NovelToon NovelToon
‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: MUSTIKA DEWI

‎"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." ‎ ‎Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. ‎ ‎Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putri Sejati Pemilik Phoenix Emas

    Beberapa hari berlalu sejak sistem selesai dimuat ulang, dan berita tentang perayaan besar mulai bergema ke seluruh penjuru Kerajaan Feng Ling. Tahun ini bertepatan dengan ulang tahun ke-60 Ibu Suri Zhao He, sehingga Kaisar Jin Feng memerintahkan agar Festival Pertengahan Musim Gugur dirayakan dengan kemegahan yang belum pernah ada sebelumnya.

   Pesan dikirim ke setiap daerah, pejabat, kepala suku, hingga perwakilan rakyat terpilih diundang hadir ke istana. Tak hanya itu, gerbang utama istana yang biasanya tertutup rapat, kali ini akan dibuka lebar, agar semua bisa menyaksikan persembahan penghormatan kepada langit dan keluarga kerajaan.

   Di Paviliun Sayap Barat, Ling Mei Rong menyiapkan pakaian terbaik untuk Ling Xie. "Ini adalah hari yang penting, Xie'er," ucapnya lembut sambil merapikan kerah jubah anak angkatnya. "Siapa tahu, malam ini takdir akan menyatukan semua hal yang terpisah." Ling Xie hanya tersenyum tipis, hatinya berdebar, ia tahu, di balik kemeriahan ini, pasti akan ada badai besar yang sedang mendekat.

   Sementara itu, berita tentang undangan istana itu juga sampai ke telinga Li Mei Feng di tempat pengasingan. Senyum licik merekah di wajahnya. "Inilah saatnya," bisiknya pada Yan Shi. "Saat semua mata tertuju pada kemegahan istana, tak ada yang akan menyangka bahwa 'putri sejati' justru datang dari tempat yang dianggap sampah."

     Selama tiga hari berturut-turut, istana dipenuhi kesibukan. Ribuan lentera bermotif naga dan Phoenix dipasang di sepanjang jalan utama, aroma kue bulan dan bunga osmanthus menyebar ke mana-mana. Namun di tengah persiapan itu, bisik-bisik halus mulai terdengar: ada yang bilang putri yang baru diangkat itu palsu, ada yang bilang tanda lahir warisan kerajaan telah ditemukan pada orang lain. Kabut ketidakpastian perlahan menyelimuti hati banyak orang.

Akhirnya malam yang ditunggu tiba. Bulan purnama bersinar terang seolah cakram emas raksasa di langit tanpa awan. Halaman utama istana sudah penuh sesak, ribuan orang berdiri tertib menyaksikan upacara pembukaan. Kaisar Jin Feng duduk di singgasana tinggi, diapit Ibu Suri dan Selir Agung.

   Saat suasana sedang hening, tiba-tiba sebuah sosok melangkah keluar dari kerumunan tamu dari daerah perbatasan. Penjaga gerbang sempat ragu melihat pakaiannya yang sederhana, namun sosok itu berjalan tegak tanpa takut dia adalah Li Mei Feng.

    Kaisar Jin Feng segera mengenali wajah itu. Alisnya bertaut kuat, tangannya mencengkeram lengan singgasana. "Siapa yang mengizinkanmu masuk?" suaranya menggelegar di tengah halaman. "Kau adalah orang pengasingan! Segera usir dia!"

   Para pengawal segera berlari mendekat, namun Li Mei Feng tiba-tiba berteriak lantang hingga terdengar ke sudut paling jauh,

"Hamba tidak datang sebagai orang pengasingan! Hamba datang untuk mengambil hak yang seharusnya milik hamba! Seluruh istana mungkin sudah mendengar berita bahwa 'putri' yang ada di sini adalah palsu maka biarkan hamba membuktikan siapa yang sebenarnya berbohong!"

Mendengar itu, darah Ling Xie seketika mendidih. Tangannya mencengkeram lipatan jubahnya erat, siap melangkah maju dan membuka bahunya untuk membuktikan siapa yang asli.

    Namun tiba-tiba, pandangannya sedikit mengabur. Layar biru samar yang hanya bisa ia lihat muncul tepat di hadapannya, menghalangi niatnya untuk bergerak;

[PERINGATAN SISTEM!!]

JANGAN BERTINDAK DULU!

