Area dewasa❗
Demi menyelamatkan ayah angkatnya yang sakit keras, Zivanna Mahavira terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Zivarra, yang kabur sebelum pernikahannya dengan anak sulung keluarga Sadewantara, Keenan Sadewantara.
Tanpa sepengetahuan Zivanna, Keenan ternyata sudah mengetahui sejak awal bahwa wanita yang menikah dengannya bukanlah Zivarra.
Mereka akan menjalani pernikahan selama enam bulan, sesuai kontrak yang diberikan Keenan di awal pernikahan. Selama itu, Zivanna harus mempertahankan kebohongannya demi keluarga dan ayah angkatnya.
Semakin lama hidup bersama, keduanya justru saling jatuh hati.
Sampai pada bulan kelima, semuanya berubah ketika Zivanna menolak hubungan suami istri dan akhirnya meminta maaf atas kebohongannya.
“Kamu pikir aku baru tahu siapa kamu? Aku sudah tahu sejak awal, Zivanna,” ucap Keenan dengan senyum miring.
Mata Zivanna langsung membesar. “A-apa?”
Keenan mengangkat dagu Zivanna. “Kalau kamu ingin aku maafkan, lakukanlah dengan tubuhmu.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Undangan makan malam
Yang menghubungi Zivanna itu Angelina, ibu mertuanya. Ada apa gerangan Angelina meneleponnya pagi-pagi begini?
Karena tidak biasanya wanita paruh baya itu menelepon di jam segini. Walaupun Angelina baik, tetap saja Zivanna masih merasa sungkan.
“Halo, Mah,” sapa Zivanna.
“Halo, Nak. Lagi apa?”
“Oh, tadi aku baru mengantar Mas Keenan berangkat kerja sampai depan rumah. Memangnya ada apa, Mah?” tanya Zivanna.
“Apakah kamu sedang sibuk?” tanya Angelina balik.
“Tidak terlalu, Mah.”
“Baguslah. Mama besok malam ingin mengajakmu makan malam di rumah sekaligus merayakan ulang tahun Keenan,” jelas Angelina.
Zivanna langsung tertegun. Besok ulang tahun Keenan? Kenapa ia tidak tahu tentang hal penting seperti ini? Mana dirinya belum membelikan hadiah untuk Keenan.
“Ah iya, Mah... Nanti aku dan Mas Keenan datang ke rumah,” jawab Zivanna, pura-pura sudah mengetahui tentang ulang tahun Keenan.
“Oh ya, Opa Romeo juga akan datang. Beliau bilang ingin merasakan masakan buatan cucu menantunya. Mama dan Papi juga ingin mencicipi masakanmu,” ucap Angelina.
Tubuh Zivanna langsung menegang. Mertua dan kakek dari suaminya ingin merasakan masakannya?
Bagaimana kalau masakannya tidak enak dan mereka tidak menyukainya? Apalagi Zivanna tidak mengetahui makanan kesukaan mereka.
“Zivarra sayang... Kenapa diam? Kamu dengar, kan?” ujar Angelina.
“Ah iya, Mah... Aku dengar kok.”
“Oke. Datang jam tujuh malam ya.”
“Baik, Mah. Aku akan melakukan yang terbaik,” sahut Zivanna.
“Jangan terlalu tegang. Opa Romeo memang terlihat dingin dan tegas seperti Richard dan Keenan, tapi sebenarnya beliau sangat baik,” ucap Angelina seolah mengetahui salah satu ketakutan Zivanna.
“Baik, Mah. Sampai jumpa besok.”
Panggilan pun terputus. Zivanna mengurut keningnya yang tiba-tiba terasa berdenyut. Ia berpikir keras makanan apa yang harus dimasaknya.
Yang terpenting sekarang, Zivanna harus pergi ke supermarket dan mungkin juga ke mall untuk membelikan hadiah bagi Keenan.
Zivanna mandi terlebih dahulu, lalu mengenakan pakaian dan berdandan tipis. Setelah itu ia keluar dari kamar untuk mencari Victoria.
“Kak Victoria,” panggil Zivanna.
“Ya, Nyonya? Ada yang bisa saya bantu?” tanya Victoria.
“Antar aku ke Mall, setelah itu ke supermarket seperti biasa, bisa?”
Victoria mengangguk. “Tentu saja, Nyonya.”
Tak lama kemudian, Zivanna dan Victoria pun berangkat. Sepanjang perjalanan, Zivanna tampak sibuk memandangi jalanan dari balik jendela mobil.
Sesekali ia menggigit bibir bawahnya, memikirkan hadiah yang cocok untuk Keenan.
“Kak Victoria,” panggil Zivanna tiba-tiba.
“Ya, Nyonya?”
“Menurut kamu, hadiah apa yang cocok untuk laki-laki?” tanya Zivanna penasaran.
Victoria yang sedang fokus menyetir sempat melirik melalui kaca spion. “Untuk laki-laki?” ulangnya.
Zivanna mengangguk pelan. “Iya. Kira-kira hadiah apa yang bagus?”
Victoria terdiam sejenak, berpikir. “Apakah hadiah itu untuk Tuan Keenan, Nyonya?” tanyanya hati-hati.
Pipi Zivanna langsung memanas. “Ehm... iya. Besok ulang tahun Mas Keenan, jadi aku ingin membelikannya sesuatu,” jawabnya sedikit malu.
