NovelToon NovelToon
AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Annida Rahman

Antonsen Carl pria berusia 28 tahun, pria sukses dengan segala kemewahan yang dia miliki, akan menikah dalam beberapa minggu lagi

"Berengsek! sialan!! menjijikkan "




Airca Salnont wanita berusia 24 tahun yang baru saja pulang dari paris, dia pulang setelah menyelesaikan pendidikan S2 untuk mencapai cita- cita nya


" kenapa nomornya tidak bisa dihubungi, apa aku pulang sendiri saja?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Antonsen melihat Airca yang baru saja keluar dari kamar mandi, mata Antonsen tidak lepas dari Airca yang hanya memakai handuk saja, rambut yang lembab menambah sexy wanita itu

Airca menatap tidak nyaman saat Antonsen tidak mengalihkan matanya, Airca berjalan cepat menuju rungan ganti tapi dia kaget setengah mati saat Antonsen menariknya ke pelukkan

" Antonsen! " Teriak Airca kaget, Antonsen tersenyum dileher Airca dan mulai menciuminya disana, Airca bergerak tidak nyaman dan mendorong Antonsen, Antonsen menatap kesal Airca yang melakukan itu tapi Antonsen tidak melepaskan pelukkannya dan malah memeluknya semakin erat

" Jangan, aku tidak pakai baju" Airca sangat malu saat ini, bagaimana Antonsen bisa bertindak sejauh itu, Antonsen malah tersenyum melihat tingkah malu-malu Airca

" Tidak apa -apa, tidak perlu pakai baju" Kata Antonsen sambil mencoba mencium bibir Airca

" Antonsen, menjauhlah " Airca sangat gugup dan mendorong kuat Antonsen hingga pelukkan tersebut terlepas, dan Airca langsung berlari masuk kedalam ruang ganti

Airca menyandarkan punggung nya dibalik pintu sambil menyentuh dadanya

" Ini gila, dia baru bilang cinta tadi pagi, dan sekarang dia semakin liar" Airca bergidik ngeri melihat perubahan sikap Antonsen, dia harus lebih berhati-hati malam ini

**

Airca keluar dengan memakai baju serba panjang, baju lengan panjang dan celana tidur panjang, dia menatap Antonsen yang menatap tajam kearahnya, Airca sedikit gugup dan berdeham untuk menutupi rasa canggung nya

Dia berjalan kemeja rias dan mengeringkan rambutnya, didalam hati Airca dia berdoa semoga Antonsen mengantuk dan tertidur

Airca sudah selesai mengerikan rambut nya dan berbalik, seketika Airca mati kutu saat Antonsen malah semakin menatap tajam kearahnya

Airca mencoba tersenyum dan berjalan pelan kearah ranjang, dia duduk disisi ranjang dan bertanya pada Antonsen

" Kamu tidak tidur? " Antonsen yang ditanya masih menatap tajam Airca, Airca jadi salah tingkah dan membaringkan dirinya

Antonsen juga ikut berbaring dan menghadap Airca, mereka saling pandang dalam diam, Antonsen mendekat dan ingin mencium Airca tapi Airca menahanya

" Jangan"

Antonsen berdecak kesal dan berbaring membelakangi Airca, dia kesal dia sudah menunggu lama wanita itu, tapi seperti nya Airca tidak peka, bukan tidak peka tetapi pura-pura tidak mengerti

Airca merasa tidak nyaman dan hanya menatap punggung Antonsen, dia menggeser tubuhnya mendekati Antonsen

" Antonsen? " Airca memeluk Antonsen dari belakang, Antonsen yang baru pertama kali dipeluk Airca dari belakang merasa kaget dan juga senang, dia membiarkan Airca memeluknya dan masih bersikap seolah kesal padahal dia senang

Setelah sekian lama Airca memeluknya Antonsen memeluk tangan Airca, dan mulai menikmati hangat pelukkan istrinya

