NovelToon NovelToon
Aretha

Aretha

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Suami
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidup Masing - Masing

Sudah setahun Andreas menjalani hidupnya tanpa Aretha. Secara kertas sebuah akta mereka sudah bercerai, namun secara hati dan jiwanya masih ada cinta yang besar dalam dirinya untuk Aretha Lopez.

Dokter Andreas Jatmiko spesialis penyakit dalam, hari - hari menjalankan profesi kedokterannya dengan baik. Dia tidak memikirkan ada wanita lain untuk menemaninya. Hari ini tepat setahun anak perempuannya meninggal. Tanggal dan bulan ini adalah tanggal dan bulan yang berat bagi hidup Andreas, karena di tanggal ini dia kehilangan dua wanita, dua perempuan yang dia sayangi.

Pagi - pagi Andreas sudah bangun. Dia berdoa kemudian ke kamar mandi membersihkan diri. Setelah berpakaian rapi, dia ke dapur menyiapkan sarapan buat dirinya. Mesin - mesin pembersih rumah dia hidupkan untuk membersihkan seluruh bagian rumahnya. Hari ini dia tidak berolahraga, karena dia pagi ini, sebelum ke kantor dia mau ke tempat pemakaman anak perempuannya. Kemeja berwarna putih, celana jins berwarna biru dongker, sepatu snaker putih, topi berwarna gelap dan kacamata hitam membawa Andreas Jatmiko ke pusara anak dan mama kandungnya. Yang meninggal waktu melahirkannya.

Bunga mawar putih menjadi bunga yang sering Andreas bawa ketika ke pusara ini.

"Papi tahu, Abigail di sorga melihat papi. Terus berdoa buat papi ya."

"Papi tetap berjanji, bahwa mamimu pasti datang kesini."

"Papi sayang Abigail." Andreas meletakan mawar putih pada tempatnya. Pusara ini selalu dirapikan oleh penjaga makam. Karena Andreas meminta dan membayarnya setiap bulan. Sehingga rumput - rumput di pusara atau sekitarnya tampak rapi.

Sementara itu di belahan benua Eropa, Aretha juga berdoa dia tahu bahwa tanggal dan bulan ini dia melahirkan seorang anak perempuan buah cintanya dengan Andreas, namun anak gadis itu meninggal. Aretha menangis dalam doanya.

Sebenarnya kedua insan ini masih saling mencintai. Namun takdir yang mengharuskan mereka berpisah. Aretha tidak mau mengecewakan orangtuanya, namun di sisi lain dia harus mengorbankan perasaannya. Sebenarnya Aretha juga kecewa dengan sikap Andreas, dia tidak membenarkan alasan apa pun tentang selingkuh.

Aretha Lopez sekarang bekerja sebagai dokter bedah di Swiss tepatnya di kota St. Moritz pada salah satu rumah sakitnya. Daerah ini merupakan tempat wisatawan asing yang berdatangan bermain ski, pada saat musim dingin.

Sudah terhitung Aretha bekerja disana. Aretha tinggal di sebuah rumah minimalis yang dibeli oleh orangtuanya. Letak rumah Aretha ke rumah sakit tidak terlalu jauh. Dan dia bisa berkendara ke sana menggunakan mobil. Fasilitas ini disiapkan oleh orangtuanya sebelum mereka kembali ke Jakarta. Tiga bulan sekali kedua orangtuanya akan datang kesana. Dan mereka akan berkeliling dataran eropa bertiga.

"Selamat pagi Aretha."

"Selamat pagi James."

"Kamu segar sekali hari ini."

"Terima kasih."

Dokter James adalah dokter spesialis tulang di rumah sakit tempat Aretha bekerja, pemuda berdarah asia Swiss ini sedang berusaha mendekati Aretha, semua tenaga medis di rumah sakit ini tahu. Namun Aretha belum perna merespon perhatian James. Dia belum bisa membuka hatinya buat laki - laki lain.

Hari ini dirumah sakit di Jakarta Andreas sedang bertugas di poli klinik penyakit dalam. Ketika membaca daftar nama pasien. Andreas meminta kepada dokter Lydia untuk memeriksa pasien bernama Jihan. Andreas sudah berjanji pada dirinya untuk tidak mau berjumpa ataupun komunikasi dengannya.

Pada saat giliran Jihan mau di periksa, Andreas dan dokter Lydia sudah bertukar posisi. Andreas sudah berada di kantor dan bersiap untuk keluar makan siang.

