NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Queen Of The Wildborn

Transmigrasi: Queen Of The Wildborn

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Time Travel / Kelahiran kembali menjadi kuat / Harem / Sistem Kesuburan / Tamat
Popularitas:139.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nyx Author

✨THE BEGINNING OF THE WORLD.
|Terlahir Kembali di Dunia Binatang...

Di hari pernikahannya, Niren kehilangan segalanya—termasuk nyawanya. Namun, takdir membawanya ke dunia lain, di mana manusia bukan lagi penguasa. Kini, ia terlahir sebagai kelinci betina dalam dunia binatang yang brutal.

Lebih buruknya lagi…

> "Selamat datang di Sistem Survival Betina! 🎉 Untuk bertahan hidup, tugas utamamu adalah… memiliki pasangan dan melahirkan sebanyak mungkin!"

Di dunia ini, betina sangat langka dan aturan yang ada bertentangan dengan logikanya. Hanya dengan melahirkan, ia bisa mendapatkan poin untuk bertahan hidup. Tapi Niren menolak pasrah.

Apakah ia akan tunduk pada aturan dunia ini? Atau justru menaklukkan nasibnya sendiri?

Sebuah perjalanan penuh tantangan, bahaya, dan romansa tak terduga pun dimulai.

⚠️ DILARANG JIPLAK! Kalo enggak suka bisa skip! Wajib Comment ya guys kalo suka🥹🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyx Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEHANCURAN!

Brak!!

Raungan kehancuran menggema.

Seluruh warga desa Lunaris berhamburan dalam kepanikan. Jeritan memenuhi udara saat api mulai membakar sebagian rumah. Tujuh golongan orc liar, bangsa kelelawar, dan kalajengking mengamuk, merusak segala yang mereka lihat, termasuk patung suci klan serigala.

Di tengah kekacauan, Fenrisa, Nolan, dan Kael sudah bertarung mati-matian, bahu-membahu dengan pemuda orc tikus dan kelinci untuk mempertahankan desa mereka. Namun...

Bruk!

Sebuah hantaman telak terjadi. Nolan dengan tubuh terhempas jauh! Ia terbentur keras ke salah satu rumah orc, menghancurkan dindingnya hingga puing-puing berhamburan.

"Ukhh…! Khhh…!"

Nolan terbatuk keras. Darah segar seketika mengalir dari sudut bibirnya. Tubuhnya bergetar, punggungnya terasa seperti remuk setelah benturan brutal tadi. Ia mencoba bangkit, tapi tubuhnya terlalu lemah, terlalu sakit untuk bergerak.

Di depannya, Vilac, pria bertubuh setengah kalajengking, berjalan mendekat dengan tatapan penuh penghinaan.

"Heh… Lihat dirimu," ucapnya dengan nada rendah, senyuman bengis terukir di wajahnya.

"Bagaimana rasanya jadi serangga yang remuk, huh? Nikmatilah..."

Nolan mencoba merangkak, tapi sebelum sempat menarik napas panjang sesuatu hendak kembali menyerangnya.

Vilac mengangkat ekor berbisanya tinggi-tinggi, lalu dengan tatapan meremehkan ia berseru lantang."Sekarang… saatnya kau mati, pecundang!!."

SWISH!

PLAKKK!!

"Aaaarghhh!!"

Jeritan mengerikan seketika menggema di seluruh desa. Fenrisa dan yang lainnya sontak menoleh serempak, napas mereka tercekat saat melihat Vilac tiba-tiba terhuyung, dan ambruk dengan tubuhnya bergetar hebat.

Bruk.

Ia jatuh ke tanah, darah menetes deras dari ekornya yang kini terpotong bersih.

Mata Vilac membelalak tak percaya. Rasa sakit yang luar biasa menusuk sarafnya. Nafasnya tersengal, tubuhnya bergetar dalam kemarahan sekaligus ketakutan.

"S-sialan…!!" desisnya tertahan, matanya membara dengan kebencian.

Di hadapannya—

Rune berdiri tegak.

Serigala putih itu menggeram ganas.

Matanya yang menyala keemasan menatap tajam, penuh ancaman. Cakar besar melingkar di gagang pisau yang baru saja dilemparnya—pisau yang kini berlumuran darah dari ekor Vilac.