**

Airca bangun lebih dulu dan menatap Antonsen yang memeluk nya erat, Airca mencoba menggeser tubuhnya tapi Antonsen kembali menariknya mendekat

" Antonsen " Antonsen tidak ingin bangun dan malah mencari kenyamanan ditubuh Airca, Airca menghembuskan nafasnya pelan dan mengusap rambut Antonsen

" Antonsen bangun"

" Hem... "

" Bangun sudah pagi "

" Nanti"

" Kalau begitu lepaskan aku dulu"

" Tidak mau "

" Antonsen " Kata Airca putus asa, Antonsen mengangkat kepalanya dan mencium bibir Airca

Cup

Setelah itu dia memejamkan mata dengan kembali memeluk Airca

" Antonsen! " Bentak Airca, ini sudah pagi, pasti pelayan sudah menyiapkan sarapan, dia juga harus menjenguk Angel sebelum pergi mengajar

Antonsen kesal dan menjauhkan dirinya dengan cepat, dia berdiri dan meninggalkan Airca yang masih berbaring diatas kasur, Airca menatap kaget dengan reaksi Antonsen

Airca menghembuskan nafasnya berat dan mendudukkan dirinya

" Apa aku salah lagi? " Airca mengusap kasar rambutnya dan beranjak dari ranjang

**

Mereka sedang sarapan bersama dimeja makan, Airca menatap Antonsen yang memasang wajah cemberut, sejak bangun tidur yang tidak menyenangkan itu, Antonsen tidak menegurnya sama sekali

" Antonsen " Antonsen hanya diam dengan mencibikkan bibir nya kesal sambil menyuap makannya kemulut

Airca mencoba bersikap sabar, dia tahu dia juga merasa bersalah karena menolak Antonsen

" Aku akan ke rumah sakit untuk menjenguk kak Angel, setelah itu baru ke Universitas " Antonsen menyelesaikan makannya dan berdiri dari kursi

Airca yang melihat itu ikut berdiri dari kursinya, Antonsen menatap sejenak Airca sebelum dia meninggalkan Airca untuk kedua kalinya pagi ini

Airca menghembuskan nafasnya pelan melihat kepergian Antonsen

**

Antonsen masuk kedalam mobil dan termenung disana, entah kenapa dia merasa kesal saat Airca menolaknya pagi tadi, dia sebenarnya ingin libur saja bekerja dan memilih memeluk wanita itu Sepanjang hari

Dia mencoba memaklumi saat Airca juga menolak nya malam tadi, tapi pagi ini, dia hanya ingin memeluknya tidak lebih

" Aku hanya ingin memeluknya tapi dia bersikap seperti itu" Antonsen berbicara kesal hingga Nick menatap Antonsen dari balik kaca spion mobil

**

Airca datang kerumah sakit, dia masuk kedalam ruangan dan kaget saat melihat Angel sudah tidak memakai pakaian rumah sakit

" Kakak" Angel menoleh dan tersenyum menatap Airca, Airca mendekat dan duduk disamping Angel

" Kakak sudah boleh keluar? "

" Iya"

" Tapi... "

" Kakak baik-baik saja"  Kata Angel sambil menggenggam tangan Airca

" Mama sudah tahu? "

" Tidak, kakak akan pulang kerumah dan mengejutkan mereka"

" Kakak" Kata Airca tidak setuju, Angel malah tertawa pelan

" Airca " Airca menatap Angel yang menatap nya serius

" Ada apa? "

" Kamu mau kan membantu kakak? "

" Bantu apa? "

" Perusahaan milik kita sedang mengalami kerugian yang besar sejak kakak menjadi wakil Papa, jadi kakak minta kamu mau menggantikan kakak "

" Apa? Tapi... "

" Kakak tahu kamu tidak menyukai bekerja diperusahaan tapi kakak mohon, ini demi Papa demi perusahaan kita, kakak yakin kamu bisa memajukan perusahaan "

