NovelToon NovelToon
The God Ashura

The God Ashura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: jazzy bold

Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.

Namun tidak ada yang tahu…

Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.

Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..

Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.

Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…

Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jiwa Beladiri Yang Berbeda

Saat Zhang Tiangxia menjalankan Teknik Dewa Ashura, di atas kepalanya, bayangan gelap setinggi tiga meter mengambang seperti bayangan hantu.

 Di tubuh bayangan gelap itu, seekor ular terus menggeliat tanpa henti. Ular ini tampak hitam dan gelap. Namun berbeda dari sebelumnya yang hanya muncul beberapa titik kecil berwarna perak di tubuh ular itu, kini warna perak di tubuhnya jauh lebih jelas terlihat. Sementara benjolan kecil di dahinya sudah tumbuh sekitar dua inci, ini jauh lebih panjang dari terakhir kali dia perhatikan.

Zhang Tiangxia menatap jiwa beladirinya Dengan tatapan penasaran. "Kira-kira, jiwa beladiri ku berada di tingkat berapa? Dan mengapa sepertinya mereka bisa berkembang?"

Zhang Tiangxia menggaruk kepalanya dengan bingung. Karena dalam sejarah yang dia ketahui, belum ada jiwa beladiri yang bisa berkembang atau tumbuh.

Sementara jiwa beladirinya, terus tumbuh. meskipun itu tidak terlalu mencolok, namun tetap tumbuh. Terutama ular yang aneh itu. kulitnya yang awalnya gelap mulai ada warna perak dan benjolan kecil di kepalanya semakin bertambah.

Adapun bayangan hitam, meskipun tidak berubah apapun, tapi ukurannya bertambah sedikit lebih besar.

Zhang Tiangxia mengamati jiwa beladirinya dengan mata yang sedikit menyipit.

Sejak pertama kali dia mengeluarkan jiwa beladiri miliknya hingga saat ini, dia memiliki kecurigaan kalau bayangan gelap dan ular gelap keperakan itu tidak terasa seperti satu kesatuan, melainkan mereka terasa seperti dua entitas yang berbeda. Hanya saja, dia tidak begitu yakin.

Pada saat sedang mengamati jiwa beladirinya, dia mendapat sebuah ide yang terlintas di kepalanya.

"Ehh, karena jiwa beladiri ku tampaknya terpisah, bagaimana jika aku mencoba menggunakan keduanya secara terpisah?" Zhang Tiangxia bergumam kecil.

Saat ini dia terfikir untuk menggunakan dua jiwa beladirinya untuk menyerap masing-masing energi Qi. Karena jiwa beladiri pertama hanya berupa bayangan gelap, dia ingin mencoba apakah jiwa beladirinya itu bisa menarik energi dari dunia bawah.

Adapun ular hitam keperakan, dia ingin mencoba untuk menarik energi hanya dari dunia ini.

"Tidak perduli apakah ini akan berhasil atau tidak, jika tidak di coba tidak akan tahu hasilnya." Zhang Tiangxia tampak sangat bersemangat.

Dia fokus pada bayangan gelap di atas kepalanya. Lalu dengan pikirannya, dia mengarahkannya untuk menarik energi dari saluran dunia bawah saja.

"Hah... Benar-benar bisa seperti ini?" Zhang Tiangxia di buat cukup terkejut.

Awalnya dia berfikir ini akan sangat sulit atau mungkin tidak mungkin bisa, namun ternyata bisa. Begitu Zhang Tiangxia mengarahkan pikirannya, energi kematian dari dunia bawah langsung mengalir deras ke arahnya seperti aliran sungai yang deras.

Lalu dia beralih ke ular hitam gelap keperakan. Dia mengarahkannya untuk menarik Qi dari dunia ini seperti bayangan gelap.

Bersamaan dengan keinginan pikiran Zhang Tiangxia, ular hitam keperakan itu membuka mulutnya yang lebar. Lalu udara yang di penuhi Qi langit dan bumi dalam jarak sepuluh meter darinya langsung lenyap tanpa sisa. Seolah-olah semua energi Qi yang berjarak sepuluh meter darinya menguap dari udara.

Jika bukan karena dia bisa merasakan energi yang sangat padat masuk kedalam tubuhnya, dia akan berfikir bahwa energi itu pasti menguap begitu saja.

