NovelToon NovelToon
Kisah Pangeran Yang Terbuang

Kisah Pangeran Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Perperangan / Action / Fantasi Timur / Ilmu Kanuragan / Tamat
Popularitas:185.6k
Nilai: 4.6
Nama Author: Ikri Sa'ati

Novel kali ini mengisahkan tentang seorang pangeran yang dibuang oleh ibunya atas suruhan ayahnya, karena menganggap anaknya yang lahir itu adalah sebuah kutukan dari langit.

Namun siapa sangka pangeran yang dibuang itu ternyata diselamatkan oleh orang-orang baik. Dari orang-orang baik itu dia mempelajari tentang banyak hal.

Sehingga dengan itu dia menjadi seorang pendekar tanpa tanding bermula dari mempelajari sebuah kitab legenda.

Berbagai ragam lika-liku kehidupan dia lalui selama dalam pengembaraannya, baik suka maupun duka, termasuk tentang lika-liku asmaranya dengan beberapa orang gadis.

Jika penasaran tentang kisahnya, yuk ikuti perjalanan Kisah Pangeran Yang Terbuang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KPYT 028. Ternyata Guo adalah Anak Perempuan

Sebenarnya Zhao Jinlong sudah hampir masuk ke dalam rumah makan yang dia inginkan. Namun karena dia membawa bocah gembel yang mengaku bernama Guo, maka hal itu tertunda.

Pemilik kedai langsung menghardik mereka, terutama mengucapkan kata-kata penghinaan dan cacian pada Guo.

Terang saja sang pemilik kedai tidak mengijinkan mereka masuk ke dalam kedainya, penampilan Zhao Jinlong maupun Guo tidak ada bedanya dengan dua anak gelandangan.

Bahkan penampilan Guo lebih para, seorang bocah gembel pengemis yang cukup terkenal di sekitar situ, yang sering berbuat onar dengan mencuri dagangan para pedagang.

Tidak mau berdebat dengan pemilik kedai, Zhao Jinlong terpaksa meninggalkan kedai itu dengan masih mengajak Guo.

Sedangkan bocah gembel itu yang merasa tidak enak dengan Zhao Jinlong yang baik hati itu, hendak meninggalkannya.

"Long Gege, kamu berjalan saja sendiri, tidak usah mengajak aku. Belum apa-apa kamu sudah mendapat kesulitan karena aku...."

"Aku sudah menemukanmu," kata Zhao Jinlong yang entah maksudnya apa bernada kalem dan lembut. "Mana mungkin aku melepaskanmu lagi...."

"Apa maksud ucapanmu, Gege?" kata Guo bernada heran campur bingung, tidak mengerti apa maksud ucapan Zhao Jinlong.

"Sudahlah, tidak usah kamu pikirkan!" kata Zhao Jinlong tidak ingin Guo terlalu memikirkan ucapannya yang mengandung makna tersirat itu. "Yang penting mulai sekarang kamu harus bersamaku. Ya!"

"Aku sih tidak keberatan, Gege. Tapi...."

"Kita akan ke pasar dulu untuk membeli pakaianmu yang baru," Zhao Jinlong langsung memutus ucapan Guo. "Kamu mau 'kan?"

"Ya mau lah, Gege," sambut Guo dengan senang hati.

"Kamu mau dibelikan pakaian anak laki-laki atau anak perempuan?"

Zhao Jinlong bertanya seperti itu santai dan tenang saja. Namun pertanyaan itu sukses membuat Guo terkejut. Hingga dia menghentikan langkahnya, terus menatap anak laki-laki itu yang juga berhenti melangkah dan memandangnya sambil tersenyum.

"Ka-kamu tahu aku... anak perempuan..., Gege?" tanya Guo dalam kejutnya.

"Tidak sulit bagiku mengetahui kamu itu anak perempuan, Guo," sahut Zhao Jinlong tetap santai.

"Tapi aku bisa mengerti kamu sampai menyamar menjadi anak laki-laki," lanjut Zhao Jinlong. "Tentu cukup sulit bagimu menjalani hidup sebagai anak perempuan di tempat bebas seperti ini. Makanya kamu menyamar. Benar 'kan?"

"Kamu benar Long Gege," kata Guo membenarkan tebakan Zhao Jinlong. "Aku harus menyamar sebagai anak laki-laki agar tetap bertahan hidup di kota ini."

"Aku sendirian di kota ini, tidak punya siapa-siapa," lanjut Guo mengungkap tentang dirinya. "Tidak ada yang melindungiku kalau aku kenapa-kenapa...."

"Sekarang akulah yang akan melindungimu," kata Zhao Jinlong meski bernada kalem tapi tegas. "Kamu bisa tenang sekarang."

"Gege, kita barusan saja saling kenal, tentu kamu belum begitu tahu tentang diriku dan sifatku yang buruk," kata Guo mulai merasakan keharuan sambil menatap lekat-lekat wajah Zhao Jinlong. "Kenapa... kenapa kamu dengan gampangnya mau melindungi anak gembel seperti aku...?"