Victoria tersenyum tipis mendengar itu. “Kalau untuk Tuan Keenan, mungkin jam tangan bisa menjadi pilihan yang bagus, Nyonya. Selain berguna, juga terkesan elegan.”
“Jam tangan?” gumam Zivanna.
Victoria mengangguk. “Atau dasi. Biasanya pria yang sering bekerja dan menghadiri pertemuan formal cukup menyukai hadiah seperti itu.”
Zivanna tampak berpikir. “Kalau menurut Kak Victoria, Mas Keenan lebih cocok yang mana?”
Victoria kembali berpikir sejenak. “Hmm... Menurut saya, jam tangan. Karena bisa dipakai setiap hari dan akan selalu mengingatkan Tuan pada orang yang memberikannya.”
Mata Zivanna sedikit berbinar mendengar jawaban itu. “Kalau begitu, nanti kita lihat-lihat jam tangan di mall.”
“Baik, Nyonya,” jawab Victoria sambil tersenyum.
...****************...
Di negara yang dijuluki sebagai Rusia Putih atau Belarus, Marvel tampak frustrasi karena pria misterius yang menyuruh sekaligus membayarnya itu tidak mengangkat telepon darinya.
Uang yang diberikan pria tersebut sudah habis, sementara Marvel masih membutuhkan biaya hidup untuk dirinya dan Zivarra selama berada di Belarus.
“Halo!” teriak Marvel ketika pria misterius itu akhirnya mengangkat teleponnya.
“Ada apa?” tanya pria itu dengan nada datar.
“Akhirnya kamu mengangkat teleponku! Aku sedang butuh uang sekarang. Uangku sudah habis,” adu Marvel.
Pria itu berdecak. “Dasar boros! Bukankah minggu kemarin aku sudah mengirimkan mu seratus juta?” marahnya.
“Ayolah. Aku sekarang di Belarus, bukan di Indonesia. Mana cukup uang segitu untuk tinggal di sini,” bela Marvel.
“Hm. Aku akan segera mengirimkan mu uang.”
“Oke, aku tunggu secepatnya,” ucap Marvel antusias.
“Tetap waspada dengan sekitarmu. Orang-orang Samuel sedang mencari Zivarra! Mungkin saat ini mereka sudah sampai di Belarus!”
“Kamu tenang saja. Aku—”
Belum sempat Marvel melanjutkan ucapannya, sepasang tangan putih tiba-tiba memeluknya dari belakang hingga membuatnya tersentak dan segera mematikan sambungan telepon.
“Apa yang membuatmu begitu lama, Honey? Bukannya kamu tadi ingin makan seafood?” rengek Zivarra.
Marvel menoleh sambil memaksakan senyum. “Oh, itu tadi teman aku menelepon soal pekerjaan,” elaknya berbohong.
Dari kejauhan, Marvel samar-samar mendengar dua pria berbicara dalam bahasa Rusia. Dari nada bicara mereka, sepertinya mereka sedang mencari seseorang dan bertanya kepada orang-orang di sekitar.
Marvel segera mengedarkan pandangan, mencari sumber suara tersebut. Tak jauh dari sana, ia melihat dua pria berpakaian hitam sedang menunjukkan sebuah foto kepada beberapa orang.
Seketika wajah Marvel memucat. Itu adalah foto dirinya dan Zivarra.
Kenapa orang-orang suruhan ayah Zivarra bisa menemukan dan melacak keberadaan mereka secepat ini?
Jantung Marvel semakin berdegup kencang. Ternyata perkataan pria misterius itu benar. Orang-orang Samuel memang sudah berhasil menemukan jejak mereka.
Tanpa membuang waktu, Marvel segera meraih tangan Zivarra dan membawanya bersembunyi di balik sebuah bangunan.
“Honey...” panggil Zivarra bingung.
“Ssttt... diam, Baby. Kamu percaya sama aku, kan?” bisik Marvel.
“Memangnya ada apa?” tanya Zivarra heran.
“Aku pikir kita harus melarikan diri lagi,” ujar Marvel.
Tentu saja Zivarra terkejut mendengarnya. “Kenapa? Bukankah kita baru beberapa hari sampai di sini? Kita bahkan baru mulai beradaptasi,” protesnya.
“Kamu masih mau ikut sama aku, kan?”
Zivarra mengangguk tanpa ragu. “Tentu saja. Aku ingin selalu bersama kamu.”
Mendengar jawaban itu, Marvel menghela napas lega.
Tanpa menunggu lebih lama, ia menggenggam erat tangan Zivarra dan berlari meninggalkan tempat itu menuju penginapan mereka. Mereka harus segera pergi sebelum orang-orang Samuel menemukan keberadaan mereka.
Entah ke negara mana mereka akan melarikan diri setelah ini, namun satu hal yang pasti, mereka tidak bisa tinggal lebih lama di Belarus.
😩😩😩
takut bgt nanti kasih hukuman ke Zivanna😅 karena gk jujur
Ahhh sudah lah😭😭😭 salah paham trss,onengnya si Keenan jg..gengsi betul g'di ungkapin Secra jelas lantang dan menggema??
biar mantul sampai ke Hatinya si ZiiVanna.
duh si keenan, bikin deg deg ser kalo udah mode singa😫😫
di bilang suami sodara, la ngapa lu kasih ke zivana, dia aja udah di obok-obok ama keenan, ya kali gk tidur bareng. Dikira mainan rumah-rumahan, ini kan rumah tangga beneran, walo awalnya kontrak. tapi udah di itu....
dih Grace, gue iket lu ntar😫😫