kisah seorang dokter internship yang bertemu dengan seorang polisi yang menurutnya sangat menjengkelkan dan terjebak pernikahan dengannya akibat kejadian suatu malam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nad Nanad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27
"Kak Dean sarapan dulu." Ucap Anna saat Dean sudah ingin berangkat ke kantor. Dean menatap Anna sekilas tanpa senyum lalu melangkah ke arahnya kemudian duduk melahap sarapannya tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.
Anna menunduk sedih mengelus perutnya yang masih rata itu, ia sedih karena Dean sangat marah padanya saat ini.
"Kamu gak makan?" Akhirnya Dean membuka suara yang membuat Anna mendongak kemudian tersenyum.
"Ini baru mau makan." Jawab Anna sambil menghapus air mata di pelupuk matanya.
"Oh." Hanya itu tanggapan Dean ketika mendengar jawaban Anna.
"Kak Dean gak mau dengar penjelasan Anna dulu?" Tanya Anna kali ini air matanya sudah luruh membasahi pipinya.
Dean menghentikan aktivitas makannya lalu berdiri hendak pergi.
"Maaf saya sedang sibuk." Jawab Dean lalu meninggalkan Anna sendirian di meja makan yang sesenggukan.
"Kak Dean udah berubah ya, gara-gara kejadian yang kak Dean gak tau kebenarannya dan semudah itu percaya sama Aditya." Lirih Anna sambil tersenyum miris Dean yang mendengar itu tiba-tiba berbalik.
"Maksud kamu apa?"
"Kak Dean jahat!! Kak Dean tau? Anna berusaha hindarin Aditya bahkan Anna rela lewat gerbang belakang rumah sakit agar Adit gak bisa liat Anna karena Anna tau Adit itu orangnya nekat, Anna gak mau Adit sampai liat Anna dan yang Anna takutkan sekarang terjadi! Kak Dean gak percaya lagi kan sama Anna? Yaudah kalo gitu balikin Anna ke mama papa lagi." Ucap Anna bersimpuh ke lantai dengan air mata yang tak terbendung.
Dean tak tahan lagi melihat kondisi Anna seperti ini, ia langsung menghampiri dan memeluknya dengan erat lalu meminta maaf berkali-kali padanya.
"Untuk apa minta maaf? Kak Dean gak salah disini Anna yang salah." Anna tertawa sumbang.
"Saya banyak salah sama kamu, saya minta maaf saya menyakiti kamu!" Ucap Dean lalu mengecup puncak kepala Anna berkali-kali sambil terus memohon maaf.
Anna hanya diam tak bergeming, ia sudah sangat sakit hati dengan perlakuan Dean padanya.
"Kak Dean lagi sibuk kan? yaudah sekarang pergi." Ucap Anna kali ini ia tak mau lagi membuang air matanya sia-sia.
"Gak, saya gak akan ninggalin kamu."
Anna melepaskan pelukan Dean dengan paksa lalu berdiri dari tempatnya.
"Anna mau pulang!" Ujar Anna kemudian melangkah pergi.
"Maafkan saya, maaf." Ucap Dean lagi menahan tangannya namun tiba-tiba pandangan Anna kabur, kepalanya terasa berat lalu tubuhnya terjatuh dan Anna hilang kesadaran.
***
"Akhirnya kamu sadar dek." Ucap Dean tersenyum saat Anna membuka matanya.
Anna memperhatikan sekelilingnya yang ia rasa tak asing dan ternyata Dean membawanya ke rumah sakit dan ini tepat berada di ruangan dokter Indah tempat kemarin ia melakukan USG.
"Maafkan saya gara-gara saya kamu jadi seperti ini, saya menyesal!" Ujar Dean lagi sambil menunduk menyesali perbuatannya apalagi ia sudah mengetahui bahwa Anna sedang hamil dan dokter Indah yang memberi tahunya.
Awalnya Anna ditangani oleh dokter Zahra namun tiba-tiba dokter Zahra menyuruhnya untuk memindahkan Anna untuk dirawat oleh dokter Indah yang merupakan dokter kandungan dan itu sempat membuat Dean bingung.
"Anna udah maafin kak Dean tapi Anna mohon percaya sama Anna". Jawab Anna menggenggam tangan Dean.
"Saya janji bakalan percaya dan jagain kamu serta calon anak kita ini". Ucap Dean sambil mencium tangan Anna dan tangan kirinya mengelus perut Anna.
"Kak Dean udah tau?".
