Zoey Bakker bersyukur bisa mengulang kehidupannya lagi. Dia bertekad akan menjerat Oscar suaminya dan membalaskan dendamnya pada keluarga angkatnya.
Jika dulu dia menolak perjodohannya dengan Oscar, kali ini Zoey menerimanya dengan senang hati. Berbekal ingatannya di masa lalu, Zoey bisa menjalani hidupnya dengan penuh kejutan kejutan manis. Bagaimana kisah Zoey dan Oscar akan berjalan? Simak ceritanya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Luar Biasa
Setelah menyelesaikan makan malam, ponsel Oscar bergetar, melihat ID nya Oscar segera mengangkat panggilan itu.
"Ada apa?"
("Tuan, seseorang meretas sistem kita sepuluh menit yang lalu. Para staff tim IT sedang berusaha memulihkan firewall kita."
"Aku akan kesana."
Oscar segera berdiri. Akan tetapi, Zoey menahan pergelangan tangannya.
"Mau kemana?"
"Ada masalah di perusahaan. Aku harus ke sana, Honey."
"Aku ikut."
"Ini sudah malam," ucap Oscar lembut. Meski keadaan perusahaannya urgency, tapi Oscar tetap menjawab Zoey penuh dengan kesabaran.
"Aku sudah terlalu banyak tidur. Ijinkan aku ikut." Zoey memasang wajah puppy nya. Oscar tidak kuasa untuk menolak, Alhasil keduanya segera pergi ke perusahaan.
Selama dalam perjalanan, Zoey baru ingat soal mata-mata yang ada di rumah Oscar, jadi dia pun bertanya, "Bagaimana dengan mata-mata di mansion?"
"Sudah di atasi. Untuk sementara aku sudah mengganti semua orang-orang yang bekerja di mansion kecuali Butler Hans."
Zoey menghela napas lega. Keduanya kembali terdiam sampai mobil yang dikendarai Oscar sampai di depan perusahaannya.
Oscar menggandeng tangan Zoey masuk perusahaan. Hanya ada beberapa petugas keamanan yang berjaga di depan. Semuanya menyapa Oscar dengan penuh kehormatan.
Zoey dan Oscar memasuki lift, mereka naik ke lantai lima, tempat para staff IT berada. Menurut Oscar ada sekitar 15 orang anggota staff IT. Mungkin sekarang semuanya sedang serius mempertahankan firewall dan memperbaiki server.
"Kamu yakin ingin ikut masuk?" tanya Oscar memastikan lagi. Karena di ruangan itu sangat membosankan.
"Ya, aku akan masuk, tapi tolong suruh semua staff ITmu keluar," jawab Zoey santai. Oscar menghentikan langkahnya dan menoleh menatap Zoey.
"Apa katamu?"
"Suruh para staff ITmu keluar. Aku akan membantu. Cepatlah! waktu kita berharga," kata Zoey tak sabaran karena melihat Oscar tertegun. Oscar sedikit ragu, tapi dia ingat jika Zoey memintanya untuk mempercayainya. Oscar akhirnya dengan mantap mendorong pintu.
Clark langsung menyambutnya dan memberi laporan pada Oscar. Oscar tidak sempat mendengarkan ucapan Clark, dia hanya menatap Staff ITnya dan memerintahkan mereka untuk berhenti dan keluar.
"Tapi, Tuan, saat ini adalah saat krusial."
"Jika kamu tahu ini krusial, maka lakukan apa yang bosmu perintahkan! Jangan menunda waktu." Zoey seketika menyahut sebelum Oscar berbicara. Orang-orang menatap Zoey dengan bingung. Akan tetapi, karena bos mereka memberikan tatapan dingin, akhirnya mereka dengan pasrah keluar. Begitu staff terakhir keluar, Zoey langsung menutup pintu dengan keras. Dia duduk di depan layar besar yang merupakan kontrol utama firewall.
Sejenak Zoey menatap beberapa kode rumit yang muncul di layar dan detik berikutnya sepuluh jemarinya yang panjang dan lentik mulai bergerak dengan kecepatan tak manusiawi bergerak di atas keyboard.
Oscar menatap Zoey dengan tatapan tak percaya. Bahkan Clark yang masih berdiri kebingungan di samping atasannya, tak bisa tidak membuka mulutnya dengan takjub.
Zoey yang sedang serius membuat wajahnya semakin terlihat sangat cantik. Oscar bahkan tidak memikirkan berapa kerugiannya karena peretasan itu, tapi dia justru memikirkan Zoey. Gadis ini penuh dengan kejutan.
Tidak sampai 20 menit, Zoey menyelesaikan semuanya. Bahkan dia juga menanamkan sistem perlindungan ciptaannya sendiri yang dia yakini tidak akan bisa ditembus oleh siapapun kecuali orang itu memiliki kemampuan diatasnya.
