NovelToon NovelToon
Tahanan Cinta Duda Kaya

Tahanan Cinta Duda Kaya

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda / Kaya Raya / Konflik etika / Tamat
Popularitas:45.1k
Nilai: 5
Nama Author: Leticia Arawinda

Saat itu Diana tidak akan pernah menyangka bahwa dirinya akan berubah nasib menjadi tahanan cinta seorang pria tampan dan juga kaya. Dia dibawa paksa untuk menikah dengan pria yang tak dikenalnya itu.
Akankah Diana bisa melalui semuanya dengan sabar? ataukah dia akan berusaha kabur dari genggaman pria tersebut?
🌸🌸🌸🌸
Nantikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leticia Arawinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Berhubung Evans dalam suasana hati yang senang, dia berencana mengajak Diana dan Lucas pergi ke mall untuk membeli beberapa barang untuk mereka.

"Apa semuanya sudah siap?" tanya Evans.

"Sudah Papa" jawab Lucas dengan antusias.

"Tapi kenapa istriku diam saja?"

"Iya, iya aku sudah siap suamiku" sahut Diana.

"Baiklah kita pergi sekarang" kata Evans sangat senang.

Sore hari itu Evans pergi tanpa membawa pengawal karena ingin menikmati waktu bersama tanpa orang luar.

Evans merasa bersalah karena selama ini telah mengurung Diana dari dunia luar. Diana hanya pergi di saat Evans mengajaknya dan telah merenggut kebebasannya.

Dengan tatapan sedih Evans menatap wajah Diana yang duduk di sampingnya dengan memangku Lucas di pangkuannya.

"Istriku kalau capek, kamu boleh tidur dulu nanti kalau sudah sampai aku bangunin" ucap Evans sambil menyentuh tangannya.

"Iya suamiku"

Diana menatap kearah luar jendela mobil dengan tatapan sedih seolah merindukan keramaian yang jarang di lihatnya.

Sebelum terjebak dalam hubungan paksa, Diana sangat menikmati kehidupannya meskipun penuh dengan tantangan namun dia merasa bebas dan bisa melakukan apapun sesuai dengan keinginannya.

Evans tak lepas menatap wajah istrinya yang cantik itu dengan menghela nafas panjang, merasakan sakit di hatinya.

"Maafkan aku Diana, seharusnya aku tidak berbuat seperti ini" benak Evans.

Diana memejamkan matanya dengan perlahan dan kini terlelap dalam tidurnya sambil tetap menahan Lucas di pangkuannya.

"Lucas sini ke Papa" pinta Evans.

"Iya Papa"

Lucas sangat menurut dengan langsung menuju ke ayahnya. Evans bermaksud untuk membuat Diana nyaman tanpa beban saat sedang tidur karena lelah.

Mereka berdua berbisik agar tidak membangunkan Diana yang sedang tidur.

Keduanya tersenyum senang menatap wajah Diana.

Hal yang patut Evans syukuri dalam kehidupannya yang sekarang ini tentu saja karena adanya Diana yang mampu melengkapi kebahagiaan bersama dengan Lucas.

Karena jarak yang tidak terlalu jauh, mereka pun sudah sampai di parkiran mall.

"Eum.. apa kita sudah sampai?" tanya Diana yang terbangun karena mobilnya berhenti.

"Iya istriku, kita baru saja sampai. Kamu masih mau tidur?" sahut Evans.

"Tidak, kita jalan sekarang saja"

"Yasudah, ayo kita turun"

Evans menggendong Lucas sambil mengulurkan tangan ke Diana untuk membantunya turun dari mobil.

Dibalik sifatnya yang dingin kepada orang lain, berbanding terbalik saat dia memperlakukan istri dan juga anaknya.

Dia melakukan hal-hal kecil yang romantis sehingga membuat Diana nyaman berada di dekatnya.

"Mama kenapa sedih?" tanya Lucas.

"Oh, ini karena mama baru bangun tidur sayang. Mama tidak sedih" jawab Diana sambil menyentuh wajah Lucas.

Evans hanya bisa terdiam merasa bersalah atas kesedihan yang Diana rasakan.

"Kita masuk sekarang ya" ucap Evans menggandeng Diana.

"Iya Evans"

Diana tersenyum mendapatkan sentuhan hangat yang menggenggamnya erat. Setiap yang di lakukan Evans mampu membuat Diana sedikit melupakan kesedihannya.

Mereka pun masuk ke dalam mall dan berjalan dengan perlahan sambil melihat ke sekitar.

"Istriku kita mampir ke toko itu sebentar ya" ajak Evans ke toko pakaian.

Dengan antusias Evans meminta untuk di carikan pakaian yang cocok untuk Diana sesuai dengan rekomendasi para pegawai toko tersebut.

"Istriku, kamu coba ini ya" Evans memberikan banyak pakaian untuk di coba oleh Diana.

"Tapi Evans, ini terlalu banyak" ucap Diana merasa tidak enak.

"Ini belum semuanya sayang, cepat coba sekarang ya"

Mata Evans dan Lucas berbinar seolah memohon agar Diana mau menurutinya hingga Diana pun luluh oleh pesona mereka.

