Bercerita tentang kisah cinta segitiga antara Mayra , Rama dan Marcel' sahabat Rama
Setahun berpacaran akhirnya Rama mempersunting Mayra, di usia pernikahan pertama Mayra tengah hamil buah cinta mereka dan akhirnya Mayra melahirkan putra kecilnya yang diberi nama Darren Adiguna
Pada usia pernikahan ke-4 masalah besar datang melanda keluarga kecil itu, dari masalah perusahaan yang akan diakuisisi serta masalah Darren harus dirawat dirumah sakit karena sakit parah.
Itu semua membuat Rama frustasi, ia dihadapkan dengan pilihan yang sulit.
Akhirnya Rama meminta bantuan pada Marcel sahabat yang sekarang menjadi musuhnya. Marcel bersedia membantu Rama dengan syarat Rama harus menukarnya dengan istri tercintanya. Entah setan apa yang merasuki Rama sampai ia menerima syarat dari Marcel "Kamu bisa membawa Mayra setelah putraku mendapatkan donor sumsum tulang belakang"
🌹Next in bacanya ya readers 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu_Merdeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya Marcel dan Mayra bisa keluar dari hutan
Di kediaman Rama
Hari ini Darren sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, setelah mendapatkan donor sumsum tulang belakang, kondisi Darren berangsur angsur membaik.
"Daddy... nana mommy" ucap Darren yang masih cedal dalam berbicara
"Darren sayang... mommy lagi kerja jauuuhhhh disaaaannaaaa... ntar kalo mommy dapat uang banyak, mommy pasti pulang bawain mainan yang banyak buat Darren" jelas Rama. Matanya tampak berkaca-kaca
Tiba-tiba ia teringat oleh sosok istrinya, entah kenapa ia seperti memiliki firasat kalau ia tak bisa menatap paras cantik Mayra lagi.
"May... apa kamu akan meninggalkan kami untuk selamanya? maafkan atas kesalahan ku... aku sangat mencintaimu May." gumam Rama dalam hati
"Daddy... tangen mommy ya" ucap Darren sambil mengusap setetes air mata yang jatuh dari pelupuk mata Rama
Rama seketika langsung memeluk tubuh mungil putranya. "Ya sayang Daddy kangen banget sama mommy" ucap Rama lirih
"Ntal.. alo Dalen uda besal... Dalen jemput mommy buat Daddy ya?" ucap Darren dengan wajah lucunya
"Ya sayang... makasih ya anak Daddy yang ganteng" ucap Rama tersenyum seraya mencubit pipi Darren karena gemas
Mulai hari ini Rama akan menjadi papa yang siaga sekaligus menjadi Mama pengganti.
Meskipun ada satu pembantu dan satu baby sitter, Rama bersikeras ingin merawat Darren dengan baik, ia ingin putranya tak merasa kurang kasih sayang meskipun tanpa kehadiran Mayra disisinya.
Malam ini ia tengah asyik membacakan dongeng untuk Darren. Meski sering kali Darren berbicara tentang mamanya, Rama selalu berhasil mengalihkan pertanyaan putranya.
Tak berapa lama kemudian, Darren mulai terlelap dari tidurnya.
"Sayang maafin Daddy ya? gara-gara Daddy... kita terpisah dari mommy" Rama kembali menitikkan air matanya, tangan kekarnya membelai lembut kening Darren
***
Di hutan
Mentari pagi sudah menampakkan wajah kuningnya... Suara kicauan burung nan merdu sungguh indah didengar... serta suasana pagi yang cerah membuat siapapun takjub akan keindahan alam yang sangat luar biasa indahnya
Marcel terbangun dari tidurnya, sedangkan Mayra masih terlelap.
Pandangan Marcel tertuju pada wajah Mayra, ia duduk dihadapan Mayra, berharap cahaya mentari tak membangunkan putri cantik yang masih tertidur pulas itu.
"huam....!"
