Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31: Teratai Api Putih Nirwana dan Evolusi Akar Surgawi
Begitu Lin Tian melangkah keluar dari portal merah menyala, ia langsung disambut oleh gelombang panas yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Jika lantai kedua adalah taman magma yang berbahaya, maka lantai keempat ini adalah neraka pembakaran absolut.
Tidak ada tanah pijakan. Lin Tian mendapati dirinya melayang di atas lautan api berwarna putih bersih yang membentang hingga ke cakrawala. Suhu di tempat ini begitu ekstrem hingga ruang itu sendiri tampak meleleh dan terdistorsi terus-menerus. Jika seorang kultivator Tahap 9 Pembentukan Pondasi biasa masuk ke sini tanpa perlindungan tingkat surga, mereka akan langsung menguap menjadi ketiadaan dalam satu tarikan napas.
Bahkan Tubuh Logam Kaisar Emas milik Lin Tian mulai memanas, memancarkan cahaya keperakan yang berdenyut cepat untuk menahan invasi hawa panas tersebut.
"Panas yang luar biasa," gumam Lin Tian, matanya menyipit menahan silau lautan api putih di bawahnya.
Di dalam lautan api tersebut, tidak ada monster atau Roh Yin. Hanya ada keheningan murni dari pembakaran. Namun, di pusat dimensi ini, melayang sebuah bunga teratai raksasa yang tersusun sepenuhnya dari api putih yang memadat menjadi kristal. Bunga itu memiliki sembilan kelopak yang mekar sempurna, memancarkan aura kuno dan keagungan yang membuat makhluk hidup secara naluriah ingin bersujud.
[Ding!]
[Mendeteksi Entitas Energi Kelas Surga Menengah: 'Api Roh Bumi Teratai Putih Nirwana' (Nirvana White Lotus Earth Spirit Fire).]
[Karakteristik: Memiliki kecerdasan spiritual awal (Sentience). Api ini mampu membakar segalanya hingga ke tingkat jiwa, dan memiliki kemampuan 'Kelahiran Kembali dari Abu'.]
[Peringatan: Energi yang terkandung di dalamnya cukup untuk meledakkan kultivator Inti Emas (Golden Core) hingga tak tersisa.]
"Kecerdasan spiritual?" Lin Tian tersenyum tipis. "Bagus. Aku benci memakan makanan yang mati."
Seolah mendengar ucapan arogan Lin Tian, Teratai Api Putih di tengah lautan itu bergetar hebat. Bunga raksasa itu tiba-tiba berputar, dan dari tengah kelopaknya, muncul sesosok wajah abstrak yang terbentuk dari nyala api.
Sebuah suara yang menggelegar layaknya ledakan gunung berapi bergema di benak Lin Tian.
"Manusia fana... Serangga rendahan dengan kultivasi Pembentukan Pondasi Tahap 2... Beraninya kau menatap wujud suciku tanpa bersujud?!"
Api Roh itu marah. Sebagai entitas Kelas Surga yang telah hidup puluhan ribu tahun, ia memiliki harga diri yang tinggi.
Lautan api putih di bawah Lin Tian seketika bergolak. Ratusan pilar api melesat ke udara, meliuk-liuk membentuk wujud puluhan naga api putih raksasa yang langsung mengepung Lin Tian dari segala arah.
"Menjadi abu dan jadilah bahan bakarku!" raung entitas api tersebut.
Naga-naga api putih itu menukik serentak, membawa suhu jutaan derajat yang mengunci seluruh ruang pelarian Lin Tian.
"Kau hanyalah segumpal gas yang beruntung bisa berpikir," ucap Lin Tian datar, matanya menatap dingin naga-naga api yang mendekat. "Di hadapanku, kau hanya pakan ternak."
Lin Tian merentangkan kedua tangannya. Ia tidak mencoba menghindar, dan ia juga tidak mencoba menggunakan Niat Pedang-nya. Ia menyongsong api itu dengan tubuh telanjangnya.
WUUUSSHH! BOOOOM!
