NovelToon NovelToon
Hi, Ex - Boyfriend !

Hi, Ex - Boyfriend !

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:586.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: SheisUgly

Hai All, ini adalah karya keduaku.
Sesuai sama judul di atas kali ini aku akan membuat karya tentang dunia permantanan.

Willo, gadis pendiam dan terkesan cuek dan aromantis terkejut saat dia tau ternyata bos di tempatnya bekerja adalah Mantan "Pacarnya" yang super ngeselin.

Willo ingin menghindar dan resign dari tempatnya bekerja namun dirinya tak bisa lepas dari jeratan mantan.

So this is it , Willo story : Hi, Ex - Boyfriend ! 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WAY - WAY !

...***Roro Jonggrang udah dibikinin 1000 Candi masih nolak di nikahin....

...Willo di baperin aja iman langsung goyang....

🌷🌷🌷🌷🌷🌷***

Willo banyak berterima kasih kepada Papanya untuk segala bantuan dari Papa.

Papa terpaksa berbohong kepada Mama dan Sandra agar Willo menunda kepulangannya ke Jakarta.

"Willo mau reunian dulu sama teman-temannya Ma. Dulu kita kan juga pernah tinggal di Magelang." Papa berbicara. Mama dan Sandra sedang sibuk packing malam itu.

"Willo setau Mama dia kan anaknya pendiam Pa. Enggak ada yang pernah datang kerumah. Kecuali pas Willo udah kuliah ini dia punya teman. Itupun cuma Nietha sama Yessy" Mama sibuk melipat pakaian dan di masukkan ke koper.

"Ya mungkin aja kan Ma Willo emang punya temen tapi Mama enggak tau..." Sandra mencoba berpikir positif.

Ibu Kandung Willo yang bernama Yuliana Ini adalah tipe Ibu yang protektif terhadap anaknya.Yuliana berharap anaknya menjadi anak yang patuh, nurut dan tidak pernah membantah. Sandra yang penurut dengan arahan Yuliana sekarang menjadi Dokter sesuai dengan impian Yuliana. Willo yang di arahkan untuk menjadi staf IT pun sekarang juga menjadi staf IT walaupun punya bos yang lumayan ngeselin.

Ekspektasi Mama yang tinggi terhadap Sandra terbayar lunas oleh Sandra. Tapi harapan Mama terhadap Willo tak sesuai dengan keinginan sang Mama.

Willo tak sepintar dan berpenampilan tak secantik Sandra. Walaupun kuping Willo di jejali nasehat, tak di gubris oleh anak bungsunya itu.

Akhirnya dengan bujukan Papa, Mama menyerah juga dan menerima anak bungsunya yang jauh dari ekpektasinya. Yang penting Willo bukan pembangkang.

"Kamu enggak apa-apa kita pulang duluan???" Tanya Sandra setelah mereka berkumpul di lobi hotel.

"Enggak apa-apa Kak. Magelang kan rumah kedua Kita..." Itu cuma alasan Willo. Benar dia pernah tinggal di Magelang tapi saat itu dia bersekolah di sekolah yang ada asrama nya. Tak bisa bebas keluar asrama.Setelah lulus , Orangtuanya mengirmnya ke Jakarta untuk kuliah di Kampus Wearnes International University.

Willo excited ketika mantan pacarnya yaitu Kai mengajaknya untuk ke Magelang. Laki-laki itu selalu bisa membuat Willo merasakan debaran yang meluap-luap. Ia ingin segera melupakan laki-laki itu 8 tahun lamanya tapi sekarang dia ada di kehidupannya lagi.

Kai tak pernah berubah, menurut Willo dia masih sama misteriusnya seperti dulu. Willo mengingat momen sebulan pacaran dengan Kai. Dia menyebalkan dan masih menyebut Willo nenek sihir walaupun statusnya sudah pacaran. Dan ketika Kaisang selalu memanggil Willo nenek sihir, Willo selalu membalas :

"Sekarang gue enggak keberatan lo panggil gue begitu. Tapi awas aja lo kena sihir cinta Willo !" Tentu saja Willo menakut-nakuti Kai saja dengan harapan Kai akan stop dengan julukan nenek sihir itu. Tapi bukan Kai namanya kalau tidak menantang Willo.

"Bukannya kebalik ya? Lo yang akan kena sihir cinta dari gue. Kaisang Bayu Asmoro..." Kai menyaringai menggoda Willo dan gadis itu mencebikkan bibirnya. Setelah itu Kai terbahak merasa menang melawan Willo.