[TUGAS SEMENTARA : BIARKAN RENCANA LI MEI FENG, BERJALAN SAMPAI PUNCAK]

[ALASAN: KAU BELUM MEMILIKI BUKTI TERKUAT UNTUK MEMBUKTIKAN DIRINYA SEBAGAI PENIRU. JUGA BELUM KETAHUI APA YANG SEBENARNYA DIA INGINKAN APAKAH KEKUASAAN KERAJAAN, ATAU HUBUNGANMU DENGAN PANGERAN ZHONG YANG? ]

PERHATIAN!!

TUGAS UTAMA: AKAN KU UMUMKAN JIKA WAKTUNYA SUDAH TEPAT. TUNGGU PERINTAH SELANJUTNYA!

   Cahaya itu perlahan hilang kembali. Ling Xie menghela napas panjang, menurunkan kakinya yang sudah terangkat. Ia menelan keinginan untuk maju itu, membiarkan keraguan mulai menyebar di antara para pejabat dan anggota keluarga kerajaan. Ia harus mengalah dulu, membiarkan Li Mei Feng menang tanpa bertarung terlebih dahulu sebelum akhirnya kejahatannya tumbang sampai ke akar-akarnya.

Kata-katanya membuat seluruh hadirin gempar. Bisik-bisik berubah menjadi keriuhan. Kaisar Jin Feng terdiam sejenak, bingung antara marah dan penasaran. Kaisar Jin Feng memberi isyarat menahan pengawal.

"Bicara. Apa bukti mu?"

  Li Mei Feng tersenyum puas. Perlahan ia mengeluarkan giok putih yang sebenarnya itu adalah milik Ling Xie.

"Pertama, hamba memegang giok peninggalan leluhur, yang tidak bisa di miliki oleh orang sembarangan," ucapnya tegas.

     Kemudian, tanpa ragu ia membalikkan tubuhnya sedikit, menurunkan bahu jubahnya, sehingga terlihat kulit bahu kanannya. Di bawah cahaya bulan dan sorotan lentera bentuk burung Phoenix emas tergambar jelas, sempurna. Seolah sudah ada di sana sejak lahir.

  Semua hadirin terkejut melihat itu.

"Dan kedua," lanjutnya dengan suara penuh keyakinan kuat," Inilah tanda lahir warisan keluarga Kerajaan Feng Ling! Bukti tak terbantahkan bahwa hamba adalah putri kandung yang hilang puluhan tahun lalu,"

   Kali ini seluruh halaman benar-benar hening. Bahkan Kaisar Jin Feng tak mampu berkata apa-apa. Hanya Ibu Suri Zhao He yang duduk diam di singgasana, matanya menatap tajam ke arah tato itu, dan perlahan genggaman tangan nya di sandaran kursi mengencang. Ia tahu sesuatu yang sangat salah sedang terjadi di hadapan nya.

Tiba-tiba, Ibu Suri Zhao He berdiri perlahan dari singgasananya. Wibawanya seketika membungkam seluruh keramaian.

"Cukup bicara kosong," suaranya lembut namun berisi kepastian yang tak bisa dibantah. "Mari kita buktikan dengan nyata! Panggil Tabib Kerajaan ke sini secepatnya, dan kumpulkan pula semua penggalan giok peninggalan leluhur!"

   Wajah Li Mei Feng seketika berubah pucat pasi seperti kertas putih. Keringat dingin mengucur deras membasahi pelipis dan pipinya. Tubuhnya mulai bergetar hebat, kakinya terasa lemas tak bertulang. Ia sama sekali tak menyangka bahwa Ibu Suri Zhao He ternyata begitu cerdik, takkan pernah mudah tertipu oleh tipu daya licik sekecil apa pun.

    Segera diambil penggalan giok yang disimpan oleh Selir Agung Ling Mei Rong, serta dua penggalan lain yang dipegang oleh kedua Pangeran kembar Jin Ling Jian dan Jin Lim Jian. Ketiga potongan itu dibawa ke tengah halaman, untuk segera dilaksanakan Ritual Penyatuan Giok, satu-satunya cara mutlak membedakan mana putri kandung sejati, dan mana yang sekadar peniru palsu.

 Giok yang dibawa Li Mei Feng pun dibawa ke tengah halaman. Kini keempat keping giok itu sudah berada di tangan Tabib Kerajaan.

