Menceritakan tentang perjalanan empat sekawan para pria yang kaya raya, dan Cindy sari yang bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah karaoke
Semua kisah berawal dari Cindy yang akhirnya di nikahi oleh Aditya Pratama salah satu anggota empat sekawan CEO yang kaya raya dan baru pertama kalinya jatuh cinta
Tetapi karena perbedaan status keluarga Adit tidak menyetujui pernikahan tersebut, mereka pun menggunakan cara kotor untuk memisahkan Adit dan Cindy. Rencana mereka pun berhasil, Adit meninggalkan Cindy yang ternyata saat itu sedang berbadan dua
Cindy meninggal dunia saat melahirkan anaknya yang bernama Zahra Pratama
Bagaimana kah nasib buah hati mereka berdua ?
Apakah Zahra bisa membantu Adit bangkit dari keterpurukannya saat mengetahui semua kebenarannya ?
Lanjut di baca ya ada seribu kesedihan di dalam nya..
baru belajar maaf kalo masih banyak typo..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kata Sayang Dari Kamu
Cindy terus mencari cincin itu sampai akhirnya dia mulai lelah dan memutuskan untuk merebahkan tubuhnya dan beristirahat tak butuh waktu lama dia pun sudah terlelap
Berbeda dengan Cindy malam itu Mita sudah duduk di samping Rangga, malam itu Rangga, Bastian, dan Bagas kembali datang ke karaoke xx akhirnya karaoke xx menjadi tempat tongkrongan baru buat mereka bertiga
Bagi Bagas dan Bastian dimana pun sama saja mereka memang tidak pernah di temani oleh wanita yang sama setiap malam, hanya ada beberapa yang mereka anggap sedikit spesial saja yang bertahan agak lama
Malam pun berlalu saat jam makan siang tiba Adit meninggalkan kantornya untuk menemui Cindy, Adit melajukan mobilnya menuju ke apartemen Mita, sesampainya di parkiran Adit langsung menghubungi Cindy
Tut...Tut..Tut..
" Halo sayang "
" Aku udah di bawah ya sayang "
" Ok, tunggu sebentar ya aku turun sekarang "
" Ok " mereka pun memutuskan sambungan teleponnya
Tok.. Tok.. Tok.. Cindy mengetuk kamar Mita
" Mit aku mau jalan dulu ya "
Tak butuh waktu lama Mita membuka pintu kamarnya, masih dengan keadaan khas orang yang baru bangun dari tidurnya
" Ya ampun sibuk terus sama pacarnya sekarang, udah ga ada waktu buat sahabatnya lagi " tersenyum meledek
" Maaf ya plend.. Kita mau cari baju Adit ngajak nikah secepatnya " Cindy tersipu malu
" Ya gw ngerti kok, gw ikut bahagia kalo lo bahagia " Mita memeluk tubuh Cindy
" Makasih ya Mit " Mita mulai melepaskan pelukannya
" Ya udah aku jalan dulu ya bye.. " Mita membalas dengan senyuman tulus
Kini Cindy sudah berada di dalam mobil Adit, mereka pun memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu, setelah itu baru mereka akan mencari semua keperluan untuk acara ijab qobul pernikahan mereka
Tak lupa Adit membeli 1 buah cincin berlian untuk menggantikan cincin yang telah hilang itu dan sepasang cincin untuk pernikahan mereka, setelah semua di dapat mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah menjelang malam
Mereka memutuskan untuk menikah lusa, sebenarnya itu kemauan Adit yang ingin cepat memiliki Cindy seutuhnya, untuk semua persiapan yang lain sudah di urus oleh Erik
" Sayang besok jam makan siang aku jemput ya, abis makan siang kita ke kantor aku " ucap Adit di mobil yang sudah melaju ke arah apartemen Mita
" Mau ngapain ? nanti aku malah ganggu kamu kerja " Cindy mengerutkan keningnya
" Ya enggaklah sayang, aku malah senang kalo kamu temanin aku di kantor, biar semua tau siapa calon istri aku " ucap Adit dan berhasil membuat wajah Cindy menjadi merona
" Oh.. Ya kan aku juga pernah bilang kita pacarannya setelah nikah, jadi pokoknya aku ada di mana kamu harus ada di situ juga " Adit menoleh sekilas ke arah Cindy
" Tapi kalo selamanya ga mungkin dong sayang, aku kan juga harus mulai cari kerja "
" Kenapa si kamu harus kerja sayang ? aku bisa kok penuhin semua yang kamu mau " lirih dan tampak guratan kekecewaan di wajah Adit
