Salwa Abidhar, seorang gadis berhijab yang manis nan cantik berusia 20 tahun yang ditinggalkan oleh calon suaminya setelah menjalani lima tahun berpacaran tepat 2 minggu sebelum pernikahanya dilangsungkan dan lebih mirisnya yang dinikahi oleh hanum kekasihnya itu adalah sahabat Salwa sejak masa SMA dahulu
Setelah melewati masa masa terendah dalam hidupnya, sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang presdir muda, kaya raya yang dianugrahi wajah tampan yang nyaris sempurna
Arsanatha Abrisam Dirgantara, generasi penerus ketiga perusahaan Maharsya grub sebuah perusahaan besar yang terkenal di wilayah Asia bahkan dunia, lelaki yang dikenal karna kepemimpinanya yang tegas dan memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum ataupun bercanda namun sangat bertolak belakang dengan sikap aslinya
Sampai pada akhirnya mereka menikah, Akankah Salwa dapat melupakan mantanya dan mulai mencintai Arsa? Atau malah sebaliknya ia tak pernah bisa melupakan Hanum kekasihnya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam
...“Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi.”...
...(Ali bin Abi Thalib)...
...♡♡♡...
Di dalam mobil mereka masih belum berbicara satu sama lain, menciptakan sebuah keheningan menikmati momen mereka berdua bersama tanpa suara, karna mereka menyadari bahwa kebersamaan itu sangat berharga ditambah momen yang baru saja terjadi
Sampai mobil itu berhenti di sebuah rumah megah nan mewah, tepat yang selama ini menjadi saksi bisu perjalanan cinta Arsa dan Salwa
Mereka berdua berjalan menuju kamar, lelaki itu melepas jasnya lalu melonggarkan dasi yang sedari tadi melilit di lehernya, sedangakan Salwa bersiap siap untuk mandi karna tubuh nya gerah habis diculik tadi.
"By aku duluan yah yang mandi" Akhirnya bersuara meminta izin menggunakan kamar mandi lebih dulu
"Hemm" Mengecup kening Salwa sebelum akhirnya keluar kamar menuruni anak tangga menuju lantai bawah meninggalkan Salwa berdiri mematung disana
Punya suami bikin baper mulu ih
Akhirnya Salwa berjalan menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya, ia memang seperti itu setiap merasa keringatnya sudah berlebih ia akan langsung mandi dan tak pernah terpaku dengan jadwal mandi dua kali sehari.
Di sisi lain Arsa yang tadi ada urusan di bawah menaiki anak tangga menuju lantai atas setelah urusannya selesai, membuka pintu kamar kemudian meraih laptopnya dan duduk di pinggir tempat tidur, sembari menunggu istrinya yang sedang mandi
Membuka beberapa email yang masuk berisikan file file penting perusahaannya yang berada di dalam dan luar negri, dibalik jabatannya yang tertinggi di perusahaan disitu pula tanggung jawab besar yang harus ia emban untuk terus memajukan bisnis bisnis perusahaan besar di Asia tersebut.
Setelah lima menit berlalu lelaki tampan yang menggunakan kemeja berwarna biru muda digulung sampai siku masih tetap setia menatap layar laptopnya begitu pun dengan Salwa yang masih berada di kamar mandi
Baru saja Arsa hendak bersuara memanggil seseorang yang berada di kamar mandi, namun di dahalui dengan suara nyaring disana
"Hubby tolong ambilin handuk, aku tadi lupa bawa" Teriak seseorang di dalam sana yang meminta tolong diambilkan sesuatu
"Dimana handuknya Sya" Goda lelaki itu dibarengi tawa tanpa suara, ia sengaja pura pura tidak tahu di mana benda itu berada padahal jelas jelas ada di depan matanya
"Di kasur ada ko by, coba deh cari dulu" Ucap Salwa memberitahu
"Ga ada Sya, yaudah kamu keluar ajah aku ga akan ngeliat ko, kalau ga khilaf" Tertawa keras membayangkan muka kesal istrinya
"Ih ga mau, kamu mah kan khilaf mulu"
"Aku dingin nih" Mendengar itu Arsa langsung bergerak cepat menyambar handuk yang sedari tadi di depan matanya ia tidak mau istrinya kedinginan
"Nih" Memberi handuk ke dalam pintu yang dibuka hanya sedikit celah
"Makasih imam surga ku" Ujar Salwa berterimakasih dengan suara diimutkan
....................
Kini wanita cantik berkhimar abu abu tersebut sedang serius menyiapkan sebuah hidangan untuk suaminya, ini adalah kali pertamanya memasak untuk makan malam.
Moment ini tentu saja spesial untuk mereka berdua, apalagi Salwa yang sudah gugup masakannya akan disukai atau tidak, walaupun suaminya dulu sudah pernah memakan masakanya namun tetap saja jumlahnya tak sebanyak sekarang
Tak dibantu para pelayan rumah, ia hanya ingin masakan ini murni hasil karya tangannya, Sibuk mengiris bahan bahan makanan kemudian memasukannya ke wajan dan menunggunya matang setelah menyalakan kompornya tadi
Sepuluh menit berlalu wanita itu akhirnya selesai berkutat dengan alat masak nya, berjejer dengan rapi hasil masakan rumahan yang pernah bundanya ajarkan kepada Salwa.