Zoey mengambil ponselnya dan mencoba melacak IP peretas. Dia bahkan dengan mudah bisa mengetahui lokasi orang itu dengan mudah.
"Aku sudah selesai. Beruntung belum ada data yang terunduh oleh peretas itu. Semuanya masih baik-baik saja. Bisakah aku meminjam mobilmu?" tanya Zoey.
"Mau kemana?"
"Melakukan sesuatu. Aku berjanji tidak akan lama."
Oscar lantas menyerahkan kunci mobilnya pada Zoey. Zoey pergi begitu saja. Clark masih memandang layar besar dengan tatapan kosong.
Luar Biasa.
Oscar juga menatap ke layar monitor utama, tapi dari pada bengong seperti Clark, Oscar justru memiliki tatapan bangga dan kagum terhadap istrinya. Beberapa Staff yang masih menunggu di luar pintu terkejut, melihat pintu terbuka dan gadis tadi keluar melewati mereka dengan santai. Mereka ingin menengok ke dalam ruangan, tapi takut dengan bosnya.
"Bagaimana ini?" tanya salah satu anggota staff IT.
"Aku juga tidak tahu. Apakah menurutmu bos akan memecat kita karena hal ini?" staff yang lainnya ikut bersuara. Wajah mereka semakin pucat karena ketakutan.
Namun, suara Clark tiba-tiba mengejutkan mereka. "Kalian boleh masuk." Satu per satu staff IT masuk ke ruangan. Mereka sedikit takjub melihat layar utama yang terlihat normal. Satu per satu dari mereka kembali tempat duduknya dan melihat ke komputer masing-masing. Mereka tidak bisa tidak berdecak kagum. Ini benar-benar luar biasa.
"B_bos, ini ...."
"Kali ini kalian selamat. Ini semua karena bantuan, Nyonya."
"Nyo_nya?" para staff terkejut mendengar ucapan Clark. Mereka bahkan tidak mendengar kabar bosnya menikah, jadi bagaimana mungkin ada nyonya? tapi untuk bertanya langsung, mereka tidak memiliki nyali.
"Ya, gadis yang tadi bersama bos adalah nyonya Reid. Mulai sekarang kalian harus mengenalinya," ujar Clark. Semua Staff mengangguk. Mereka kembali menatap layar komputer dan merasa merinding dengan kemampuan dari bos wanitanya.
Oscar keluar tanpa banyak bicara. Dia saat ini ada pergi ke ruangannya menatap ke layar ponselnya. Warna merah terus berkelip di layar, rupanya Oscar sedang melihat GPS mobil yang dipakai Zoey. Mobilnya berhenti di depan sebuah kafe.
Oscar sudah memiliki bayangan tentang apa yang akan Zoey lakukan, hanya saja dia sedikit tidak yakin, apakah Zoey akan melakukan kekerasan atau tidak. Oscar tidak tahan dengan rasa penasarannya, dia memanggil Clark dan memintanya untuk segera menyusul Zoey. Dia khawatir Zoey akan terluka.
Sementara itu, Zoey yang baru saja tiba di sebuah kafe, tersenyum sinis. Beraninya orang itu menargetkan perusahaan suaminya. Zoey tidak akan tinggal diam. Jika saja peretas tadi sudah berhasil mencuri dari perusahaan Oscar, Zoey pasti sudah ledakkan cafe ini.
Zoey masuk, dia menatap ponselnya dan melihat ruang privat. Seorang pelayan mendatanginya dan Zoey menunjuk ruangan privat yang ada di pojok.
Tak lama, orang di dalam ruang privat keluar dengan langkah terburu-buru sembari memeluk tas laptopnya. Zoey semakin tersenyum dengan wajah dingin.
"Ingin melarikan diri, ya?" gumam Zoey. Orang itu keluar dari kafe dan Zoey mengikutinya. Zoey mengejar orang itu hingga di depan sebuah taman yang sepi dan gelap. Tidak menunggu waktu, Zoey mencengkeram bahu orang itu. Zoey bisa memastikan jika dia adalah seorang gadis.
"Lepaskan aku! Siapa kamu?"
"Kenapa kamu berlari ketakutan? Apa kamu baru saja dikejar hantu?" tanya Zoey dengan ringan.
"Tidak. Tidak. Aku sedang buru-buru. Aku ada tugas di rumah," gadis itu memutar tubuhnya dan menatap Zoey dengan takut.
"Tugas rumah, ya? Dasar penipu cilik, beraninya kamu meretas perusahaan De Gaulle."
"A_aku ... aku hanya main-main saja."
"Begini, aku hanya sedang iseng saja. Aku ingin menaikkan kemampuan meretasku."
"Elisa Barton, sebaiknya kamu jujur saja," suara Zoey terdengar datar dan penuh ancaman.
...----------------...
favorit 👍❤