Zhang Tiangxia terdiam, matanya menatap ular perak itu seolah melihat monster aneh. Karena meskipun ukuran ular ini jauh lebih kecil, namun dia ini seperti lubang hitam. Energi yang di serapnya berkali-kali jauh lebih banyak.

Kedua jiwa beladirinya itu bekerja secara bersamaan mengerjakan dua tugas yang berbeda. Bayangan gelap menarik energi kematian dari dunia bawah, sementara ular keperakan menarik Qi dari dunia ini. Dan keduanya mengalirkan energi yang sudah diproses ke dalam Zhang Tiangxia secara bersamaan.

Di dalam tubuhnya dia bisa melihat energi kematian yang dia serap semakin banyak dan mulai menyatu dengan tubuhnya, adapun kultivasinya perlahan naik sedikit demi sedikit.

Waktu berlalu dengan cepat.

Zhang Tiangxia duduk diam mengamati perubahannya saat energi terus mengalir masuk. Perlahan-lahan dia melihat bayangan gelap di atasnya bertambah besar dan tubuh sedikit lebih tinggi. Sementara ular hitam keperakan, warna perak di tubuhnya semakin menyebar dan bertambah banyak. Selain itu juga terdapat beberapa titik kecil berwarna emas mulai muncul di antara sisik-sisiknya.

Bahkan Zhang Tiangxia juga cukup merasa aneh, karena jika dia tidak melihatnya langsung, dia tidak akan sadar bahwa ada perubahan seperti ini. Meskipun warna emas yang muncul sangat sedikit, tapi itu bisa terlihat jika di perhatikan.

Tanpa terasa dia sudah menghabiskan waktu satu malam untuk berlatih.

Zhang Tiangxia masih duduk di posisi yang sama, kali ini dia berniat berlatih tertutup selama beberapa hari.

Menjelang malam hari kedua, suara renyah terdengar dari dalam tubuh Zhang Tiangxia.

Buumm..

Zhang Tiangxia membuka matanya lalu merasakan tingkat kultivasinya saat ini.

"Tingkat tujuh."

Dia menggunakan indra ilahi untuk melihat kultivasinya, lalu dia mengerutkan dahi.

Sebelumnya dia naik dari tingkat pertama alam Pemurnian tubuh ke tingkat enam alam Pemurnian dalam waktu yang sangat singkat. Tapi kali ini dari tingkat enam ke tingkat tujuh saja butuh hampir dua hari penuh.

"Kenapa selambat ini?" Zhang Tiangxia merasa heran.

Dia mengamati kondisi dalam tubuhnya dengan seksama menggunakan indra ilahi nya.

"Aneh.." Zhang Tiangxia mengerutkan kening. "Meridian, tulang, otot, organ dalam. Semua tampak baik. Energi Qi mengalir lancar. Lalu mengapa peningkatan alamku sangat lambat?"

Akhirnya setelah mengamati lebih cermat, dia menyadari sesuatu.

Energi yang masuk ke tubuhnya tidak semuanya digunakan untuk menaikkan tingkat kultivasi. Sebagian besar justru diserap oleh tubuh itu sendiri untuk menempa tulang, memadatkan otot, memperkuat setiap lapisan jaringan dari dalam.

Selain itu, saat dia mengerahkan energi Qi di tubuhnya, ada energi hitam yang melindungi seluruh tubuhnya seperti perisai.

Zhang Tiangxia tidak tahu ini apa, tapi dia bisa menebak pasti ini hal yang baik untuk tubuhnya.

Jika ini dulu, dia akan bingung dan akan mempertanyakan banyak hal. Tapi setelah dia hidup kembali, banyak hal yang tidak masuk akal yang dia temui. Jadi saat melihat tubuhnya memperkuat dirinya sendiri tanpa bantuan ramuan obat, Zhang Tiangxia tidak merasa terkejut.

Sebaliknya dia mengangguk pelan. Karena ini bukan hal buruk. fondasi yang dibangun dengan cara ini akan jauh lebih kokoh dari fondasi yang hanya fokus pada menaikkan tingkat kultivasi.

