Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 27
Varo yang saat itu pergi meninggalkan Vino begitu saja, dengan suasana hati yang buruk ia pergi ke roodrof. Tangannya mengepal sempurna mengingat senyum Rara pada pria lain, walau Varo sudah tau jika Nathan menyukai Jihan namun hati nya tetap merasa sesak.
" Aarrggghhh" Varo berteriak dan meremas rambutnya sendiri menuangkan segala emosi yang ia rasakan.
" Ck, nih minum " Ucap seorang gadis yang tiba-tiba saja datang memberikan sebotol minuman pada Varo, Tanpa melihat Varo menerima minuman itu, karena memang ia juga haus setelah bermain basket tadi .
" Kenapa setiap gue ketemu Lo, selalu saja dalam keadaan seperti ini " Ucap gadis itu lagi.
Mendengar suara seseorang yang sempat ia kenali sebelumnya membuat Varo seketika menoleh kearah gadis tersebut.
" Kau !!" Seru Varo sambil menunjuk gadis itu
" Aku?" Gadis itu menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya seolah bingung ada apa dengan dirinya hingga Varo begitu terkejut melihat dia.
" Iya , kau !!" tunjuk Varo
" Ada apa dengan ku ?" Tanya Gadis tersebut
" Kau bukannya gadis yang malam itu ada di atap hotel ?" Tanya Varo memastikan
" Iya , Lalu kenapa?" Gadis itu sedikit bingung dengan pertanyaan Varo.
" Kenapa kau bisa ada disini ? Kemana kau pergi malam itu dan tiba-tiba menghilang " Cerca Varo dengan beberapa pertanyaan
" bisa tidak jika bertanya satu satu " Decak gadis berwajah bule tersebut.
" Iya, iya .. Sekarang jawab pertanyaan ku lebih dulu " Ujar Varo dengan malas
" Atas dasar apa kau bertanya dan aku harus menjawab " Saut gadis itu dengan enteng membuat Varo sedikit kesal.
" Atas dasar aku ingin mendengar jawaban mu"
" Jika kita bertemu untuk yang ketiga kalinya dan dalam keadaan dirimu yang sedang kacau seperti ini, saat itu aku akan menjawab semua pertanyaan mu" Tuturnya, Varo yang mendengar itu mengukur pelipisnya yang tidak gatal, Jujur saja dia lelah menghadapi sifat seorang gadis seperti ini, Sama-sama menyebalkan seperti Jihan, Pikir Varo.
" Terse...." Belum sempat Varo menyelesaikan ucapannya gadis itu sudah menghilang dari tempat itu.
" CK, sial " Decak Varo" awas saja jika bertemu lagi "
" Siapa ?" tanya Vino yang baru datang membawa Minuman buat dirinya dan Varo. Namun ia masih sempat mendengar umpatan Varo barusan.
" Kau sedang mengumpat siapa ?" tanya Vino penasaran
" Set*n !!" Jawab Varo asal
" Hah..!! Serius ?" Tanya Vino sambil celingukan
" Bodo' Vin , gue lagi kesel " Saut Varo sambil menyambar minuman yang ada di tangan Vino dan meneguk nya hingga habis tak tersisa.
" karena Rara? "
" Hmm " jawab Varo singkat padahal tidak sepenuhnya karena itu.
" Ck, lagian tadi Disana ada Jodi yang lagi pesan makanan buat mereka, lain kali liat dulu kebenaran nya baru ambil kesimpulan " Oceh Vino sambil mendudukan dirinya di samping Varrel.
" Dia bahkan gak pernah tertawa lepas seperti itu saat bareng gue" Ujar Varo menatap ke depan dengan pandangan yang sulit di artikan.
" Kenapa gak langsung bilang kalau Suka?"
" Bukan gak mau bilang, Hanya belum siap untuk di tolak " Varo merebahkan kepalanya di sandaran kursi.
" Ck, Belum di coba kan? gimana udah ambil kesimpulan kalau bakal di tolak?" Varo menatap Vino seolah membenarkan apa yang vino ucapkan. " Kalau beneran Suka sama dia, lebih baik cepat ungkapin deh, daripada keduluan orang ntar malah nyesek" sambung vino lagi.