Puluhan naga api putih itu menabrak tubuh Lin Tian secara bersamaan. Ledakan cahaya putih yang menyilaukan menelan sosoknya sepenuhnya. Suhu di titik episentrum tabrakan itu cukup untuk melelehkan senjata spiritual tingkat surga menjadi cairan.
"Hmph. Serangga bodoh. Mati tanpa sisa," cemooh Teratai Api Putih.
Namun, tawa sang api terhenti secara tiba-tiba.
Dari dalam bola api putih yang mengamuk, sebuah pusaran hitam pekat yang dihiasi kilatan cahaya keemasan perlahan terbuka. Pusaran itu berputar berlawanan arah jarum jam, menelan nyala api putih yang membakar Lin Tian dengan kecepatan hisap yang mengerikan.
Di pusat pusaran tersebut, Lin Tian berdiri tanpa sehelai rambut pun yang hangus. Zirah Tubuh Logam Kaisar Emas-nya bersinar terang, namun yang benar-benar menelan api tersebut adalah Akar Spiritual Kayu-Api Inti Bumi di tulang belakangnya, yang dibantu oleh kekuatan penuh Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
[Ding!]
[Mendeteksi invasi Api Roh Kelas Surga. Memulai Ekstraksi Pemurnian Kritis!]
[Sistem mengaktifkan Mode Penindasan Entitas. Menghancurkan kesadaran spiritual Api Teratai Putih...]
"A-apa?! Kekuatan hisap apa ini?! Lepaskan aku! Tubuhmu tidak akan sanggup menahan kekuatanku! Kau akan meledak!" Teratai Api Putih menjerit panik. Kesadarannya mulai tercabik-cabik oleh kekuatan sistem yang absolut tanpa ampun.
"Kau terlalu melebih-lebihkan dirimu," seringai Lin Tian buas. "Sistem, telan inti aslinya!"
Pusaran emas di punggung Lin Tian meluas hingga menutupi separuh langit. Kekuatan hisapnya tidak lagi pasif, melainkan secara paksa menarik Teratai Api Putih raksasa di tengah lautan dari akarnya.
Bunga raksasa itu menjerit dengan suara yang memekakkan telinga saat kelopak-kelopaknya tercabik dan tersedot ke dalam pusaran Lin Tian. Kesadaran kunonya dihancurkan dalam hitungan detik, mengubahnya kembali menjadi energi api murni tanpa tuan.
Hanya dalam waktu sepuluh napas, seluruh lautan api putih yang menutupi lantai keempat itu tersedot kering! Dimensi yang tadinya bersinar terang benderang kini berubah menjadi ruang kosong yang gelap gulita.
Lin Tian menutup matanya, melayang di udara saat energi yang sangat masif membanjiri meridiannya.
[Ding! Ekstraksi Berhasil!]
[Esensi 'Api Roh Bumi Teratai Putih Nirwana' disuntikkan ke dalam Akar Spiritual Inang!]
[Memulai Evolusi Akar Spiritual!]
Di dalam tulang belakangnya, akar spiritual yang tadinya berwarna merah keemasan kini meledak dengan cahaya putih menyilaukan. Elemen Kayu di dalam akar itu terus-menerus mensuplai kehidupan agar tulang punggung Lin Tian tidak meleleh, sementara Elemen Api melahap esensi surga tersebut.
KRAAAK!
Suara retakan terdengar dari dalam tubuh Lin Tian, menandakan hancurnya belenggu bakat fana miliknya.
[Evolusi Selesai!]
[Akar Spiritual Kayu-Api Inti Bumi (Kelas Bumi Tinggi) telah berevolusi menjadi 'Akar Roh Nirwana Kayu-Api Surgawi' (Kelas Surga Tinggi)!]
[Inang kini memiliki kebal absolut terhadap segala jenis api di bawah Kelas Ilahi (Divine Class). Qi Inang secara pasif membawa atribut Pembakaran Jiwa.]