Satu hal lagi yang saat ini dia perhatikan, energi dari dunia bawah yang berhasil dia serap dengan bantuan jiwa beladirinya semakin banyak dan semakin stabil dari hari ke hari. Energi itu tidak lagi hanya mengalir tipis seperti di awal saat pertama kali dia coba menyerap energi dunia bawah. Namun sudah mulai bertambah. Jika dulu hanya bisa membuka saluran seukuran ibu jari, sekarang sudah seukuran kepalan tangan orang dewasa.

"Tidak buruk." Zhang Tiangxia mengangguk, "Namun kultivasiku masih terlalu rendah."

Dia kembali menutup mata lalu melanjutkan latihannya. Tanpa terasa satu minggu sudah berlalu sejak dia memulai pelatihan tertutup ini.

Pada hari ketujuh, Zhang Tiangxia keluar dari ruang pelatihan tertutup.

"Kakak akhirnya keluar."

Melihat Zhang Tiangxia keluar dari pelatihan tertutup, Zhang Yuer berlari ke arahnya lalu melemparkan dirinya di pelukan Zhang Tiangxia.

Zhang Yuer memeluk pinggang kakaknya dengan kedua tangan kecilnya. Wajahnya menengadah ke atas menatap Zhang Tiangxia dengan mata cerah.

"Haha, kamu tampaknya sangat merindukan kakak." Zhang Tiangxia mengusap kepala adiknya sambil tersenyum kecil.

Zhang Yuer cemberut. "Ibu bilang kakak sedang berlatih jadi tidak boleh diganggu, padahal aku setiap hari datang kesini menunggu kakak. Namun selama seminggu kakak tidak keluar. Jika bukan karena peringatan ibu, aku akan mendobrak kedalam."

"Aishh, kamu ini." Zhang Tiangxia hanya bisa menghela nafas melihat adiknya seperti ini.

Zhang Yuer menatap kakaknya sejenak, tersenyum kecil lalu berkata dengan manja, "Kakak, satu bulan lagi aku ulang tahun. Aku akan berusia tujuh tahun."

"Umm, aku ingat." Zhang Tiangxia mengangguk sambil berjalan mencari ayahnya.

"Kalau begitu kakak harus memberiku hadiah." Zhang Yuer menarik lengan bajunya. "Hadiah yang sangat besar."

Zhang Tiangxia menatap adiknya sebentar. "Ohh, hadiah apa yang kamu mau?"

Zhang Yuer berpikir sejenak dengan wajah yang sangat serius seolah sedang mempertimbangkan keputusan besar. "Aku ingin... Aku ingin boneka yang besar. Lebih besar dari yang sekarang aku miliki."

"Yah, nanti kakak akan belikan boneka yang besar untukmu." Zhang Tiangxia mengangguk.

"Dan juga permen yang banyak." Zhang Yuer menambahkan lagi.

Zhang Tiangxia mengangguk. "Baik.. Tapi hati-hati, jika kamu terlalu banyak makan permen, gigimu akan rusak."

Zhang Yuer tersenyum lebar, "Aku masih kecil, jadi gigiku masih bisa tumbuh. Gigi kakak juga masih bisa tumbuh kalo rusak."

"Hahaha." Zhang Tiangxia hanya tertawa, "Ayo kita makan,kakak sangat lapar."

Saat makan, Zhang Zhenfeng menatap Zhang Tiangxia lalu bertanya, "Kultivasimu sekarang apakah ada perkembangan?"

Zhang Tiangxia mengangguk sambil menjawab, "Ada sedikit perubahan. Sekarang aku berada di tingkat lima alam Pemurnian tubuh."

. . .

1
Abil Amar
ahhh konyol msak khidupn pertma g pham
Abil Amar
aneh alur ceritanya ko msih aj kaget pdhal khidupn sblumnya kultivtor tp msih aj kyk orang tolol bru ngerti kultvasi
Dewa Malaikat
lanjuut thor
Dewa Malaikat
Jangan mandek tengah jalan ya thor
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
syarif ibrahim
hmmm gitu ya🤔.... lanjut deh... 💪
Ibad Moulay
Roh
Ibad Moulay
Rubah 🦊
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
syarif ibrahim
iya ayah betul, aku dibunuh oleh zhang zi yi dan ayahnya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!