" Lo emang sahabat terbaik gue" Varo meninju kuat lengan Vino hingga membuat vino mengaduh kesakitan, Varo berdiri dan berjalan keluar dengan suasana hati yang sudah membaik meninggalkan vino begitu saja, membuat vino mengumpat kesal pada Sahabat sekaligus bos nya itu.
Sepulang sekolah Varo dan Vino menunggu Rara di parkiran sambil berbincang-bincang, terlihat Rara berjalan kearah mereka bersama Nathan dan juga Jodi.
Varo yang melihat itu langsung menarik tangan Rara dan membawanya masuk kedalam mobil meninggalkan mereka begitu saja. Vino Nathan dan Jodi saling pandang dan mengangkat bahu mereka tidak mengerti dengan suasana hati Varo yang berubah-ubah.
" Astaga gue malah di tinggalin " Decak Vino menatap kesal pada mobil yang Varo kendarai.
Nathan tersenyum tipis sedangkan Jodi sudah terkekeh melihat wajah kesal vino.
" Jod Lo ngetawain gue?" Vino melirik Jodi dengan tatapan sinis.
" kagak bang , Sue " Saut nya namun ia masih saja terkekeh.
" Eh, Nath mending Lo cari aman deh jangan deket-deket sama Rara" Ujar Vino sambil merangkul bahu Nathan.
" Kenapa bang?" Tanya Nathan pura-pura polos, Padahal dia sudah tau apa yang vino maksud.
" Gak usah pura pura polos nath " Vino menoleh ke arah Nathan dengan posisi yang terlalu dekat.
" Nath lo kalau gue perhatiin dari deket gini cakep bener " Ujar Vino tanpa filter membuat Nathan terbelalak membulatkan matanya dengan sempurna dan langsung melepas tangan Vino dari bahunya.
" **** !! gue masih normal bang " Saut Nathan bergidik ngeri seolah takut pada vino.
" Kam***t , Lo kira gue gak normal " Sunggut Vino
" Ya wajar lah bang, Abang liatin Nathan seperti itu, kayak gak pernah liat cowok cakep , Capep juga gue bang" Saut Jodi sambil terkekeh
Bug
Vino memukul kepala jodi dengan kertas yang ada di tangannya.
" Gue serius , Dia selalu culun kayak Lo tapi kalau gue liat dari deket cakep , pikiran Lo pada aja yang minta di sapu " Omel Vino dengan kesal ,sedangkan Nathan dan Jodi tertawa puas karena melihat wajah kesal vino.
" Udah gak usah ketawa Mulu, ayo anterin gue pulang " Vino menyeret tangan Nathan dan membawa Nathan ke parkiran motor dimana motor Nathan berada.
" Siniin kunci Lo nath, Biar gue yang bawa , sesekali gue pengen naik motor "
Tanpa menjawab Nathan memberi kan kunci motornya pada Vino, walau ia tidak yakin vino bisa membawa motor dari ucapan vino tadi .
" Nath ini hidupin nya gimana ?" tanya Vino dengan wajah polos tanpa dosa, membuat Nathan mendengus kesal.
Tadi saja ,gayanya mau bawa motor sekarang bahkan cara menghidupkan nya saja dia tidak tau.
" Bang lu bisa naik motor kagak sebenarnya ?"tanya Nathan
" Bisa kalau naik doang mah " Jawab vino dengan enteng
" Semua juga bisa bang kalau cuma naik, Bawa nya bisa gak ? Gue gak mau ya bang mati muda karena Lo , mana gue belom pernah pacaran lagi " Oceh Nathan panjang lebar membuat vino menatap takjub pada pemuda itu.
" Wow , ternyata Lo bisa ngomong lebih dari 5 kata nath "
" Gak usah gitu juga mukanya bang, biasa aja ,ininjuga karena Abang yang kelewat gesrek " saut nathan membuat vino berdecak kesal" Udah minggir bang ,biar gue aja yang bawa motor nya , Abang juga pasti belom mau mati muda kan "
" Iya, iya " Dengan malas Vino pindah posisi di belakang Nathan.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Happy Reading gays 😉
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......