Rune tidak berbicara. Tapi seluruh tubuhnya memancarkan aura kemarahan yang berbahaya.

"Vilac!"

Hien, pria setengah kelelawar, melesat menghampiri rekannya yang kini berlutut, napas tersengal.

"Kau tidak apa-apa?!"

Vilac menggertakkan giginya. Tangannya bergetar menahan amarah dan rasa sakit.

"Kau pikir aku baik-baik saja?!!" bentaknya geram. Matanya yang penuh kebencian menatap Rune lurus-lurus.

"Dia sudah lancang memotong bisaku! SIALAN! Dia harus mati!!"Teriaknya keraha rune.

Rune tetap tak bersuara. Namun dari cara ia menggeram, hembusan napasnya yang berat seakan siap membantai siapa pun yang berani melangkah lebih jauh.

Vilac yang melihat itu mencengkeram tanah dengan kemarahan yang membara. Darah masih mengalir deras dari ekornya yang terpotong, tapi itu tak menghentikannya.

Dengan raungan penuh amarah, ia melesat maju—cakar tajamnya terangkat tinggi, siap mencabik Rune.

SWOOSH!

Rune langsung melompat ke samping, menghindari serangan pertama. Namun sebelum bisa menyerang balik—

BAMM!!

Sebuah hantaman keras tiba-tiba menghantam punggungnya!

Rune membelalak. Rasa sakit menyebar cepat saat sayap besar Hien menghantamnya dengan kekuatan brutal.

"Heh, kau benar-benar bodoh kalau berpikir bisa menang melawan kami berdua."Hien mengepakkan sayapnya, melesat cepat seperti bayangan hitam.

Vilac dan Hien kini mengepung Rune dari dua arah. Rune memandang mereka seraya menggeram rendah. Matanya berkilat keemasan, bulu putihnya berdiri tegak.

"Aku tidak takut pada kalian!"

Rune kembali menerjang maju! Cakar tajamnya menyambar ke arah Vilac.

Namun—

PLAKK!!

Hien kembali menyabetnya dari samping! Sayap kelelawarnya yang kuat menghantam dada Rune dengan telak.

Dan Rune, serigala putih itu kembali terpental ke belakang! Napasnya terhenti sejenak saat ia membentur tanah keras.

Bam!

Darah segar merembes dari mulutnya. Luka robek mulai terlihat di bahunya.

"Sudah kubilang kan…"Vilac melangkah mendekat."Kau akan mati."

Fenrisa yang melihat semuanya. Matanya melebar penuh kekhawatiran. Melihat putranya kini tersungkur berdarah-darah.

"Rune!!!"

Fenrisa hendak melompat maju, cakar besarnya siap menerjang Vilac! Namun langkahnya dipaksa berhenti di tengah jalan saat sebuah bayangan bergerak cepat di depannya.

SRET!!

CLANGG!

Di hadapannya, Jinghe—manusia setengah kelabang—berdiri dengan pedang melengkung berlumuran darah.

"Kau tidak akan kemana-mana, serigala tua…"

Fenrisa mengeram marah."KAU YANG TUA!!! BERANI SEKALI MENGATAI KU HAH!!"

SRAKK!

Fenrisa langsung menerjang Jinghe, dan pertarungan keduanya pecah!

Sementara itu, Rune tersengal. Napasnya berat. Matanya buram oleh darah yang mengalir di pelipisnya.

Ia tahu… Jika ia tidak segera bangkit—ia akan mati. Vilac dan Hien sudah bersiap ingin menghabisinya.

Namun Rune mengangkat wajahnya, menatap mereka dengan sorot tajam. Bayang-bayang sosok niren seketika muncul, membangkitkan semangat nya.

Ia tidak akan kalah.

Ia tidak boleh kalah!

Dengan geraman menggema yang tersisa, Rune kembali melesat ke depan dengan kecepatan penuh!

Vilac terkejut, ia terlambat membaca reaksi serigala putih itu.

CARRKKK!!

Rune berhasil menerkamnya keras! Cakarnya menancap dalam ke bahu Vilac, mencabik dagingnya hingga darah hitam menyembur.

