kebahagiaan melebihi dirinya.
Marsya baik pada Anisa sekaligus sebagai sahabat untuk mengontrol kehidupan Anisa. Saat mendengar Anisa yang sempat tidak memiliki pekerjaan, Marsya langsung dengan cepat membantu Anisa bekerja di perusahaan Kais menjadi sekertaris Kais.
Tujuannya adalah untuk mengetahui apa saja yang suaminya lakukan di luar jika tidak bersamanya. Marsya yakin jika Anisa tak berani mengkhianati nya karena Anisa selalu menganggap kebaikan Marsya itu tulus.
Saat ibu mertua nya membandingkan dirinya dengan Anisa tentu Marsya tidak terima. "Kenapa Anisa ma, dia sahabat ku. Apa mama punya rencana untuk menjodohkan Anisa dengan Kai, ma ..Anisa sahabat aku. Aku nggak setuju dan nggak pernah akan mau di madu. Aku nggak rela Kai menikahi perempuan lain!"
Sekar mengerutkan keningnya mendengar suara Marsya yang cukup tinggi menyampaikan ketidak setujuannya untuk Kai bersama Anisa. " Kamu mau ngatur saya, kamu itu selalu saja egois Marsya!!"
"Karena aku istri sah Kais ma, aku sudah berusaha untuk menjadi lebih baik. bahkan apa yang mama katakan Marsya lakukan. Seperti program bayi tabung itu. Walaupun Marsya belum bisa kasih Kais keturunan, itu bukan berarti mama cuma salahkan aku. Aku sama Kais itu sama-sama mah, kita juga sedang berusaha, walaupun aku tahu Kais tidak terlalu setuju dengan apa yang kita jalankan sekarang, Mama jangan cuma salahkan aku, salahkan Kais juga!" Marsya mengeluarkan unek-uneknya selama ini. Dia tak lagi bisa menahan emosinya saat dia di banding-bandingkan dengan Anisa.
Marsya yang terlanjur muak dengan sikap ibu mertua nya pun langsung meninggalkan Sekar tanpa pamit. Marsya masuk ke dalam mobil miliknya dan kemudian mengeluarkan ponselnya. Dia menghubungi nomor telepon seseorang.
"Hallo Sya, ada apa?"
suara orang yang ada di seberang sana terdengar lembut di telinga Marsya.
"Aku butuh kamu Gas, aku ingin ketemu sama kamu." Bagas yang mendengar Isak tangis Marsya pun langsung khawatir dengan keadaan Marsya.
"Kamu sekarang di mana Sya, mau aku jemput?"
"Nggak usah Gas, kita janjian di tempat biasa."
"Baiklah." setelah itu panggilan mereka pun berakhir.
Marsya pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Syailendra.
...----------------...
Di sebuah restoran, kini Marsya dan Bagas duduk berdua.
"Aku tadi habis cari Kais. Tapi, dia nggak ada di kantor jadi aku datang ke mansion. Aku ketemu mama Sekar dan kita bicara dan akhirnya kita berdebat. Kamu tahu, mama Sekar ternyata sudah tahu tentang kamu. Aku kesal saat mama Sekar bandingkan aku sama Anisa. Aku pun akhirnya bicara semuanya. Kamu rasa aku salah kah Gas?" Marsya menatap ke arah Bagas dengan Tatapan menuntut jawaban.
"Kamu nggak salah kok, semoga saja kamu akan tetap kuat dan bisa buat mertua kamu lebih peka sama perasaan kamu." Bagas meraih tangan Marsya yang ada di atas meja. Dia menggenggam tangan itu dengan erat. "Lalu, apa yang akan kamu lakukan setelah ini. Apa kamu akan tetap bertahan dengan semuanya ini, apa kamu akan menyerah?"
"Aku nggak mungkin lepasin Kais, Bagas."
Bagas yang mendengar penuturan Marsya pun langsung melepaskan genggaman tangan nya di tangan Marsya. Dia menyandarkan tubuhnya di kursi. "Kamu tahu Sya, sejak malam itu...aku nggak bisa tidur nyenyak. Aku selalu kepikiran kamu."
"Tapi kita sudah sepakat untuk tidak membahas tentang ini kan Gas, kamu tahu aku mencintai Kais bukan kamu!"
"Kamu yakin dengan ucapan kamu Sya? Kamu yakin dengan perasaan kamu? Tapi, kenyataan nya kamu selalu menarik ku buat dekat dengan kamu Sya, aku nggak bisa terus-terusan seperti ini. Aku dan Anisa sudah selesai. Aku harap kamu bisa jujur sama hati dan perasaan kamu." Marsya terdiam tak lagi bisa mengucapkan kata-kata lagi.
Apa benar yang di katakan Sekar jika dia tidak benar-benar mencintai Kais selama ini? Tapi, ketakutan nya jika dia kehilangan Kais cukup besar. Bahkan rasanya dia tak bisa membiarkan Kais dekat dengan para wanita di luaran sana. Sampai pada akhirnya dia meminta Anisa selalu menginformasikan tentang Kais saat tak ada dia bersama Kais.
Lalu sekarang, kenapa dia juga tidak bisa mengabaikan Bagas saat dia kesepian?
Bersambung.