Ada sebuah kepercayaan pada legenda 'pamali' di kampung kebun jeruk nipis. yang dimana para gadis yang belum menikah dilarang keluar malam hari, duduk di depan pintu, potong kuku malam hari, gunting rambut pas malam hari.
Namun ada, sekelompok remaja yang melanggar aturan itu dan berujung malapetaka bagi dirinya sendiri. Dari mereka diganggu setan di rumah sampai dibuat tersesat di hutan belakang rumah.
Apakah Anda bisa menyelesaikan pamali yang telah mereka langgar dan pergi dari pamali ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 flashback 2
Peringatan sebelum membaca bab ini. aku mau bilang jika di bab ini bakal ada hal hal negatif yang mengarah ke hal dewasa.
jadi bagi yang masih dibawah umur 19 tahun tidak disarankan membaca bab ini, sekian terima kasih.
Satu jendela dekat pintu masuk, satu jendela di dinding sebelah kiri dan pintu di belakang.
‘ada pintu lagi di situ? … Mungkin buat ke kebun belakang kali yah. Kan di sekitar gardu semuanya masih hutan dan kebun gitu’. Batin Widarto tidak begitu memperdulikan hal tersebut.
“Udah selesai adzan magrib nih, ayo kita bareng bareng ke masjid buat sholat” ajak pria itu yang sudah memakai peci hitam, serta sarung yang sudah tampak tua.
Widarto terdiam sejenak, jujur aja dirinya merasa malas untuk sholat di saat pikiran sedang tidak damai.
“Yaudah deh pak, sekalian nanti saya abis sholat magrib langsung pulang ke penginapan”
Dengan terpaksa Widarto menerima ajakan nya. Sepanjang perjalanan menuju masjid, dirinya merasa ada yang terus memperhatikan dirinya dari kejauhan.
Namun setiap kali ia menoleh ke arah tersebut tidak ada siapa siapa di sana, melainkan hanya rumah warga yang disekitarnya masih di kelilingi oleh pohon pohon besar.
Sesampainya di masjid para perempuan dan pria sudah hampir memenuhi masjid yang bisa dibilang tidak begitu besar.
Mata Widarto langsung bisa menangkap seseorang gadis cantik memakai mukena warna putih, sampai membuat dirinya tidak bisa berkedip saat melihat.
sedikit informasi penting :
Fahrul bapaknya Farhan,
agas bapak nya Bagas,
Adam bapak nya dimas,
Pedro bapaknya putri dan purista mama nya putri.
sedangkan Widarto bapak nya Joko.
“Hayo loh, lagi ngeliatin siapa tuh sampai bengong begitu?” Tanya Pedro menepuk pundak Widarto.
Membuat nya langsung tersadar dari lamunannya dan menatap sinis teman nya itu. “Ganggu aja lu setan”
Ia langsung masuk kedalam masjid mengabaikan ucapan Pedro. “Kenapa ped? … Itu si dato keliatan murung gitu?” Tanya agas.
“Biasa lah, dimana ada cewek cantik dikit disitu ada dato. Kemarin sebelum kegiatan KKN dia kan tidur- ” bisik Adam yang terhenti akibat agas yang langsung menutup rapat mulut sahabatnya itu.
“Jangan ngomong disini, tar kita diamuk anak nya baru tau” bisik Fahrul ia melihat ke dato yang seperti nya tidak mendengarkan ucapan si Adam.
Mak wekar melihat banyak pemuda laki laki yang belum masuk kedalam masjid langsung ditegur dengan tegas“Jangan ngobrol aja, udah mau masuk waktu shalat sana”
Mendengar itu mereka langsung buru-buru masuk kedalam masjid, ke barisan paling khusus laki laki.
Setelah selesai melakukan sholat magrib berjamaah di masjid, Widarto melihat beberapa perempuan yang memang sudah menjadi incarannya dari pertama ia lihat, kecuali satu perempuan yang memang teman satu kampus nya.
‘anak nya mak wekar bagus juga badan nya yah, kayak di purista aja. Sama itu adik tirinya Mak wekar yang janda juga .... Enak kali yah kalau gua g*nj*t'
Bati nya dengan tatapan lapar menatap ketiga perempuan itu yang berjalan menjauh dari masjid.
Pikiran gila dan penuh niat jahat langsung memenuhi benak nya dengan begitu liar nya.
Tanpa tahu ekspresi wajah nya telah dilihat oleh mak wekar. “Bocah mesum. Kurang ajar sekali dia” gerutu nya langsung mempercepat langkahnya melewati Widarto yg masih berkhayal liar.
__________________________________
“Astaghfirullah nak, ngelamun kamu nih” tegur pria yang tadi memperbolehkan Widarto singgah di gubuk nya.
Mendengar itu sontak Widarto baru tersadar dan saat ia memperhatikan sekitar nya, semua orang sudah balik ke rumah mereka masing-masing.
Yang berarti dia sudah melamun cukup lama sekali dan untungnya bapak tersebut menyadarkan nya.
“Iya pak, lagi kepikiran sesuatu aja sih nih” ujar Widarto sedikit gugup dan malu karena ia sadar sudah memikirkan hal hal tidak baik kepada orang lain.
Bapak itu hanya tersenyum tipis. “Bapak nama nya pak gusto. Tadi kita belum kenalan kan” ujar nya.
“Kayaknya sih iya pak, aku Widarto biasa temen suka panggil dato” sahut dato depan sopan.
“Jadi gini dari tadi bapak sudah melihat kamu lagi menatap seseorang, bapak ini laki laki dan bapak paham betul maksud dari tatapan mu tadi itu” tutur pak gusto mengajak nya agar duduk di dekat gubuk kecil yang ada di sekitar masjid.
Widarto terdiam mendengar ucapan pak gusto, dirinya merasa malu karena sikap mesum nya terbaca oleh seseorang yang baru saja ia kenal.
Selalu cemungutt buat authornya yaaa untu up bab selanjutnyaa✨️