Mayra menggeliat menaikan kedua tangannya, perlahan-lahan matanya mulai terbuka
"Marcel.. kamu sudah bangun" ucap ku sambil mengucek kedua mataku. Kenapa jarak wajah Marcel begitu dekat dengan ku, membuat ku nervous saja.
"Kamu tidurnya lelap banget, aku nggak tega... kalau cahaya mentari membangunkan mu" ucap Marcel dengan manisnya
"Udah dong Cel... jangan menggodaku terus. Lebih baik kita jalan sekarang, siapa tahu aja kita menemukan pedesaan di sekitar sini" kataku sambil berusaha berdiri
"Iya May... Kita turunin bukit ini ya, pasti dibawah ada warga yang akan membantu kita" ungkap Marcel
Aku berjalan sambil memapah tubuh Marcel yang berjalan timpang.
"Udah biarin aku jalan sendiri May... kasihan kamu aja juga lemas gitu" ucap Marcel melepaskan peganganku
"Ya udah...!
Aku laper banget Cel" kataku sambil memegang perutku yang sudah keroncongan dari semalam
"Kamu yang sabar ya... bentar lagi kita pasti sampai di pedesaan." ucap Marcel
Kami berdua terus berjalan menyusuri hutan, jalan yang kita lalui sangat terjal dengan struktur tanah yang miring dan licin.
Sampai pada akhirnya kita sudah sampai di lereng bukit... kami berdua sangat senang saat melihat ada dua orang lelaki yang sedang mencari kayu bakar.
"Maaf pak... tolong bantu kami pak... kami berdua tersesat dan temanku terluka parah pak" ucap ku meminta bantuan pada kedua bapak-bapak yang sedang fokus memotong kayu itu
Dengan sigap kedua bapak-bapak itu segera menghampiri kami dan langsung membantu memapah Marcel. "Non dan Aden dari mana? kenapa bisa tersesat dan terluka begini" ucap salah satu bapak itu
"Kami dari villa di puncak gunung itu pak, saat kami berjalan-jalan di sekitar hutan. Kami terpeleset dan terjatuh" jelasku sambil terus berjalan dibelakang mereka bertiga
"Oh... Enon sama Aden ini penghuni rumah megah di atas sana ya. Ya sudah nanti kami antar pulang naik motor pak RT ya, sekarang non dan Aden istirahat di gubuk bapak dulu ya" ucap salah seorang bapak tadi
"Terimakasih pak" jawab ku dibarengi oleh Marcel
Tak berapa lama kemudian kami berempat sampai di rumah kecil yang sederhana, Kutengok kiri dan kanan, ada beberapa rumah sederhana yang bentuknya sama persis dengan rumah bapak-bapak yang menolong kami berdua.
"Aden duduk disini, biar istri saya mencarikan obat untuk Aden" ucap bapak baik hati itu
"Bapak namanya siapa" tanya Marcel
"Panggil saja bapak Kasrun... ini istri saya Minah... dan ini adik saya Kadrun... tapi maaf adik saya ini tuna wicara." jelas pak Kasrun memperkenalkan anggota keluarganya
Bu Minah dan pak Kadrun juga memperkenalkan diri mereka dengan membungkukkan setengah badannya ke arah kami berdua
"Perkenalkan pak... saya Marcel, dan ini istri saya Mayra" ucap Marcel dengan lantang
"Deg"
Istri... apa aku tak salah dengar, aku ini istri orang lain... kenapa dia bilang begitu, bikin aku kesal saja
"Oh... Enon dan Aden ini pasangan suami istri to...! sebentar ya saya buatkan minum dulu, setelah itu aku carikan daun binahong untuk mengobati luka suamimu" ucap Bu Minah
"Bu... aku ikut" ucap ku sambil berjalan ke arah Bu Minah
"Mari non" ajak Bu Minah
kalo di pikir 2semua nya gk kesalahan Rama aja,,