"Karena aku percaya kamu pasti anak yang baik, adik kecil," kata Zhao Jinlong masih tersenyum hangat.

"Gege...."

Menyaksikan bahwa Zhao Jinlong benar-benar percaya kepadanya, membuat bocah perempuan yang menyamar sebagai anak laki-laki itu benar-benar terharu.

"Ayo, kita cari baju baru untukmu!" ajak Zhao Jinlong selanjutnya.

"Iya...."

Dengan penuh bahagia dan semangat baru Guo kembali melangkah bersama Zhao Jinlong sambil menggandeng tangan bocah sakti itu.

Dia berjanji pada dirinya tidak akan mencuri lagi. Dan akan selalu berbuat baik dan menurut kepada Zhao Jinlong. Dia akan mengikuti ke mana Zhao Jinlong pergi, kalau perlu dia akan menjadi pelayannya.

Dia yakin Zhao Jinlong adalah orang yang baik hati dan jujur. Bukan orang jahat dan serakah yang selalu memanfaatkan anak kecil sepertinya untuk kepentingan pribadi.

Dan dia amat yakin pula bahwa Zhao Jinlong pasti akan selalu melindunginya.

Pasti....

★☆★☆

Siang itu langit tampak cerah, nyaris tak ada awan yang menggantung. Sehingga matahari dengan leluasa menebarkan sinar garangnya seakan hendak membakar seantero mayapada.

Namun di siang yang amat terik itu tidak membuat sebuah kereta kuda agak besar merasa terhalangi. Kereta bercat coklat gelap itu terus saja melaju cukup kencang menyusuri jalan berdebu.

Di belakang kereta kuda itu masih ada kereta lain. Tapi itu cuma kereta pengangkut barang yang tak beratap. Sementara di seputar kedua kereta itu ada sepuluh orang prajurit pengawal yang mengawal.

Adapun formasi pengawalan 10 prajurit itu yaitu 2 prajurit bagian depan kereta coklat, 4 prajurit di samping kiri kanan kereta, dan 2 prajurit paling belakang atau di belakang kereta pengangkut barang. Sedangkan dua kusir kereta juga adalah prajurit pengawal.

Jadi kereta kuda agak besar bermodel biasa itu dikawal oleh 12 prajurit pengawal.

Kalau begitu siapakah penumpang kereta yang dikawal 12 prajurit pengawal itu?

Penumpang kereta kuda itu ternyata adalah Putri Zhang Jiang Ying dan rombongan kecilnya, antara lain Bibi Ningyan, Zhao Fangmei, Zhao Fengxia, dan Zhao Xiu Xiang yang awalnya bermarga Yang.

Gadis berusia sepuluh tahun lebih itu rela membuang marga ayahnya, dan menggantinya dengan marga Zhao, marga kakak angkatnya yang semenjak dia mengangkat saudara dengannya, dialah yang paling dia hormati. Tentunya selain Putri Zhang Jiang Ying dan mendiang ibunya.

Sudah enam hari lamanya Zhang Jiang Ying berserta rombongannya melakukan perjalanan darat menuju kotaraja Kerajaan Bai Xing. Pagi tadi baru saja mereka meninggalkan perbatasan antara Kerajaan Bai Xing dengan Kerajaan Tian Shang.

Sedangkan untuk sampai ke kotaraja Kerajaan Bai Xing membutuhkan waktu sekitar setengah bulan lagi.

Tampak Zhang Jiang Ying menyibak sedikit tirai jendela kereta untuk memandang suasana di luar. Namun sepasang matanya memang memandang di luar kereta, sedangkan pikirannya menerawang ke lain tempat.

"Kamu belum tidur, Gong zhu?" Zhao Fangmei yang duduk di sampingnya sambil bersemedi seketika bertanya bernada lembut. Saat berbicara posisinya masih bersemedi dengan mata terpejam.

"Aku teringat Long Didi," gumam Zhang Jiang Ying setengah mendesah sambil masih memandang suasana di luar.

Zhao Fangmei melakukan gerakan telapak tangan tertentu di depannya sedikit cepat, memutus semedinya. Lalu kejap berikut dia berkata lagi menanggapi ucapan Zhang Jiang Ying.

"Zhao Da ge pasti baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir, Gong zhu."

"Aku hanya sedikit kecewa saja sama dia, Mei mei," Zhang Jiang Ying menutup kembali tirai jendela, lalu memandang ke arah depannya. "Kenapa dia tidak mau ikut sama kita saja ya?"

"Kamu harus bisa memahami keputusannya," Zhao Fangmei mencoba memahamkan karakter Zhao Jinlong yang sedikit banyak telah memahami karakter kakak angkatnya.

"Di kapal tempo hari ada 2 pihak yang mengajaknya untuk ikut serta," lanjut Zhao Fangmei, "pihak kita dengan pihak Jenderal Wang...."