Dean mengangguk
"Iya, kenapa kamu gak bilang dari awal?"
"Kemarin Anna mau kasih kak Dean kejutan tentang ini tapi kak Dean keburu marah sama Anna."
"Jadi semalam kamu nyari nasi padang itu gejala ngidam?". Tanya Dean.
"Iya tapi kak Dean-nya lama sih jadi Anna sampai ketiduran nungguin."
"Ya Allah dek, maafin kak Deanmu ini ya! Gara-gara semalam kak Dean lama kamu gak jadi makan nasi padangnya, sekarang kak Dean beliin lagi ya." Ucap Dean menyesal tak bisa mewujudkan permintaan ngidam istrinya.
"Udah gak mau makan nasi padang."
"Terus sekarang maunya apa? Kak Dean janji bakalan turutin maunya dek Anna!"
"Mau makan acar mentimun pake selai strawberry." Ucap Anna yang membuat Dean terkejut dengan permintaannya itu.
"Acar sama selai strawberry emang enak?"
"Gak tau tapi pengen coba aja kayaknya enak." Jawab Anna menghayal bagaimana lezatnya perpaduan kedua makanan itu.
"Yaudah kak Dean order dulu ya!" Ucap Dean lalu merogoh sakunya dan mengambil handphonenya untuk mengorder pesanan Anna tersebut.
Anna lalu merebut Handphone milik Dean kemudian menyembunyikannya.
"Loh dek kok diambil?"
"Anna maunya kak Dean sendiri yang beli"
"Tapi nanti yang jagain kamu siapa? Lagi pula nanti sama aja kan?"
"Rasanya beda, nanti Anna panggil Ify kesini." Ujar Anna tetap keukeh.
"Ify kayaknya lagi sibuk."
"Kalo gitu Anna bisa jaga diri sendiri."
"Tapi dek."
"Yaudah kalo gak mau gak usah." Ucap Anna kesal kemudian membelakangi Dean.
"Dek jangan ngambek dong, iya iya kak Dean pergi sekarang nih." Putus Dean mengalah namun Anna tak bergeming hingga Dean memutuskan pergi agar Anna tidak semakin marah padanya.
Sebelum ia benar-benar pergi, ia menghubungi beberapa anggota kepolisian untuk berjaga di rumah sakit tersebut terutama di depan ruangan Anna. Ia tak mau Adit kembali berulah dan sampai menyakiti Anna lagi, ia bisa saja memenjarakan Adit namun tak bisa tanpa adanya bukti yang jelas. Tak butuh waktu lama, rumah sakit tersebut sudah dikawal oleh puluhan anggota kepolisian. Semua orang yang terdapat di rumah sakit tersebut kebingungan melihat polisi ya g berlalu-lalang di sana yang ternyata sedang menjaga istri dari atasan mereka.
Tak butuh waktu lama bagi Dean untuk mencari acar dan selai strawberry seperti yang diminta Anna karena kedua makanan tersebut bukan hal yang sulit untuk didapatkan, Dean kembali ke ruangan Anna dirawat dan berpapasan dengan Anggi.
"Dean!" Panggil Anggi yang membuat Dean menghentikan langkahnya.
"Iya kenapa Nggi." Jawab Dean yang memang agak akrab dengan Anggi karena merupakan teman kecilnya dan mereka pun hampir dijodohkan tetapi gagal karena Dean yang menolaknya.
"Aku mau bicara sama kamu." Ucap Anggi lalu menggenggam tangan Dean dan kemudian ditepis oleh pria itu.
"Maaf." Ucap Anggi malu saat tangannya dengan terang-terangan ditolak oleh Dean.
"Gak apa-apa! tapi maaf juga ya saya gak bisa sekarang." Jawab Dean kemudian melanjutkan langkahnya.
"Ini tentang Adit dan Anna istri kamu." Ucap Anggi yang membuat Dean kembali menghentikan langkahnya dan berbalik yang membuat Anggi tersenyum senang.
"Anna hamil kan? Kamu yakin itu anak kamu?" Ujar Anggi berusaha memprovokasi Dean lagi.
"Apa maksud kamu?" Tanya Dean dengan raut wajah yang berubah.
"Kamu liat sendiri kan kejadian semalam? Dan kamu masih yakin itu anak kamu? Dan selama ini mereka kan selalu bertemu di rumah sakit ini diam-diam." Ucap Anggi yang membuat Dean marah, bukan marah dengan Anna tetapi pada Anggi.
