NovelToon NovelToon
Pelangi Cinta Shafiya

Pelangi Cinta Shafiya

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Contest / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Office Romance / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:734.6k
Nilai: 5
Nama Author: shakila kanza

Shafiya Alifa gadis manis dan shalehah yang terlahir di keluarga sederhana. Kerja kerasnya yang tinggi menjadikan ia karyawan di sebuah perusahaan besar. Namun siapa sangka itu awal dari hujan ujian hidup baginya. Pertemuan dengan Fatih menjadi awal mendung baginya. Namun yakinlah tidak semua hujan itu buruk, akan ada pelangi setelahnya. Warna warni perjalanan cinta Shafiya hadir di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shakila kanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan

Azan Subuh berkumandang, membangunkan para manusia yang tengah terlelap dalam tidurnya. Udara dingin di desa menusuk tulang, namun tak membuat gadis satu ini bermalas-malasan.

Pagi ini dia sedang berkutat di dapur memasak untuk di bawa ke Rumah Sakit untuk sarapan sebelum keberangkatan Fatih dan Papanya ke Jakarta, karena menurut Dokter kondisi Fatih sudah membaik jadi dia bisa melanjutkan perawatan di rumah.

Setelah semuanya matang, dia bersih-bersih lalu mandi dan bersiap pergi ke Rumah Sakit untuk mengantar makanan untuk sarapan.

Shafiya mengendarai motor menuju Rumah Sakit dengan kecepatan sedang karena udara pagi cukup dingin.

Setelah sampai di Rumah Sakit Shafiya memarkir motornya dan menuju Ruang Rawat Fatih.

tok tok tok

" Assalamuallaikum..." Salamnya.

" Walaikumsalam... " Jawab orang yang di dalam.

Shafiya membuka pintu ruang rawat lalu masuk ke dalam di sana nampak Pak Putra dan Deni bersama Fatih tersenyum menatapnya.

" Ini Ada sarapan kalau berkenan... " Kata Shafiya sambil meletakkan tempat makanan di meja. Mereka pun makan sarapan bersama, Shafiya membantu Fatih untuk sarapan.

" Wah... masakanmu enak sekali Fiy... " Kata Pak Putra.

" Iya Pak, bakalan makan enak setiap pagi ini Pak Fatih... " Goda Deni.

Fatih yang di goda justru membusungkan dada bangga, berbeda dengan Shafiya yang nampak malu, pipinya bersemu merah namun tetap tersenyum manis.

" Terimakasih... sepertinya Anda berlebihan... " Kata Shafiya sambil tersenyum kecil.

***

Suster datang ke ruangan Fatih untuk mencabut infus di tubuh Fatih, Deni mengurus Administrasi Rumah Sakit sementara Pak Putra menemui Dokter, tinggal Shafiya, Fatih dan Suster di ruangan itu , namun tak berapa lama setelah semua selesai Susterpun keluar, dan akhirnya mereka tinggal berdua.

" Fiy... " Ucap Fatih membuka obrolan.

" Iya... " Jawab Shafiya.

" Aku akan ke Jakarta... " Kata Fatih.

" Iya, berhati-hatilah di sana... semoga Anda lekas pulih... " Jawab Shafiya lembut sambil tersenyum kecil.

" Ah... Fiy... kamu selalu terseyum, bagaimana aku bisa menjalani hariku tanpa senyummu itu. " Gerutu Fatih.

Shafiya hanya diam, tak mau menjawab, bagaimanapun mereka belum menikah jadi tidak bisa selalu bersama.

" Fiy... Ayok ikut ke jakarta, apa kamu tidak mau pulang ke tempat orang tuamu. " Kata Fatih merajuk.

" Ah... rasanya aku ingin menikah sekarang juga. " Gerutu Fatih.

Shafiya tersenyum melihat sikap kekanakan Fatih, terlalu berlebihan jika jaman sekarang masih mempermasalahkan jarak, di dunia moderen seperti ini jarak sangatlah dekat di mana saja.

" Lekaslah sembuh, minimal tangan Anda, agar bisa menjabat tangan Ayahku. " Kata Shafiya sambil memberesi barang-barang Fatih.

Mendengar kalimatnya sendiri dadanya sedikit bergetar. Apa lagi Fatih wajahnya kembali cerah , matanya berbinar bahagia.

" Baiklah... tunggu Aku ya... saat tanganku sembuh Aku dan Papa akan datang ke rumahmu untuk membahas hari itu. " Jawab Fatih tersenyum bahagia, Shafiya mengangguk tanda setuju.