"Jika dia memilih salah satu pihak, berarti dia harus meninggalkan pihak lain. Itu sama saja Zhao Da ge berlaku tidak adil bukan? Makanya Zhao Da ge tidak memilih ikut dengan kita atau dengan keluarga Jenderal Wang...."

Baru saja Zhang Jiang Ying hendak berkata lagi, tiba-tiba terdengar sebuah bentakan keras di luar kereta, sehingga dia urung untuk berbicara.

"Berhenti!"

Demikian hebatnya bentakan yang menggelegar cukup keras itu, sehingga membuat 10 prajurit yang mengawal Putri Zhang Jiang Ying menghentikan laju kuda masing-masing. Begitu juga 2 prajurit yang mengusiri 2 kereta, mereka langsung menghentikan kereta.

Sedangkan seluruh penghuni kereta, mendengar bentakan garang tadi, membuat mereka ketakutan. Bibi Ningyan dan Zhao Fengxia serta Zhao Xiu Xiang, yang tadinya sedang tidur, langsung terbangun.

"Ada apa, Ying Jie jie, Er jie?" tanya Zhao Xiu Xiang terkejut heran.

"Entahlah, sepertinya ada yang menghentikan kereta," sahut Zhang Jiang Ying.

"Ada perampokan?" tanya Zhao Fengxia sudah merasa takut.

Baik Zhang Jiang Ying maupun Zhao Fangmei tidak bisa menjawab pertanyaan itu karena mereka belum tahu pasti juga apa yang terjadi.

Lalu kejap berikut salah seorang prajurit pengawal sebelah kanan memperingatkan penghuni kereta agar tetap tenang dan jangan ke luar dari kereta.

"Sebaiknya kita tetap tenang dan jangan panik," kata Bibi Ningyan. "Semoga saja tidak terjadi apa-apa."

Sementara itu di luar kereta....

Entah datangnya dari mana, tahu-tahu sekitar belasan orang-orang serba merah sudah mengepung kereta Zhang Jiang Ying dan 12 prajurit pengawal.

★☆★☆★

1
Sabrina Adams
yang maha kuasa ga ada tuh di cerita cina jaman dulu
Ahmad Saragih
Hanya untuk mengobati, timur barat Utara selatan di bahas 🤣🤣🤣
Ahmad Saragih
Novel apaan ini, ceritanya mutar² dan sengaja memperpanjang masalah agar cerita bisa panjang.
Membosankan membacanya.
Adhie: terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Jumadil
habisi terus thor dan rampok semua hartanya
Adhie: hehehe...
makasih sudah mampir
total 1 replies
S P Lani
pertemanan yg ga penting di bahas 1 bab lebih ampun ini mah kosa kata yg mubajir seputar anak cewe itu ampun p nulis🤭
Adhie: terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Didi h Suawa
terlalu bertele,tele ceritanya,,segitu saja dan gitu2 aja,,🤭
Adhie: makasih saran dan kritiknya
moga selanjutnya bisa ada perubahan
total 1 replies
Didi h Suawa
awal yg bagus💪💪
Adhie: makasih kaka
total 1 replies
Ra_Lathia
rubah mungkin ya
Adhie: iya kali
total 1 replies
Ra_Lathia
keren
Adhie: makasih kaka
total 1 replies
Wahyu Budi
suka alur ceritnya
d tunggu om bro kelanjutannya
Adhie: ya siap...
total 1 replies
Wahyu Budi
d tunggu kelanjutannya mas bro
Adhie: siap kaka
total 1 replies
Wahyu Budi
om bro d tunggu lanjutannya
Adhie: siapa, laksanakan
total 1 replies
Hary
TIDAK PRODUKTIF, BANYAK TIDUR
Adhie: terima kasih atas kritiknya
🙏🙏🙏
total 1 replies
Erwinsyah Harefa
lanjutkan thor
Adhie: siap...
lanjutkan...
total 1 replies
Armoire
Sorry Thor... W lama2 pusing baca novel mu... Lama ga ada update, sekali nongol udah lupa cerita yg lalu, terus muncul banyak nama2 dengan gelar2 nya ... W stop sampe sini 😑😑
Adhie: hehehe....
total 1 replies
Wahyu Budi
seru euy ceritana tpi ngan saetik
d tunggu kelanjutannya om bro
Adhie: siap bro...
total 1 replies
jhoni
ngejelasin soal penyakit aja bertele tele thor smpe 1 capter
Adhie: sorry kaka, itu memang gaya saya dalam menulis novel.
total 1 replies
bob
rekomendasi bagi yang suka fantasi timur, novel " zaman para dewa
bob
rekomendasi novel "zaman para dewa" bagi yang suka novel fantasi timur
Adhie: terima kasih sudah berkunjung kaka
👍👍👍
total 1 replies
Jati Sasongko
semingguan cm 1 bab saja.. yg bener wae Thor.. niat apa enggak lu...
Adhie: sudah up lagi kaka
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!