"Oh jadi kamu tau kalo Adit kerja disini? Terus kamu biarin aja gitu? Kamu tau sendiri kan apa yang dilakukan Adit ke Yasmin? Atau Jangan-jangan ini rencana kalian berdua untuk misahin kami? Saya tahu kamu masih belum ikhlas karena gagalnya perjodohan itu kan?" Ujar Dean mengintrogasi Anggi yang berhasil membuat perempuan itu terdiam merutuki kebodohannya sendiri.
"Setelah saya dengar ini dari kamu saya jadi semakin percaya sama istri saya! Terima kasih Anggi." Ucap Dean lalu meninggalkan Anggi.
"Bukan begitu Dean! tunggu dengerin penjelasan aku dulu." Panggil Anggi berteriak namun tak dihiraukan oleh Dean.
"Arghhh sial!! Awas kamu Anna!"
****
"Selamat siang pak!". Ucap pemimpin pasukan yang dikerahkan Dean untuk menjaga Anna sambil memberi hormat pada Dean.
"Siang, bagaimana istri saya? aman?" Tanya Dean padanya.
"Siap! aman pak!" Jawabnya.
"Terima kasih sudah mau menjaga istri saya." Ujar dean lagi.
"Siap! sama-sama pak".
Dean kemudian masuk ke dalam ruangan serba putih itu lalu menghampiri istrinya yang sedang duduk di atas tempat tidurnya.
"Ada kan kak?" Tanya Anna antusias turun dari tempat tidur kemudian berlari kecil ke arah Dean merebut plastik yang ada di tangan Dean.
"Hati-hati! jangan lari-lari" Ucap Dean lalu mendekap tubuh Anna kemudian membawanya duduk di sofa panjang yang ada di ruangan tersebut.
"Kayaknya di luar lagi rame, ada apa?" Tanya Anna yang mendengar suara polisi-polisi tersebut yang berlalu lalang.
"Oh itu polisi." Jawab Dean sambil membantu Anna mengeluarkan isi plastik yang berisi acar dan selai strawberry.
"Memangnya di luar kenapa? Sampai-sampai ada polisi?" Tanya Anna lagi kali ini tangannya dengan cekatan mencampur acar dengan selai strawberrynya, Dean yang melihatnya menjadi ngeri sendiri bagaimana rasa makanan aneh itu.
"Jagain kamu". Jawab Dean.
"Beneran?". Tanya Anna lagi dengan terkejut.
"Iya, mau liat?".
"Gak ah, Anna takut sama polisi". Ucap Anna kali ini ia mulai menyendokkan makanan hasil eksperimennya itu kedalam mulutnya dan mulai mengunyahnya dengan lahap.
"Kalo sama police ini?". Tanya Dean sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Gak lah, kan sayang". Jawab Anna yang kemudian mendapat ciuman di seluruh wajahnya.
"Ihh ganggu aja, lagi makan."
"Emang itu enak ya?" Tanya Dean dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.
"Enak banget, kak Dean mau coba." Tawar Anna mengarahkan sendok berisi makanan anehnya pada Dean namun Dean menutup mulutnya rapat-rapat bahkan mencium baunya saja ia ingin muntah ia heran dengan istrinya itu bagaimana bisa makanan aneh itu sangat disukainya:v
"Udah jangan dimakan terus nanti kamu kenapa-kenapa." Ucap Dean sambil mengambil alih makanan Anna.
"Kak Dean ngapain diambil sih?" Ujar Anna berkacak pinggang.
"Gak usah dimakan lagi ya! Ini gak sehat buat kamu dan anak kita."
"Hmm iya deh Anna gak bakalan makan lagi tapi kata dedek bayinya ayahnya yang harus makan."
"Jangan dong dek, liatin aja udah bikin eneg apalagi dimakan."
"Tapi ini maunya dedek bayi, ya kan sayang? kamu mau ayah makan itu juga kan?" Ucap Anna berbicara pada perutnya sendiri.
"Tapi dek."
"Jahat ihh." Ucap Anna dengan mata yang berkaca-kaca.
"Yaudah dimakan tapi sedikit aja ya!"
Dean langsung memasukkan makanan aneh itu ke dalam mulutnya yang membuat Anna tersenyum senang.
"Nah gitu dong, enak kan?"
Dean mengangguk dengan senyum yang dipaksakan merasakan sensasi aneh perpaduan kedua makanan itu di mulutnya dan berusaha menelannya dengan paksa.
To be Continued ...
thor...
knpa g dilanjutin kisahnya Dean sm Anna
👍🤗