Pahit nya kehidupan yang di alami oleh Anyer ,yang selalu di jadikan umpan keluarga nya untuk menghasilkan uang.Anyer harus terus banting tulang demi mendapat kan uang untuk keluarga yang tidak pernah menganggap nya ada yang terutama ibu dan adik tiri nya.
Hingga pada hari ulang tahun nya dia mendapat kan kejutan bahwa dia harus menikah dengan seorang mafia terkenal untuk melunasi utang utang ayah nya.
Evans Scrith seorang mafia yang terkenal dengan kekejaman nya dan harta yang melimpah limpah. Dia yang tak lain adalah orang yang akan menikahi Anyer.
Yang pasti nya dengan sebuah alasan.
Mampukah Anyer mempertahankan pernikahan nya saat dia menikah dengan seorang mafia itu? atau dia memilih untuk mengakhiri pernikahan nya?
mari simak novel saya jangan lupa tinggalkan jejak nya dan vote sebanyak banyak nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lambean, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gara gara dasi
Mereka telah sampai di parkiran khusus orang orang tertentu di perusahaan nya.
Erdo turun deluan untuk membukakan pintu buat Evans.
Kemudian Evans turun dengan gaya angkuh nan dingin nya.Seperti kebiasaan diri nya setiap hari.
Setelah Evans keluar, Erdo menutup pintu mobil kembali.
Evans berjalan dengan wajah datar nya di ikuti oleh Erdo dari belakang.
Saat Evans dan Erdo memasuki perusahaan, semua mata karyawan tertuju pada mereka berdua.
Namun tetap saja tidak memengaruhi tampang datar mereka berdua.
Makin ke depan semakin semua mata tertuju pada mereka berdua.Tapi lebih tepat nya pada Evans.
Kini Evans benar benar merasa ada yang aneh dari diri nya saat ini.Tapi dengan sikap nya yang angkuh itu dia berusaha agar terlihat biasa saja.
Ternyata bukan Evans saja menyadari bahwa semua mata karyawan tertuju pada Evans tapi Erdo juga merasa bahwa seluruh pandangan tepat pada Evans bukan diri nya.
Erdo mempercepat langkah nya hingga kini dia duduk tepat di samping Evans sebelah kanan.
"Tuan seperti nya semua mata tertuju pada anda" Bisik Erdo tepat di telinga Evans.
Langkah Evans terhenti mendengar bisikan Erdo.Karena benar saja dia saja merasa bahwa dia pusat penglihatan para karyawan.
Evans berbalik menghadap ke arah para karyawan dengan tatapan tajam.
"Kenapa kalian semua menatap saya seperti itu ha?" Tanya Evans dengan suara meninggi.
Semua karyawan yang mendengar suara Evans seketika takut dengan bulu kuduk mereka naik berinding.
"Kenapa kalian diam ha?" Evans benar benar sudah emosi kali ini.Dia tidak suka jika diri nya berbicara semua diam hal itu dapat meningkatkan emosi Evans.
Erdo berjalan mendekati Evans dekat jarak satu meter dari belakang.
Mata Erdo menatap tajam seluruh karywan karena dia juga sedikit marah karena para karywan tidak menjaga mata nya apalagi menatap bos besar,pemilik perusahaan.
"Apa kalian ingin mulut kalian saya ganti dengan mulut a****g?" Suara Evans menggema memenuhi kantornya.
Benar benar mau cari mati para karyawan ini seperti nya , itu lah kini berada dalam pikiran Erdo saat ini.
Semua karyawan tertunduk lemas mereka benar benar merasa bersalah telah menyalah gunakan mata mereka menatap Evans seperti tadi.
"JAWAB!!!!!" Evans benar benar marah. Ingin rasanya dia memotong semua mulut karyawan nya karena tidak menjawab nya juga.
Erdo yang merasa suasana semakin mencengkam,akhir nya mengambil satu tindakan yang mungkin bisa mencair kan suasana.
"Tuan sebentar lagi rapat akan di mulai sekitar lima belas menit lagi" Erdo berjalan mendekati Evans berharap bos nya itu bisa menenangkan diri.
"Cih...awas kalian yah jika kalian berani sekali lagi.Jangan harap mata kalian masih tetap di posisi nya" Ancam Evans dengan tatapan membunuh.
Namun semua karyawan hanya menunduk takut tidak berani menjawab bos galak mereka.
Evans dan Erdo sudah berada dalam ruangan presdir yaitu ruangan Evans.
" Do apa yang aneh dari ku hari ini?" Tanya Evans.Ternyata benar saja Evans juga merasa ada yang aneh dari nya.
"emm..itu tuan...itu..." Erdo raba raba takut menjawab pertanyaan Evans.
" Itu apa?" Evans menatap aneh ke Erdo.
" Anda tidak menggunakan dasi tuan " Ucap Erdo cepat dengan segera menunduk takut Evans marah.
Evans melotot kan mata nya,kemudian berlari ke arah kaca di lemari dalam kamar pribadi dalam ruangannya.
"Cih...bodoh nya aku " Gerutu Evans mengutuki diri nya sendiri.
Sedangkan Erdo yang masih setia berdiri di ruangan Evans senyum senyum sendiri. Ada ada saja dengan bos,pikir Erdo menggeleng gelengkan kepala.
emang di Australia ada yg jualan nasi goreng kayak do Indonesia??
Australia mixs Indonesia