Setelah menikah, Kenan dan Alexa pun memutuskan untuk tinggal di mansion mereka sendiri.
Pernikahan mereka pun mulai diuji. Akankah mereka mampu untuk melewati semua ujian itu.
Tunggu apalagi, yuk kepoin 🤗🤗
Di sarankan untuk membaca season 1 dulu ya 😉😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngambek
Di mansion Adele juga sudah datang dua puluh orang pelayan. Mereka siap mengabdikan diri mereka untuk keluarga kecil Adele.
" Selamat datang semuanya di mansion saya"
" Terima kasih nyonya"
" Sore ini kalian sudah mulai bekerja"
" Baik nyonya"
" Nanti saya akan membagi kalian beberapa team. Sekarang kalian boleh meletakkan koper kalian di kamar masing-masing, Setelah itu kalian boleh kembali ke sini"
" Maaf saya mau tanya nyonya"
" Silakan?"
" Apa maksud nyonya kamar sendiri-sendiri?"
" Iya, satu orang satu kamar "
Para pelayan itu terlihat sangat senang. Itu artinya mereka tidak perlu berbagi tempat tidur dengan teman-temannya. Karena dulu dengan majikan lamanya, mereka harus berbagi tempat tidur.
" Setelah itu kalian balik kesini, karena saya akan membagi team"
" Siap nyonya"
Para pelayan itu pergi ke kamar mereka masing-masing. Tadi Adele sudah memberitahu di mana kamar mereka.
" Wah bagus banget kamarnya, ada AC nya lagi" ucap salah satu pelayan itu saat sudah melihat kamarnya.
Setelah meletakkan kopernya pelayan itu segera kembali menemui sang nyonya. Karena ia ingin tau pekerjaan yang akan ia lakukan di mansion yang besar ini.
" Baiklah sekarang kita bagi team. Kamu, kamu dan kamu, pindah ke sebelah kanan saya"
Tiga orang pelayan itu pindah ke sebelah kanan Adele. Sekarang sisa 17 belas pelayan lagi. Dan Adele melanjutkan kembali membaginya.
" untuk kalian yang bertiga ini, bekerja di bagian dapur"
" Siap nyonya"
" Untuk kalian yang bertujuh ini, bekerja bagian mengepel lantai bawah"
" Baik nyonya"
" Terus yang tujuh lagi, bekerja di lantai dua"
" Baik nyonya"
" Dan sisanya, kalian bekerja di bagian mencuci dan menyetrika"
" Baik nyonya"
" Sekarang semuanya boleh bubar, dan selamat bekerja"
Pelayan itupun segera mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. Sedangkan Adele pergi ke kamarnya. Ia akan mengawasi pekerjaan para pelayan itu dari CCTV.
Adele juga sudah meletakkan uang di pakaian kotornya. Di lantai dua ia juga meletakkan kalung berliannya. Jadi ia akan melihat, seberapa jujur pelayannya itu.
" Kamu udah bangun?"
" Iya, kebangun karena nggak ada kamu di samping aku"
" Lebay banget"
" Itu bukan lebay"
" Terus apa?"
" Itu tandanya, aku itu nggak bisa hidup tanpa kamu"
" Nggak nyambung"
" Nyambungin aja lha yank. Kamu itu kenapa sih nggak mau menyenangkan hati suami mu ini"
Cup.
" Udah, jangan berisik. Aku mau melihat pekerjaan pelayan baru kita"
" Eits, nggak bisa begitu. Cium itu jangan setengah-setengah" kata Farrel sambil mencium bibir istrinya.
Adele mengalungkan tangannya di leher suaminya. Pasutri itupun berciuman dengan sangat mesra.
" Aku senang kalau kamu gercep kek gini" kata Farrel saat ciuman mereka sudah selesai.
" Iya, kalau nggak gitu kamu nggak akan selesai mencium aku"
" Ya kan kita udah halal. Masa iya aku mau tahan-tahan lagi. Mana malam pertama gagal karena kamu kedatangan tamu bulanan"
" Terus kamu nyalahin aku?"
" Nggak yank"
" Kalau nggak nyalahin aku, terus kenapa kamu protes tadi"
" Aku nggak protes, cuma lagi mengutarakan isi hati aku aja"
" Oh ceritanya kamu curhat, gitu?"
" Ya anggap aja gitu. Tapi ya sudalah, kayaknya mood kamu lagi nggak baik. Aku lanjut tidur aja"
Adele merasa bersalah sama suaminya. Karena lagi datang bulan, moodnya emang sering berubah-ubah.