"AAAARRGGHHH!!!"

Vilac berteriak kesakitan. Namun sebelum Rune bisa menuntaskan serangannya Hien segera muncul di belakangnya!

BAMM!

Sebuah hantaman brutal dari sayapnya menghantam tepat dikepala Rune.

Rune kembali membelalak. Tubuhnya terhuyung—dan dalam sekejap, Vilac mencengkeram lehernya!

"MATI KAU, BAJINGAN!!"

Vilac mengangkat Rune ke udara, lalu dengan kekuatan penuh, ia menghantamnya ke tanah dengan brutal.

DHAARRR!!

Tanah retak. Debu membumbung tinggi.

Rune menggertakkan giginya, seluruh tubuhnya terasa seperti dihancurkan.

Vilac menginjak dadanya."Dengar baik-baik…" desisnya dingin, senyum iblis menghiasi wajahnya.

"Kau akan mati, tidak ada ampun untukmu yang langcang memotong bisaku! Bangsa seperti seharusnya lenyap."

Rune terengah.

Matanya mulai meredup.

Namun, Sesuatu dalam dirinya lagi-lagi menolak untuk menyerah.

"Aku tidak akan mati di tangan kalian!"

Dengan tenaga terakhirnya, Rune langsung mengangkat tangannya, cakar serigalanya dengan gesit meraih belati yang terselip di sabuk Vilac

Lalu tanpa peringatan, rune langsung MENIKAMNYA TEPAT KE ARAH LEHERNYA!

SRASSHH!!

Mata Vilac membelalak. Darah hitam sontak menyembur liar dari luka dalam di tenggorokannya.

"T-Tidak…"

Rune langsung mendorong tubuhnya ke atas, lalu dengan satu gerakan brutal, ia menebas tenggorokan Vilac dengan cakarnya!

"DASAR BAJINGAN!!!"

CARRKKK!!

Darah menyembur deras. Vilac akhirnya terhuyung… lalu jatuh ke tanah.

Mati.

Hien tertegun."T-Tidak mungkin…"

Pria itu sontak menatap rune dengan ekspresi marah, lalu dengan kecepatan penuh ia hendak menerjangnya. Namun sebelum ia bisa bereaksi Rune sudah membaca ekpresinya.

Dengan gerakan cepat, rune mengeluarkan Gigi taringnya. Lalu membuat putaran dan menancapkan nya tepat di tenggorokan Hien.

SRAAKKK!!

Hien menjerit kesakitan. Ia mengibas-ngibaskan sayapnya, mencoba melepaskan diri. Namun Rune mencengkeramnya lebih kuat…

Dengan kekuatan penuh, rune langsung mencabik tenggorokannya dalam satu gerakan!

"GRRRRRR!!!"

Darah menyembur deras. Hien terguncang… tubuhnya mengejang…

Lalu… tak lama ia jatuh ke tanah, tak bernyawa.

Rune yang melihat itu sedikit terhuyung. Nafasnya tersengal, tubuhnya penuh luka, darahnya masih mengalir dari luka-lukanya, tapi ia tidak punya banyak waktu untuk beristirahat.

Saat Vilac dan Hien sudah tumbang, Rune menoleh cepat—mencari Kael, Fenrisa, dan yang lainnya.

Di sisi lain medan pertempuran…

Jinghe—manusia setengah kelabang—masih bertarung sengit melawan Fenrisa, Kael, dan beberapa orc tikus.

Jinghe bergerak lincah, tubuhnya yang panjang dan kaki-kakinya yang banyak membuatnya sulit ditangkap.

"Kalian pikir bisa menang melawanku?! Aku adalah Jinghe, Sang Peracik Maut!"

CRAKK!!

Satu kakinya menendang seorang orc tikus dengan brutal, membuatnya terpental menghantam tembok.

Fenrisa menggeram."Aku sudah muak dengan kelabang sialan sepertimu!!"

SRAAKK!!

Fenrisa menerjang maju! Namun sebelum cakarnya bisa mencapai Jinghe—

SWOOSH!!

Ekor kelabang Jinghe menghantamnya keras!Fenrisa sontak terpental beberapa meter.

"IBU!!"Kael segera menghampiri Fenrisa.