Tinggal menyempurnakan dengan menghiasnya, namun tiba tiba ada tangan kekar mulus yang melingkar di pinggang Salwa memeluk wanita itu dari arah belakang dengan erat
"Masakan nya di bungkus ajah mba saya mau makan di luar soal nya" Ujar Arsa menirukan gaya seorang pembeli kepada pelayan restoran
"Maksud Hubby, kita makan diluar terus makanan yang aku masak ga dimakan dong" Mengerucutkan bibirnya, ia sudah lelah begini masa masakannya tidak dimakan
"Bukan gitu honey, kita bungkus masakannya nanti kita makan diluar" Menjelaskan secara rinci supaya istrinya tidak salah paham lagi
"Hehe kirain aku masakannya ga dimakan" Ujar Salwa menertawakan dirinya yang kelewat batas so tau itu
"Loading nya lama nih, untung sayang" Goda Arsa membuat wanita cantik itu kesal namun bercampur senang
"Ikh Hubby ngeselin ah" Mencubit pipi lelaki itu membuat sang empunya mengaduh
"Ngeselin gini tapi kamu sayang kan hmm?" Masih setia menggoda istri cantik nya
"Au ah" Jawab Salwa singkat menggoda Arsa sembari melipat kedua tanganya
"Ceritanya ngambek, marah, atau kesel nih hm?" Menaik turunkan alisnya
"Semuanya." Ketus Salwa sambil menyiapkan makanan nya di tempat makan untuk di bawa keluar nanti
"Serakah kamu, satu satu ajah dong"
"Terserah akulah" Perdebatan romantis itu masih terjadi.
"Yee ga boleh gitu ga adil Sya" Terkekeh renyah menampilkan gigi putihnya
"Aku mau siapin masakan dulu By kamu mandi dulu sana gih, suka banget sama debat heran" Akhirnya mengalah karna berdebat denganya pasti kalah
"Aku kan udah mandi sayang, kamu ga nyadar?"
"Emang udah mandi tapi ko bau?" Tertawa atas kebohongan nya(Jangan ditiru yah) padahal sudah jelas jelas suaminya harum banget
Ia mencium aroma tubuhnya sambil mengeryitkan keningnya "Hidung kamu kali Sya yang bermasalah, orang udah wangi gini dikira bau" Sekarang gantian lelaki itu yang pura pura ngambek
"Hehe bercanda sayang" Cengengesan karna berhasil membuat lelaki itu kesal
......................
•Pov Salwa
"Udah nyampe belum?" Entah Arsa mengajak ku kemana ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan ku saat aku menanyakan tujuan perjalan kami
"Sebentar lagi Honey" Jawabnya lembut sambil tersenyim manis ke arahku kalu kembali fokus mengemudikan mobil
Seperti pernyataannya beberapa menit kemudian mobil ini terhenti di sebuah tempat yang belum pernah kukunjungi
Ia terlihat turun dari mobil kemudian membukakan pintu mobil di arah ku "Silahkan turun tuan putri" Ucapnya sembari menjulurkan tangan tersenyum sangat manis
"Terima kasih banyak pangeran" Jawabku mengikuti permainan tuan putri dan pangeran
"Ada dimanakah sekarang kita pangeran?" Mendongkakan kepala agar bisa sejajar dengan tinggi nya
"Di tempat berkemah tuan putri, kita akan berkemah malam ini" Membuatku ternganga saat memasuki area perkemahan tersebut ditemani gemerlapnya sang bintang, diiringi hembusan angin lengkap sudah keindahan malam ini
"Tapi aku belum menyiapkan apa apa untuk berkemah Hubby" Ujarku menyadari hanya membaca makanan yang ku masak tadi
"Kamu tenang aja semuanya sudah disiapkan oleh ku" Fix lelaki tampan ini benar benar idaman para ciwi ciwi
"Ah saranghae.. " Menyatukan ibu jari dengan telunjuk membentuk sebuah love
"I Love You Too" "Hehe aku belum tau bahasa koreanya" Terkekeh bersamaan
Setelah itu aku menghidangkan masakan yang tadi kumasak di sebuah tikar tempat kami duduk bersantai sekarang sembari memandangi ciptaan indah Allah Swt
"Silahkan di makan suamiku" Menyodorkan sepiring hasil masakanya ku
"Terima kasih istriku" Kemudian memasukan masakan ke dalam mulutnya
"Enak ga rasanya?" Entahlah aku hanya takut rasanya tak enak saat dimakan
"Enak banget, Makasih yah sudah di masakin" Memeluku sambil mengecupnya berulang kali
"Ana uhibuk zawjati" Ujarnya tepat disamping telingaku
"Ana aydaan ahbak ya zawji" Membalas pelukanya dengan erat
♡♡♡
Assalamu'alaikum readers ini adalah novel pertama author jika terdapat kesalahan dalam penulisan mohon kritik dan sarannya jangan lupa like coment and vote karna dukungan kalian sangat berarti untuk author dan membuat author semangat up mwehehe
ceritanya bagus kok😊