Orang tuanya serta Sandra telah pergi dengan taksi menuju bandara. Jam 7 pesawat nya akan berangkat dan keluarganya meninggalkan hotel jam 5 pagi.

Siang ini Willo duduk di lobby hotel menunggu Kai yang katanya mau ngajak jalan ke Magelang. Willo hanya berharap Kai benar-benar mengajaknya jalan-jalan. Bukan untuk menghadiri acara keluarganya bahkan di suruh berganti kostum gamis seperti waktu itu. Kai adalah orang yang tak terduga. Bisa saja kan kejadian serupa akan terjadi lagi???

Willo mengingat dialognya dengan Papa tadi malam yang berlangsung hanya empat mata dengannya. Willo penasaran kenapa Papa terlalu longgar memberikan Kai kebebasan untuk mengajak Willo jalan-jalan.

"Apa kamu berharap Papa enggak ijinin kamu??"

Willo tergelak dengan jawaban papanya. Bukan ini jawaban yang Willo inginkan. Namun kata-kata Papa belum selesai.

"Usia kamu itu sudah 26 mau 27. Papa enggak pernah liat kamu punya pacar. Papa senang akhirnya ada laki-laki yang mau menerima kamu apa adanya. Kapan lagi kamu bisa mendapatkan jodoh. Kesempatan tak datang dua kali. Hal yang sama berlaku untuk Sandra. Mama sama Papa tidak ingin menantu yang muluk-muluk yang penting dia sopan, baik, sayang sama kamu. Dan lagi dia laki-laki" Papa menyunggingkan senyum lalu mengelus puncak kepala anak bungsunya ini. Willo bahagia Papa mau menerima Kai. Tapi sejurus kemudian dia gusar. Kai kan bukan pacarnya. Dia hanya bagian dari masa lalu. Dan Kai sudah membuat kesan di hati Papanya. Kalau Papa tau yang sebenarnya jika Willo dan Kai hanya sebatas Bos dan Pegawai, Papa mungkin akan kecewa.

Willo merenung.

"Papa enggak masalah jika usaha Kai belum mapan. Soal pekerjaan Papa bisa bantu" Willo yang mendengar ucapan Papa nya langsung menegakkan badan.

Willo tak percaya jika Papanya bahkan sangat menyukai Kai.

Willo curiga Papa terkena guna-guna dari Kai. Mulai dari penjaga kantin, penjaga perpustakaan, tukang parkir kampus, mbak-mbak kasir Indomaret, mamahnya Kak Kenzie, bahkan jangkrik yang suka nongkrong di parkiran pom bensin saja terpesona dengan Kai. Dan sekarang Papa, ikutan juga. Willo tidak habis pikir.

Papa tidak peduli dengan pengakuan Kai yang hanya jualan alat kantor. Papa masih ingin Kai jadi menantunya.

Jangan harap Pa, atau Papa akan seperti aku !

"Wah, lo nungguin gue ya?"

Willo yang duduk santay di sofa lobby hotel di kejutkan dengan kedatangan Kai. Willo memindai penampilan Kai dari atas ke bawah. Diapun berdiri dan berdecak.

"Lo mau konser dimana bang??" Willo terbahak melihat Kai memakai jaket bomber, T-Shirt warna hitam bertuliskan I Love Seattle, dan celana jeans sobek bagian dengkul. Rambut curtainhair cut belah pinggir dan sepatu boots warna coklat.

"Apa gue pakai baju koko aja?" Katanya menanggapi datar ejekan Willo dengan memandang gadis itu yang sedang terbahak.

"Lo mengingatkan gue sama vokalis band. Tapi gue lupa namanya." Willo masih saja meledek Kai yang mulai malas ke Willo.

"Jadi jalan enggak nih kita??? Udah jam 9 nih..." Ucapnya jengah.

"Ok, ayo. Kita mau kemana???" Willo mengeratkan tas ranselnya bersiap segera berangkat.

"Banyak tempat yang mau kita kunjungin. Asal lo enggak mabok perjalanan aja" Ujar Kai seraya berjalan keluar lobby dan di ikuti Willo.

Willo hanya mengedikkan bahu.

Mabok perjalanan????

Kai menuju parkiran hotel dan Willo mengekor di belakangnya. Kai menuju sebuah mobil SUV mewah tapi kendaraan Kai terparkir di balik mobil itu.

Willo membelalakkan mata melihat kendaraan yang akan mereka tumpangi kali ini. Kai mengambil helm dan memberikan helm satunya lagi pada Willo. Cowok swag itu memakai helm sedangkan Willo hanya diam terpaku dengan helm di tangan.