"KAU TIDAK AKAN MENANG, WANITA TUA!!"Jinghe terbahak liar, tapi tiba-tiba—

BAMM!!

Sebuah tendangan keras menghantam wajahnya!

Itu Rune.

Jinghe langsung terhempas ke tanah, tubuhnya terguncang oleh serangan tiba-tiba itu.

Rune kembali menghampiri Jinghe dengan tatapan dingin."Kau sudah cukup membuat kekacauan di sini," desisnya.

Jinghe menyeringai, meski wajahnya lebam."Heh… dan kau pikir bisa kau mengalahkanku secepat itu?"

Rune tidak menjawab. Ia hanya melompat tinggi dan menghunjamkan cakarnya LANGSUNG KE EKOR KELABANG JINGHE!

CRAAKKKK!!

"AAARRGGHHH!!"

Suara jeritan Jinghe menggema kesakitan. Ekor panjangnya teelihat terbelah dua, darah hijau menyembur deras.

Namun Rune belum selesai. Dengan satu gerakan cepat Rune kembali bergerak dengan menghancurkan kaki-kaki panjang Jinghe satu per satu dengan cakarnya!

CRAKK!! CRAKK!! CRAKK!!

Jinghe menggeliat liar di tanah, suaranya tertahan penuh kesakitan.

"T-TIDAK… TIDAK!!"

Rune mencengkeram lehernya."Mati saja kau di sini."ia hendak melayangkan cakarnya lagi tapi tiba-tiba

"JINGHE!!"

Sebuah suara berat terdengar. Denli—beruang hitam besar—berjalan tertatih, tubuhnya penuh luka.

Mata Denli melebar saat melihat kondisi Jinghe yang mengenaskan. Tanpa ragu, Denli menerjang tubuh rune, hingga membuat serigala itu melepaskan Jinghe dan melompat ke belakang.

Dalam sekejap, Denli menggigit tubuh Jinghe dengan mulutnya, lalu berbalik dan berlari kabur menuju gerbang yang sudah hancur.

Rune menggelab, ia hanya bisa menyaksikan keduanya pergi.

Ia bisa saja mengejar, tapi…

Ia tahu pertarungan ini sudah cukup untuk sekarang.

Mereka sudah menang.

Perlahan Rune berdiri diam, matanya bergerak mengamati ke sekeliling desa Lunaris yang hampir hancur total.

Asap masih membubung dari bangunan-bangunan yang terbakar.

Tanah dipenuhi darah, mayat, dan reruntuhan.

Di kejauhan, tetua Fenrisa menatap kehancuran ini bersama kael yang memapah Nolan dengan ekspresi suram.

"Rune kau tidak apa-apa? Kenapa kau disini? Siapa yang menjaga niren?"Tukas Fenrisa mendekat kearahnya.

Rune diam sejenak, perlahan ia berubah menjadi manusia. Luka di tubuhnya sekarang terlihat jelas.

"Dia aman Bu... Aku sudah titip kan dia bersama paman lince tadi"katanya lirih seraya memegang luka di perutnya.

Kael yang mendengar itu sontak terkejut, ia segera melangkah mendekati ruen sambil membawa memapah Nolan dengan ekspresi cemas"Paman lince? Apa kau yakin rune?"tanya kael ragu.

Rune menyipitkan matanya"Kenapa wajahmu seperti itu?"sahutnya dengan perasaan campur aduk.

"Setahu ku... Paman lince sedang keadaan sekarat saat ini. Aku menyuruh Nina tadi untuk membawanya ke tempat aman! Bukan ke tempatmu!"

Deg!

Rune dan Fenrisa sontak terkejut mendengarnya. Mata fenrisa langsung menatap ke arah Rune dengan ekspresi datar.

"Kau benar-benar ceroboh rune! Seharusnya kau tidak percaya begitu saja! Cepat susul niren sekarang!"desaknya khawatir.

Tanpa pikir lagi, dengan wajah tampannya yang menggeram marah, rune kembali merubah wujudnya menjadi serigala putih dan segera berlari secepat mungkin menuju arah pulang.

Tak ada yang berbicara. Fenrisa dan yang lainnya menatap kepergian Rune dengan ekspresi wajah cemas.

