Dita dan Mas Ryan tidak sengaja bertemu hingga timbul benih-benih cinta diantara mereka. Ternyata mas Ryan sudah memiliki istri. Akankah kisah mereka berakhir indah, atau malah hancur karena terhalang status pernikahan Mas Ryan?
18+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Dita terbangun di pelukan Mas Ryan dan melirik jam dinding di kamarnya, ternyata sudah jam 5.30 pagi. Perlahan ia mengangkat kepalanya dari lengan Mas Ryan dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Kemudian dipungutnya pakaian yang masih berserakan di ruang TV. Setelah berpakaian Dita pun segera pergi membeli bahan untuk membuat sarapan di mini market 24jam yang berada di lantai 1. Di sana ia mengambil sebuah keranjang belanja dan bergegas mengisinya dengan beberapa barang yang ia butuhkan, seperti telur, sosis, pasta, saus bolognaise, keju, minyak goreng, dll. Setelah keranjang belanjanya penuh dengan belanjaan ia pun segera menuju kasir kemudian kembali ke unit apartemennya.
Ketika masuk ia melihat Mas Ryan masih tidur, segera ia memasak sarapan untuk Mas Ryan dan dirinya.
Mas Ryan yang tengah tidur pun terbangun mendengar suara dari dapur, ia pun segera bangun dan memakai celana pendeknya. Dilihatnya Dita sedang asyik di dapur, muncullah keisengannya untuk mengagetkan Dita. Ia berjalan perlahan dan berjingkat agar Dita tidak mendengarnya. Setelah dekat, di peluknya Dita dari belakang. Dita pun kaget bukan kepalang, di cubitnya lengan Mas Ryan yang padat. "Kamu bikin aku kaget Mas! Kalau tadi masakannya tumpah bagaimana?", ucap Dita sambil terus mencubiti Mas Ryan yang terkekeh puas melihat ekspresi Dita.
"Jangan marah sayangku", rayu Mas Ryan sambil memeluk wanita yang ia cintai itu.
Ditapun hanya tersenyum melihat tingkah Mas Ryan. Usianya memang jauh di atas Dita, namun terkadang tingkah jahilnya masih seperti anak-anak. Itu pulalah yang membuat Dita sering tertawa lepas karena keisengannya.
Dita melanjutkan memasak sambil ditemani Mas Ryan yang terus memeluknya dari belakang. Sungguh indahnya pagi itu untuk mereka berdua.
Tak lama kemudian dua porsi pasta, telur mata sapi dan sosis sudah siap di piring. Tak lupa dua gelas fresh milk sudah Dita sajikan untuk mereka berdua. Mas Ryan sudah sangat lama sekali tidak merasakan suasana seperti ini, sarapan hasil masakan wanita yang ia sayangi, ditemani obrolan hangat dan candaan kecil yang meningkatkan suasana hati. Ditalah yang saat ini mampu mengisi kerinduannya akan suasana seperti ini. Setelah selesai sarapan, mereka pun segera bersiap untuk berangkat ke kantor.
Alex, asisten Mas Ryan pun terheran-heran melihat Mas Ryan yang senyum sumringah sejak memasuki kantor. Ia menebak ada yang berbeda dari atasannya hari itu. Tidak biasanya ia seramah itu di kantor, biasanya ia selalu memasang wajah serius ketika bekerja. Mungkin otot-otot wajahnya yang selama ini tegang sudah mulai fleksibel kembali.
***
Malam itu Dita baru saja selesai membuat brownis coklat keju untuk menghilangkan rasa sepinya di apartemen sendirian. Rencananya besok akan dikirimnya ke kantor Mas Ryan agar Mas Ryan bisa mencicipinya. Tak lupa juga ia mempersiapkan bahan-bahan untuk memasak sarapan besok yang juga akan ia kirim ke kantor Mas Ryan. Ia memang sedang senang memasak di dapur barunya ini, dapur yang jauh lebih bagus dari pada di kostnya dulu. Ia menyibukkan diri guna mengalihkan pikirannya dari Mas Ryan. Karena sejak tinggal di apartemen ini hasratnya ingin selalu bersama Mas Ryan semakin kuat. Namun ia tidak sanggup untuk menuntut Mas Ryan agar segera memberinya kepastian. Ia yakin Mas Ryan juga sedang mencari cara. Ia harus bisa percaya pada Mas Ryan. Walaupun dalam hatinya selalu ada rasa khawatir jika Mas Ryan benar-benar akan mencampakkannya seperti yang dibilang istrinya waktu itu.
Akhir-akhir ini ia selalu menantikan kedatangan Mas Ryan ke apartemennya. Ia sering merasa kesepian di apartemen yang cukup luas ini. Kadang Mas Ryan sesekali datang menginap, tapi terkadang hanya datang sebentar lalu pulang. Terlebih jika Mas Ryan sedang sibuk dengan pekerjaannya, bisa-bisa Mas Ryan tidak datang berhari-hari sampai pekerjaannya selesai. Tapi ia tidak berani mengungkapkan apa yang ia rasakan pada Mas Ryan, ia takut bersikap terlalu menuntut.
bakal ketemu ini sama Ryan ...
istrinya Mr.lee pasti cerita sama suaminya terus suaminya cerita sama Ryan .
bakal ketemu rekan bisnis Ryan dong , apalagi istri rekan bisnis Ryan seorang dokter ... otw ketemu mereka.
Ryan juga salah , mentang - mentang gak ada larangan dari Dita makin tancap gas aja pantang kendor klo ketemu .
dan intinya berawal dari kesalahan Wina .
enak bener Wina sudah bekas orang lain bertahun-tahun berharap suaminya mau kembali ...
ini Wina mengadu duluan ...
perselingkuhan Wina gak ada buktinya , kurang pintar si Ryan... seharusnya punya bukti yang kuat. .bukan hanya bukti dirinya sendiri yang selingkuh dengan kehamilan Dita ...
makannya Dita , cukup di celup sekali aja pas di Singapura , jadi gak hamil begini . kasihan kan bayinya ... apalagi mulut mertua Wina setajam silet
adikmu itu sudah besar bukan anak bayi ... jadi biarkan aja dia dirumah sendirian....🤦🏻♀️
bukan calon pelakor , karena Dita sama pacarnya belum menikah.
ku kira tadi langsung ke dokter obgyn eh ternyata bukan , kenapa dokter nya tadi ada alat USG jg .
paling Wina ngadu yang nggak-nggak nantinya...
kalau cowok main celup tempat lain cukup najis lah ya , tapi lebih najis perempuan yang menjadi tempat celupan ...
itu pun paling Wina di tinggalin
paling orang tua Ryan datang karena bininya ngadu duluan ....