Ada rasa yang menghangat di hati mereka, seperti ada kupu-kupu banyak berterbangan di dalam hatinya. Cinta itu kini sudah tidak bertepuk sebelah tangan.

Waktu mengajari Shafiya apa arti mengisi, apa itu perhatian, apa arti di butuhkan. Seminggu bersama Fatih mengajari dia bagaimana mengisi kekurangan pasangan, bagaimana memberi perhatian, bagaiamana rasa di butuhkan dan di andalkan. Cinta sedikit itu perlahan-lahan bersemi dalam hati Shafiya perlahan tapi pasti.

Waktu pula mengajari Fatih bagaimana rasa di perhatikan, di isi, dan rasa bergantung pada pasangan. Seminggu bersama Shafiya membuatnya sadar betapa butuhnya dirinya pada gadis itu, dan betapa semakin dalamnya cinta itu tumbuh di hatinya dan mungkin kini mulai kuncup dan menunggu berbunga.

***

Fatih di dorong dengan kursi roda oleh Deni, sesekali Fatih menoleh pada Gadis yang berjalan di sampingnya, berharap gadis pujaan hatinya itu ikut serta kembali ke jakarta.

" Fiy... " Ucapnya setelah sampai di depan mobil yang akan membawanya ke bandara.

" Iya..." Jawab Shafiya sambil memandang Fatih.

" Kau yakin tak mau ikut ke Jakarta? " Tanya Fatih.

Shafiya menggeleng lalu tersenyum manis, setelah itu menunduk memandang sepatunya sendiri, ada sedikit rasa kehilangan namun dia tepis.

" Baik-baiklah di sana, lekas sembuhlah... Saya akan mengurus pekerjaan di sini sebelum nanti saya tinggalkan agar bisa berjalan mandiri tanpa ada Saya nanti... " Kata Shafiya, pikirnya setelah menikah dia akan kembali ke Jakarta.

" Uh... Kau keras kepala sekali... " Gerutu Fatih.

Pak Putra dan Deni hanya tersenyum pada pasangan yang akan berpisah jarak itu, mereka menunggu keduanya membuat salam perpisahan.

" Sudah silahkan masuk, nanti kelamaan sampai bandaranya... " Tutup Shafiya.

" Ih... Kau mengusirku... sepertinya kamu senang sekali aku kembali ke Jakarta... Awas saja kalau kamu ganjen dengan laki-laki lain... " Gerutu Fatih sedikit manyun.

" Aist.... apa-apaan sih ni laki-laki, pikiranya kemana-mana... apa tak malu bercakap seperti itu di depan Papanya dan Deni... " Gerutu Batin Shafiya.

Pak Putra dan Deni terkekeh melihat sikap Fatih yang kekanak-kanakan dan cerewet seperti perempuan, semenjak jatuh cinta Fatih menjadi sosok lain bila di depan Shafiya.

" Anda jangan berpikir macam-macam jika ingin lekas sembuh... " Kata Shafiya menimpali.

" Tapi kau terlalu cantik di kampung ini bagaimana bila akan banyak laki-laki yang menggodamu atau bahkan mencintaimu... Ah bahkan kakak sepupumu itu juga memendam rasa pada dirimu, terlihat sekali di matanya saat memandangmu... Ah.... !!! memikirkannya saja sudah membuatku gila... " Cerocos Fatih.

" Aist.... apa-apan lagi ini... bagaimana bisa berpikir kemana-mana sih... " Batin Shafiya.

" Sudahlah... jangan berpikir yang macam-macam itu akan memperlambat kesembuhan Anda, tenang saja ini (💖) sudah memilih dan ini (💖) tidak pernah berpaling jika sudah memilih. " Kata Shafiya sambil menunjuk hatinya.

" Aist.... Kau membuatku melambung... baiklah Aku pegang janjimu.... Selalu terima telfonku dan selalu balas pesanku, kalau kau tak melakukannya aku akan kembali ke sini dan menjemputmu paksa. " Kata Fatih hatinya berbunga-bunga mendengar pernyataan Shafiya.

" Ya Ampunnnn siapa dia berani sekali mengancamku... Ah... bagaimana hati ini bisa mulai mencintainya sih... Hai... hati... kenapa kamu bisa jatuh cinta padanya sih.... " Gerutu Shafiya dalam batinnya.

Deni terbengong-bengong melihat pasangan di depannya, bagaimana bisa keduanya bercakap semanis itu di depan jomblo.

Sementara Pak Putra tersenyum bahagia , Akhirnya kedua orang yang di sayangi saling menemukan Cintanya , Pak Putra berharah, Fatih segera sembuh dan bisa segera melangsungkan pernikahan.