   Tabib itu pun memulai ritual, setetes darah pertama diambil dari Selir Agung Ling Mei Rong, lalu diteteskan pada keping giok pertamanya. Kemudian darah Pangeran Jin Ling Jian, diikuti darah Pangeran Jin Lim Jian ketiga tetes itu langsung menyatu dengan giok, memancarkan cahaya lembut yang sama.

Tibalah giliran terakhir, darah dari tubuh Li Mei Feng diteteskan pada giok yang ia bawa.

   Tubuh Li Mei Feng bergetar hebat di tempatnya berdiri. Hatinya berteriak campur harap dan takut, Jika giok ini menyatu, berarti ia selamat dan menjadi putri sejati. Namun jika menolak dan terpisah, maka kebohongannya terbongkar telanjang, dan hukuman berat dari Kaisar Jin Feng takkan bisa ia hindari lagi.

    Tiba-tiba, ketiga keping giok itu melayang perlahan ke udara, berputar memancarkan cahaya hangat, lalu menyatu dengan sempurna menjadi satu bongkahan utuh. Sebaliknya, giok yang diklaim milik Li Mei Feng diam saja di atas nampan, tak bergerak sedikit pun dan tak memancarkan cahaya seulas pun.

   Bukti itu tak perlu dijelaskan lagi, Li Mei Feng bukanlah putri kandung Kerajaan Feng Ling.

     Ibu Suri Zhao He menunjuk tajam ke arah gadis itu, suaranya lantang bergema di seluruh halaman.

"Sudah terbukti dengan nyata! Kau Li Mei Feng, kau bukan putri asli Kerajaan Feng Ling! Sekeras apa pun kau meniru tanda lahir itu, kau takkan pernah sanggup membangkitkan aura Feniks Emas warisan leluhur kita karena darahmu tak mengalir di dalamnya!"

  Secara diam-diam, aura Phoenix Emas yang tersimpan di dalam tubuh Ling Xie pun ikut bereaksi. Ia merasakan hawa hangat perlahan menyebar dari bahu kanannya, tempat tanda lahir asli itu berada.

Bongkahan giok putih yang baru saja menyatu itu tiba-tiba bergetar hebat, lalu melayang perlahan meninggalkan nampan, terbang lurus menuju arah Ling Xie, dan mendarat dengan lembut tepat di atas telapak tangannya yang terbuka.

Seluruh hadirin tertegun mematung, mata mereka tak berkedip menatap pemandangan itu, penuh rasa heran dan takjub.

Akhirnya saat yang ditunggu telah tiba. Ling Xie tak perlu lagi menahan kekuatan itu. Ia perlahan mengangkat wajahnya, membiarkan cahaya Phoenix Emas yang selama ini tersembunyi menyala terang, lalu berwujud menjadi bayangan burung suci yang mengepakkan sayap lebar di udara di atasnya dengan warna merah keemasan.

Saat bayangan Phoenix Emas mengepakkan sayap di langit , layar biru samar kembali muncul di hadapan Ling Xie, hanya ia yang bisa melihat dan mendengarnya. Kali ini, waktu tidak berhenti sejenak. Sistem itu muncul sebentar, dan tidak bisa di lihat dan di dengar oleh siapapun terkecuali Ling Xie sendiri.

[PEMBERITAHUAN SISTEM: ALUR CERITA BERKEMBANG LEBIH CEPAT DARI PERKIRAAN]

[INFORMASI: JATI DIRIMU SEBAGAI PUTRI ASLI KERAJAAN FENG LING SUDAH DITAKDIRKAN UNTUK TERUNGKAP SAAT INI]

[TAKDIR TIDAK BISA DITAHAN, TIDAK BISA DISEMBUNYIKAN LAGI. INILAH SAATMU]

Pesan itu perlahan menghilang, seiring cahaya Phoenix Emas yang makin terang menyelimuti seluruh halaman istana. Ling Xie tersenyum tipis akhirnya ia mengerti, apa yang terjadi hari ini adalah kehendak langit, bukan sekadar rencana siapa pun.

1
MUSTIKA DEWI
iya, terima kasih banyak ya.🙏
MUSTIKA DEWI
Maaf, ya. terima kasih banyak sudah koreksi, maklum lah. banyak yg kurang nya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kak koreksi lebih sopan panggil ibu suri aja dari pada nyonya 🙏🙏🙏🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!