Namun, peningkatan tidak berhenti di situ. Energi berlebih dari Api Roh Kelas Surga itu langsung dialirkan ke dalam Inti Bintang di dantian-nya.
BOOM! BOOM! BOOM!
Serangkaian ledakan tumpul terjadi di lautan Qi Lin Tian. Hambatan kultivasinya hancur bagaikan bendungan yang diterjang tsunami.
Pembentukan Pondasi Tahap 2 Puncak...
Tahap 3 Awal... Tahap 3 Menengah... Tahap 3 Puncak!
Terobosan! Pembentukan Pondasi Tahap 4!
Energi itu baru berhenti setelah mendorong kultivasi Lin Tian hingga kokoh di Pembentukan Pondasi Tahap 4 Puncak.
Lin Tian membuka matanya. Sepasang pupilnya kini berwarna putih bercahaya sebelum perlahan kembali menjadi hitam pekat. Saat ia menghembuskan napas, seuntai api putih keluar dari sela bibirnya, melelehkan ruang udara di depannya.
"Pembentukan Pondasi Tahap 4 Puncak," Lin Tian mengepalkan tangannya. "Kapasitas Qi-ku kini telah melampaui batas nalar. Jika aku bertemu Su Xue atau Xue Ren sekarang, aku tidak perlu repot-repot menggunakan tinju fisikku. Satu tatapan saja cukup untuk membakar Niat Pedang dan Qi mereka menjadi abu."
Dengan Akar Roh Kelas Surga dan Inti Bintang Tanpa Cacat, fondasi Lin Tian saat ini telah melampaui seluruh jenius yang ada di Benua Timur.
GEMURUH!
Tiba-tiba, seluruh Pagoda Sembilan Lapis bergetar hebat. Ruang kosong dan gelap di lantai keempat mulai retak.
[Peringatan! Menelan Api Roh Inti telah merusak susunan energi Pagoda. Formasi penyegelan lantai kelima hingga kesembilan runtuh secara berantai!]
Sebuah pilar cahaya berwarna merah darah raksasa menembus atap lantai empat, turun langsung dari lantai kesembilan, membawa serta tekanan yang membuat udara menjadi padat seperti batu.
Dari dalam pilar cahaya darah itu, sebuah suara kuno yang penuh dengan dominasi absolut bergema, bukan hanya di dalam pagoda, tapi menembus hingga ke seluruh dimensi Reruntuhan Kuno.
"Siapa... siapa tikus rendahan yang berani mencuri Api Nirwana penjaga makamku? Dan siapa yang berani menelan Niat Pedang milik prajuritku?!"
Suara itu bukanlah sisa-sisa energi tanpa kesadaran, melainkan seutas Jiwa Sisa (Remnant Soul) yang sangat kuat. Itu adalah kesadaran dari Kaisar Kuno sendiri yang baru saja dibangunkan dari tidur puluhan ribu tahunnya karena pencurian gila-gilaan yang dilakukan Lin Tian!
Di luar pagoda, ribuan praktisi dari keempat sekte besar yang masih terjebak di alun-alun terjerembap ke tanah, memuntahkan darah hanya karena mendengar gema suara tersebut.
Namun di dalam lantai empat, Lin Tian berdiri tegak di udara, jubah putihnya berkibar dengan tenang di bawah tekanan cahaya darah. Ia tidak berlutut sedikit pun. Tunas Niat Pedang di benaknya bergetar, memancarkan rasa penolakan yang kuat terhadap dominasi Kaisar itu.
"Tikus rendahan?" Lin Tian mengusap bibirnya dengan ibu jari, sebuah seringai predator terbentuk di wajahnya. "Kaisar tua, kau sudah mati ribuan tahun yang lalu. Warisan darahmu membusuk di sini tanpa guna. Alih-alih marah, kau seharusnya berterima kasih karena aku bersedia mengurus sisa-sisa sampahmu."
Lin Tian melesat ke atas, mengikuti pilar cahaya darah itu menembus ruang spasial yang hancur, langsung menuju ke lantai puncak: Lantai Kesembilan.