" Fiy... kenapa diam saja, berjanjilah maka aku akan segera pergi." Kata Fatih memecah lamunan Shafiya.

" Iya... " Kata Shafiya menjawab.

" Iya Apa??? " Tanya Fatih memastikan.

" Iya aku berjanji... " Kata Shafiya.

" Janji Apa??? " Tanya Fatih lagi meyakinkan dirinya.

" Saya Janji akan menerima telfon Anda dan membalas pesan Anda... Pak Fatih... " Jawab Shafiya ada sedikit rasa jengkel melihat sikap Fatih yang berlebihan.

" Ah.... Baiklah.... Terimakasih... bye .. Aku masuk.... " Kata Fatih berbinar-binar, bibir tersenyum manis , lalu dia mau masuk di bantu Deni.

" Kami pamit ya Fiy... " Kata Pak Putra.

" Iya Pak, Hati-Hati..." Jawab Shafiya.

" Saya juga pamit Nona Shafiya. " Kata Deni.

" Iya , Pak Deni... " Jawab Shafiya.

" Saya titip dia ya..... " Sedikit berbisik pada Deni, Deni menjawab dengan anggukan.

" Hai... Kau mulai ya... apa yang kau katakan pada pria itu...!!! " Triak Fatih cemburu pada Deni.

Deni dan Shafiya tersenyum tak membalas, membuat Fatih semakin cemburu.

" Dah.. Assalamullaikum... " Kata Shafiya sambil melambai.

" Walaikumsalam... " Jawab semua orang yang di mobil, Fatih membalas lambaian tangan Shafiya, hatinya sedih berpisah degan Shafiya.

.

.

.

.

🍁Jarak menyiksaku dengan memisahkanku padamu. Biarlah waktu memupuk kerinduan ku dan biarlah waktu yang nanti akan menyatukan kita dalam pelukan rindu.🍁

___ Al-Fatih Putra ____

.

.

.

.

🌸Kan ku tabung rindu dalam hati ini, biarlah jarak dan waktu menjadi pupuk yang menabur benih cintaku agar semakin tumbuh dan dewasa. Biarlah waktu yang mempertemukan kita dalam waktu dan dekapan suci.🌸

____Shafiya Alifa ____

.

.

.

.

.

Hayyyy.... Maaf baru bisa up lagi... Ada kendala di dunia realita yang harus di utamakan....

Tetap baca dan dukung novelku ya....

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ...

Please.... 💖🙏😍😍😍

1
DESNELLY
semoga kedepannya bosnya jatuh cinta 🤣🤣,,,baru tahu rasa 😄😄
Setio Ningsih
bagus
Syahrial
buat cerita baru aja thor
Syahrial
semoga fatih berjodoh dg shafiyah ya thor....😍😍😍
noza
WOWWWWWW NOVEL NYA LUAR BIASA BAGUS👍👍👍
echa purin
👍🏻
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
ngambek...
merajok tuee..
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
Fatih yg di pikirannya...
restu sudah didapat tidak ada yg merintangi...
tinggal hati yg belum mantap
Yuliati Soemarlina
emang fiya orangnya ngeyel n keras kepala..kadang bikin kesel juga
Yuliati Soemarlina
fiya udah cukup umur..udah lulus kuliah juga...namanya itu istri egois..suami lirik wanita lain baru mewek...
Yuliati Soemarlina
fiya kok manggi fatih klo tdk tuan..anda yg lebih sopan dong ke calon suami..
Yuliati Soemarlina
fiya nasibmu blm beruntung..ada yg mencintai dg tulus..saudara sepupu..saudara sesusu..
Yuliati Soemarlina
bayangan yg lewat sepertinya fatih....
Yuliati Soemarlina
smg yg terbaik keputusanmu Fiya..dapat jodoh terbaik..
Yuliati Soemarlina
fstih malang nian nasibmu..sehari ini ditampar 3 org...smg perjuanganmu berhasil ...
Yuliati Soemarlina
sesungguhnya fatih itu baik..hanya trauma oleh kelakuan ibunya...
Yuliati Soemarlina
fatih kamu menggunakan kekuasaan seenakmu..ceo yg tdk punya adab
Yuliati Soemarlina
2 pilihan yg sulit..fiya mencintai alif tapi ibunya alif tdk merestui..fatih ayahnya baik n merestui..anaknya semau gue..tinggalkan saja ke 2 nya fiya..dari pd hidup menderita...
Yuliati Soemarlina
fiya gadis tangguh tdk tergiur dg harta..jarang ada wanita seperti itu...adanya di dunia halu..😄
Yuliati Soemarlina
fatih semena mena..hargailah fiya..tdk semua mslh dapat disekesaikan dg uang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!