Sepertinya alam semesta ingin bercanda denganku, orang yang ku cintai meninggalkanku di saat mendekati hari pernikahan kami. meninggalkan luka yang menurutku tidak ada obat untuk menyembukannya walaupun dia kembali untuk minta maaf.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olip05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27
“kamu nggak percaya kalau yang punya aku lebih pakasa?” tanya arun bangkit dari tidurannya menatap mita.
Mita menggelangkan kepalanya, mulai meredakan sisa-sisa tawanya.
“oke akan aku buktikan” ucap arun, menaikan sudut bibirnya keatas
Arun langsung mencium bibir mita dan arun bisa malihat mata mita yang terbelalak kaget, selama beberapa saat tubuhnya diam kaku bibirnya sama sekali diam tak bergerak. Arun dan mita bertatapan beberapa lama sementara lidah arun memaksa bibir mita tarbuka menerobos mencari jalan masuk berupaya agar mita luluh, mata mita terpejam dan mulai membalas ciuman arun dengan penuh penghayatan.
Arun melepakan ciumannya sesaat untuk menghirup oksigen kemudian mencium bibir mita kembali, kali ini ciumannya lebih bernafsu dari pada ciuman sebelumnya membuat mita kewalahan mengeimbanginya.
Masih berpagutan satu tangan arun mulai meraba punggung mita sampai pada pahanya, mita yang hari ini memakai dres membuat arun mudah untuk mengelus pahanya yang mulus. Dan satu tangannya lagi untuk meremas gundukan di dada mita di balik dres yang mita kenakan.
Mita yang merasakan Sentuhan tangan arun di pahanya dan dadanya membuat jantung mita berdetak dua kali lebih cepat dari pada sebelumnya. Ada rasa aneh yang di rasakan tubuh mita yang membuat kepalanya sedikit pusing dan susah untuk mengendalikan tubuhnya.
Perlahan arun merebahkan tubuh mita di atas ranjangnya, membuka kedua paha mita dan memposisikan tubuhnya di antara kedua paha tersebut. Menindihnya dengan rasa-rasa.
Ciuman arun mulai pindah pada lehar mulus mita, mengecap dan menghisapnya membuat napas mita tersegal sampai membusungkan dadanya merasa geli dan bercampur nikmat.
“arun disuruh kebawah sama mamah buat makan siii aang.” Yola menutup mulutnya dengan jari-jari tangannya sambil terkekeh.
Mita yang mendengar suara yola langsung mendorong tubuh arun menjauh dan langsung bangun dari tidurannya. Melihat yola yang berada di ambang pintu membuat mita yakin bahwa yola melihat apa yang dilakukan dirinya dan arun.
Mita langsung menunduk dan menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya, sungguh mita sangat malu pada yola.
“kalau masuk kamar orang tuh ketok pintu dulu, jangan asal nyelonong kaya babi ngepet” ucap arun sinis dengan muka biasa saja seperti tidak ada kejadian apapun.
“maaf udah kebiasaan” celetuk yola tanpa ada bersalah di wajahnya
“tenang aku nggak liat apa-apa kok, kalian lanjutin aja maaf udah ganggu” lanjut yola sambil menahan senyumnya kemudian membalikan badannya keluar kamar. Pintu kamar terbuka kembali sebelum pintu tersebut tertutup sempurna. “lanjutin yang tadinya setelah makan siang aja ya, soalnya mamah papah udah nunggu kalian di ruang makan untuk makan bersama.” Yola tersenyum lebar lalu hilang dari pandangan arun dan mita.
“kak yolanya udah keluar, kamu nggak usah malu kaya gitu” mita mengangkat wajahnya dan menatap arun yang sama sekali tak terlihat malu.
Plak mita memukul paha arun
“aw sakit mit” arun meringgis mengusap pahanya bekas pukulan mita.
“gara-gara kamu si, aku jadi malu sama kak yola”
“kok malu si, kita kan suami istri jadi wajar dong kita ciuman kaya tadi” ucap arun santai
“udah ah nggak usah malu, yuk ke bawah udah di tunguin sama mamah papah” lanjut arun sambil menggendeng tangan mita.
Sepanjang makan mita terus mengalihkan pandangannya dari yola, apalagi yola yang berada di hadapan mita. Mita masih belum berani menatap wajah yola, masih malu tentang kejadian tadi di dalam kamar sedangkan yola bersikap biasa saja seperti tak melihat kejadiaan apapun di kamar arun.