" Maaf"
Farrel menghentikan langkahnya. " Kamu ngomong apa?"
" Maaf karena sudah membuat kamu jadi bete atau kesal"
" Kamu nggak perlu minta maaf kok. Akunya aja nggak ngertiin kamu"
" Nggak, aku tau aku salah. Kamu mau kan maafin aku?"
Farrel tersenyum mendengar ucapan istrinya. Ia pun menoleh kearah istrinya. " Aku mau kok maafin kamu. Tapi ada syaratnya?"
" Syarat?"
" Iya, tapi kalau kamu nggak mau juga nggak apa-apa"
" Aku mau, sebutkan aja syaratnya"
" Kamu harus cium aku kayak tadi. Gimana?, mau nggak?"
" Aku udah menebak, pasti syaratnya itu"
" Ya udah kalau kamu nggak mau"
" Iya aku mau"
Adele pun melakukan apa yang diinginkan suaminya. Tentunya Farrel menerima dengan senang hati. Kapan lagi istrinya yang berinisiatif sendiri untuk menciumnya.
" Udah kan?"
" Udah sayang"
" Berarti kamu udah maafin aku kan?"
" Udah sayang"
" Ya udah, sekarang minggir. Aku mau melihat pekerjaan pelayan baru"
Adele memantau pekerjaan pelayan baru itu melalui layar monitor yang ada di hadapannya. Di sana ia bisa melihat apakah pelayannya bekerja dengan baik.
" Kamu melihat apa sayang. Aku melihat nggak ada yang aneh. Mereka bekerja normal-normal aja"
" Makanya kita lihat dulu. Aku nggak mau dapat pelayan yang suka mencuri. Dan juga pelayan yang sok-sokan jadi senior"
" Sayang coba lihat, mereka mendapatkan uang"
" Iya, aku emang sengaja meletakkan uang di sana. Aku ingin tau, apakah mereka jujur atau tidak"
Adele menambah volume suara yang ada di CCTV itu. Sekarang ia bisa mendengarkan obrolan pelayan itu.
" Aku menemukan uang nih"
" Aku juga"
" Aku juga"
" Kita harus memberikan uang ini pada nyonya"
" Iya, pasti sekarang nyonya sedang mencari uang ini"
" Nanti setelah selesai mencuci, kita berikan uang ini pada nyonya"
" Baik"
Adele tersenyum mendengar ucapan pelayan itu. Berarti semua pelayan yang bekerja di bagian mencuci, orangnya jujur.
Sekarang ia pindah ke tempat yang lain. Ya itu di lantai dua. Karena di sana ia juga menyiapkan satu kejutan untuk pelayannya. Apakah pelayannya akan jujur, atau malah mengambil kalung itu.
Adele menambah volume yang ada di sana. Jadi ia bisa mendengar apa yang dibicarakan sama pelayan yang ada di sana.
" Nggak ada apa-apa sayang"
" Ada, kamu lihat aja nanti"
Farrel melihat ke layar monitor yang gambarnya sudah di zoom istrinya. Di sana mereka bisa melihat dengan jelas bagaimana pelayan bekerja.
" Teman-teman lihat ini, aku menemukan kalung"
" Wah pasti kalungnya sangat mahal"
" Iya, kamu harus mengembalikannya pada nyonya"
" Benar, siapa tau sekarang nyonya sedang mencari kalung itu"
" Nanti aku akan berikan pada nyonya"
Adele tersenyum mendengar ucapan pelayan itu. Semua pelayan itu lolos ujian. Karena mereka berniat mengembalikan uang dan juga kalung yang meter temukan.
Sekarang Adele tinggal menunggu pembuktiannya. Apakah benar mereka akan mengembalikan uang itu, atau cuma omongan belaka.
" Apakah mereka lolos ujian sayang?"
" Untuk saat ini mereka semua lulus. Tapi kita lihat nanti, apakah kalung dan uang itu benar-benar mereka kembalikan"
" Ok, sekarang kamu mau ngapain?"
" Mau nonton Drakor"
" Kok nonton sih?"
" Terus mau ngapain lagi"
" Apa kamu nggak mau menemui mereka?"
" Oh iya aku lupa. Yuk, sekian kita makan malam, dan mencoba masakan mereka. Apakah sesuai dengan lidah kita berdua"
Pasutri itupun turun dan menemui pelayannya. Sekalian mau membicarakan mereka lolos atau nggak bekerja di mansion-nya.
To be continued.
Happy reading 😚😚