"Baiklah, aku akan coba"

Diana mencoba beberapa pakaian yang di pilihkan kemudian dia keluar untuk di perlihatkan kepada Evans dan juga Lucas.

"Gimana? bagus tidak?" tanya Diana.

"Bagus tapi coba yang lainnya" kata Evans terpesona melihatnya.

Secara berulang Diana mencoba pakaiannya hingga di pilihan terakhir namun jawaban dari Evans selalu sama.

"Bagus coba yang lain lagi" kata Evans tersenyum senang.

"Sudah, ini yang terakhir Evans" jawab Diana.

Diana merasa lelah setelah mencoba banyak sekali pakaian yang di pilihkan oleh Evans.

"Begitu ya? perasaan baru beberapa" gumam Evans merasa heran.

"Aku capek Evans"

"Maaf istriku, kamu duduk dulu disini ya"

Evans ke bagian kasir untuk membayar semua pakaian yang sudah Diana coba dan memberikan belanjaan itu kepada supirnya agar mereka tidak perlu membawa belanjaan yang banyak itu.

"Evans? apa tidak salah? kenapa beli sebanyak itu" Diana terkejut karena Evans membeli baju untuknya sangat banyak.

"Aku mau istriku senang, apa ada yang salah?" kata Evans sambil mengangkat bahunya.

"Haah.. aku lupa siapa suamiku ini, yasudah tapi cuma baju saja ya"

"Haha.. iya istriku" Evans menyeringai.

Diana curiga melihat senyum di wajah Evans yang tak biasa namun dia berusaha biasa saja tanpa berfikir lain.

"Lucas mau beli apa sayang? mainan?" tanya Diana.

"Tidak, Lucas mau jalan-jalan saja. Papa, turun"

"Baiklah"

Evans menurunkan Lucas dengan perlahan karena Lucas ingin berjalan sendiri dan menggandeng orangtuanya.

Baik Evans maupun Diana terharu mendapatkan genggaman tangan kecil Lucas yang menambah kebahagiaan mereka.

Anak sekecil Lucas sudah mengerti arti kasih sayang sehingga membuat keduanya bangga mempunyai Lucas.

"Wah.. Papa ada sepatu cantik, beli itu buat mama" kata Lucas menunjuk ke etalase toko.

"Iya.. ayo kita kesana" jawab Evans sambil tersenyum.

Diana merasa terbebani setelah di belikan banyak baju, kini akan di belikan barang lain. Diana merasa Lucas memiliki kesamaan dengan ayahnya yang tidak memikirkan uang yang akan di keluarkan.

"Apa orang kaya memang seperti ini?" gumam Diana.

Evans menuruti keinginan Lucas lalu membelikan Diana sepatu yang cantik seperti Diana.

Bahkan Evans membantu Diana saat akan mencoba sepatunya.

"Gimana istriku, apa kamu nyaman?" tanya Evans mendongak menatap istrinya yang duduk memakai sepatu yang di pegangnya.

"Evans, kenapa kamu sampai jongkok begitu? banyak yang lihat kita" bisik Diana merasa malu.

"Tidak masalah istriku, aku justru senang karena mereka tahu siapa istriku ini"

"Yasudah, sepatunya kurang nyaman sepertinya aku butuh size di atasnya"

"Oke, kamu tunggu disini biar aku saja yang bilang"

Evans meminta untuk di ambilkan ukuran lain sedangkan Lucas sedang merasa senang duduk di samping Diana sambil berbincang.

"Apa Lucas senang?" tanya Diana sambil mengelus kepalanya.

"Iya mama"

"Syukurlah, mama senang dengarnya"

Diana tersenyum menatap wajah Lucas yang menggemaskan tampan seperti versi mininya Evans namun dengan tatapan yang lebih hangat.

Setelah dari toko itu, mereka pergi makan bersama dan bermain sebentar lalu membeli beberapa barang lain yang di perlukan.

"Aku tidak punya uang sekarang, padahal aku juga mau beli buat mereka" benak Diana.

Selama ini Evans belum mengembalikan tas lama yang di pakai oleh Diana yang terdapat dompet, handphone dan yang lainnya semata untuk menghindari Diana kabur dari rumahnya sehingga Diana tidak memiliki uang sepersen pun.

Meskipun tidak mempunyai uang, Diana diberikan fasilitas mewah, barang dan kebutuhan yang di penuhi lebih dari cukup.

1
panty sari
kk iparnya itu ngebet banget main peluk peluk aja evan juga bukannya tampar itu kk ipar udha lancang main peluk
Rahma
lanjut kak
Wiwi
lanjut Thor
Tya Putry
👍👍👍
Nur Syamsi
Singkirkan tu ulat bulu thor
Wiwi
lanjut Thor
Yustina
lanjut...
Reni Anjarwani
lanjutt
Reni Anjarwani
doubel up thor
Wiwi
lanjut Thor semangat terus Thor
Wiwi
wow pelakor sudah datang, Thor jangan jangan adiknya meninggal sama kakaknya /Right Bah!//Right Bah!/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!