" tapi kakak bagaimana? " Angel tersenyum dan mengusap wajah Airca

" Kakak ingin dirumah untuk sementara waktu, menghabiskan waktu bersama Mama, menebus waktu yang terbuang karena kebodohan ku"

" Aku akan mencobanya tapi aku ingin kakak benar-benar beristirahat dan menikmati waktu bersama Mama"

" Iya kamu tenang saja, kakak janji "

**

Antonsen pulang ke rumah, dia merasa sangat lelah bukan cuma tubuhnya tapi juga hatinya, selama bekerja dia selalu memikirkan istrinya, dia menahan dirinya sekuat tenaga agar tidak menelpon Airca

Dia akan bersikap menjadi orang yang sedang marah sehingga Airca sadar akan kesalahannya

Antonsen masuk kedalam kamar dan melihat Airca yang sudah tidur lebih dulu, Antonsen berdecak kesal melihat pemandangan itu

" Dia benar-benar istri yang tidak pengertian " Antonsen berjalan kesal menuju kamar mandi

Airca sebenarnya belum tertidur, dia juga baru saja berbaring, hari ini dia memutuskan untuk ke perusahaan ayahnya dan meminta cuti yang panjang dari Universitas

Menyelesaikan semua masalah yang ada di perusahaan membuat otak Airca hampir pecah

Antonsen keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan menuju ruang ganti tanpa melirik Airca, tampaknya dia benar-benar marah

Antonsen keluar dari ruang ganti dan langsung naik ke kasur, dia berbalik membelakangi Airca, Airca mendekat dan memeluk Antonsen, dia mencoba untuk membujuk Antonsen agar tidak kesal padanya

Antonsen yang tidak memejamkan matanya merasakan itu, dia mencoba melawan keinginannya untuk berbalik dan mencium wanita itu, tapi Antonsen sungguh tidak bisa menahan dirinya, Antonsen berbalik dan langsung memeluk Airca

" Maaf... " Antonsen menghela nafas mendegar itu, dia mencium Airca dan menariknya semakin dekat

" aku merasa terluka saat kamu bersikap seperti itu"

" Maaf, aku hanya tidak ingin kamu terlambat bekerja"

" Lain kali jangan lakukan hal itu lagi, aku tidak suka"

" Iya" Antonsen tersenyum dan mengecup seluruh wajah istrinya

1
Vin G
*not bad
Vin G
creek nya terlalu lemah dan cegeng
Vin G
kunci cadangan
Endang Anwar Rahmawati
suka dengan ceritanya
Rosikh Nurhayati
ngakak bgt sih nick
Rosikh Nurhayati
ciieee ciiieee
Rosikh Nurhayati
ciieee mulai pelukan
Rosikh Nurhayati
wkwk duuuh bang anton
Rosikh Nurhayati
adiknya lucuuuu
ratih
keren
Yernanita Tanjung
cerita novelnya mirip dgn benih sang pewaris wkwkwk😂😂 terkadang heran sma penulis kenapa Bisa sama yak ? terkadang nama toko juga sama,atau beda nma tokoh dgn alur yg hampir mirip... itu yg buat saya terkadang sulit membedakan,cerita ap Yg barusan saya baca.. judul berbeda tapi alur yg sama😂
Aisyah Hayati
bisa jadi, er. 😆
lina Lailyinayati Lina
lugas
Vivi
mulutnya disumpal sapu tangan, gimana dia gigit?
TyRa NuRuL HiDaYah S
tongseng tongseng uwu uwu....

autor hebat,,,


cup...
cup..
cup...

hihihi
Purnama Dewi
jiaaahhhhhhhhhhh goreng terooossss.. dasar plangton😂🤣😂🤣
Purnama Dewi
wes angel angel
Eunike Eunike
anthonsen seneng bgt rasanya klo pnya suami yg over bgtu rasanya gmna gtu...
Nana effendy
adik yg berbakti😂
Nana effendy
tuman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!