Semua orang tahu… Rune adalah sosok pertempuran yang tak akan membiarkan akhir begitu saja.

Tapi sejak awal dari sesuatu yang lebih besar. Niren lah yang lebih terpenting dalam hidup pria itu sekarang.

Rune, dengan nafasnya yang tersengal. Ia berlari sekuat tenaga, jantung berdetak lebih kecang berharap sesuatu yang di pikiran tidak terjadi.

Ia menggenggam erat cakarnya yang berlumuran darah di setiap tumpukan salju yang berlinang. Matanya bersinar tajam dengan tatapan lurus kedepan.

Sejenak...

Ia berjanji… jika sampai terjadi sesuatu pada niren kali ini. Maka siapapun yang bertanggung jawab atas semua ini akan membayarnya mahal dengan darahnya masing-masing.

...>>>To Be Continued......

1
Lynnaza
eh, bukanya niren daru ras kelinci ya?, kok makan malah makan kelinci juga?, kanibal kah thor😭
Lynnaza
baru tau ada yg hamil 3thn
📚Nyxaleth🔮
Hai semuanya! ❤️

Akhirnya... perjalanan Niren di buku ini resmi selesai. 🥹

Sebelum itu, aku mau minta maaf dulu karena sudah cukup lama menghilang dan jarang update. Beberapa waktu terakhir aku lagi sibuk dengan pekerjaan dan urusan lain, jadi waktu menulisku agak berantakan. Terima kasih banyak buat kalian yang masih sabar menunggu sampai sekarang. 🫶

Dan terima kasih juga untuk semua yang sudah membaca, memberi komentar, vote, maupun sekadar menemani perjalanan Niren dari awal sampai akhir. Jujur, tanpa kalian mungkin cerita ini tidak akan sampai sejauh ini.

Meski buku ini sudah tamat, kisah Niren sebenarnya belum berakhir.

Masih ada banyak hal yang belum terungkap, masih ada perjalanan yang harus dilalui, dan masih ada rahasia yang menunggu untuk ditemukan. Karena itu, kelanjutan cerita Niren nantinya akan berlanjut di buku baru. ✨

Anggap saja ini akhir dari satu perjalanan dan awal dari petualangan yang lebih besar.

Sekali lagi, terima kasih sudah bertahan sejauh ini bersama Niren. Sampai jumpa di buku berikutnya! ❤️
Lynnaza: masa di gantung gitu aja😭
total 2 replies
xixi
gantung bngty
📚Nyxaleth🔮: Akan liris di buku baru yah kak❤️🙏
total 1 replies
Etaya Itay
nasib2 2 kali kehilangan
Etaya Itay
seru,, lanjut
Yani
Thort, kapan update lagi 🙏
📚Nyxaleth🔮: Kelanjutannya bakal liris di buku baru yah kak❤️
total 1 replies
restu s a
Lumayan
Shena R
Kenapa tamat
Shena R
🤣🤣🤣🤣
Shena R
Betul🙄
mong air
harap ada utk s2.cerita nya mnarik.
mong air: 💪💪..mnunggu dngar sbar.
total 3 replies
mong air
hahahahahaa..mmg binatang kalian,x kenal tempat.🤣🤣🤣
mong air
skali do,terus hamil..kalau punya 135 suami,xkan 135 kali hamil skali bkin baby.
Valthor
bagus semangat Thor
Dewi hartika
di tunggu kelanjutannya thor🙂🙂🙏🙏
📚Nyxaleth🔮: Bakal liris di buku baru yah kak... terimakasih ❤️
total 1 replies
Wulan Sari
ceritanya bagus banget lain dari pada yg lain cuma gantung ga bahagia tp gpp sudah menghibur semangat 💪 Thor salam sukses selalu ya cip 👍 trimakasih 🙂❤️🙏
Siska Sutartini
kan, lagi2 ethar benar loh niren. kluarga serigala gak sebaik yg kamu pikirkan. slalu mencari keuntungan darimu. dahlah niren kaupun terlalu keras kepala tapi gak punya pertahanan diri sama skali. slalu hampir jadi pelampiasan nafsu pihak lain. untung pasanganmu mau melindungi
sahabat pena
Luar biasa
si_
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!