"Kita naik motor ini Bang???" Tanya Willo heran menunjuk ke motor model trail berwarna hijau keluaran Kawasaki ini.

"Iya, kenapa?? Lo enggak suka???" Kai balik tanya dengan memasang helm di kepalanya.

Willo mengerjapkan mata.

"Bukan, maksud gue, tumbenan lo bawa motor." Willo kemudian memasang helmnya sendiri.

"Jangan-jangan lo matre maunya naik Range Rover terus?" Tuduhan Kai membuat Willo cemberut memajukan bibirnya.

"Gue enggak matre ! Gue cuma nanya...." Seketika Willo jadi kesal.

"Lo PMS marah-marah terus??? Kita mau jalan, mending baca Bismillah biar selamat" Kai naik di motor itu dengan gaya kerennya. Sedangkan Willo masih sibuk mengunci helm yang pengaitnya seret.

"Astagaa, lo sengaja biar gue yang makein helmnya???" Kai langsung memasangkan pengait itu dengan lebih bertenaga dari yang Willo lakukan hingga pengait helm itu berbunyi klik. Willo masih saja manyun di tuduh matre dan modus.

"Pegangan ya??"

Willo hanya mengangguk dan dengan ragu dia melingkarkan kedua tangannya memeluk Kai.

Motor pun melesat dari hotel menuju jalanan.Berbaur dengan kendaraan lain. Willo tak tau kemana Kai akan membawanya pergi.

Senyumnya makin mengembang ketika dia bisa memeluk Kai. Tak ada yang salah jika jalan-jalan naik motor. Dia kan juga terbiasa naik go-ride tiap hari terutama jika bangun kesiangan. Hanya saja debaran di hatinya tak bisa di kendalikan.

Motor berhenti di lampu merah. Sepanjang jalan ini mereka berdua hanya diam. Percuma jika mereka bicara karena tak akan terdengar karena terhalang helm dan Kai harus fokus ke jalanan.

Willo makin menyunggingkan senyumnya saat Papa nya bilang : " Papa ngijinin kamu pergi sama Kai karena Papa liat kamu seperti ingin pergi sama dia. Kai adalah anak yang baik. Papa percaya sama dia."

Tanpa ragu Willo mengeratkan pelukannya setelah mengingat perkataan Papanya yang meyakinkan dia malam itu.

🌷🌷🌷

Sekitar 1 jam lebih perjalanan naik motor trail, mereka sampai di candi Prambanan. Willo hanya berdecak ternyata Kai mengajaknya kesini.

"Gimana Prambanan??" Kai mengahadap lurus ke depan menatap deretan Candi Prambanan tinggi menjulang nan elok itu.

"Good. Aku suka..."

Keduanya melangkahkan kaki memasuki komplek Candi. Ada tiga buah candi. Beberapa turis ikut naik ke Candi yang paling besar ukurannya di bandinga Candi lain. Kata Kai sih ini Candi Siwa, gumam Willo.

Willo menaiki anak tangga ingin masuk ke bilik yang ada di Candi itu.

Tapi Kai menarik pergelangan tangan Willo.

"Lo jangan masuk kalau lagi PMS. Enggak boleh.." Tanpa membantah Kai, Willo menurut.

Willo menahan tawa.

"Bos Flowchart yang sering memaksa pegawainya untuk membuat inovasi baru, aplikasi baru, teknologi baru ternyata masih percaya mitos???" Willo berdecak.

"Lo tau Jepang kan??"

Willo mengangguk seraya melangkah beriring an bareng Kai.

"Jepang itu terkenal sama teknologinya. Bahkan motor yang kita naikin tadi buatan Jepang"

"Terus??"

"Jepang itu bisa maju karena mereka enggak lupa darimana mereka berasal. Mereka masih pakai tradisi. Dan lo juga mesti paham, dimana bumi di pijak di situ langit di junjung. Tau artinya apa??"

Willo akan membuka mulut menjawab pertanyaan Kai tapi dengan cepat Kai nyamber.

"Lo mana paham peribahasa. Pas pelajaran Bahasa Indonesia lo tidur kan?? Jawab gitu doang enggak bisa.." Kai memasukkan kedua tangan di saku jaketnya.

"Gue mau jawab tapi mulut lo keburu nyamber. Suka banget nyamber bibir orang???" Willo seketika teringat dengan aksi Kai yang tiba-tiba menciumnya saat Kai akan berangkat ke Amerika tempo lalu.

