Di sebuah kota kecil ada seorang anak gadis cantik yang masih berusia 18 tahun di paksa untuk menerima perjodohan dini ini.
nama nya adalah Meli, gadis cantik yang baru saja lulus, tekat nya yang ingin melanjutkan perguruan tinggi nya terhalang karena permintaan ibu tirinya yang memaksa nya untuk menikah muda dengan seorang pria dewasa.
bagaimana kelanjutan nya yuk mampir di karya author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby cahya Karmila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kegelisahan Aldo.
"Bagaimana keadaan meli,"ucap tuan Gunawan.
"Dia masih tidur yah, mungkin dia masih lelah,"lirih nyonya Winda.
"Ayah, ibu, kalian istirahat saja, biar aku yang jaga meli,"ucap Kevin.
"Lebih baik kau pergi dari sini, karena kehadiran mu hanya membuat luka di hati meli,"ucap tuan Gunawan.
"Yah, jangan berkata seperti itu, Kevin adalah putra kita juga, dia melakukan ini pasti karena ada sebab nya,"lirih nyonya Winda menatap ke arah putra nya.
Saat di perjalanan menuju ke rumah sakit, pria itu seperti khawatir dengan keadaan meli.
Bagaimana tidak, selang beberapa jam tubuh meli demam tinggi yang mengharuskan kita untuk membawanya ke rumah sakit.
Dan dia dapat melihat ketulusan di hati putra nya.
"yah, aku benar benar mencintai meli, aku ingin dia jadi milik ku,"lirih Kevin.
"Tapi tidak seperti itu caranya Kevin, justru kau semakin membuat nya terluka,"ucap tuan Gunawan.
"Aku tau caraku salah ayah, aku berjanji akan memperbaiki semua nya,"ucap Kevin.
"Ah sudah lah, aku pusing, kenapa dokter ini begitu lama sekali,"ucap tuan Gunawan kesal.
"Sabar dulu yah, dokter masih mengecek kondisi meli, semoga saja sesuatu yang tidak kita harapkan tidak terjadi padanya,"lirih nyonya Winda.
"semoga saja meli tidak tertular HIV dari ku, jika dia terkena juga, aku tidak akan pernah memaafkan diriku ini,"batin Kevin.
30 menit kemudian dokter pun keluar.
"Dokter bagaimana?"ucap tuan Gunawan.
"Tidak perlu khawatir tuan, dia hanya demam biasa, mungkin karena kelelahan dan terlalu lama terkena air yang begitu dingin,"ucap sang dokter.
"Dokter, apa kau yakin, dia tidak tertular,"ucap Kevin lagi lagi mengkhawatirkan keadaan meli.
"Tidak tuan, saya sudah mengecek nya dengan baik, dia tidak akan tertular HIV, karena anda sudah rutin menjalankan terapi dan pengobatan anda,"ucap sang dokter lagi.
"Tapi jika anda menghentikan pengobatan anda, dan kembali berhubungan badan, mungkin saja dia akan tertular,"jelas sang dokter lagi.
Kevin membuang nafas nya dengan lega, dia bersyukur karena meli tak tertular oleh penyakit nya.
Saat mengetahui bahwa meli tiba tiba demam, jantung nya seperti ingin copot dari tempat nya.
"Pasien akan di pindahkan ke ruangan nya, anda bisa terlebih dahulu ke sana,"ucap dokter itu lagi dan berlalu dari hadapan mereka semua.
...----------------...
"Aldo, loh kenapa,"ucap Erik.
"Gue mikirin meli, hari ini dia gak masuk kampus,"ucap Aldo.
"Kenapa? Apa dia sakit,"ucap Erik lagi.
"Gue gak tau Rik, tapi kemarin sepupu meli datang dan mengancam gue untuk tidak mendekati meli,"ucap Aldo lagi.
"Tapi yang gue heran, dia mengatakan bahwa meli adalah istri nya,"ucap Aldo.
Erik yang mendengar nya terkejut bukan main.
"Loh mungkin salah dengar do,"ucap Erik.
"Masa gue salah dengar sih, jelas jelas dia mengatakan nya langsung di telinga gue,"ucap Aldo.
"Oh berarti benar dong, meli tuh istri nya pria itu,"ucap Erik.
"Ah sudah lah, malas gue ngomong sama Luh,"ucap Aldo kesal.
"Woy, kalian ngapain di sini,"ucap Stella.
"Ini nih, sih Aldo mikirin meli Mulu, apalagi di tambah meli yang gak masuk ke kampus hari ini,"ucap Erik.
"Oh iya aku sampai lupa, meli masuk rumah sakit do, dia demam, gue baru saja dapat kabar dari ibu nya,"ucap Stella.
Antiretroviral (ARV) berfungsi menurunkan jumlah virus hingga tidak terdeteksi, sehingga virus "tidur" dan tidak berkembang biak.