NovelToon NovelToon
PAMALI

PAMALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Contest
Popularitas:244.1k
Nilai: 5
Nama Author: Krysta

Awas! Pamali jangan dilanggar kalau tak mau celaka.
Cerita mitos berasal dari Kalimantan dengan segala pantangannya, jangan pernah dilanggar jika tak ingin terima akibatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Krysta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan pulang 2

Flashback

Hanif pov

Kami berjalan keluar desa menuju hutan rimbun penuh pohon raksasa berdiri gagah tak tergoyahkan

Aku dan iksan berjalan dibelakang Eva, nini memimpin kami bertiga sesekali nini menengok kebelakang agar kami tak ketinggalan olehnya

Meski sudah tua dia masih sangat bugar, apa karena bukan manusia makanya dia tetap sehat diusia senjannya

kami sampai disebuah pohon raksasa lebih besar dari yang lainnya akarnya saja lebih besar dari tubuh kami bertiga

"Sudah sampai, tapi buyut dulah jangan keluar" ucap nini

Kami kebingungan kenapa Eva tidak ikut kami kembali

"Tubuh mu ada yang mengisinya, jika kamu keluar dari batas ini kamu akan mati " ucap nini menatap Eva

"Lalu bagaimana agar dia bisa pulang ni " tanyaku khawatir

"kosongkan tubuhnya maka dia akan kembali"

Aku dan iksan saling pandang bagaimana bisa kami meninggalkan Eva sendiri disini

"Tidak , biar kamu yang pulang dulu biar aku dan dia tinggal " ucap Iksan pada ku

"Jangan kalian harus segera pulang, disini kampung leluhurnya mereka tidak akan berbuat jahat pada keturunannya"

"Tapi-" ucapan Iksan tak dilanjutkan saat Eva memegang tangnnya

"Tidak, kalian harus pulang, aku akan tunggu kalian disini" ucap Eva meyakinkkan kami

"Iya,kita harus membantu Eva kembali ketubuhnya hanya kita yang tau dia disini" timpalku terpaksa agar Iksan menurut saja

"Jalanlah nanti akan ada gerbang desa jika kalian melawatinya roh kalian akan kembali ketubuh semula, tapi ingat jangan lupa bantu cucu ini kembali"

kami berdua mengayunkan langkah dengan berat hati meninggalkan Eva sendiri berkali kali kami berdua menengok kebelakang melihat Eva.

"Apa ini keputusan yang benar " Tanya Iksan padaku

"Bismillah" ucapku tanpa menjawab pertanyaan Iksan

perjalanan terasa melelahkan apa lagi Iksan tak selalu berjalan sendiri sesekali aku harus membantunya agar tak membuang waktu dengan banyak istirahat.

Saat kami keluar dari hutan terlihat jalan setapak ditengah tanah lapang berwarna merah

Kami tersenyum lega karena bisa kembali pulang.

"Ayo, kita harus segera pulang agar bisa membantu Eva"

Kami berdua berlari kecil agar segera sampai namun tak kami sadari semakin kami berlari semakin jauh juga gerbang itu.

Kami seperti jalan ditempat menjauh dari hutan tapi juga tak mendejat pada gerbang itu

Iksan sangat kelelahan hingga jatuh tersungkur tak mampu lagi berdiri menopang tubuhnya

"Kamu pulang saja sendiri" ucapnya lemah

"Tidak, kita akan pulang bersama"

"Biar aku kembali pada Eva saja" pinta Iksan

"Jangan, kehutan dan kegerbang itu sama jauhnya mungkin kamu tidak akan sampai pada Eva "

"Tapi kamu bisa lihat kita seperti jalan ditempat gerbang itu semakin jauh, liat"

"Jangan putus asa kita pasti bisa"

aku kembali berdiri menopang tubuh Iksan, meski sebenarnya tubuhku pun sebenarnya sangat lelah tapi aku memikirkan Eva jika kami tidak bisa pulang begitupun Eva dia tidak akan bisa keluar dari desa ini juga.

"orang daerah sini"

Entah apa yang membuatku mengingat kembali pertanyaan nini itu sepertinya ada sesuatu yang tersembunyi dari pertanyaan itu.

"Kamu kenapa? " tanya Iksan melihatku tak fokus pada jalan kami berdua

"kamu ingat apa yang ditanyakan nini itu pada kita "

"apa, aku sudah lupa"

"dia bertanya apa kita orang daerah sini"

"Memang kenapa? "

"Dia bertanya seperti itu lalu menyuruh kita masuk,apa mungkin jika kita bukan dari desa ini dia tidak akan membantu kita? "

"Daerah sini?, berarti maksudnya orang desa sini? "

"iya, apa kita harus-"

"Harus apa? " tanya Iksan penasaran

"kamu ikuti aku " titah ku pada Iksan

"kami penduduk desa harapan jangan ganggu kami,bantu kami" ucapku

Iksan juga ikut mengulangi kata kata yang kuucapkan sambil berjalan kearah gerbang

Betul saja gerbang itu tak lagi menjauh semakin kami berjalan semakin dekat pula gerbang itu

Hingga terlihat olehku sesosok bertubuh tinggi sekali rambutnya putih berpakaian serba putih berdiri disamping gerbang

Matanya tak menatap kami seperti melihat kedalam hutan tak memperdulikan kamu yang berjalan melawati gerbang desa yang dijaganya.

1
Deby CahyaK04
gooddd
alulavika
ayo semangat up'y lgi kk. abaikan yg tdk suka
alulavika
up lgi dong kak
Minhyungmork 99
kenapa Eva g ngikut aja? sekalian basmi kunyang nya 🤔
yoo ajah
kebanyakan POV nya
Tia Supriyanto
Temanya sebenarnya bagus, cuma penulisannya berantakan, gk sesuai dgn kaidah penulisan yg benar. Coba baca tulisan penulis lain spti Penelope Magdalena, Rhaze, Al Orchida, Nath e. Walaupun cerita fiksi tapi mrk bisa menulis dan menyampaikannya dgn elegan.
Andi Budiyanto
good job
ARIS MRX
filosofi nya min buat tugas
chalisa ilmie
thourrr
MasWan
weeehhhh wis tamat aaa...???
MasWan
ya ampun amang
MasWan
smoga segera terungkap
MasWan
Eva pasti dapat jodoh yg terbaik
MasWan
semakin penuh misteri
MasWan
makin seru nih
MasWan
duh kasihan eva, remuk redam
MasWan
seru banget ceritanya
Cahaya
lanjut thor
N_A
Semoga Authornya sehat selalu biar bisa lanjutin ceritanya. Aamiin
who.am.i???
apa apan ini... kenapa sudah habis chapternya... ini masih berlanjut gk thor.. udah 2bln kok blum muncul???
hufffft... aq benci on going... bikin penasaraann
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!