"Jadi lo mau gue samber lagi nih???" Kai menyenggol bahu Willo untuk menggoda gadis itu.

Willo membulatkan matanya, tak terima dengan tuduhan Kai.

"Maksud gue lo suka nyamber jawaban yang mau keluar dari mulut seseorang. Bukan yang itu..." Kalimat Willo bernada rendah di ujung. Willo menyesal kenapa menyinggung kejadian itu.

"Gue tau, cewek biasanya memang suka ngungkit-ngungkit sesuatu yang mengganggu pikirannya. Apalagi.."

"Gue nggak lagi ngungkit-ngungkit !!" Sergah Willo cepat takut pembicaraan ini merembet kemana-mana.

Kai hanya tersenyum simpul.

"Ayo kita coba kesana" Tunjuk Kai ke arah sekumpulan Candi yang bangunannya tak selesai. Hanya menyisakan susunan pondasi batu-batu berbentuk persegi.

"Wah, cewek jaman dulu kalau minta syarat enggak kira-kira." Celetuk Kai saat mereka berjalan di sisi bangunan Candi.

"Syarat apa Bang??" Willo bertanya dengan melirik Kai yang berjalan di sampingnya.

"Lo tau cerita Roro Jonggrang??" Pandangan Kai menerawang jauh.

"Tau,"

"Ini adalah bukti jika cinta jaman dulu itu enggak main-main" Kai menghentikan langkahnya di ikuti Willo yang juga berhenti.

"Roro Jonggrang minta syarat di bangunkan sebuah Candi baru dia bisa menerima Bandung Bondowoso" Kai tersenyum simpul.

"Ya, setidaknya cowok jaman dulu punya sedikit keseriusan untuk pembuktian cinta mereka" Willo sedikit menyindir Kai tentang kisah percintaannya jaman dulu.

"Serius???"

"Setidaknya mereka tak pernah berpura-pura mencintai seseorang !" Willo penuh penekanan. Namun terkesan cuek.

"Lo mau gue serius karena lo pernah gue cium??"

Alamak, batin Willo. Dia sekuat tenaga menghindari topik ini namun tetap saja Kai menyinggungnya.

"Lo lama tinggal di Amerika. Bukannya berciuman di anggap wajar ya??" Willo menatap Kai lekat.

Kai terkekeh seraya memandangi gadis yang mulai salah tingkah ini.

"Gue masih mempercayai adat istiadat dan budaya tuh"

Willo lama-kelamaan gemas jika berdebat tentang Kai. Namun dia berusaha tenang.

"Gue menganggap semua yang pernah terjadi di antara kita hanya masa lalu"

Beneran hanya masa lalu????

"Masa lalu yang mengganggu kehidupan lo kan??" Kai masih saja tersenyum sedangkan Willo menatap horor Kai seperti mau menelan hidup-hidup.

"Ok, gue gak bakalan nyari gara-gara sama nenek sihir yang lagi PMS." Kai pun tertawa lalu berjalan cepat mendahului Willo ke arah candi-candi yang lain.

Sedangkan Willo mendengkus kesal gara-gara ulah mantan pacarnya yang suka mengungkit masa lalu.

Bukannya Willo yang suka ngungkit masa lalu???

Uppss🙊!

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

1
Almun
mungkin maksut kakak nya ini "terhenyak".

tadi diawal juga ada. situasinya lagi tegang/kaget tp tiba tiba ada kata tergelak.

sejauh ini sukaa😍 semangat kakk
RithaMartinE
😭😭😭 semangat willo
T.N
ku suka novel mu kak
T.N
nah kan ketauan jg
T.N
kasih pelukan tuk Willo
T.N
hahahsh🤣🤣🤣
T.N
omelannya bikin kangen Willo
T.N
😄😄😄
T.N
kadang kebawa alur cerita sampe nggak komen tapi like mah harus
Lin Zhi Yu
Baca berkali2 tetep gak bosan, ceritanya asik
Violeta
dasar pasangan somplak..🤣🤣🤣🤣
Violeta
astaga 🤣🤣🤣🤣
Violeta
🤣🤣🤣🤣
Violeta
waahh baru tau nih...ada kepanjangan lain dari GPS 🤭🤣🤣
Praba Tini LA
saya suka saya suka...
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ukh ... keren nya bang Kai 😍
May Keisya
iya bener😂
May Keisya
Thor kalo endingnya willo ga bahagia ini keterlaluan😭
May Keisya
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!