“melihat kamu yang malu seperti ini aku bisa tebak_” ucap yola menggantung kemudian membisikan ditelinga mita “kalau kamu sama arun belum pernah melakukan hubungan suami istri kan?” mita membelalakan matanya kaget dan langsung menoleh ke arah kakak iparnya.
Setelah makan mita dan yola bersantai di ruang keluarga, sedangkan arun entah kemana bersama ibunya.
“nggak usah kaget gitu mita. Melihat kamu malu seperti ini aku sudah bisa menebaknya. Padahal Cuma kepergok ciuman daong, tapi kamu malunya sampai segitunya” tambah yola sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.
Mita hanya tesenyum cenggung, binggung harus merespon seperti apa, tidak mungkin juga mita harus menceritakan urusan ranjangnya pada yola, biarlah yola beranggapan seperti yang ada dalam pikirannya walaupun anggapan itu benar.
“hati-hati loh mit, kalau cowo kelamaan nggak dikasih itu, bisa-bisa cari jajan diluar”
“maksud kakak?” tanya mita pnasaran
Aku jailin mita aja kali ya. Seringai jahat yola dalam batinnya
“masa kamu nggak ngerti sih mit, nih ya. Kamukan udah hampir satu bulan nikah sama arun tapi kalian belum parnah berhubungan suami istri. Aku takutnya arun cari lubang wanita lain di luar sana cari kepuasaan” yola mengatakannya penuh dengan keseriusan sambil memperhatikan ekspresi wajah mita yang mendadak berubah sedikit gelisah.
“nggak mungkinlah arun cari wanita lain diluar sana kak, lagi pula arun nggak pernah minta hal itu sama aku” ucap mita setenang mungkin, walaupun hatinya sedikit ragu dengan apa yang ia katakan.
“kamu nggak tahu aja mita, isi otak cowo tuh hanya ada pangkal paha wanita, suami aku aja kalau aku datang bulan udah kaya cacing kepanasan merengengek kaya anak kecil nggak di beliin permen”
Hahaha kayanya mita mulai kemakan apa yang aku katakan batin yola menjerit bahagia.
“apalagi arun yang satiap hari melihat betuk tubuh kamu yang aduhai ini, mana mungkin dia tidak tergoda kecuali kalau dia benar-benar impoten”
Mita mengerutkan kedua halisnya berpikir, apa yang di katakan kak yola memang ada benarnya. Apakah aku selama ini sangat egois tidak memikirkan apa yang arun rasakan tapi arun tak parnah membahas urusan ranjang kami lagi pula belum tumbuh rasa cinta di antara kami batin mita berkecamuk memikirkan apa yang yola katakan.
Hahah mita mulai terprovokasi, dan arun juga aneh sekali sudah satu bulan belum melakukan hubungan suami istri, atau jangan-jangan adikku itu benar-benar pria impoten. Kalau itu benar kesian sekali mita yang secanti ini di anggurin. Batin yola
“aku yakin arun nggak mungkin cari wanita lain diluar sana ka, mungkin diri kaminya saja yang belum siap melakukan hal itu”
“iya aku mengerti, aku hanya ingin kamu waspada saja mit, kitakan tidak tahu apa yang ada di hati para lelaki”
“iya ka, makasih atas perhatiannya, kalau gitu aku pergi dulu mau mencari arun” ucap mita sopan. Yola hanya mengangguk mengiyakan. Setelah mita mejauh dari yola, seketika tawa yola meledak, sangat lucu melihat ekspresi wajah mita yang gelisah.
Akhirnya aku bebas juga dari obrolan ambsurd itu, kak yola juga kanpa harus membahas urusan ranjang. Membuat aku jadi kepikaran saja. Batin mita lega setelah jauh dari yola.
“mamahkan udah bilang dari awal seharusnya kamu nggak usah nikahin mita, sekarang kamu kerasa sendirikan akibatnya” ucap via mamahnya arun yang berada di teras belakang dapur dakat kolam.
Mita yang ingin manuju kesanapun menghentikan langkahnya mendengarkan apa yang dikatakan mertuanya. Dan bersembunyi di balik tembok agar bisa mendengar apa yang meraka obrolkan.
...----------------...
Makasih yang udah baca, aku seneng loh baca komenan kalian, walaupun komennya cuma "lanjut thor" jangan lupa like, komen dan vote.