Entah mengapa Adit saat ini benar-benar tidak ingin sedetik pun terpisah dari Cindy, seorang Aditya Pratama pria lajang yang kaya raya kini baru merasakan yang namanya jatuh cinta
" Aku tau kok sayang, aku juga percaya seorang Aditya Pratama bisa lakuin itu semua. Tapi aku maunya kamu bisa bangga saat aku nanti berdiri samping kamu "
Adit pun hanya bisa membuang napasnya dengan kasar mendengar ucapan dari Cindy
" Ok aku setuju tapi setelah enam bulan kita nikah kamu baru boleh cari kerja, selama enam bulan setelah kita nikah anggap aja masa pacaran kita " ucap Adit dengan berat hati
" Pokoknya kamu harus ikut aku kemana pun aku pergi termasuk ke kantor, gimana ? " menoleh ke arah Cindy dan Cindy pun tersenyum
Cindy pun memilih untuk mengalah karena kini dia pun menyadari bila kebahagiaan dirinya berada di sisi Adit
" Ya.. Aku setuju sayang " Cindy mencium pipi Adit
" Ikh.. Kamu kok genit banget sayang sekarang cium aku terus " ledek Adit sambil tertawa
" Oh.. Ya udah mulai sekarang aku ga akan pernah cium kamu lagi " Cindy memajukan bibirnya
Adit pun tersenyum bahagia melihat kelakuan calon istrinya yang menggemaskan tersebut, bagi Adit hal apapun yang di lakukan oleh Cindy tampak indah di matanya
" ikh.. Gitu aja ngambek "
Cindy yang sudah terlanjur kesal hanya diam dan memalingkan wajahnya menghadap luar jendela mobil
" Aku bercanda sayang aku senang kok kamu cium, jangankan cium bahkan sebentar lagi aku udah jadi milik kamu seutuhnya loh " bujuk Adit dan tetap tak mendapat respon apapun dari Cindy
Adit pun tak hilang akal tangan yang satu tetap setia memegang kemudi mobil lalu tangan yang satu seperti mencari sesuatu, Adit terus sibuk melakukan itu sampai akhirnya Cindy pun mulai memperhatikan Adit
" Kamu cari apa ? "
Adit hanya melirik dan diam, dia masih terus membuat sibuk tangannya yang satu seperti mencari sesuatu yang sangat penting
" Kamu cari apa sih sayang ? " Cindy mulai penasaran
" Nah itu " Adit tersenyum
" Apa ? " Cindy mengerutkan keningnya terheran karena dia melihat tangan Adit tidak memegang apapun
" Itu loh yang tadi sayang " dengan wajah serius
" Itu apa ? tangan kamu aja ga pegang apapun kok sayang "
" Aku lagi cari kata sayang dari kamu " jawab Adit sambil melirik ke arah Cindy dan tersenyum
Cindy pun hanya bisa terdiam dan tersipu malu mendengar ucapan Adit, dia hanya tidak bisa membayangkan bagaimana bila orang di luar sana tau kelakuan Adit yang seperti itu ? mereka berdua akhirnya tiba di parkiran apartemen mita
" Besok aku ga usah ke kantor kamu ya, besok biar aku jalan sama Mita aja ke salon, kan lusa kita mau nikah. Ya minimal aku mau perawatan dulu sedikit " ucap Cindy malu-malu
" Ga usah deh sayang "
" Maksud kamu ? "
" Ya kamu ga usah perawatan segala, aku udah cinta setengah mati kok sama kamu " menatap ke wajah Cindy dan Cindy pun kembali merona
" Ya tapi kan lusa kita mau nikah sayang "
" Ya tapi kalo kamu perawatan segala berarti besok aku ga bisa ketemu kamu dong. Aku ga mau jauh dari kamu, aku ga mau kehilangan kamu " lirih
" Ya ampun sayang aku cuma perawatan bukan pergi tinggalin kamu " jawab Cindy sambil tertawa Adit pun hanya terdiam
" Denger ya wahai Aditya Pratama. Aku cinta kamu, jadi aku ga akan pernah pergi dari kamu sampe kamu yang meminta aku untuk pergi "
" Makasih ya sayang " Adit mencium ujung kepala Cindy
" Ya udah aku masuk dulu ya " Adit pun menganggukkan kepalanya, lalu Cindy mulai menurunkan kakinya dari mobil Adit dan masuk ke dalam apartemen Mita
" Sampai kapanpun aku ga akan pernah meminta kamu pergi dari sisi aku, kecuali kamu mengkhianati cinta aku sayang "
bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
terima kasih 😊
maaf ya kalo masih banyak typo maklum masih belajar....
ciyeee yng bentar brp bln lagi nyusul jd papa