"Bukannya ini tugasnya dokter Andreas."

"Iya, namun kami bertukar karena dokter Andreas mendadak ada urusan." Raut muka Jihan terlihat sangat kecewa dan marah.

"Awas kamu Ndre kamu sengaja menghindar dari saya ya." Jihan mengomel sendiri dalam hatinya.

"Ngak sakit, gebuk muka dan tubuh sendiri??" Jihan langsung melihat ke arah dokter Lydia. Sandiwara Jihan sudah di ketahui oleh semua tenaga medis di rumah sakit ini.

"Saya tidak perna berbuat salah dengan dokter, kenapa dokter terlihat tidak menyukai saya??"

"Perasaan kamu saja dokter Jihan. Sangat di sayangkan kalau berbuat seperti itu. Buat apa??? Cari perhatian??"

"Bukan urusan dokter ya." Jihan langsung keluar tanpa mengambil resep obat dari dokter Lydia.

"Dokter Jihan, resep obatnya biar hanya obat anti nyeri ini bisa menolong dokter." Jihan sudah tidak peduli dia keluar meninggalkan poli ini. Dokter Lydia dan ners - ners di poli itu hanya tersenyum.

"Heran aku, ada ya manusia yang menyakiti diri sendiri untuk mencari perhatian."

"Adalah dok, itu yang baru keluar ruangan ini."

Dokter Lydia hanya mengeleng - geleng kepalanya.

Ternyata usaha Jihan bukan hanya di rumah sakit, dia terus berjuang agar bisa bertemu dengan Andreas. Maka saat ini dia sudah berada di antrian pasien penyakit dalam pada klinik dan apotik Labora's. Aji yang bertugas membantu di poli penyakit dalam langsung memberitahukan Siska yang merupakan manager di sini.

"Bos perempuan ular itu datang berobat dengan muka lebamnya."

"Siap??"

"Bos gimana sih masa tidak tahu perempuan ular."

"Maksud kamu Jihan."

"Pintar sekali bu bos."

"Dokter Andreas sudah datang."

"Bagus. Aku telepon dokter Lydia saja."

Lagi - lagi usaha Jihan untuk bertemu Andreas di gagalkan. Jihan sangat marah. Andreas yang rencana mau ke apotik, akhirnya membatalkan niatnya. Dia sekarang ada di rumah orangtuanya.

"Katanya mau praktek, kok ngak pergi??"

"Ngak jadi ma, dokter Lydia yang mengantikan."

"Kenapa bisa begitu."

"Ma, Andre kan bos disitu. Ngak kerja juga Andre tetap di bayar."

"Tetapi ..... Ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari mama." Meskipun bukan mama kandung, namun sedari Andreas kecil sudah memanggil beliau mama. Yang seharusnya dia panggil tante dan om.

"Jihan sedang berusaha mendekati Andre ma."

"Jihan bang. Ngapain perempuan ular itu?? Mama harus berbicara kepada orangtuanya."

"Punya suami, bisa - bisanya mau mendekati abangku. Ade ngak setuju ya."

"Abang tidak bisa menerima cinta orang lain. Masih ada Aretha di hati abang."

"Bang, sepertinya mba Aretha ada di Swiss deh. Soalnya laporan boarding pas bapak dan ibu itu penerbangan ke Zurich Swiss."

"Kamu kerja yang benar, jangan sampai orangtuanya Aretha curiga sama kamu."

"Iya bang."

Andreas sudah menghubungi Siska memberitahu bahwa dia tidak jadi ke Apotik dan Klinik. Dia mau langsung pulang. Namun Siska melarangnya pulang, takut Jihan ke rumahnya.

"Kamu dirumah mama dan papa saja dulu. Takut perempuan ular itu mencari kamu ke rumah."

"Oke."

Sementara itu di sebuah restoran di kota St. Moritz Aretha sedang di traktir makan oleh dokter James.

"Kamu orang Indonesia juga??"

"Yup, mamaku orang Bali."

"Tetapi kamu tidak terlihat orang Indonesia."

"Berarti gen papaku kuat." Aretha tersenyum, dan James suka sekali melihat senyuman Aretha. Ini baru pertama kali James melihat Aretha tersenyum. Karena selama ini dia hanya memiliki tatapan biasa saja.

"Saya tidak menyangka, bahwa senyuman kamu manis sekali."

Raut wajah Aretha seketika memerah waktu dikatakan oleh James dia manis.

1
HiaTus
kita juga suka uang 🤭
Ceisye: 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!